Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Pengakuan Meisya


__ADS_3

Siang hari Meisya dan jessy nongkrong di cafe langganan mereka karena cocok buat anak muda masa kini. Mereka berdua asyik mengobrol bahkan tak menyadari ada Andreas yang ikut nongkrong di sebelah mereka karena Andreas memakai topi ditambah jaket hoodie dengan penutup kepala dengan duduk membelakangi mereka.


"Gue nggak nyangka Pamela ternyata hamil dengan Vino, bangsat!" maki meisya.


"Elo kurang cepat bertindak kali, tapi koq bisa sih mereka?" ujar jesy.


"Ini gara-gara sepupu elo yang pakai alasan ada urusan segala bikin kacau saja." meisya terlanjur kesal setelah dapat cerita dari jesy mengenai Pamela hamil.


"Jangan nyalahin joni deh, salah elo juga kali..." jesy membela sepupu nya yang bernama Joni itu karena bagi jesy lihat Pamela hamil sudah senang karena karir Pamela pasti akan hancur juga meskipun sepupu yang dihadapan nya jadi uring-uringan.


"Seharusnya bukan Pamela tapi gue karena yang kasih obat itu gue, brengsek." meisya terlihat marah bahkan pembicaraan nya terdengar jelas oleh Andreas.


"Oh ternyata meisya pelakunya, lihat aja nanti kalau Vino tahu." gumam Andreas dalam hati tak lupa menyalahkan rekaman di ponsel nya. Setelah merasa bosan Andreas meniggalkan cafe itu kemudian pergi ketempat Dika.


Vino merasa bosan hampir seharian tidak melakukan apa apa, apalagi malam tadi pulang dengan keadaan mabok entah papah nya tau atau tidak yang pasti akan mendapat kemarahan dari nya. Vino yang merasa bosan pun langsung menghubungi Dika untuk diajak nongkrong. Saat turun dari tangga lantai dua, wajah tuan Antoni masam apalagi saat lihat Vino memakai jaket kulit dan menenteng helm Arai Corsair ditangan nya.


"Mau kemana vino?" tanya tuan Antoni dari ruangan tamu.


"Mau nongkrong sama teman Vino pah." jawab Vino.


"Kenapa kamu nggak bisa berubah Vino?" tuan Antoni terlihat marah.


"Pah, Vino kan sudah bilang? Vino belum siap pah ngurus perusahaan." ujar Vino menghentikan langkah nya.


"Setidaknya ubah perilaku mu, Vino? siapa lagi yang akan menggantikan papah nantinya kalau bukan kamu!" kata tuan Antoni meninggi.


"Maaf pah Vino udah ada janji sama temen, Vino pergi!" pamit Vino lalu melangkah pergi tak mempedulikan papah nya yang memanggil namanya.


"Vino.....jangan pergi kamu! Vino.....Ahk" teriakan tuan Antoni membuat mama Dewi terkejut dan berlari menghampiri suaminya di ruang tamu, terlihat tuan Antoni sudah memegangi dada nya dan terduduk di sofa.


"Pah, minum ini pah." mama Dewi menyodorkan minum teh hangat yang tadi di bawanya karena sebelum nya mama dewi pergi ke dapur untuk membuat minum suami nya.


"Pah jangan terlalu keras dengan Vino, mama yakin pasti dia mau belajar mengenai perusahaan." bujuk mama Dewi lembut.


"Mah jangan terlalu dimanjakan Vino, papah nggak mungkin terus menerus mengurus perusahaan." keluh tuan Antoni.


"Iya pah mama tahu, kita pelan pelan buat Vino untuk berpikir dewasa." kata mama dewi dengan lembut. " Papah mau ke dokter?" tanya lagi karena khawatir dengan kesehatan tuan Antoni.


"Mungkin papah hanya perlu istirahat mah." tuan Antoni kembali meminum teh nya dan pergi ke kamar untuk istirahat.

__ADS_1


Vino melajukan motor sport nya menuju tempat Dika dan Andreas berada karena mereka sudah janjian buat nongkrong bareng di tempat cafe yang sering Dika dan Andreas kunjungi. Sebenarnya pikiran Vino sedang tidak baik baik saja saat mengetahui Pamela hamil dengan diri nya. Sesampai di parkiran terlihat Dika dan Andreas sudah menunggu nya di dalam.


"Sorry gue terlambat, agak macet tadi." suara Vino saat menghampiri kedua temannya. Sejak perseteruan jatmiko dengan Vino, sekarang jatmiko tidak pernah ikut nongkrong bersama mereka.


"Santuy man....." ujar Dika.


"Napa lo masih lesu aja tuh?" tanya Andreas.


"Gue bingung harus gimana?" jawab Vino meletakan helm nya di kursi kosong dekat nya duduk.


"Gue udah tahu siapa yang ngasih obat itu sama elo?" Vino dan Dika saling pandang saat mendengar ucapan Andreas.


"Mang siapa ndre? koq lo bisa tahu?" tanya Dika penasaran begitu juga Vino.


"Nih dengerin ya...." Andreas memutar rekaman suara dari ponsel nya, vino dan dika terlihat serius mendengarkannya. "Siang tadi gue mampir di cafe xxx itu setelah ngantar adik gue ke rumah temannya saat itu gue melihat meisya dan jesy nongkrong di cafe itu tapi mereka tidak menyadari gue yang duduk di belakang meja mereka dan gue mendengar pembicaraan mereka tentang kau juga Pamela." Andreas menceritakan saat ketemu jesy dan meisya di cafe.


"Bangsat cewek itu." gerutu Vino dengan emosi.


