
"Sebentar lagi kita akan menghadapi ujian akhir atau kelulusan terutama untuk kelas XII di harapan kan selalu rajin dan fokus belajar." pidato kepala sekolah Tunas Sakti. "Berhubung cuaca kurang bagus akhir akhir ini jadi untuk acara camping tahunan menjelang ujian ditiadakan maka jika ada usulan dari teman OSIS atau bapak ibu guru silakan selama tidak mengganggu belajar, bla..... bla...... bla...... terima kasih." pidato pak kepala sekolah saat upacara bendera. Setelah mengikuti rentetan upacara akhir nya upacara pun di bubarkan. Semua murid berhamburan menuju ke kelas masing-masing.
"Mel lo haus nggak?" tanya desi
"Iya nih panas banget, beli minum ke kantin yuk." ajak bona lalu Pamela pun mengangguk. akhir nya mereka pergi ke kantin sebelum pelajaran dimulai.
Ditempat lain vino, Andreas dan Dika nongkrong di rooftop sekolah. Ya mereka tidak mengikuti upacara bendera terutama Vino tapi lain dengan Jatmiko karena ketua OSIS tapi sebentar lagi akan serah terima dengan adik kelas karena bentar lagi ujian kelulusan.
"Vino kemaren kau buat anak orang nangis kenapa?" tanya Dika.
"Nggak ada, gue nggak suka aja seperti itu." jawab Vino sambil menyesap rokoknya.
"Pasti dia nembak lo ya, hahahha... sudah ku tebak." ucap Dika namun Andreas jadi pendengar nya.
"Pasti akan jadi gosip tuh, kasihan loh. Padahal dia cantik loh vin." kata Dika lagi.
"Bukan urusan lo lah, gue nggak suka aja." jawab Vino.
Ternyata benar, soal nindi yang menyatakan perasaan ke Vino jadi gosip hingga terdengar ke telinga meisya.
"Dasar adik kelas tak punya malu, awas saja kalau sampai pacaran sama Vino nggak akan gue biarkan." kata meisya.
"Lo jangan kalah sama anak itu Mei dan elo harus cepat bergerak gue yakin cowok seganteng itu pasti banyak yang suka, gimana gaes betul nggak?" kata Yunani teman meisya.
"Yoi gaes, bener kata yukan, mei. Elo harus dekati Vino kalau perlu pepet tuh bambang tamvan itu." kata ayuk memprovokasi meisya. Meisya pun memikirkan ucapan teman temannya. Wati pun merencanakan sesuatu ke pada meisya agar bisa dekat sama Vino.
Teriiing teriiing
Terdengar suara bel masuk, semua siswa diharapkan masuk kelas masing masing. Di kelas XII IPA 1 terasa mencekam saat guru Fisika masuk ke kelas.
"Selamat pagi anak anak..." sapa pak Toni sebagai guru fisika.
"Pagi pak...." jawab murid dengan serempak.
"Aduuh koq perasaan nggak enak ya, apa ini ada hubungan nya dengan nilai ulangan." kata Bona.
"Ya elahh, santai aja Bona." kata desi menoleh ke Bona karena tempat duduk Bona pas di belakang Desi.
"Tenang anak anak bapak akan mengumumkan nilai ulangan kemaren bagi yang nilai nya rendah jangan berkecil hati tetap semangat belajar nya." jelas pak Toni.
"Dan bapak akan mengumumkan nilai yang tertinggi diantara teman teman kalian." ujar pak Toni.
Jesy dengan bangga yakin nilai nya pasti lebih baik dari Pamela.
"Jesy hapsari.... " panggil pak Toni, mendengar namanya disebut jesy maju ke depan dengan senyum bangga di depan teman sekelas nya.
"Wah dah jelas tuh siapa yang paling terbaik nilai nya." kata wati
"Ya jelas dong siapa dulu pasti jesy..." kata nia menimpali kata wati.
Setelah di depan kelas, pak Toni menyerah kan kertas nilai ulangan ke jesy.
"Terima kasih pak..." kata jesy setelah menerima kertas nilai ulangan dan tertera nilai 90.
"Dan selamat untuk Pamela Ridhliani kamu mendapat nilai sempurna atau seratus, bapak bangga dengan mu." kata pak Toni membuat riuh di kelas karena tak heran Pamela selalu mendapat nilai yang terbaik di kelas.
Mendengar namanya dipanggil, Pamela maju ke depan. Jesy meremas kertas ulangan nya karena hati nya sangat kesal lagi lagi nilainya dibawah Pamela.
"Bapak sangat bangga pada mu dan semoga kamu bisa mendapatkan beasiswa ke Harvard itu, terus bersemangat belajar nya." ucap pak Toni sambil menyerah kan kertas nilai ke Pamela.
__ADS_1
"Terima kasih pak.." jawab Pamela setelah menerima kertas nilai ulangan nya lalu kembali ke tempat duduknya. Setelah Pamela kembali ke tempat duduk nya terdengar suara bisik bisik dari teman sekelas nya.
"Sudah cantik, pintar lagi siapa sih nggak suka sama dia." kata ketua kelas yang bernama bagas
"Iya poin plus tuh cantik pintar dan nggak sombong lagi."
"Ortu gue pasti bangga jika gue seperti Pamela setiap ujian dapat nilai bagus."
"Jesy nggak akan bisa bersaing dengan Pamela."
Mendengar pujian teman sekelas nya ke Pamela membuat jesy semakin membenci nya. Hingga sampai pulang jesy tak bersemangat mengikuti pelajaran.
Pamela pulang duluan setelah mama Ratih menelepon kalau papah firman masuk rumah sakit kembali.
Saat Vino sampai diparkiran sekolah, meisya sudah berdiri di dekat mobil Vino.
