Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

Banyak waktu luang bagi Pamela setelah resign bekerja tapi Pamela tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Pamela mengajak mama Ratih dan keluarga kecil


Rani untuk berlibur ke pantai, untung nya Rey ada jadwal kosong saat ini.


"Welcome to Manly Beach....." teriak Pamela saat sampai di pantai yang terkenal di Sydney.


"Yeah I like the beach..." ucap keynan.


Pamela, keynan dan Alvin pun langsung bermain kejar kejaran di pantai sementara mama Ratih, Rani dan Rey. membawa peralatan untuk bersantai di pantai dan cemilan. Alvin dan keynan membuat bangunan dari pasir ditemani Rey, sementara mama Ratih, Rani dan Pamela memilih duduk sambil nikmatin cemilan yang di bawanya tadi.


"Mah, Pamela ada tawaran kerja di rumah sakit di jakarta. Bagaimana menurut mama?" kata Pamela.


"Serius di jakarta Mela?" tanya Rani penasaran.


"Iya tante, Mela sudah resign dari Royal Melbourne hospital." jawab Pamela.


"Kalau mama sih terserah kamu, mama juga kangen sama papah sudah lama tidak menjenguk makam papah." kata mama Ratih, Rani hanya jadi pendengar setia.


"Kapan berangkatnya, Mela?" tanya Rani.


"Mungkin seminggu lagi karena harus mengurus yang disini dulu." jawab Pamela.


"Kalau soal sekolah Alvin biar mama yang urus kamu selesaikan dulu urusanmu." kata mama Ratih.


"Nanti pulang ke Indonesia nya kami ikut, karena sudah lama tidak jalan jalan di sana." ujar Rani.


"Ya tante nanti kita liburan di jakarta." jawab Pamela.


Pamela pun terdiam sejenak dan pikiran nya langsung teringat dengan makam papah nya, sudah lama sekali tidak berziarah ke makam papah nya. Terlihat keynan, Alvin dan om Rey tertawa senang karena mandi di pantai setelah bermain pasir, mereka pun menikmati liburannya. Tak terasa hari sudah sore mereka pun memutuskan untuk pulang karena Alvin dan keynan terlihat kecapean.


________________


Keesokan harinya Pamela memutuskan penawaran dari dokter Hendra. Pamela pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter Hendra.


"Saya senang Mela mendengar keputusan nanti saya yang akan mengurus semua nya karena pihak rumah sakit sudah menyetujui jika saya menunjuk kamu untuk menggantikan dokter Reza pensiun." ujar dokter Hendra saat Pamela menerima penawaran kerja buat nya.


"Iya dok, saya yang berterima kasih kepada dokter hendra." kata Pamela.


"Kirimkan CV kamu ke email saya." kata dokter Hendra.


"Baik dok."


"Semoga kamu betah dan senang di tempat baru."

__ADS_1


"Terima kasih dokter atas bantuan nya."


"Okay Pamela, saya selalu percaya dengan kemampuan mu." dokter Hendra menepuk bahu Pamela dengan lembut.


"Terima kasih dokter Hendra, kami butuh seminggu lagi karena masih beberapa hal yang belum selesai termasuk apartemen saya."


"Kalau soal apartemen, kamu jangan khawatir. Saya akan membantu kamu." ujar dokter Hendra.


"Baik dok, sekali lagi terima kasih."


Pamela pergi dari ruangan dokter Hendra dengan perasaan lega tapi saat melewati lobby Pamela melihat Richard sudah berdiri di ujung sana. Namun Pamela tetap berjalan dan akan pamit sekalian dengan direktur rumah sakit meskipun bukan tempat yang tepat.


"Good afternoon mr. Richard." sapa Pamela.


"It's like you've forgotten our friendship, you even call me not a doctor anymore." kata Richard saat Pamela tidak lagi memanggil dokter saat mengapa nya.


"Sorry mr Richard because you are now the president director of this hospital. I apologize if there are any mistakes." balas Pamela lembut karena waktu kenal Richard pertama kali sebagai dokter bukan anak dari pemilik rumah sakit.


"I've received your resignation letter, but actually I don't want you to leave this hospital." Richard merasa menyayangkan jika Pamela resign dan berharap Pamela berada di rumah sakit ini.


