
Saat sinar pagi menerobos melalui celah jendela kaca yang tertutup gorden mengusik tidur di pagi hari karena aktivitas pagi sudah dimulai.
Pamela terbangun karena merasakan haus di tenggorokan nya.
"Eh koq ada yang aneh sih? dimana ini?" gerutu Pamela saat melihat seisi ruangan terlihat berbeda seperti bukan kamar nya.
Pamela langsung teringat jika mereka tidak pulang ke rumah melainkan ke hotel oleh vino.
"Vino........!" Pamela terkejut saat menoleh kebelakang tidak menemukan Vino di kasur.
Pamela langsung terduduk saat melihat jam menunjukkan pukul 10 pagi. Banyak pesan dan telepon masuk dari asisten perawat nya saat membuka ponsel.
"Hah.....Setelah membuat ku lelah, meninggalkan ku di sini." gerutu Pamela melangkah ke kamar mandi.
Pamela menemukan kertas kecil sebelah paper bag di atas meja saat Pamela selesai mandi.
^^^"Aku ada rapat pagi. Aku tidak akan mengganggu tidur mu."^^^
Bukan hanya paper bag, ada menu sarapan yang tersaji di meja itu juga.
Ternyata vino juga menyiapkan baju ganti berupa dres dan tak lupa baju sneli yang sering dipakai nya.
Pamela keluar dari hotel pukul 11 berarti diri nya sudah terlambat kerja.
"Aku pun nggak tahu harus naik apa." cicitnya karena jam poli pagi nya sudah waktunya.
Tiba-tiba sebuah mobil menghampiri Pamela didepan lobi hotel.
"Selamat pagi bu, saya akan mengantar anda ke rumah sakit." ucap seorang pria diperkirakan sopir di hotel ini bahkan pria yang mengaku sopir itu tahu jika dirinya akan ke rumah sakit karena Pamela membawa baju sneli nya meskipun tidak di pakai langsung.
"Maaf bapak siapa ya?" tanya Pamela karena takut bukan orang baik atau penipuan.
"Saya sopir di hotel ini, dan anda tamu exclusive di hotel kami." jawab orang suruhan vino dari pihak hotel.
"Baiklah, antar saya sekarang pak! Saya sudah terlambat." ucap Pamela kemudian naik ke mobil.
Di perusahaan Damares Group, Vino terlihat melamun karena harus meninggalkan Pamela bahkan disaat rapat pikiran Vino tidak benar benar fokus selain memikirkan Pamela juga mengenai kedatangan jatmiko.
"Bos......." Vino tersentak saat farhan memanggilnya.
"Ini berkas laporan hasil rapat tadi pagi." kata farhan dan meletakkan berkas laporan itu.
Karena rapat pagi tadi Vino meninggalkan Pamela di hotel sendirian.
"Farhan..........." panggil Vino ragu.
"Iya bos ada yang bisa saya bantu?" tanya farhan.
__ADS_1
"Menurut farhan, bagaimana perasaan mu jika pasangan mu mudah cemburu?" tanya Vino.
"Soal itu.......maaf bos saya kurang tahu." jawab farhan malu karena belum pernah memiliki pacar.
"Ah iya aku lupa, kamu kan Jones." ejek nya.
Farhan hanya mengernyitkan alisnya saat dibilang Jones yang berarti jomblo ngenes.
"Saya rasa bukan istri anda yang suka cemburu tapi anda sendiri bos." cicit farhan lirih.
"Kamu mengatai ku farhan.......siap siap akhir bulan gaji kamu." kata Vino santai sambil memeriksa berkas laporan.
"Bukan begitu bos, oh iya saya menerima laporan dari management rumah sakit katanya dokter anastesi baru hari ini sudah mulai bekerja dan ini CV dokter itu." jelas farhan mengalihkan pembicaraan dan menyerah kan berkas itu.
Farhan jadi sensitif jika menyangkut gaji nya karena sejak bekerja di Damares group mendapatkan gaji lumayan besar bahkan tidak bisa didapatkan di perusahaan lain menurut nya.
Perasaan Vino semakin gelisah saat melihat CV dokter itu. Dokter anastesi lulusan terbaik dari luar negeri dan nama yang tidak asing baginya.
"Farhan kita ke rumah sakit, tapi sebelumnya, kita mampir beli makan siang dulu." titah Vino alih-alih ingin ketemu Pamela tapi karena rasa cemas jika alasan jatmiko kembali untuk mendekati Pamela dengan satu profesi dan memilih rumah sakit yang sama dengan Pamela.
"Kenapa harus Graha Medika?" gumam Vino sepanjang perjalanan.
Sepanjang perjalanan Pamela hanya terdiam bahkan hati kecil Pamela merutuki kekesalannya kepada vino karena harus keluar sendirian dari hotel itu meskipun semua karyawan sudah mengetahui jika dirinya istri Vino Damares.
Langkah kaki pamela yang terburu buru setelah sampai di rumah sakit tanpa sengaja menabrak seorang pria.
