Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Setelah Kepergian Papa


__ADS_3

Disaat para pelayat yang mengantarkan ke pemakaman tuan firman sudah meninggal kan tempat, Pamela masih enggan meninggalkan gundukan tanah yang masih basah yang terdapat batu nisannya. Ia menangis sedih tatkala saat ini membutuhkan orang untuk menguatkan semangat hidup selain mama tercinta yang masih bersama dirinya. Pamela terlihat syok dengan kepergian papah firman. Mama Ratih meskipun syok karena ditinggal suami tercintanya berusaha tegar karena masih banyak hal yang akan mereka hadapi ke depan nya. Meskipun terlihat tegar sebenarnya hatinya sangat terpukul saat ini.


"Hiks.... kenapa papah cepat meninggalkan kami, pah? Mela butuh sosok seperti papah hiks...." Pamela menangis memegang batu nisan papah nya.


"Mela, kita ikhlas kan papah sayang. Mungkin ini yang terbaik buat papah." kata mama Ratih lembut dengan mengelus rambut Pamela. Sejujurnya mama Ratih sangat kecewa dengan Pamela karena sudah hamil saat masih sekolah tanpa suami. Saat papa firman meninggal dunia mama Ratih mencoba menerima keadaan Pamela.


"Iya Mela, ikhlaskan kepergian Om firman mungkin yang terbaik untuk nya." Desi ikut menasehati sahabat nya.


Bona ikut sedih melihat sahabat nya harus kehilangan papah nya disaat Mela masih muda. Setelah panas matahari sudah terik akhirnya Pamela mau pulang ke rumah, Bona dan Desi ikut menemani Pamela pulang ke rumah bahkan mereka menginap juga di rumah Pamela. Sesampainya di rumah mereka duduk di sofa ruang tengah, kerabat papah firman sudah pada pulang tidak bisa menginap karena harus mengurus pekerjaan dan kebanyakan domisili di luar kota dan kebetulan tuan firman anak tunggal. Sementara adik kandung mama Ratih tinggal di Sydney bersama keluarga kecilnya, mereka hanya dua bersaudara.


Drrrt drrrt drrrt


Ponsel mama Ratih berdering saat lagi duduk di sofa. Ternyata adik semata wayang nya yang menelepon.


"Mama angkat telepon dulu, tante Rani telepon. Kalian lanjutkan ngobrol nya." kata mama Ratih beranjak dari tempat duduk nya lalu menerima panggilan telepon dari Rani adiknya ke kamar.


Sepeninggal mama Ratih ke kamar nya Bona dan Desi memeluk Pamela.


"Kamu harus kuat dan tabah Mel, kami selalu ada untukmu." kata Desi mengeratkan pelukan nya dari samping kanan dan Bona dari samping kiri, Pamela duduk diantara mereka berdua.


"Iya Mel, kita sudah menganggap keluarga seandainya ada masalah apapun jangan ragu mengatakan pada kami. Kita akan saling membantu." Bona ikut memberi semangat Pamela namun Pamela hanya menganggukkan kepala dengan berurai air mata.


_________


Seminggu setelah meninggal nya papah firman, Pamela menjalani aktivitas seperti biasa dan meskipun ujian sudah selesai tapi masih di wajibkan untuk masuk sekolah sebelum hari perpisahan sekolah diadakannya nanti. Saat Pamela duduk di taman seorang diri Pamela hanya mendengar kan musik dari earphone tidak membawa buku. Saat terlepas earphone dari telinga nya, Pamela mendengar keributan dari sepasang laki-laki dan perempuan tapi tidak begitu terlihat jelas karena terhalang tanaman yang ada di sekitar taman itu.


Flashback on


Vino dengan langkah santai melewati koridor sekolah yang ditemani Andreas, Dika dan jatmiko. Mereka pun mengundang perhatian para kaum hawa apalagi tidak ada aktivitas jam pelajaran setelah selesai ujian untuk kelas XII.


"Vino.... gue mau ngomong sesuatu sama kamu." langkah Vino terhenti dan menyipitkan matanya saat meisya menghalangi jalannya.


"What!?! elo mau ngomong sama gue, ya udah katakan saja di sini." jawab Vino

__ADS_1


"Gue serius pengen ngomong sesuatu sama kamu tapi bukan di sini, ayok ikut gue." meisya menarik tangan Vino dan membawa nya ke taman, sedangkan teman teman Vino hanya tertawa saat melihat tingkah vino dan meisya itu tapi berbeda dengan kawan kawan meisya terlihat serius saat melihat meisya menarik Vino pergi.


"Oke Oke.... lo bisa ngomong di sini. Apa mau elo?" Vino menarik tangannya membuat langkah meisya terhenti di dekat taman tadinya meisya ingin melakukan sesuatu ke Vino di dalam kamar mandi karena sebelum kelulusan meisya ingin menyatakan perasaan nya kepada Vino.


Flasback off


"Vino gue suka sama kamu bahkan gue sangat sayang sama kamu." kata meisya to the point.


"Haishh..." jawab Vino dengan menggaruk tengkuknya nya tak gatal kemudian memasukkan ke dalam saku celana nya.


