Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Merindukan Mu


__ADS_3

Semenjak Vino dinas keluar negeri, Pamela membawa mobil sendiri saat berangkat kerja.


Drrt drrt drrt


Pamela langsung memasang earphones ke telinganya saat mengetahui siapa yang menelepon nya.


"Aku lagi nyetir Vino."


"Kenapa sih nggak mau diantar pak Ujang saja biar kamu enggak terlalu capek."


"Kapan kamu pulang?"


"Belum tahu, ini baru selesai meeting."


"Alvin kangen kamu tanya kapan pulang."


"Koq Alvin aja yang kangen, kamu enggak kangen aku?"


"Hmm gimana ya? mang kalau aku kangen, kamu bakalan pulang hari ini."


"Maaf sayang aku belum bisa pulang hari ini masih ada pertemuan penting dengan salah satu investor."


"Okay, semoga urusan nya cepat selesai."


"Kamu hati hati ya sayang, aku merindukan mu."


"Hmm.... aku juga."


Pamela melepas earphone setelah menutup panggilan dari vino. Pamela kembali fokus mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Di tempat lain seorang pria sedang kesal dan terlihat uring-uringan setelah menelepon seseorang, siapa lagi kalau bukan Vino. Ya saat ini vino harus pergi ke Kanada karena ada urusan penting perusahaan yang baru di buka di sana sedang bermasalah.


"Masih lama lagi farhan? karena selesai dari meeting ini aku akan melakukan penerbangan malam ini juga."


"Itu tidak mungkin bos karena ada salah satu investor yang meragukan visi dan misi perusahaan ini yang sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama di awal dan itu yang membuat para investor lain ikut mempertimbangkan kerjasama nya dengan perusahaan tapi setelah kita menyakinkan dengan memperlihatkan keuntungan dari perusahaan mereka mulai mengerti."


"Isshh.... bukan nya kita sudah menunjukkan potensi atau peluang besar untuk beberapa tahun ke depan perusahaan terus mendapat keuntungan yang besar."


"Itu saya kurang tahu bos, karena sebelumnya yang menandatangani kerjasama Mr. Edward tapi akan diambil alih oleh anak nya."


"Oh saya mengerti berarti yang memegang perusahaan itu berarti bukan Mr. Edward lagi. Jam berapa kita akan bertemu dengan nya?"


"Menurut waktu setempat sebentar lagi bos."


"Isshh...." maki vino kesal, farhan hanya tersenyum saja.


Vino kesal karena urusan nya belum selesai padahal rencananya setelah meeting dengan dengan para investor selesai akan ikut penerbangan malam ini.


Jam 8 malam Vino dan farhan sudah berada di sebuah restoran mewah di kota Toronto karena ada janji bertemu salah satu investor yang terbilang menyulitkan untung nya para investor lain sudah sudah bisa di yakinkan dan tidak ragu untuk bekerja sama kembali meskipun sebelum nya ada segelintir kasak kusuk mengenai perusahaan yang di buka Vino adalah perusahaan fiktif.


"With mr Vino, oh I'm sorry to keep you waiting." datang seorang wanita cantik dengan menenteng tas mahal menghampiri mereka berdua dan ikut duduk satu meja di antara mereka.


"Yeah....Sorry, who are you?' tanya farhan karena Vino terlihat cuek.


"Sarah, senang bertemu dengan anda." ucap sarah tanpa ragu mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.


"Vino....." balas Vino menyambut uluran tangan sarah. "Dan sekretaris ku farhan, Oh anda bisa bahasa Indonesia?" ujar Vino dingin.


"Yes, only a little because I have lived in Indonesia." ucap sarah dengan senyumnya.

__ADS_1


"Ternyata anda masih muda tuan Vino dan kabar yang kudengar anda pembisnis muda yang kompeten."


"Thanks, ini saya anggap suatu pujian. Okay kita mulai mencari kesepakatan kerjasama nya." Vino langsung to the point karena sudah tidak mau basa basi kerena waktunya terulur.


"Wah anda sangat prontal sekali tidak mau basa basi dulu padahal saya ingin mengenal dekat dengan anda." sedari awal datang sarah sudah terpesona dengan Vino yang ternyata tampan dan memiliki dedikasi tinggi sebagai pembisnis muda.


"Saya tidak ada waktu lagi karena saya harus mengejar jadwal penerbangan saya." kilah Vino.


Sarah semakin tertarik dengan sikap dingin nya pria yang duduk di hadapan nya.


"Oh oke..... saya ada satu pertanyaan mengenai perusahaan anda?" kata sarah.


"Silahkan nona, kita akan memberi jawaban yang bisa membuat anda puas dan yakin mengenai perusahaan kami." balas Vino kemudian farhan mengeluarkan berkas dari dalam tas yang di bawa nya.


"Sebaiknya anda membaca ini karena semua sudah tertulis di sini." farhan menyerah kan beberapa lembar kertas yang berisi aturan dalam kerjasama.


"Ah tapi saya tidak memerlukan ini tuan farhan karena saya lebih senang mendengarkan langsung dari tuan Vino biar saya lebih puas, tidak sedikit royalti yang harus aku keluarkan karena sebelumnya papa saya yang menginginkan kerjasama dengan perusahaan anda."


Vino semakin kesal karena sikap sarah yang membuang waktu menurut nya namun karena demi perusahaan nya Vino harus sabar menghadapi nya.


"Tapi nona......" farhan ingin menjelaskan namun ditahan oleh Vino.


