Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Oh Ternyata


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Pamela melewati hari hari nya hanya dengan belajar dan belajar bahkan dia tidak seperti teman temannya masih bisa jalan jalan ke mall dan sebagainya meskipun ujian sudah dekat. Dengan kejadian ini Pamela tidak ingin menambah kekecewaan kedua orang tuanya bahkan tuan Firman sudah kembali bekerja demikian juga mama Ratih juga sudah kembali ke kampus untuk memberi mata kuliah mahasiswa nya, sebagai dosen mama Ratih tak seharusnya mengambil izin cuti terlalu lama. Seperti biasa nya Pamela lebih senang menyendiri di taman sambil membaca buku pelajaran atau novel.


Teriring teriring teriring


Suara bel istirahat berbunyi membuat seisi kelas XII IPA 1 seperti mendapat pertolongan karena pelajaran Matematika menurut mereka seperti memeras otak.


"Anak anak siapa yang piket hari ini tolong bawa buku buku ini ke meja saya di ruangan guru. Selamat siang." kata pak Rudi sebelum meninggal kan kelas.


"Ah rasanya kepala gue dah panas banget." oceh Desi sambil memijat pelipisnya.


"Sama gue juga merasa otakku sudah meminta untuk segera mengisi perut." ujar Bona membuat Desi tertawa.


"Pantas nggak konsentrasi orang perut kosong gimana kepala diajak mikir coba? yang ada tu... la.. lit...." tegas Desi namun Bona hanya nyengir saja.


"Lo mau kemana Mel?" tanya desi saat Pamela beranjak dari tempat duduknya.


"Gue piket hari jadi gue yang antar buku buku itu ke meja pak Rudi." jawab Pamela dan desi hanya mengangguk kepala lalu pergi membawa tumpukan buku yang lumayan banyak. Buku buku tugas itu selalu dikumpulkan di meja guru.


"Des, gue udah lapar nih, cacing gue minta di kasih makan." rengek Bona


"Jangan lebay lo, biasanya juga elo tahan." jawab Desi


"Semalam gue nggak ada makan malam karena gue streaming maraton nonton drakor sampai kelar terus ketiduran." ujar Bona

__ADS_1


"Heleh, bilang aja ngajak ke kantin sekarang biar bisa lihat para cogan yang lagi olahraga kan?" goda Desi.


"Itu salah satu nya kali biar otak gue bisa fresh kembali setelah bertarung dengan rumus rumus tadi." balas Bona.


"Sabar, bentar lagi bu Retno masuk kelas mau kena omel sama dia?" ujar Desi.


"Ya udah kalau tak mau." kata Bona pasrah membuat Desi menahan ketawa nya nggak biasanya jam awal pelajaran sudah kelaparan. Sedangkan teman sekelas ada yang keluar, jesy dan kawannya juga terlihat keluar kelas karena bu Retno belum datang.


Pamela mengantar buku berjalan melewati koridor dan terlihat di lapangan lagi rame karena jadwal olahraga Kelas XII IPA 2 termasuk Vino, jatmiko, Dika dan Andreas yang sedang bermain basket di lapangan itu. Jatmiko yang melihat Pamela berjalan membawa buku ingin rasanya membantu nya namun jatmiko lebih memilih keluar lapangan dengan alasan ke toilet. Seperti halnya saat Vino ingin menangkap operan bola dari Andreas namun meleset hingga bola tersebut melambung dan menggelinding ke pinggir lapangan. Mata Vino tanpa sengaja melihat Pamela yang sedang berjalan, dengan penasaran Vino masih menatap nya hingga terlihat punggung Pamela semakin tak terlihat.


"Cewek itu, berarti dia murid disini juga." Gumam Vino penasaran karena Pamela dilihat saat sadar memang cantik.


"Woi vin lihat apa lo? lihat hantu ya? cepet lempar bolanya." teriak Dika ditengah lapangan. Vino yang mendengar teriakan langsung berlari ketengah lapangan.


Sesampainya diruang guru, Pamela langsung mencari meja pak Rudi lalu meletakkan nya, ternyata pak Rudi tidak di ruangan nya karena setelah mengajar di kelas IPA 1 lanjut ke kelas XI. Pamela kaget saat keluar jatmiko sudah berdiri di depan ruangan guru.


Pantas rame ternyata kelas dia yang lagi olahraga. batin Pamela.


"Hai...." jawab jatmiko


"Ada urusan juga ke ruangan guru?"


"Hhmm nggak ada cuma... gue pengen ngomong sama elo tapi bukan disini." Pamela bingung dengan kata jatmiko.

__ADS_1


"Loh Pamela masih disini, kalian sedang apa?" tanya bu Retno tiba-tiba keluar dari ruang guru dan mereka lupa masih ngobrol didepan ruang guru saat jam pelajaran.


"Maaf Bu, saya izin ke toilet sebentar." Pamela meminta izin dengan alasan ke toilet dan bu Retno hanya menganggukkan kepala karena tahu Pamela murid pintar dan sopan. Pamela mengikuti langkah jatmiko menuju taman sekolah yang tak jauh dari lapangan.


"Sorry gue ganggu waktu kamu." kata jatmiko setelah duduk di taman.


"Elo mau ngomong apa Miko?" tanya Pamela heran.


"Gue mau bilang.... gue sudah lama memperhatikan kamu dan kamu beda sama cewek cewek lain tapi gue nggak ada keberanian untuk mengatakan ini." kata jatmiko sedikit gugup.


Pamela bingung harus menjawab apa, karena selama ini dia berpikir tidak akan menjalin pacaran karena ingin mewujudkan cita-cita nya bukan berarti ia tidak tertarik lawan jenis tapi Pamela tidak akan mengecewakan seseorang yang sudah mencintai nya apalagi dirinya sudah tidak lagi gadis seutuhnya.


"Maaf miko gue nggak bisa jawab sekarang dan gue mau kembali ke kelas sudah terlalu lama gue meninggalkan kelas." jawab Pamela canggung lalu melangkah meninggalkan jatmiko.


"Tapi gue sayang sama kamu Pamela." teriak jatmiko membuat Pamela menghentikan langkahnya sesaat lalu pergi.


"Aku akan menunggu jawaban mu Mela." teriak jatmiko lagi saat Pamela pergi meninggalkan dirinya di taman.


Pamela tak tahu harus senang atau bagaimana saat mendengar pernyataan dari jatmiko tapi Pamela merasa tidak pantas untuk jatmiko. Masih dengan langkah tergesa-gesa Pamela menabrak seseorang.


"Ah maaf saya tidak sengaja." kata Pamela lalu pergi tanpa melihat siapa yang sudah ditabrak nya takut bu Retno marah.


Vino, cowok yang ditabrak Pamela dan Vino menarik sudut bibir nya saat tahu yang menabrak nya adalah cewek waktu itu.

__ADS_1


"Hah cewek itu." kata Vino berasa dapat mainan baru.


Sejak saat itu Vino selalu memperhatikan setiap melihat Pamela, meskipun Pamela tidak mengetahui nya.


__ADS_2