"Maaf saya tidak sengaja." kata pamela berhenti.
Pria itu terlihat kesal minuman nya jatuh. Sudut bibir Raymond tercetak senyum kala mengetahui jika wanita di hadapan nya ini adalah kakak ipar yang dia maksud.
"Ah sial kemeja ku jadi kotor kena tumpahan." gerutu Raymond terdengar oleh pamela.
"Maaf saya tidak sengaja." ucap pamela telah membuat minuman orang jatuh.
"Saya nggak bisa kerja dengan baju seperti ini." tunjuk nya karena kemeja depan nya ada noda hitam bekas tumpahan minuman kopi yang dibawa nya tadi.
Pamela hanya mengernyit saat pria yang ditabrak nya terlihat kesal padahal semua bukan kesalahan nya karena pria itu jalan sambil menelepon setelah keluar dari cafe.
"Eh soal itu saya minta maaf sudah membuat kemeja anda kotor." ucap pamela tulus.
"Ckk..... kurasa untuk satu kemeja tidak membuat anda langsung miskin." ujar Raymond.
"Hah maksud anda saya harus ganti rugi?" tanya Pamela.
"Yups..... karena saya tidak nyaman bekerja dengan baju kotor seperti ini." ujar Raymond.
"Huh....." Pamela menghela napas melihat pria di hadapan nya terlihat menyebalkan.
__ADS_1
"Dokter pamela milih belikan kemeja ganti sekarang atau traktir makan saya."
Pamela dibuat kesal oleh Raymond seharusnya sudah sampai di poliklinik nya malah buang buang waktu di sini.
"Saya nggak ada waktu untuk itu karena saya harus ke poliklinik sekarang."
"Ternyata dokter Pamela orang nya tidak suka bertanggung jawab padahal permintaan saya hanya sederhana saja sih."
"Saya sudah meminta maaf kepada anda, apakah hal seperti ini anda akan memperbesar masalah atau anda orang nya suka ribet." seru Pamela.
Dari jauh vino yang sudah sampai di rumah sakit memperhatikan Pamela dan Raymond.
"Saya suka dengan wanita yang tegas dan percaya diri seperti dokter Pamela." kata Raymond mendekat ke Pamela karena tahu vino memperhatikan nya dari jauh.
"Saya tidak pernah lari dari tanggung jawab jika itu tidak mengganggu kepentingan saya." ucap pamela kesal.
"Aku akan menunggu saat itu, dokter." ujar Raymond dengan senyum kemenangan kemudian pergi meninggalkan pamela yang masih terlihat kesal.
Dengan senyum smirk nya Raymond berhasil membuat kesal pamela dan Vino cemburu.
"Ah, kenapa hari ini lagi lagi di buat kesal sih? apa orang itu salah satu dokter baru di sini? Aku pikir artis." gerutu pamela kemudian menoyor kepalanya untuk kembali kesadaran semula karena pasien nya sudah menunggu kedatangan nya di poliklinik.
Pamela melangkah kan kaki nya menuju poliklinik tanpa menyadari jika Vino memperhatikan dirinya.
Entah sudah berapa menit Pamela tertidur di kursi setelah selesai pasien terakhir namun saat membuka mata Pamela terkejut kala melihat Vino duduk di kursi seberang menghadap dirinya.
"Kamu sudah bangun......" ucap Vino saat Pamela bangun dari tidur dengan posisi tidur yang tidak nyaman menurut nya karena hanya bersandar di kursi.
Vino jadi berpikir Pamela sangat kelelahan.
"Kamu sudah lama menunggu di sini?" tanya Pamela sambil meregangkan otot entah kenapa akhir akhir ini mudah lelah.
"Hmm, kamu pasti belum makan?." tanya Vino karena yakin Pamela tidak memakan sarapan nya.
Pamela melihat jam sudah menunjukan pukul 4 sore.
"Nanti aku akan makan setelah cuci muka." kata Pamela kemudian mencuci muka di wastafel.
Vino terlihat tersenyum karena sebelumnya merasa khawatir jika Pamela akan marah dengan dirinya karena meninggalkan hotel duluan. Sebenarnya kedatangan Vino hanya ingin membawa kan makan siang untuk istrinya namun saat melihat sepupu nya yang menyebalkan itu akhirnya mengurung kan niatnya dan tidak kembali ke perusahaan melainkan menyuruh farhan untuk menggantikan dirinya meeting dengan kepala divisi.
Vino memperhatikan Pamela yang makan dengan Lahap.
"Kamu tidak makan?" tanya Pamela karena Vino selalu memperhatikan diri nya.
"Aku sudah kenyang hanya melihat dirimu." jawab nya santai.
"Ckk......." Pamela tidak perduli dengan tatapan Vino kepada nya bahkan dia lupa jika tadi pagi hatinya kesal dengan suaminya ini.
__ADS_1
Vino bahagia ternyata mood istri nya baik-baik saja tapi ada rasa kesal dalam hati nya jika mengingat Raymond mencoba mendekati Pamela.