
Saat dokter Hendra dan Dokter Albert kilpatric sedang berbincang di ruangan yang dipastikan ruang direktur. Dokter Albert kilpatric adalah selain pemilik rumah sakit juga seorang dokter spesialis Bedah saraf yang kini usianya sudah menginjak 55 tahun. Kedatangan Richard ke Royal Melbourne Hospital hanya ingin mengunjungi dokter Albert kilpatric. Dokter Albert adalah berdarah campuran Australia dan Inggris.
"Oh Richard you have arrived." panggil dokter Albert.
"Doctor Hendra introduced my son Richard." ujar nya lagi.
Richard dan dokter Hendra pun saling perkenalan.
"Wow you are great Mr. Albert has a handsome son and I heard Richard is a surgeon." kata dokter Hendra terlihat kagum dengan dokter Albert yang memiliki anak ganteng juga sebagai dokter spesialis bedah yang saat ini sebagai kepala SMF di klinik yang di dirikan Royal Melbourne hospital sebelum nantinya yang menggantikan dokter Albert setelah pensiun.
"Thank you for the compliment, Dr. Hendra, you are also the greatest cardiologist. Nice to meet you Dr. Hendra." jawab Richard menyatakan senang bertemu dengan dokter Hendra sekaligus dokter spesialis jantung terbaik.
Mereka pun saling mengobrol dengan santai bahkan di sela sela obrolan nya kadang saling tertawa. Dokter Hendra selain dokter poli juga sebagai kepala komite medik di rumah sakit itu kerena kinerjanya bagus dan merupakan dokter spesialis jantung terbaik di Melbourne.
Dokter hendra juga memiliki anak laki-laki tapi sayangnya tidak mau mengikuti jejak nya di dunia medis, meskipun dokter Hendra termasuk dokter hebat dan termuka.
____________
Pagi hari nya Pamela sudah sampai di rumah sakit karena beberapa bulan lagi masa koas akan berakhir dan menjadi dokter umum. Dan benar saja dari pagi hingga sore Pamela sibuk dengan banyak nya pasien yang berobat di emergency. Pamela masih mendampingi dokter senior di UGD karena jadwal rolling Pamela minggu ini. Untung nya saat jam makan siang pasien tidak terlalu banyak lagi jadi bisa istirahat makan.
"Doctor Mela, please take a lunch break first. I will have lunch after doctor Mela because there is still one patient who needs examination." kata dokter Daniel menyuruh Pamela untuk istirahat makan siang duluan karena masih ada satu pasien yang baru masuk emergency butuh penanganan. Hari ini Pamela berdinas di emergency lagi dan mendampingi dokter Daniel.
"Okay I'm going to have lunch first doctor Daniel, let me know if the doctor needs help." ucap Pamela sebelum pergi untuk makan siang.
"Okay......." setelah mendengar jawaban dari dokter Daniel, Pamela langsung pergi meninggalkan emergency.
Pamela pergi ke kantin yang di sediakan rumah sakit. Untung nya rumah sakit memberi pelayanan yang terbaik untuk karyawan nya yang salah satunya kantin dengan menyediakan berbagai menu makan western dari makanan halal dan non halal. Saat sedang mengambil makanan tiba-tiba dokter Hendra sudah ada disebelah nya yang sedang mengambil menu makan siang nya.
__ADS_1
"Baru makan siang dokter mela?" tanya dokter Hendra.
"Eh iya dok, tadi pasien rame." jawab Pamela dengan membawa food tray stainleas. Akhirnya mereka duduk di satu meja makan yang ada di kantin.
"Dokter mela bagaimana selama koas di sini?" tanya dokter Hendra.
"Panggil Mela aja dok, jika sedang ngobrol seperti ini." ujar Pamela karena merasa segan dengan dokter Hendra.
"Selama koas Mela merasa senang dan betah di sini karena dalam bertugas atau saat dinas tidak dibedakan antara magang dan karyawan rumah sakit, dan saya ucapkan terima kasih untuk dokter Hendra yang sudah membimbing saya." jelasnya.
"Seandainya selesai koas diminta jadi salah satu karyawan rumah sakit ini apa kamu bersedia Mela? karena kamu termasuk dokter magang yang berpotensial." tanya dokter Hendra
"Belum tahu dok, soalnya Mela ingin sekali melanjutkan pendidikan lagi dan mengambil profesi dokter spesialis yang sama dengan dokter Hendra." jawab Mela.
