Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Jumpa Pers Dadakan


__ADS_3

Pagi hari mama Dewi terlihat cemas lantaran setelah melihat berita tentang Vino di media. Bahkan Alvin sudah berangkat sekolah lebih awal karena tidak ingin berpapasan dengan wartawan.


"Vino, Mela...... kalian baik baik saja kan?" tanya mama Dewi saat Vino dan Pamela bergabung di meja sarapan.


"Mah........." kata tuan Antoni.


"Mama pikir kami berantem ya, mah?" jawab Vino dengan enteng nya, berbeda dengan Pamela hanya tersenyum.


"Mama khawatir sama kalian." jawab mama Dewi lirih.


"Cepat kamu selesaikan Vino, papa tidak ingin kebahagiaan kalian terganggu dengan berita itu. Jangan sampai Alvin kena imbasnya." ujar tuan Antoni.


"Iya pah, Vino mengerti." jawab Vino.


"Sayang, yang sabar ya...." ucap mama Dewi sambil mengelus pundak Pamela yang duduk di sebelah nya.


"Iya mah....... " jawab Pamela.


"Jika harus klarifikasi mengenai hubungan kalian maka lakukan lah, mungkin bisa membuat awak media bungkam." suruh tuan Antoni.


Mama Dewi begitu cemas namun setelah mendengar vino dan Pamela baik baik saja, hatinya menjadi lega.


"Pah............." kata mama dewi.


"Sudahlah mah, mereka pasti bisa melewatinya mungkin ini ujian buat mereka." ujar tuan Antoni.


"Vin, aku bawa mobil sendiri saja ya." kata Pamela saat tiba di garasi mobil.


Vino terkejut mendengar nya.


"Tapi yang......... aku akan mengantar mu, hari ini farhan ada urusan."


"Vino......sudah lama aku tidak mengendari mobilku." entah kenapa Pamela ingin mengendarai mobilnya.


"Aku yang akan mengantar kamu." kekeh Malvino menatap tajam Pamela.


"Vino please, aku ingin berangkat dengan mobil ku hari ini."


"Baiklah kamu menyetir nya hati hati." dengan ragu akhirnya Vino mengizinkan Pamela mengendarai mobilnya sendiri karena sudah beberapa minggu tidak pernah terpakai hanya di garasi saja.


"Terimakasih......" ucap Pamela sambil tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera berangkat kerja tanpa mempedulikan Vino yang masih mematung.


"Apa dia marah..............." gerutu Vino saat Pamela sudah berangkat tanpa dirinya bahkan cium tangan atau pipi pun tak sempat.


"Loh! mas Vino belum berangkat toh?." sapa pak ujang yang baru tiba setelah mengantar Alvin sekolah.


"Pak ujang bagaimana situasi di sekolah Alvin? jangan sampai ada wartawan yang mengganggu Alvin." tanya malvino.


"Tidak ada tanda tanda keberadaan wartawan mas Vino, tadi nyonya Dewi menyuruh saya mengantar den Alvin berangkat lebih awal." jawab nya.


"Oh iya Pak, tolong jaga Alvin. Telpon saya kalau ada orang mengaku wartawan dan mengganggu Alvin."


"Iya mas nanti saya laporkan sama mas Vino."


"Terima kasih pak ujang." ucap Vino kemudian masuk kedalam mobil.


"Hati hati mas........."


Vino langsung melajukan mobil nya bahkan Pamela sudah terlebih dulu berangkat darinya.


Hingga di kantor Vino pun masih kepikiran dengan Pamela yang tidak mau diantar.


"Sudah sampai bos........." kata farhan mengagetkan Vino.


"Saya yang terlambat atau si bos yang cepat datang." imbuhnya sambil melihat jam ditangan nya.


"Pamela tidak mau saya antar, puas kamu! " kata Vino kesal.


"Ah mungkin istri bos masih kesal sama si bos." ejek nya.

__ADS_1


"Diam kamu!" bentak Vino, farhan hanya tersenyum.


"Seperti nya suasana hati bos lagi kesal, padahal saya mau kasih informasi penting." farhan semakin menggoda Vino.