"Oke saya akan menjelaskan poin penting nya saja." ucap Vino kemudian menjelaskan beberapa poin penting kerjasama dengan perusahaan nya dengan jelas.


Bukan nya mendengar kan tapi sarah selalu mencuri pandang dengan Vino yang terlihat sempurna dimata nya.


"Oke saya menyetujui kerjasama nya dan saya harap ini bukan pertemuan yang terakhir."


"Terimakasih nona sarah atas kerjasama nya, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar." ujar farhan sambil menyerah kan berkas untuk ditandatangani sarah meskipun ada nama mr. Edward sebelumnya.


"Kalau begitu saya pamit, terima kasih sudah menyetujui kerjasama nya." kata Vino kemudian berdiri dari tempat duduknya di ikuti farhan lalu pergi.


Sarah hanya melihat Vino dan farhan sudah pergi dari tempat itu terukir senyum smirk nya dari bibir sarah. Bahkan mereka belum sempat memesan makan malam.


Setelah sampai di penginapan farhan mengecek untuk penerbangan malam ini juga karena Vino memutuskan malam ini kembali ke indonesia.


"Apakah kita akan tetap melakukan penerbangan malam ini bos?" tanya farhan memastikan.


Vino melihat jam ditangan nya yang menunjukkan pukul 21.30


"Kita pulang sekarang." ajak Vino


karena masih ada waktu untuk ke bandara yang tidak jauh dari tempat nya menginap.


"Baik bos, semua sudah beres."


"Terima kasih farhan, kita berangkat ke bandara."


"Siap bos."


Tak menunggu lama Vino dan farhan bergegas menuju bandara dan hampir saja mereka tertinggal penerbangan namun masih bisa terkejar yang sebelumnya sudah di pesan farhan atas nama mereka. Vino merasa kesal waktu nya terulur dengan sarah yang merupakan salah satu investor nya.


Vino merasakan rindu pada pamela dan Alvin meskipun hanya 3 hari meninggal kan mereka tapi Vino tidak ingin kehilangan mereka mengingat tidak mudah menaklukkan cinta pamela mengingat hubungan mereka karena suatu hal yang memalukan dan berakhir cinta.


Jam 11 malam pesawat take off, Vino memilih tidur karena merasa lelah begitu juga dengan farhan. Mereka memilih tidur karena waktu penerbangan yang lumayan lama.


______________


Indra menghampiri Pamela yang yang terlihat sibuk di parkiran.

__ADS_1


"Kenapa dokter Mela?" tanya nya.


"Ga tau nih tiba-tiba ban mobil kempes, padahal tadi pagi masih baik baik saja." ungkap nya.


"Aku antar aja biar mobil tinggal di sini, sudah malam."


Pamela melihat jam ditangannya dan benar saja jam sudah menunjukkan jam 10 malam.


"Nggak perlu ndra, nanti aku minta dijemput pak ujang."


Kening indra berkerut sejak kapan Pamela ada sopir pribadi karena sepengetahuan nya belum pernah Pamela diantar jemput sopir pribadi.


"Sudah malam lo, siapa tahu beliau nggak bisa jemput." Kemudian Pamela mencoba menghubungi pak ujang namun ponsel nya tidak bisa di hubungi.


Beberapa kali Pamela mencoba menghubungi pak ujang lagi namun nomor nya tidak aktif.


"Gimana? bisa dihubungi?" tanya indra.


"Pak ujang nggak bisa di hubungi ndra."


"Biar aku yang antar pulang kamu."


Pamela masih berpikir karena indra tidak tahu jika sekarang Pamela sudah menikah.


"Koq lama mikir nya takut ada yang marah ya?"


"Ya sudah, aku nebeng pulang ya." ucap Pamela karena sudah merasa kan lelah dan capek karena pasien yang berobat dengan nya hari ini lumayan ramai.


"Oke......" indra merasa senang.


Indra melajukan mobilnya meninggal kan parkiran rumah sakit. Selama dalam perjalanan mereka saling mengobrol dari masalah pekerjaan hingga yang lain. Tapi sesekali Pamela melihat ponsel nya, indra menyadarinya.


"Nunggu telpon penting ya?"


"Ah enggak..." elak nya karena memang sedang menunggu kabar dari Vino. "Ah enggak, cuma lihat siapa tahu pak ujang menelepon balik."


Indra menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang rumah mewah yang menurut tidak asing rumah itu.


"Terima kasih ndra."


"Nggak di suruh mampir?"


"Sudah malam ndra, Hmm....ndra....sebenarnya aku sudah menikah."


"Oh ya.... Selamat deh kalau begitu." dalam hati indra sebenarnya kecewa tapi menahan nya.


"Maaf nggak kasih tahu kalian." ucap Pamela lirih.


"Hah iya sudah malam aku balik dulu ya? salam buat suami kamu. Kapan kapan kenalkan sama aku dan Ranti."


"Ya terimakasih sudah mengantar ku pulang."


"Hmm.......


Pamela turun dari mobil Indra sebelum mobil itu kembali melaju.


"Tanpa kamu menunjukkan aku sudah tahu siapa suami kamu." gumam indra.


Pamela masuk kedalam di sambut pak sekuriti yang membukakan pintu gerbang untuk nya.

__ADS_1


Sampai dikamar Pamela melihat lagi ponselnya berharap ada kabar dari Vino namun tidak ada. Karena lelah Pamela memilih tidur yang sebelumnya melihat Alvin yang di kamar sebelah kamarnya sudah tertidur lelap.


__ADS_2