
Siang hari Vino masih berkutat dengan berkas nya. Benar kata mama Dewi, Vino seakan mendapat booster yang membuat nya semangat hari ini, apa mungkin kejadian malam bersama Pamela? bahkan Vino selalu tersenyum sendiri jika mengingat nya.
"Maaf di luar ada teman bapak yang ingin bertemu dengan anda." ucap Dea yang tak lain sekretaris Vino mengagetkan.
"Siapa?" tanya Vino penasaran.
"Saya kurang tahu pak." ucap Dea.
"Ya sudah, suruh dia masuk."
"Baik pak." dea pun keluar saat vino menyuruh tamu nya masuk.
"Apa kabar vino?" sapa Rio di depan pintu yang terbuka sambil menyandarkan tubuh nya dengan melipat kedua tangan nya di depan dada.
"What!? Rio......" panggil vino karena terkejut.
"Sekretaris mu lumayan juga...." kata Rio saat dea sudah keluar dari ruangan Vino dan langsung duduk di sofa.
"Kapan kamu tiba?" tanya vino.
"Wah ternyata kamu sudah berubah lebih baik bahkan tak tergoda dengan sekretaris mu? this is not the vino i used to know." ucap Rio saat melihat penampilan dea yang terlihat ketat memakai baju kerja bahkan dada nya terlihat menonjol.
"Ada urusan apa ke Indonesia bahkan kamu tak mengabari ku kalau mau kesini?" tanya Vino sinis karena tidak ingin kembali seperti dulu saat bersama Rio.
Vino berbicara santai dengan Rio karena sudah akrab sejak di Sydney dulu.(Baca di episode awal ya gaess)
"Hehehe.... santuy bro, aku bukan Rio yang dulu tapi kalau mau ngajak ke ke club di sini boleh juga, kudengar di jakarta ada tempat club yang keren." jawab Rio enteng karena dia masih suka pergi ke club atau diskotik tapi tidak sesering dulu, hanya sesekali karena berkat seseorang dirinya mulai merubah kelakuan buruk nya itu.
"Sorry Rio, don't invite me worse. Aku nggak bisa lagi ke tempat itu karena aku lebih suka menemani istri dan anak ku." ujar vino.
"What!? kamu sudah menikah? wah amazing bahkan kamu tak mengabari ku." kata Rio sedikit terkejut meskipun ahli dalam bidang IT tapi tidak dapat menemukan jika vino sudah menikah karena status mereka yang masih di sembunyikan.
Vino hanya terdiam mendengar kata Rio.
"Oke, alasan aku ke Indonesia karena ingin menemui seseorang yang sudah memberi perubahan baik padaku. Nanti aku akan kenalkan padamu tapi ingat! ajak istri mu karena aku ingin tahu seperti apa wanita yang sudah membuat mu menjadi alim seperti sekarang." tukas Rio.
"Kita lihat nanti karena istri ku wanita karir dan tentunya sibuk." ucap vino.
"Okay biar aku yang menentukan waktu nya besok. Seperti nya kamu masih sibuk kalau begitu aku akan pergi, sampai ketemu nanti padahal aku ingin mengajak makan siang kamu tapi lebih menarik kalau mengajak sekretaris mu itu hahaha......." ujar Rio kemudian beranjak dari tempat duduk dan melangkah keluar dari ruangan vino.
Setelah Rio pergi Vino kembali teringat saat di Sydney waktu itu yang tak lepas dengan hiburan malam dan berfoya-foya tapi dirinya sudah meninggal kan hal itu cukup lama semenjak kejadian dengan Pamela. Vino pun kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tadi sempat tertunda.
"Bos, ini makan siangnya?" tanya farhan datang membawa paper bag berisi makanan yang sudah dibeli nya. "Kemana teman bos tadi, sudah pulang ya?"
"Maksudmu Rio?" tanya Vino karena farhan tidak begitu mengenal Rio yang farhan ketahui Rio teman Vino waktu di Sydney dulu.
"Rio sudah pergi ada urusan katanya. Kamu tenang aja farhan, aku tidak terpengaruh dengan kedatangan nya bahkan kudengar Rio sudah memiliki perusahaan sendiri dan alasan ke Indonesia karena seseorang, mungkin wanita yang di cintai nya." jelas Vino.
Setelah dari kantor vino, Rio pergi ke Rumah sakit dimana wanita yang di sukai nya berada. Tidak sulit bagi Rio untuk menemukan wanita itu karena keahlian nya yang bisa mengakses data seseorang.
Pamela masih sibuk dengan pasien nya bahkan sampai melewatkan jam makan siang nya.
"Akhirnya bisa istirahat juga dok." kata perawat yang menjadi asisten Pamela dipoli.
"Iya sus, seperti nya hari ini pasien nya lumayan apa karena saya habis cuti." ucap Pamela sambil merentang kedua tangan nya kemudian melipat kedua tangan nya sambil duduk bersandar.
"Dokter nggak makan siang dulu." ujar perawat Rina.
__ADS_1
Pamela melirik paper bag yang dikirim oleh vino yang sebenarnya farhan yang membeli nya dan lewat kurir untuk mengantar ke tempat Pamela. Bunyi ponsel Pamela berdering terlihat nomor asing.
"Halo.....?" jawab Pamela saat menerima panggilan itu.
"Halo Mela, apa kabar?" suara seseorang diseberang sana.
"Rio....... " mata Pamela membulat saat mendengar suara yang tidak asing di telinga nya.
"Hahaha..... bahkan aku ingin menghampiri mu sekarang juga tapi sepertinya kamu masih sibuk tuh."
"Wait, apa aku tidak salah dengar."