"Tenang vin, elo buat cewek itu biar nggak bikin masalah lagi. Sekarang saran dari gue elo harus meminta maaf dengan Pamela dan katakan seandainya elo mau bertanggung jawab padanya, ini alamat rumah Pamela" kata Dika dengan memberikan kertas kecil ke Vino yang berisi alamat rumah Pamela. "Soal meisya nanti malam kita buat pelajaran sama tuh cewek."


"Thanks bro, sebenarnya gue ingin meminta maaf dengan Pamela tapi soal tanggung jawab itu gue...." kata Vino ragu.


"Udahlah bro jadi laki-laki yang gentle, tanggung jawab apa yang sudah diperbuat." ucap Dika sambil menepuk bahu Vino.


Malam hari Vino dan kedua teman nya ingin memberi pelajaran meisya sebenarnya bukan kesalahan meisya saja tapi juga kesalahan jesy, menurut mereka meisya duluan yang akan diberi pelajaran karena mereka satu kelas jadi tidak sulit mereka untuk menghubungi meisya.


"Halo napa ndre?" suara meisya dari ponsel Andreas.


"Elo ada waktu nggak? kami lagi nongkrong di The Arian cafe resto and Bar bersama Vino." jelas Andreas yang terhubung dengan meisya dari ponsel nya.


"Serius..... Oke gue ke sana sekarang."


"Oke kami tunggu cepat kesini."


"Oke... " meisya menutup telepon panggilannya.


Tanpa berpikir panjang meisya langsung bersiap menuju ke cafe yang di beritahu Andreas berharap bisa bersama Vino. Setelah 1 jam kemudian mobil meisya sudah di parkiran cafe itu.


"Nah datang juga tuh cewek, gila! segitunya fans sama elo." ejek Dika saat lihat meisya sudah masuk kedalam cafe.

__ADS_1


"Hai apa kabar? hai Vino?" sapa meisya dengan senyum ramah nya lalu duduk di kursi sebelah Vino. "Kalian dah lama ya nongkrong disini?" ujarnya lagi.


"Oh ya Mei kita mau ke Bar yang dijalan xxx itu elo mau ikut?" kata Dika.


"Kalau Vino ikut gue sih oke aja." jawab meisya sambil melirik Vino saat ini hati meisya serasa berbunga.


"Oke elo ikut mobil Dika dan gue bawa mobil elo karena Vino bawa motor nya." jelas Andreas.


"Nggak! gue pengen bonceng Vino." jawab meisya langsung.


"Mana bisa mei, elo aja pakai baju kurang bahan gitu ntar malah berabe lagi." cegah Andreas dengan sedikit menggoda memang sebenarnya pakaian meisya terlihat sexy.


"Brengsek loh ndre..." maki meisya sambil menghentak kakinya kemudian masuk kedalam mobil Dika.


Motor Vino pun meluncur duluan ke Bar xxx diikuti mobil Dika dan mobil meisya yang di bawa Andreas. Setelah sampai di Bar itu lalu mereka berempat duduk di depan meja Barista dan memesan minuman.


"Elo mau minum apa mei?" hati meisya seakan ingin terbang saat Vino seperti memperhatikan nya.


"Gue fruits tea aja..." jawab meisya.


"Yaa masa minum fruits tea sih temanin gue minum wine lah." rayu Vino.


"Oke demi Vino gue mau." akhirnya meisya pun memesan minum wine, entah sudah beberapa gelas meisya meminum wine itu saat barista memberi gelas yang berisi wine yang di pesan meisya hingga mabuk sementara Dika, Andreas dan Vino juga pesan wine tapi tidak sampai mabuk.


"Hentikan mei, elo sudah mabuk loh." cegah Andreas.


"Biarin ndre, biar hati gue senang karena gue lagi kesal sama seseorang." omongan meisya mulai ngelantur.


"Kau lagi kesal sama siapa Mei?" tanya Dika karena yakin pasti meisya akan berbicara ngelantur saat mabuk karena ini tujuan dari Dika, Andreas dan Vino.


"Gue kesal sama Pamela Dika, karena dia sudah tidur sama Vino dan hamil. Padahal itu rencana gue kasih obat Vino biar bisa tidur sama gue karena gue nggak akan melepaskan Vino dan membuat dia tak bisa lari dari gue seandainya gue yang hamil anaknya ya kan?" meisya masih mengoceh sambil meminum segelas wine yang ditangannya.


"Sebenarnya itu bukan rencana gue sepenuh nya tapi jesy juga karena jesy sangat membenci Pamela. Jesy merasa selalu dibelakang Pamela nilai nya terus jatmiko yang disukai jesy malah menyukai Pamela." lanjut meisya.


"Mang rencana jesy apa Mei?" tanya Vino.


"Haha.... yang pasti jesy menginginkan Pamela hancur lah, malam promnight itu jesy membuat Pamela dalam pengaruh obat dan menyuruh seseorang untuk merusak masa depannya tapi kenapa harus dengan Vino, ndre?" meisya merebahkan kepala nya di atas bangku.


"Akhirnya teler juga nih cewek, merepotkan." ujar Dika sementara Vino jadi berpikir untuk menemui Pamela.

__ADS_1


Melihat meisya sudah mabuk berat, Dika dan Andreas membawa nya ke ruangan yang ada dia lantai atas bar itu dan menyuruh seseorang melepas pakaian meisya yang hanya menyisakan kan pakaian dalam dan membiarkan nya tidur dalam ruangan itu tapi sebelumnya Andreas sudah mengambil beberapa foto meisya untuk membuat meisya tidak berbuat macam macam lagi karena mereka hanya mengerjai meisya.


BERSAMBUNG


__ADS_2