Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Bertanggung Jawab


__ADS_3

Pagi harinya, Meisya kaget saat terbangun berada di tempat asing dan hanya memakai pakaian dalam.


"Sialan gue di jebak sama mereka." gerutu meisya setelah itu terdengar bunyi pesan masuk di ponselnya dan seketika langsung membacanya.


__Buat pelajaran untukmu jika kau ulangi, foto foto bugil mu akan tersebar luas__


Meisya melempar ponselnya di atas kasur setelah membaca pesan masuk di ponselnya.


"Brengsek mereka mengancam gue...ahk." gumam nya lagi lalu memungut bajunya dan setelah memakai nya meisya meninggalkan tempat itu dan pulang. Untung kunci mobilnya ditinggal kan oleh Andreas.


__________


Siang ini Vino berencana pergi ke rumah Pamela untuk meminta maaf dan ingin bertanggung jawab. Dengan berpakaian rapi Vino sudah sampai didepan rumah Pamela. Tampak keraguan pada diri Vino saat ingin mengetuk pintu rumah Pamela.


Tok Tok Tok


"Siapa?" jawab Pamela menghampiri pintu lalu membukanya, sangat terkejut setelah tahu siapa yang datang.


"Ka kamu....." kata Pamela


"Iya, aku malvino Damares, dan kedatangan gue ini mau...." ucap nya ragu.


"Mau apa ke sini?" tanya Pamela dingin.


"Aku mau minta maaf sama kamu soal omongan ku yang kemarin." Vino tampak gugup.


"Omongan yang mana? nggak ada yang perlu minta maaf dan kamu benar, karena kita nggak saling kenal siapa tahu aku cuma ngarang cerita." jawab Pamela tanpa mempersilahkan masuk.


"Siapa Mela? kenapa nggak kau suruh masuk sih?" suara mama Ratih dari dalam rumah.


"Bukan siapa-siapa mah." Sahut Pamela.


"Aku mau bertanggung jawab apa yang sudah kulakukan padamu." kata Vino spontan, Pamela yang mendengar nya jadi terkejut.


"Kamu nggak perlu melakukan itu karena ini kesalahan ku juga." Pamela tidak ingin, cowok ini menikahi nya karena kasihan padanya karena tidak ada cinta dan berakhir perpisahan nantinya. Vino terdiam mendengar nya tapi dalam hati kecilnya Vino mulai suka dengan Pamela.


"Baiklah aku pamit dulu, aku akan menunggu mu hingga kamu mau menerima pertanggungjawaban ku karena ada anak aku di dalam rahim mu." ucap Vino lalu pergi meninggalkan Pamela yang masih terpaku kemudian terdengar suara pintu tertutup.


Saat Vino pergi, Pamela mencoba mengintip nya dengan membuka sedikit tirai di ruang tamu hatinya merasa kebimbangan lalu mengelus perutnya yang masih rata.

__ADS_1


"Mama harus gimana sayang." gumam nya sambil mengelus perutnya.


Vino tidak langsung pulang masih duduk di dalam mobilnya yang berada di luar pagar rumah Pamela. Vino bingung harus berbuat apa seperti nya Pamela tidak menyambut niat baik nya yang akan bertanggung jawab sudah menghamili nya.


"Mela, tadi ngomong sama siapa sayang." suara mama Ratih mengagetkan Pamela.


"Apa mah?" jawab Pamela dengan terkejut.


"Tadi seperti nya kamu berbicara dengan seseorang? koq kamu sendirian aja, mana tamu nya?" tanya mama Ratih karena tadi saat di dapur mendengar Pamela sedang berbicara dengan seseorang.


"Hmm tadi teman Pamela cuma mampir sebentar mah, mau memberitahu acara perpisahan sekolah diadakan besok lusa." jawab Pamela berbohong padahal memang sebenarnya acara perpisahan sekolah akan diadakan besok lusa dan pihak sekolah memberi informasi secara tertulis selain itu lewat pesan dari nomor masing-masing siswa siswi yang terdaftar di sekolah.


"Ohh kirain siapa? ya udah kita pergi ke kantor imigrasi setelah itu kita belanja buat keperluan mu nanti, tadi om Dani telepon meminta mama mengambil paspor dan surat surat untuk kamu ke Sydney nanti. Kemarin mama minta tolong om Dani mengurus nya, nggak mungkin kan mama minta tolong suruh antar ke rumah." jelas mama Ratih.


"Kapan Mela berangkat mah?" tanya Pamela.


"Mama dah booking tiket untuk besok lusa sih karena Om Rey pas libur hari itu biar bisa jemput kamu. Oh iya acara perpisahan sekolah kapan Mela?" tanya mama Ratih.


"Hari Sabtu mah..." jawab Pamela.


"Barengan kamu berangkat dong." jelas mama Ratih.


"Ya udah kita bisa atur nanti, yuk kita berangkat dah ditunggu om Dani." ajak mama ratih, om Dani adalah teman papa firman waktu sekolah.


Pamela pun bergegas ke kamarnya untuk mengganti baju kemudian mengunci pintu rumah dan masuk kedalam mobil yang sudah ada mama Ratih di dalam. Mama Ratih keluar dari garasi kemudian melajukan mobilnya.


Disaat mobil Honda HR-V merah keluar melewati pintu pagar rumah, ternyata Vino masih berada disitu kemudian melajukan mobilnya untuk mengikuti mobil HR-V merah itu.


