
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju parkiran mobil nya setelah itu mobil yang dikendarai nya melaju meninggal lapangan parkir universitas yang terkenal di jakarta, setelah beberapa menit kemudian mobil itu masuk ke parkiran di sebuah gedung tinggi yang bernama Damares Group yang tak lain adalah perusahaan milik keluarga.
Vino memasuki kedalam gedung itu disambut beberapa karyawan yang bertemu dengan nya namun Vino terlihat cuek dan dingin hingga sampai di depan ruangan yang berlantai 20 dimana kantor tuan Antoni berada.
"Farhan.... dimana papah?" tanya Vino saat memasuki ruangan tuan Antoni.
"Tuan hari ini pulang cepat mas Vino karena kurang enak badan." jawab farhan saat melihat Vino membuka pintu.
"Tapi nggak apa apa kan farhan, papah?" ujar Vino sambil meletakkan tas yang di gendong nya kemudian duduk di kursi kerja tuan Antoni yang bertuliskan direktur utama di atas mejanya.
"Mungkin tuan kecapean mas vino, sudah lama tidak check up ke dokter." jelas farhan.
"Ada yang harus ku pelajari farhan." tanya Vino
"Tadi sebelum tuan pulang berpesan, jika ada balasan kerja sama dari Adiguna group, anda disuruh datang mewakili nya." jelas farhan. Vino pun mengangguk tanda mengerti.
Farhan adalah orang yang dipercayakan tuan Antoni. Semenjak saat itu Vino mau belajar mengenai perusahaan sambil kuliah mengingat tuan antoni yang sering sakit. Begitu juga dengan dika dan Andreas mereka juga disibukkan dengan kuliah dan bekerja, seperti Andreas selain kuliah juga menjalankan bisnis cafe yang didirikan nya tanpa bantuan orang tua. lain halnya bona dan Desi jika Bona sekolah di luar negri sama halnya dengan jatmiko mengingat orang tua bona seorang pengusaha batubara sedangkan desi kuliah satu kampus dengan Andreas dan Dika. Sebenarnya Vino juga satu kampus dengan mereka tapi mengambil kelas reguler supaya bisa bekerja di perusahaan milik papahnya toh juga akan menjadi milik Vino.
Vino yang sekarang berbeda terlihat dewasa, orang nya lebih cuek dan dingin tapi tidak mengurangi ketampanannya. Vino mulai belajar dengan farhan beberapa bulan yang lalu, alhasil sekarang Vino sudah bisa menjalankan pekerjaannya meskipun tidak lepas dari bantuan seorang Farhan yang merupakan asisten dan tangan kanan tuan Antoni.j
Vino masih berkutat di depan laptop nya bahkan baru beberapa bulan belajar bersama farhan sudah bisa menunjukkan hasil kinerja yang baik. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore Vino pun pulang karena merasa lelah.
___________
"Iya mah, Pamela juga kangen sama mama." kata Pamela saat sedang menelpon mama Ratih.
"Lusa mama berangkat ke sana, kamu jaga kondisimu. Tapi cucu mama baik baik saja kan?" tanya mama Ratih di telepon.
"Iya mah, kemungkinan minggu minggu ini perkiraan Pamela melahirkan."
"Ya udah kamu hati hati ya sayang jangan sampai terjadi sesuatu sama kamu."
"Iya mah." Pamela mengakhiri panggilan telepon nya. Saat ini usia kandungan Pamela sudah menginjak 9 bulan selama dalam pemeriksaan kandungan bayinya sehat. Meskipun hamil tua bahkan membuat nya selalu kelelahan tapi tidak pernah putus asa dan tetap menjalankan kuliah online nya.
__ADS_1
"Keynan, ayo kejar kakak." seru Pamela saat melihat keponakan nya datang menghampiri nya. Keynan dan Pamela pun berlari kecil saling mengejar dengan suara tawa kegirangan keynan saat tertangkap Pamela.
"Sudah, hentikan Mela! lihat perutmu jangan terlalu capek." tegur Rani.
"Iya tan, om Rey belum pulang ya tan?" tanya Pamela kemudian mendudukkan patatnya di kursi ayunan.
"Belum paling bentar lagi." jawab Rani.
"Mama lusa berangkat kesini?"
"Ya udah nggak papa, kamu mandi sana dah mau sore biar keynan tante suap makan. "
"Iya tante....bye keynan kakak mandi dulu" jawab Pamela, sudah beberapa bulan keynan sudah akrab dengan Pamela karena tiap hari menemani nya bermain meskipun terkadang Pamela harus belajar online agar tidak ketinggalan kuliah nya dan syukur nya dosen yang membimbing Pamela baik, mengingat Pamela termasuk mahasiswi cerdas meskipun online tapi setiap tugas yang diberikan dari dosen selalu memuaskan. Pamela mengambil jurusan kedokteran.
Setelah selesai mandi tiba-tiba perut Pamela terasa sakit seperti ingin buang air besar dan sakit nya itu lama kelamaan kian terasa.
"Tante Rani...... auhk..." teriak Pamela dengan memegang perut nya saat keluar dari kamarnya.
"Kenapa Mela?......astaga, seperti nya kamu mau melahirkan Mela." sahut Rani menghampiri nya ikut panik saat melihat Pamela meringis kesakitan. Terdengar suara mobil di luar ternyata suami tante Rani pulang kerja, Rani langsung menghampiri suaminya dan meminta untuk membawa pamela ke rumah sakit.