"Itu bisa di lakukan Mela bahkan jika kamu bekerja di sini, rumah sakit akan membiayai karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi bagi karyawan yang punya prestasi termasuk penunjang umum dan dokter. Saya lihat kamu mampu untuk itu Mela." kata dokter Hendra.
"Iya Mela, saya senang mendengarkan nya seandainya anak ku seperti kamu sayang nya dia tidak tertarik mengikuti jejak ku." kata dokter Hendra.
"Dia seumuran dengan kamu Mela." tambah nya.
Pamela hanya mendengar kan cerita dokter Hendra kemudian melanjutkan makan nya karena merasa kurang enak meninggal dokter Daniel dan takut kewalahan jika banyak pasien berobat ke emergency.
"Oh kita lanjutkan makan nya sebentar lagi saya juga ada visit di ruangan VIP." kata dokter Hendra saat melihat Pamela yang belum memakan makanannya bahkan mereka belum memulai makannya setelah duduk.
"Iya dok....." jawab Pamela kemudian mulai memakan makanannya yang sudah diambilnya, makanan halal tentunya. Mereka melanjutkan makan dengan tenang beberapa saat Pamela sudah siap makan dan segera kembali ke emergency takut ditunggu dokter Daniel.
"Maaf dokter Hendra saya sudah selesai makan dan segera kembali ke emergency, seperti nya dokter Daniel sudah menunggu saya untuk gantian istirahat makan." jelas Pamela sambil melihat jam yang ditangannya, sementara dokter Hendra hanya mengangguk anggukkan kepala kerena masih menyelesaikan makannya.
__ADS_1
Selesai makan Pamela langsung menuju ke emergency untuk menjadi dokter jaga menggantikan dokter Daniel.
_________
Di perusahaan Damares Group.
Selama Vino yang menjadi direktur utama nya perusahaan kian berkembang bahkan Vino terkenal atasan yang tegas dan dingin membuat para karyawan jadi segan tapi berbeda dengan karyawan perempuan dengan ketampanan nya membuat mereka seakan cari muka di hadapan Vino. Seperti kejadian siang ini, seorang sekertaris yang mencoba merayu nya.
"Pak Vino ini kopi untuk bapak." kata sekertaris yang bernama Dina dengan pakaian ketat nya.
"Ya letakan di meja Dina, nanti saya minum." suruh Vino namun tidak dihiraukan sekertaris itu malah mencoba mendekat tempat Vino duduk kemudian tiba tiba tergelincir sepatu sekertaris itu dan kopi panas tadi menumpahi kemeja Vino yang duduk untung nya berkas yang di depan Vino tidak terkena tumpahan kopi.
"Farhan, cepat keruangan ku sekarang." kata Vino memanggil farhan lewat interkom nya karena kesal dengan sekertaris yang ceroboh. Dengan terburu buru farhan masuk keruangan direktur tanpa mengetuk pintu dan terkejut saat melihat sekertaris itu ketakutan.
"Urus ini farhan! aku mau ganti baju dulu." tunjuk Vino kemudian pergi ke kamar sebelah yang masih dalam satu ruangan. Terlihat farhan menyuruh sekertaris itu keluar kemudian Farhan memanggil cleaning servis dan merapikan berkas tadi.
"Benar benar tak tergoda si bos ini, padahal sekertaris tadi cantik dan seksi." gumam farhan namun Vino sudah selesai mengganti kemejanya tanpa sepengetahuan farhan.
"Kenapa farhan? kamu tertarik dengan sekertaris itu." suara Vino tiba-tiba.
"Hehe sejak kapan bos ada disitu sih." jawab farhan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Sejak kau mengomel." kata vino, jika sama farhan aura ngeselin keluar tapi jika dengan karyawan, Vino terlihat dingin dan tegas.
"Gimana kabar perusahaan abadi sudah beri jawaban dengan komplainan kita?" tanya Vino.
"Sudah bos, mereka akan mengganti material yang lebih bagus dari sebelumnya." jawab farhan.
__ADS_1
Vino melebarkan sayap perusahaannya dengan membangun hotel baru lagi dan rencana nya juga akan membangun rumah sakit mengingat tuan Antoni sering sakit.