"Mau kemana mereka?" tanya Vino masih mengejar mobil HR-V merah yang merupakan mobil keluarga Pamela tentunya.


Vino menghentikan mobil nya saat mobil Pamela masuk kedalam parkiran kantor imigrasi.


"Kenapa mereka ke sini?" gumam Vino masih bisa melihat Pamela dan ibunya dari jauh turun dari mobil dan akan masuk ke kantor imigrasi itu, meskipun Vino memarkirkan mobil agak jauh dari mereka karena Vino tidak ingin diketahui sudah membuntuti nya. Masih didalam mobil, Vino harus menunggu nya lagi hingga mereka keluar dari kantor imigrasi itu.


"Terimakasih bang Dani sudah mau membantu saya mengurus paspor Pamela." ucap mama Ratih saat bertemu om Dani di dalam kantor imigrasi.


"Iya sama-sama Ratih? aku senang bisa bantu kamu apalagi anaknya firman teman baikku dulu." kata om Dani tulus.


"Iya om terimakasih sudah bantu Pamela." ucap Pamela.

__ADS_1


"Iya Mela, semoga sekolah mu di sana lancar dan sukses." ucap om Dani karena yang ia tahu Pamela pergi ke Sidney untuk sekolah.


"Iyo Om terimakasih doanya." jawab Pamela.


"Kalau begitu kami permisi ya bang masih ada yang mau di urus, sekali lagi terimakasih." pamit mama Ratih.


"Baiklah, Sama-sama Ratih." setelah pamit, mama Ratih dan Pamela pergi meninggalkan kantor itu dan mama Ratih kembali melajukan menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota jakarta.


Vino pun masih mengikuti kemana perginya mobil Pamela hingga berhenti di parkiran mall. Dari jauh Vino melihat Pamela dan ibunya turun dan masuk kedalam mall, Vino meraih jaket hoodie dan topi yang berada di dalam mobil nya setelah memakai nya Vino pun turun masuk kedalam mall juga. Mata Vino terus mencari keberadaan Pamela dan ibunya, meskipun mall ramai tapi Vino masih menemukan keberadaan Pamela dan ibunya yang sedang memilih baju di toko baju terkenal di mall itu. Pamela terlihat cantik saat itu, Vino sebenarnya sudah mulai suka dengan Pamela setelah tahu cewek yang sudah tidur dengan nya ternyata satu sekolah dengan nya. Vino pura-pura duduk di kursi yang berada disebelah toko itu sambil memakan es cream tapi mata nya selalu mengawasi keberadaan Pamela entah kenapa hari ini Vino senang aja jika harus sampai mengikuti Pamela kemana pergi karena bukan tujuan awalnya selain ingin mengucapkan permintaan maaf dan ingin bertanggung jawab sudah buat Pamela hamil.


"Mah Pamela beli ini aja mah?" Pamela menunjukkan beberapa helai kain yang sudah dipilihnya, Pamela memilih baju longgar untuk musim panas dan dingin saat di Sydney nanti mengingat kemungkinan perut Pamela pasti akan membuncit nantinya.


"Ya udah kita bayar di kasir. Kamu enggak beli sepatu sekalian?"


"iya mah, Pamela mau beli sepatu dan sendalnya sekalian biar tak kesusahan di sana nantinya enggak enak ngerepotin tante Rani."


Dan mereka pun masuk ke toko sepatu, setelah membeli baju dan sepatu mereka pun masuk ke supermarket sekalian belanja buat dibawa pamela nantinya sebagai oleh oleh untuk tante Rani. Vino masih setia membuntuti nya hingga pamela dan ibunya sampai di salah satu restoran yang masih di dalam mall. Vino masuk kedalam restoran itu mengambil meja yang agak jauh dari mereka duduk karena perut nya terasa lapar.


Mama Ratih dan pamela menikmati makanan yang sudah di pesannya. Dengan lahap Pamela memesan nasi goreng kepiting dengan jus mangga kesukaan nya semenjak hamil ini. Saat pamela makan dengan lahap nya membuat Vino tersenyum melihat.


Saat selesai makan mama Ratih merasa ada yang membuntuti nya kemudian mengajak pamela untuk pulang.


"Mela ayo kita pulang." ajak mama Ratih.


"Iya mah, tunggu bentar mela habiskan nasi goreng nya ini soalnya rasanya enak banget." jawab Mela masih melanjutkan makan nya.


"Ya sudah habiskan makan mu, tapi perutmu nggak terasa mual lagi kan." tanya mama Ratih heran pamela makan dengan lahap biasanya dua kali suap sudah merasa eneg.


"Enggak mah, bahkan Pamela ingin nambah lagi nasi goreng nya."


Pamela tidak menyadari keberadaan Vino mungkin karena ada ikatan batin antara calon bayinya dengan Vino yang merupakan ayah biologis nya jadi tidak merasakan mual.


"Serius mau nambah? ya sudah mama pesan lagi untuk di bungkus bawa pulang." kata mama lalu beranjak kebagian pemesanan dan membayarnya. Setelah menunggu beberapa menit pesanan mereka datang kemudian pulang karena hari sudah sore juga. Vino pun pergi meninggalkan restoran itu setelah Pamela dan ibunya pergi.


_


_


BERSAMBUNG

__ADS_1


***Maaf lama up nya semoga tidak banyak revisi jadi bisa up tiap hari. Happy Reading.....


__ADS_2