"Tunggu!..... mau saya potong gaji kamu." panggil Vino saat farhan akan melangkah keluar.


"Ah bos, bukan seperti itu maksud saya." ucap farhan langsung menghampiri meja kerja Vino.


"Huh.....apa yang kamu dapat?" tanya Vino dan farhan langsung menyerahkan sebuah tab kepada nya.


"Apa ini?" tanya Vino masih belum mengerti.


"Bos bisa lihat video nya."


Tangan Vino langsung menekan tombol play dari video itu terlihat sarah sudah mengakui jika dirinya disuruh seseorang yang tak lain adalah sepupunya untuk mendekati Vino. Farhan berhasil menginterogasi sarah sebelum kembali ke Jerman.


"Sudah ku duga jika perempuan ini ada motif lain." ujar Vino.


"Dari awal saya sudah curiga bos karena mempermainkan kita."


"Ya......" Vino langsung terdiam jika mengingat pertemuannya dengan sarah untuk membahas kerjasama.


Vino langsung teringat dengan Pamela kembali.


"Kita pergi sekarang farhan."


"Pagi ini bos ada jadwal meeting."


"Nggak bisa ditunda farhan?"


"Maaf bos sebelum nya sudah ditunda jadi hari ini mereka menunggu di ruang meeting."


"Ah, kenapa harus sekarang." Dengan kesal Vino pergi ke ruang meeting.


Masih di selimuti rasa kesal Vino mengakhiri meeting setelah rapat berjalan 2 jam yang menurut nya terlalu lama karena ada beberapa laporan dari divisi tertentu kurang memuaskan saat presentasi akibatnya harus merevisi ulang.


"Huh....... membosankan." gumam Vino saat sudah didalam mobil.


"Ah sial! mereka disini." gerutu Vino.


"Mungkin waktunya bos untuk buat klarifikasi."


"Seharusnya bukan di sini farhan, bagaimana dengan Pamela?"


Tiba-tiba ponsel Vino berdering ternyata dari Pak ujang.


"Iya pak ujang, ada apa?" *tanya nya.


"Den Alvin ketakutan mas Vino karena ada salah satu wartawan mencoba mendekati den Alvin." suara pak ujang.


"Alvin dimana pak ujang?"


"Alvin ketakutan mas, sekarang di mobil."


"Ya sudah, pak ujang ke rumah sakit sekarang. Saya tunggu di sini."


"Siap mas Vino."


Vino melonggarkan dasi nya setelah menerima telepon dari pak ujang seakan terasa sesak ingin meluapkan emosinya.


"Bos.........." panggil farhan karena tahu Vino terlihat sedang emosi.


"Kita masuk sekarang farhan." ajaknya.


"Ya bos........."


Saat akan melangkah menuju pintu masuk para wartawan langsung menyerbu Vino dan farhan meskipun beberapa sekuriti berusaha mencegah para wartawan itu ikut masuk dan mengejar direkturnya.


"Pak Vino apakah benar sedang menjalin hubungan dengan sarah karena selama ini anda tidak pernah menunjukkan pasangan anda?" tanya salah satu wartawan.

__ADS_1


Vino masih belum bergeming terus melanjutkan langkah nya.


"Pak Vino tolong dong minta komentar nya.......


"Pak Vino kapan anda akan memperkenalkan wanita spesial anda...


"Pak Vino saya dengar anda memiliki anak di luar nikah atau anak haram........


Vino sontak terpancing emosi langsung menghentikan langkah nya diikuti farhan.


"Bos tahan emosi anda." bisik farhan mengingatkan. "Saya akan menghubungi istri anda." Vino hanya mengangguk saja.


"Maaf sebelumnya rekan media semua, ini tidak sopan menurut saya ketika kalian mencari bahan berita seharusnya konfirmasi dengan saya jika ingin mendapat kepastian mengenai berita itu." ucap Vino menahan emosi.


"Pak Vino bisa di jelaskan mengenai kebenaran berita itu pak? maaf kami sudah mengganggu pak Vino." tanya salah satu wartawan terlihat sopan.