"Tentu saja tidak, aku siap menunggu mu."
"Ah jangan ngaco deh Rio, sebenarnya kamu dimana?"
"Segitunya kamu ingin ketemu?"
"Jangan bercanda Rio apa kamu di Indonesia sekarang?"
"Ya, bahkan aku sudah menunggu lama disini.....belum selesai dengan pasien?"
"Disini maksudnya kamu dimana?"
"Kantin rumah sakit, aku tidak ingin mengganggu kamu kerja dengan kedatanganku."
"What!! kantin, okay tunggu disana." Pamela mengakhiri panggilan nya.
Rina yang siap membuat laporan sedari tadi hanya mendengarkan.
"Terus dokter bagaimana?" tanya Rina.
"Nggak papa buat kamu saja, saya ditunggu teman saya di kantin."
"Terima kasih dok..."
"Saya pergi dulu ya Rin." pamit Pamela sambil memakai tas nya.
"Tapi dok, sebentar lagi jam visit dan ada jadwal operasi sore nanti."
"Terima kasih Rina, sudah diingatkan saya hanya ke kantin sini saja." Pamela pun pergi untuk menghampiri Rio yang sudah menunggu di kantin.
Rio duduk di kantin seorang diri menunggu Pamela datang, dalam hatinya bahagia akan berjumpa dengan wanita yang di sukai nya. Dan Rio berhasil membuat kejutan untuk Pamela. Dari jauh Rio melihat Pamela jalan dengan langkah anggun dan tentunya sangat cantik.
Tak sulit Pamela menemukan Rio yang duduk di ujung kantin dekat jendela menghadap ke jalan.
"Rio, ini beneran kamu." sapa Pamela.
"Apa kabar Mela?" Rio berdiri dan merentang kan kedua tangan nya seakan ingin memberi pelukan saat kedatangan Pamela.
"Jangan bercanda Rio, sudah lama menunggu ya?" kata Pamela lebih memilih langsung duduk di kursi sebelah meja yang menghadap ke Rio karena akan terjadi gosip jika memeluk Rio.
"Yaa....aku kesini karena ingin bertemu kamu." Rio pura pura kecewa.
"Koq kamu tahu aku kerja di rumah sakit ini, pasti dari dokter Hendra. Oh ya bagaimana kabar dokter Hendra?"
"Hahaha.... kabar papah baik bahkan dia titip salam untuk kamu."
__ADS_1
Kamu lupa Mela, siapa aku? bahkan tanpa di kasih tahu papah aku tahu keberadaan mu. batin Rio.
Pamela lupa jika Rio ahli bidang IT sekaligus hacker handal di dunia maya. Pelayan kantin datang membawa nasi goreng dan es lemon tea membuat Pamela terkejut.
"Silakan di makan dokter Mela." kata pelayan kantin yang bernama bu mirah.
"Terima kasih bu." jawab Pamela.
"Ini kamu yang pesan Rio." tanya Pamela.
"Hahaha saya tanya sama ibu itu apa yang sering dokter Pamela pesan saat makan siang disini. Kamu belum makan siang kan?"
Sebelum nya saat Rio akan menghampiri ke ruangan Pamela terlihat pasien masih ramai padahal sudah jam lewat makan siang jadi berinisiatif memesan makan siang buat Pamela dan memesan kopi untuk dirinya.
"Terima kasih seperti nya perutku sudah lapar deh." Pamela mulai makan karena memang sudah terasa lapar.
Tanpa canggung Pamela makan nasi goreng dengan lahap. Jantung Rio seakan bergetar saat melihat Pamela.
"Kamu Tambah cantik Mela." kata Rio tiba-tiba sambil memandangi Pamela yang sedang makan.
DEG
Pamela menghentikan makan nya mendengar kata Rio.
"Upss sorry don't get carried away." ucap Rio kemudian memalingkan wajah nya saat menyadari Pamela tiba-tiba menghentikan makan nya.
"Oh ya kamu nggak makan Rio?" tanya Pamela mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa canggung.
Rio hanya menggelengkan kepala dan meminum kopi yang sudah dipesan nya.
Pamela menyelesaikan makan nya karena sebentar lagi harus kembali bekerja.
"Mela, ada yang ingin aku sampai kan sama kamu." kata Rio dengan lembut.
"Sorry Rio saya ga bisa lama karena aku harus kembali kerja karena sore nanti ada operasi." ujar Pamela sambil melihat jam sudah menunjukkan pukul 14.30.
"Tapi mel, bagaimana jika besok kita bertemu lagi." kata Rio saat Pamela sudah ingin pergi.
"Okay..." kemudian Pamela pergi meninggalkan Rio.
Sebenarnya ada rasa kecewa Rio dengan pertemuan singkat dengan Pamela masih ingin bersama tapi pekerjaan Pamela yang membuat nya tidak bisa di tinggalkan. Rio bertekad jika besok akan menyatakan perasaan nya kepada Pamela.
Rio meninggal kan kantin setelah Pamela pergi tapi dari jauh ada seseorang yang patah hati melihat Pamela bersama Rio ngobrol berdua di kantin.
"Ternyata hati mu sudah ada orang lain, pantas kamu menolak ku."
_
_
_
Siapa kah dia? Ikuti terus gaes cerita nya.
...Oh ya othor mau sapa dulu buat para reader yang menyempatkan membaca cerita ku apa kabar???? Selamat Hari Raya Idul fitri......
...bagi yang merayakan dan kita kembali bertemu di dunia manga ini setelah sekian purnama othor tidak menunjukkan tulisan nya, kini othor kembali semangat lagi untuk menulis, Mohon dukungannya☺☺ Terima kasih....
__ADS_1