"Elo yakin suka sama gue?" tanya Vino.


"Gue sayang sama kamu Vino tapi kamu tak pernah mau tahu." jawab meisya terlihat serius.


"Oh ya elo beneran suka sama gue." tanya Vino datar lalu mencondongkan bibir nya ke telinga sebelah meisya. "Kalau gue minta tubuh elo, apa kau akan melakukan nya dengan gue." kata Vino dekat telinga meisya. Mendengar ucapan Vino membuat meisya membuang harga dirinya.


"Gue rela memberikan tubuh ku sama kamu bahkan tidur dengan mu sekalipun." meisya benar-benar membuang harga dirinya demi cinta dari seorang malvino.


"Hmm boleh juga.......tapi gue nggak suka sama cewek murahan." meisya tampak berbinar mukanya nya lalu langsung memanas waktu dikatain cewek murahan, lalu Vino melangkah pergi


Vino menghentikan langkah nya saat mendengar kalimat yang diucapkan meisya terakhir, ia mengerti maksudnya kalau waktu itu meisya lah yang memberi obat sialan itu untung nya bukan sama dia.


"Jangan sering muncul didepan gue karena gue nggak suka cewek murahan." ancam Vino dan meisya hanya mengepalkan kedua tangannya.


Pamela hanya menggelengkan kepala saat mendengar dengan samar perdebatan sepasang laki-laki dan perempuan tadi.


"Cckk lagi lagi ada yang seperti itu tapi kenapa si cewek ngebet banget sama tuh cowok, apa hebatnya sih." gerutu Pamela.


Pamela teringat kembali dengan papah nya, air matanya langsung menetes. Sambil memegang perut nya yang masih rata Pamela bergumam seorang diri. Pamela memang anak yang baik tidak ingin membuang apa yang sudah terjadi padanya saat ini bahkan ada calon bayi diperut nya meskipun belum nikah karena kesalahan yang pernah dilakukan nya karena ia merasa bukan dirinya waktu itu. Saat menceritakan kejadian itu dengan sahabat nya, Desi berpikir ada yang sengaja memberi obat pada nya namun Pamela tak menyadari itu.


"Kamu baik baik saja ya nak? mama tidak akan membuang kamu meskipun kamu hadir dalam keadaan mama masih sekolah." Pamela kembali mengelus perutnya yang masih rata dengan berurai air mata.


"Mela, ternyata elo di sini." suara jatmiko yang menghampiri nya membuat Pamela terkejut langsung cepat cepat mengusap air matanya.

__ADS_1


"Gue turut berdukacita semoga papah elo ditempatkan yang terbaik disisi Nya. Maaf gue nggak bisa datang ke pemakaman papa kamu." kata jatmiko.


"Terima kasih." jawab Pamela lirih.


"Seadanya elo butuh bersandar untuk mengurangi beban pikiran mu gue rela memberi bahuku untuk mengurangi kesedihan mu." kata kata receh Jatmiko lalu ikut duduk disebelah Pamela.


Pamela tidak mampu menahan kesedihan nya kemudian Jatmiko meraih kepala Pamela dan di sandarkan di bahu sebelah nya.


Gue sedih bukan hanya karena papah meninggal tapi gue belum memberi jawaban sama elo. batin Pamela.


Malvino yang melihat Pamela di peluk laki-laki lain hatinya seakan bergejolak ingin menghantam lelaki yang di sampingnya yang diketahui lelaki itu adalah temannya sendiri. Entah mengapa setelah bertemu dengan cewek yang sudah tidur dengan nya membuat hatinya seperti ada sesuatu yang tak pernah dirasakan jauh sebelum nya karena biasanya waktu di Australia mengenal cewek hanya untuk bermain di ranjang.


"Dasar cewek sama aja, suka merayu lelaki." gumam Vino kesal dengan mengepal kan tangan nya namun pikiran nya kembali, saat tahu dirinya bukan siapa-siapa nya cewek itu.


"Ahk bangsat..." maki Vino meninggal tempat itu.


Setelah merasa tenang hatinya Pamela menarik kepala nya dari sandaran bahu Jatmiko.


"Maaf gue belum bisa memberi jawaban soal kemarin itu."


"Nggak apa-apa, gue tahu elo lagi sedih dan berduka." jawab Jatmiko lembut tapi sebenarnya hatinya berharap jawaban dari Pamela. "Pulang sekolah aku akan mengantar mu."


"Nggak bisa karena gue di jemput sama mamaku. Aku mau kembali ke kelas." pamit Pamela melangkah pergi.


Di kelas Vino uring uringan sendiri membuat kedua temanya heran.


"Elo kenapa Vino setelah dari toilet elo uring uringan kayak ke sambet hantu toilet lo." ledek Dika


"Entar malam kita ke Bar itu lagi yuk." ajak Vino.


"Huwee..... boleh juga tuh." sahut Andreas.


"Ajak Jatmiko sekalian." Ujar Dika.

__ADS_1


"Nggak usah..." jawab Vino datar langsung ngeloyor ke mejanya dan membenamkan kepala nya di tumpukan tangan nya yang berada di atas meja.


__ADS_2