"Baiklah saya akan klarifikasi disini untuk rekan media di sini."


Semua wartawan yang berada di situ sangat antusias dan bersiap untuk merekam karena ingin mendengar secara langsung dari Vino yang akan di buat artikel berita terbaru tentunya.


Di poliklinik terdengar heboh saat mendengar direktur rumah sakit sedang diwawancarai wartawan. Kabar itu terdengar hingga ke telinga Pamela, sebelumnya farhan menelepon diri nya untuk datang ikut jumpa pers. Pamela tidak langsung menemui Vino yang sedang diwawancarai oleh wartawan karena sedang praktek di poliklinik namun saat mendengar Alvin ada bersama Vino, setelah pasien terakhir selesai Pamela bergegas ke lobi tempat para wartawan yang sedang mewawancarai Vino.


"Saya sudah menikah, mengenai status pernikahan saya memang tertutup karena saya tidak ingin mempublikasikan ke media."


"Kalau anda sudah menikah kenapa ada berita kedekatan anda dengan wanita lain?" tanya vivi salah satu wartawan itu.


"Rekan semua akan menilai nya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan saya sudah menikah dan memiliki anak."


"Siapa istri pak Vino bisa kasih tahu sama kita pak.....


"Istri saya salah satu dokter spesialis di rumah sakit ini dan kami sudah memiliki anak."


Tidak hanya wartawan saja yang terkejut tapi orang yang berada di sana terlihat kaget termasuk para karyawan rumah sakit.


"Sudah lama anda menikah?........


"Ya....." jawab Vino yang sebenarnya baru beberapa bulan.


"Kenapa pak Vino tidak pernah menunjukkan istri anda?.......


"Istri saya lama tinggal di luar negeri untuk menyelesaikan studinya di kedokteran jadi saya tidak ingin menghambat impian dan cita-citanya." jelas Vino berusaha menyakinkan wartawan.


Saat wawancara berlangsung tiba-tiba pak ujang datang bersama Alvin.


"Daddy.............." panggil Alvin, Vino tersenyum kearah nya.


"Mas Vino....... ini?" pak ujang kaget ternyata ada wartawan disini juga.


"Itu siapa pak Vino? anak siapa?" tanya wartawan.


"Ya, ini anak saya yang kalian bilang anak haram."


Para wartawan tidak ingin ketinggalan momen ini dan langsung memotret Alvin.


"Daddy, Alvin takut." Alvin merangkul Vino dengan erat.


"Alvin tidak usah takut, ada daddy disini." bisik nya.


Para wartawan semakin antusias memberikan pertanyaan bahkan masih ada yang memotret mereka membuat Alvin semakin ketakutan.


Pamela yang melihat Alvin ketakutan langsung mendekat.


"Mommy......" Alvin langsung memeluk Pamela saat turun dari gendongan Vino.


Semua karyawan terkejut saat mengetahui dokter cantik Pamela ternyata istri pemilik rumah sakit kecuali farhan. Akhirnya Pamela ikut bersama Vino didampingi farhan untuk menjawab pertanyaan dari para wartawan.


"Begitulah yang bisa saya klarifikasi jadi untuk berita tentang wanita lain itu tidak benar dan jangan membuat anak saya ketakutan karena dia belum mengerti, saya bisa menuntut orang jika membuat berita mencemarkan nama baik. Terima kasih." Ucap Vino saat mengakhiri wawancara nya.


Tanpa mempedulikan wartawan dan orang orang yang masih berada di lobi, tangan Vino menggenggam erat tangan Pamela dan menggendong Alvin menuju ke ruangan nya yang berada di lantai paling atas diikuti farhan.

__ADS_1


Ranti dan para dokter yang lain bahkan ikut menyaksikan, terlihat Ranti sangat kecewa dengan kebenarannya ternyata Pamela menutupi status hubungan nya bahkan Ranti sangat mengagumi sosok ketampanan dari seorang Malvino yang merupakan direktur rumah sakit ini.


Ranti memilih membuang muka saat Pamela dan Vino melewati mereka ketika akan menaiki lift ke ruangan Vino.


__ADS_2