"Vino....." panggil meisya saat Vino akan membuka pintu mobilnya.
"Kenapa?" Vino menoleh saat namanya dipanggil.
"Gue nebeng mobil elo boleh nggak, ban mobil gue kempes." kata meisya didalam hati sangat berharap vino mau mengajak pulang bareng. sebelum nya wati dan nia yang merencanakan untuk mengempeskan ban mobil milik meisya supaya bisa ada alasan untuk pulang bareng Vino.
"Oh,...." lalu Vino meraih ponselnya dan menelepon seseorang. "Elo tunggu bentar sudah gue telepon montir langganan gue 10 menit lagi sampai." kata Vino lalu masuk kedalam mobilnya lalu pergi.
"Ahk brengsek, kenapa sih gagal gue." gerutu meisya lalu menelepon jesy karena masih saudara sepupu.
"Jes lo dimana? gue mau nebeng sama elo." tanya meisya saat terhubung dengan jesy.
"Mang mobil elo kenapa? gue dah sampai lampu merah nih." suara jesy jauh diseberang sana.
"Nggak bisa putar balik lagi jesy, ayok lah please.... ban mobil gue kempes." rengek meisya.
"Huh awas kau kalau minta bantuan gue." kata meisya sebelum menutup telepon nya.
Ahk sial, Vino brengsek susah kali sih jadi cowok di dekati. gumam meisya sambil menendang ban mobil belakang.
"Permisi, ini mobil mbak nya yang katanya ban nya kempes. Kalau dilihat plat nomor nya benar." suara mas mas' yang datang tiba-tiba dengan pakaian seperti dari bengkel.
"Mas siapa ya?" tanya meisya.
"Saya montir mobil yang ditelepon mas Vino tadi mba." jelas mas montir.
"Oh ya udah ini mobil saya mas, paling kurang angin aja sih soalnya baru kemaren baru ganti ban." jelas meisya karena ulah teman nya hanya untuk mengambil simpati Vino. Setelah beberapa saat ban mobil meisya sudah selesai.
"Sudah siap mba."
"Oh ya terimakasih mas, oh ya berapa?" tanya meisya.
"Nggak perlu bayar mba sudah include sama tagihan mas Vino."
"Oh, terimakasih ya mas." kata meisya lalu melajukan mobilnya nya meninggal kan parkiran sekolah.
_______
Tiba di rumah sakit Pamela langsung mencari kamar inap papa nya.
CEKLEK
"Mah, gimana papah?" tanya Mela setelah masuk ke ruangan tuan firman.
__ADS_1
"Papah sedang tidur sayang." jawab mama Ratih
"Sebenar nya papa kenapa mah?"
"Mama belum tahu nanti kita tanya ke dokter." ucap mama ratih di lengkapi
" Iya mah..."
"Kamu istirahat aja biar mama yang jaga papah." suruh mama ratih.
"'Nggak mah, Mela temani mamah." Mela duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Setelah menunggu beberapa saat papa firman bangun.
"Pah, mau minum?" tanya mama ratih dan papah firman pun mengangguk kepala dengan pelan.
CEKLEK
Terdengar suara pintu terbuka ternyata dokter yang merawat tuan firman.
"Gimana tuan firman, sudah agak baikan?" tanya dokter Reza
"Iya dok sudah mendingan." suara tuan firman pelan menjawab pertanyaan dokter.
"Kalau begitu tuan istirahat lagi, tadi sudah diminum obatnya kan?" tanya dokter reza lagi. "Baiklah 8 jam ke depan saya akan visit lagi kesini tapi jika ada apa-apa bisa langsung memanggil saya. Saya permisi dulu." pamit dokter reza saat akan melangkah keluar mama ratih memanggil dokter reza.
"Maaf dokter bisa bicara sebentar?" tanya mama ratih
"Iya bu..." dokter reza menoleh ke arah mama Ratih.
"Maaf dokter suami saya sakit apa ya dok?" tanya mama Ratih.
"Oh ya mari ke ruangan saya bu ada yang ingin saya jelaskan" ajak dokter reza kemudian melangkah pergi ke ruangan nya.
"Mela jaga papah bentar mama mau ke ruangan dokter reza." pamit mama Ratih ke Pamela.
"Iya mah.." jawab Mela lalu mama Ratih pergi ke ruangan dokter Reza tadi.
"Silahkan duduk bu..." suruh dokter reza setelah bu Ratih sudah di ruangan nya.
"Bagaimana dokter, dengan suami saya?" tanya mama Ratih dengan sopan.
"Dilihat dari hasil EKG nya suami ibu terkena serangan jantung bu jadi beberapa hari ke depan suami Ibu harus istirahat dulu tidak boleh beraktivitas berlebih karena bisa kambuh." jelas dokter reza dengan hati hati.
Mama Ratih sangat terkejut mendengar penjelasan dokter Reza.
"Kalau ibu mau membawa tuan firman berobat ke Singapura saya ada teman di sana sebenarnya di rumah sakit ini juga nggak masalah sih tapi di Singapura peralatan medisnya lebih lengkap lagi." kata dokter reza lagi.
"Baik dok, saya akan memikirkan nya tapi saya juga akan berbicara dulu sama suami saya, terima kasih." pamit mau Ratih lalu meninggal kan ruangan dokter Reza.
"Mah sudah....." tanya Mela saat mamat Ratih sudah kembali dari ruangan dokter reza.
"Iya, kamu pulang saja dulu besok kamu sekolah." kata mama Ratih.
"Bentar lagi mah, Ratih pulang nya."
"Ya udah sebelum pulang beli makan dulu untuk Mama dan kamu kalau mau."
"iya mah....." Mela menerima uang mama nya lalu pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli beberapa makanan sebelum pulang.
BERSAMBUNG
__ADS_1