
Vino sampai di rumah pukul 6 pagi setelah menempuh perjalanan kurang lebih 21 jam penerbangan Toronto, kanada-Indonesia.
Vino menghampiri kamar Alvin yang berada di sebelah kamar mereka, terlihat Alvin tidur pulas saat Vino menyentuh pipi Alvin dan mencium nya membuat Alvin terbangun.
"Daddy....." panggil Alvin lirih.
"Daddy dah pulang, masih pagi Alvin, tidur lagi!"
"No daddy, Alvin mau mandi pergi sekolah."
"Oke...."
"Mommy pasti masih tidur, karena Alvin sudah tidur jadi nggak tahu mommy pulang." gumam Alvin.
'Ya sudah, Alvin mandi dulu biar daddy yang bangun kan mommy."
"Oke daddy."
Vino tidak sabar ingin bertemu dengan Pamela. Saat membuka membuka pintu kamar terlihat seorang wanita masih tertidur lelap mengarungi mimpi.
Setelah membersihkan diri Vino langsung menelusup di balik selimut dan membaringkan tubuhnya disebelah Pamela. Diraih tubuh Pamela ke pelukan nya saat sedang menggeliat dan kembali tidur lagi. Vino ikut memejamkan matanya setelah menempuh perjalanan jauh di dalam pesawat.
Keberadaan Vino mengusik tidur Pamela.
"Eh......." Pamela kaget saat membuka mata nya terlihat Vino sudah tidur di samping nya.
Tangan Pamela terulur menyentuh pipi Vino memastikan jika dirinya tidak sedang bermimpi.
"Jangan bergerak aku ingin tidur sebentar sambil memeluk mu." ucap Vino dengan mata terpejam.
"Kapan kamu datang koq tak membangunkan aku?" tanya Pamela karena nggak tahu jika Vino baru tidur 15 menit yang lalu.
Vino membuka mata nya saat Pamela banyak pergerakan.
"Aku tidak ingin mengganggu tidurmu." Vino tiba-tiba mencium pipi Pamela dengan lembut, tangan nya masih memeluk perut Pamela.
Pamela membulatkan mata nya saat melihat jam di dinding sudah pukul 7 pagi.
"Tapi ini sudah jam 7 pagi Vino, bisa lepaskan tangan mu." ucap Pamela kesal.
"Aku mau mandi." lanjut nya lagi bahkan tak ada pergerakan tangan Vino untuk melepas pelukan nya.
"Ya udah cium aku baru kamu boleh mandi."
"Apaan sih, aku dah kesiangan Vino."
"Cium aku apa kita akan terus seperti ini."
"Isshhh......." kemudian Pamela mencium bibir Vino dengan singkat.
"Ah, koq nggak berasa sih yang? gini loh cara mencium yang benar." Vino langsung memagut bibir Pamela dan mencium nya dengan penuh kelembutan membuat Pamela terlena dan membalas ciuman dengan penuh cinta.
Setelah beberapa hari tidak bertemu membuat Vino seakan rindu dengan bibir Pamela yang membuat nya candu. Vino harus menahan diri untuk tidak melakukan yang lebih dari itu karena Pamela harus berangkat kerja.
Pamela melepaskan ciuman nya karena takut kebablasan karena waktu sudah siang untuk berangkat kerja.
"Vin, aku mau mandi nanti aku terlambat mungkin Alvin sudah menunggu ku."
"Aku sangat merindukan mu."
"Alvin pasti senang jika melihat mu sudah pulang."
"Alvin sudah tahu aku pulang."
"Hah.....
__ADS_1
"Katanya kamu mau mandi? aku mau tidur sebentar."
"Kamu nggak ngantor?" tanya Pamela namun Vino sudah tertidur.
Pamela turun dari tempat tidur langsung ke kamar mandi. Pamela sudah rapi dan siap berangkat kerja terlihat Vino masih tidur dengan nyaman.
Pamela mencium kening Vino sebelum keluar.
"Aku tahu kamu pasti lelah." gumam Pamela.
Mama Dewi terlihat sedang menyiapkan sarapan di ruang makan.
"Pagi mah... Alvin sudah berangkat ya mah?"
"Oh Alvin baru saja berangkat sama mang ujang. Mobil kamu kenapa Mela? ngga terlihat di parkiran depan?"
"Ditinggal di rumah sakit mah tiba-tiba ban nya kempes, jadi Mela pulang bareng teman."
"Mana vino?"
"Vino tidur mah, baru pulang."
Vino menuruni tangga dengan pakaian rapi tanpa setelan jas. Vino tidak ingin melanjutkan tidur nya setelah tahu Pamela akan berangkat kerja tanpa mengendarai mobilnya.
"Pagi mah....." sapa Vino
"Bukan nya kata mela kamu mau tidur?" tanya mama dewi.