"Sorry Mr Richard, my decision is unanimous that I will return to Indonesia because I grew up in my country." jawab Pamela agar tidak menyinggung Richard dengan beralasan ingin kembali ke indonesia karena tanah kelahiran nya.


"Oh okay, I'm sorry if I got you into trouble with Laura." ucap Richard menyesal sudah melibatkan masalah dengan laura karena dirinya.


"You are indeed a good and beautiful woman, hopefully we will meet and have a match." ujar Richard berharap jika suatu saat takdir bertemu lagi dan berjodoh.


Maksudnya apa, dokter Richard ini?. batin Pamela.


"Yes, thank you Mr Richard." balas Pamela dengan tersenyum kemudian pamit meninggalkan rumah sakit.


______________


Sudah beberapa hari Pamela disibukkan dengan packing barang nya apalagi barang Alvin belum dengan mainannya. Wajar aja banyak yang harus dipacking karena belum tentu akan kembali kesini bahkan apartemen Pamela rencana nya akan dijual tapi belum ada pembeli untungnya ada dokter hendra.


"Ahk akhirnya selesai juga packing nya." gumam Pamela senang.


"Syukur lah kalau dah siap, yang penting jangan ada yang tertinggal." ucap mama Ratih.


"Iya mah sudah beres semua."


"Okay......


Keesokan harinya dimana Pamela akan berangkat ke bandara, Ryo sudah ada di depan apartemen Pamela.

__ADS_1


"Loh mau kemana Mela?" tanya Ryo saat melihat


"Eh Ryo, hari ini aku dan sekeluarga akan kembali ke indonesia." jawab Pamela.


"Koq mendadak sekali Mela." kata Ryo.


"Maaf Ryo sudah seminggu yang lalu persiapan nya."


"kenapa nggak ngabarin aku sih, Mel?" ujar Ryo.


"Maaf mungkin karena terlalu sibuk jadi lupa kirim kabar?" kata Pamela.


Terlihat raut wajah Ryo kecewa karena Pamela akan kembali ke Indonesia bahkan Ryo kini mulai berubah tidak lagi berfoya-foya atau hiburan malam.


"Boleh kan aku ikut antar ke bandara?" tanya Ryo. Tanpa menjawab Pamela hanya mengangguk kan kepala kemudian masuk kedalam mobil yang membawa keluarga nya sedangkan mobil Ryo hanya mengikuti mobil keluarga Pamela dari belakang.


Ada rasa kecewa dan sesal saat pesawat yang di tumpangi Pamela dan keluarga nya sudah take off. Ryo masih berada di bandara karena enggan untuk pulang. Ryo merasakan nyaman dengan Pamela bahkan Ryo pun sudah mulai ada rasa entah itu rasa suka atau apa.


FLASHBACK ON


"Terima kasih Ryo sudah mengantar ke bandara." kata Pamela.


"Mela, sebenarnya ada yang ingin aku katakan sama kamu." ucap Ryo terlihat serius.


"Kamu mau bilang apa sebentar lagi kami harus naik ke pesawat." jawab Mela.


"Itu... aku....." Ryo belum sempat melanjutkan kata nya tapi Alvin sudah datang menghampiri.


"Come on mommy we have to get on the plane now." kata alvin sambil menarik tangan Pamela saat sedang berbicara dengan Ryo. Ryo pun terkejut saat melihat Alvin dan berpikir ternyata benar Pamela sudah memiliki seorang anak tapi saat melihat Alvin, Ryo merasa gemas.


"Hey boy, introduce me Ryo your mommy's friend." kata Ryo mendekat ke Alvin sambil jongkok untuk menyamakan tinggi Alvin.


"Hi uncle Ryo, my name is Alvin." jawab Alvin dengan senyum ramah membuat Ryo ingin dekat sama Alvin.


"Good boy." ujar Ryo dengan mengacak rambut Alvin lembut.


"Ryo aku pergi dulu ya, terima kasih sudah mengantar kami." kata Pamela kemudian bersiap untuk pergi ke ruang tunggu.


"Hati hati Mela." ucap Ryo kemudian ikut menyalami mama Ratih dan rani kebetulan Rey tidak bisa ikut karena pekerjaan.


FLASHBACK OF


......Maaf author hiatus lama karena lagi berduka cita, tak lupa author ucapkan terimakasih buat para readers yang selalu mengikuti cerita ini...........

__ADS_1


__ADS_2