"Ya udah mi, kita bawa ke rumah sakit sekarang." kata Rey kemudian masuk kedalam rumah dan mendapati Pamela sudah basah di bagian baju bawah nya kemungkinan air ketuban yang keluar. Rey langsung mengangkat Pamela membawa nya kedalam mobil sementara Rani keluar dengan mambawa satu tas yang isi nya keperluan Pamela nantinya di rumah sakit karena Rani sudah pengalaman saat akan melahirkan keynan waktu itu.
Rey melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang mengingat Pamela yang sudah kesakitan. Rani mendampingi Pamela di kursi belakang dengan memangku keynan.
"Sabar ya Mela bentar lagi kita sampai." kata Rani dengan menganggukkan kepala karena nahan sakit. Rani pun mengirimkan pesan ke kakak nya untuk mengabarkan Pamela akan melahirkan. Jarak yang ditempuh kurang lebih satu setengah jam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah sakit. Mobil Rey berhenti didepan emergency.
"Doctor nurse please, someone wants to give birth." teriak Rey saat sampai di emergency, kemudian dengan sigap tiga orang yang seperti nya perawat langsung menghampiri dengan membawa brankar tidur untuk membawa Pamela.
"Sir, please register the patient, we will take immediate action because the patient has given birth." ujar salah satu perawat yang menyuruh Rey untuk melakukan pendaftaran karena Pamela sudah waktu nya lahiran.
"Ok Mrs. thank you." Rey langsung pergi kebagian pendaftaran bersama Rani dengan menggendong keynan. Tak bnyak antrian di bagian pendaftaran kurang dari 15 menit sudah selesai.
Rani dan Rey kembali menghampiri Pamela ternyata dokter yang memeriksa menyatakan Pamela akan lahiran segera karena proses pembukaan jalan lahir bayi sudah lengkap, Brankar Pamela pun didorong ke ruangan persalinan. Terlihat kecemasan di raut wajah Rey dan Rani saat diruang tunggu hingga dua jam kemudian seorang suster datang menghampiri nya.
__ADS_1
"With Pamela Ridhliani's family." panggil nya.
"Yes what happened to her, how is her condition?" ujar Rey kepada perawat itu.
"Congratulations, she has given birth to a very handsome baby boy safely." jawab perawat itu dengan senyum.
Perasaan lega menyelimuti Rey dan Rani saat mendengar dari perawat tadi, Pamela melahirkan bayi laki-laki dengan selamat bahkan lahiran nya secara normal di usia yang begitu sangat muda.
"Thank you sister when we can see both." tanya Rani yang sudah tidak sabar melihat Pamela dan bayinya.
"Wait for the patient to be transferred to the inpatient room, thank you." jawab perawat itu dengan ramah lalu masuk kedalam lagi.
Dan benar, beberapa saat kemudian Pamela di dorong dengan brankar tempat tidur pasien menuju ruang rawat inap.
Rani dan Rey menunggu setelah perawat mengijinkan untuk melihat Pamela baru masuk kedalam.
CEKLEK
Rani membuka pintu kemudian masuk kedalam diikuti Rey dengan menggendong keynan. Rani langsung memeluk Pamela yang terbaring di tempat tidur.
"Mela....bagaimana keadaan mu sayang?" tanya Rani melepaskan pelukannya.
"Alhamdulillah baik tante meskipun tadi Pamela hampir menyerah tapi saat teringat mama dan almarhum papah Mela harus kuat." Kemudian Rani melihat box bayi di sebelah tempat tidur Pamela yang sudah ada Rey di sana, bayi laki-laki tampan dengan hidung mancung seperti Pamela tapi lebih mancung lagi sadang tertidur pulas setelah siap dibersihkan tadi.
Ya ampun ganteng banget bayi nya, apa ayah dari bayi ini pasti sangat ganteng. batin Rani saat memperhatikan bayi Pamela.
"Ya ampun Mela, anak kamu ganteng banget, keynan pasti senang punya teman bermain." Rani masih heran dengan ketampanan bayi Pamela. Pamela merasa bahagia meskipun tanpa ada ayah dari bayi ini setidaknya keluarga nya menerima Pamela dan bayinya terutama mamanya mau menganggap cucunya dengan senang hati.
"Terima kasih tante Rani dan om Rey sudah membantu Mela." ucap Pamela.
"Nggak papa Mela, yang penting kamu dan bayi kamu selamat dan sehat." jawab Rey.
"Tan, Mela ingin video call sama mama." pinta Pamela karena kangen dengan mama nya dan ingin mengabari nya kalau sudah lahiran.
__ADS_1
"Iya Mela, pasti mba ratih menunggu kabar tentang mu." Rani memberikan ponsel Pamela yang di bawa nya di dalam tas saat akan pergi ke rumah sakit. Pamela pun langsung menghubungi mama Ratih dengan video call, namun tidak dapat terhubung dengan nomor mama Ratih. Pamela merasa sedih tidak bisa menghubungi mama Ratih ternyata non aktif nomornya. Pamela tidak tahu kalau mama Ratih saat ini sudah di dalam pesawat saat Rani mengirim pesan padanya, mama Ratih langsung berkemas dan pergi ke bandara untung nya jadwal ngajar mata kuliah hari ini tidak banyak. Sesampainya di bandara untungnya masih ada kursi kosong untuk penerbangan jakarta - Sydney karena mendadak membooking tiketnya.
BERSAMBUNG