"Sudah nggak ngantuk, vino banyak kerjaan di kantor." jawab vino.
"Aku yang akan mengantar kamu." ucap vino saat Pamela bersiap untuk berangkat kerja.
"Kami berangkat mah..."
Sebenarnya Vino berencana tidak masuk kerja karena pulang dari kanada setelah mendapat info mobil pamela di bengkel waktu mau pulang ban nya bocor dan dr indra yang mengantar pamela pulang membuat nya kesal.
"Siapa bilang mau ke kantor." jawab Vino masih fokus dengan kemudi nya.
"Barusan bilang sama mamah."
"Aku cuma mau ngantar istri aku, sekali kali boleh dong aku bolos kan aku bos nya."
"Tapi kamu bohong sama mama Vino."
"Karena aku nggak rela istri aku diantar sama orang lain kecuali pak ujang."
Pamela terdiam dengan ucapan Vino. Sesampainya di lobby rumah sakit vino menghentikan mobilnya.
"Sudah ya, aku kerja dulu." pamit pamela.
"Sayang...hari ini kamu ajuin cuti aja ya."
Alis pamela berkerut mendengar permintaan vino.
"Nggak bisa vino kalau mau cuti mendadak tuh, harus ada delegasi dokter pengganti."
Vino menatap pamela saat akan membuka pintu mobil.
"Aku kerja dulu ya pak bos karena karyawan mu ini lebih disiplin." ucap pamela dengan mengelus pipi suaminya.
Pamela keluar dari mobil dengan tersenyum melihat vino kesal.
Tak sengaja indra melihat pamela turun dari mobil yang tidak asing dengan orang yang ada didalam nya.
Indra mengakhiri telepon nya sebelum menghampiri pamela yang sudah sampai di poliklinik.
__ADS_1
"Hai..... mobil kamu sudah di bengkel."
"Ah iya, thanks dr indra. Jaga ruangan?" tanya Pamela.
"Iya, kamu diantar siapa tadi?"
"Ah itu......
"Pacar dokter Mela ya?"
Pamela masih bingung untuk menjawab nya.
"Nggak papa kalau iya dokter Mela. Sampai ketemu nanti."
Pamela masuk keruangan nya setelah indra pergi. Perawat yang menjadi asisten nya memberikan daftar pasien pagi ini.
"Ini dok, daftar pasien kita pagi ini!"
"Oke, sudah sarapan rin?"
"Sudah dok."
"Kita mulai pagi ini."
"Baik dok saya akan panggil pasien pertama."
Rina memanggil pasien satu persatu tak terasa pasien terakhir pun sudah selesai pelayanan. Begitu selesai di poliklinik Pamela pergi ke ruang Operasi karena ada tindakan operasi pasien yang sudah terjadwal.
Vino akhirnya pergi ke kantor sepulang mengantar Pamela dan farhan terlihat kesal karena di hubungi Vino untuk pergi ke kantor padahal sebelum nya Vino memberitahu farhan untuk memundurkan jadwal karena tidak ke kantor sepulang dari Kanada. Bahkan beberapa karyawan terkejut dengan kedatangan Vino hanya memakai kemeja dan celana jeans begitu terlihat semakin tampan sebagai CEO.
"Fiuh......" Farhan menghela napas.
"Kenapa farhan? tidak suka jika kita kerja hari ini."
"Tidak bos, tapi katanya hari ini kita tidak usah ke kantor."
"Aku mau buat contoh yang baik untuk karyawan perusahaan."
"Hah.......
Farhan menduga jika Pamela memilih kerja dari pada bersantai di saat jam kerja. Farhan hanya tersenyum mengingat suami istri itu yang sama sama pekerja keras.
"Kenapa kamu senyum sendiri di situ?".
"Maaf bos....
"Jadwal kan ulang lagi yang sudah kita batalkan."
"Baik....oh ya bos. Nona Sarah berminat berinvestasi di Indonesia juga bos, katanya meminta bertemu untuk membahas kerjasama nya.
"Kamu yakin farhan? Kemaren saja dia hampir membatalkan kerjasama kita."
"Iya bos, apa kita menyetujui nya juga karena besok lusa nona sarah akan ke Indonesia."
"Baiklah kita sambut kedatangan nya meskipun aku merasa ini terlalu cepat."
"Baik bos kita persiapkan berkasnya."
"Oke, kamu atur untuk itu."
"Bos mau kemana?" tanya farhan saat melihat Vino bersiap pergi.
"Pulang......
"Hah...... maksudnya?"
__ADS_1
"Ketemu istri lah." Vino pergi keluar, beberapa karyawan wanita terpesona begitu Vino melewati mereka.
Vino mengendarai mobil nya sendiri menuju ke rumah sakit untuk menjemput Pamela saat jam pulang kerja.