Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Mobil Baru


__ADS_3

"Mela, nanti di sekolah Alvin ada acara. Apa kamu bisa datang?" kata mama Ratih.


"Pamela hari ini ada jadwal operasi mah." jawab Mela.


"Ya udah nanti biar mama yang datang ke sekolah nya alvin."


"Iya mah."


Semenjak tiba di indonesia, Alvin minta sekolah dan saat ini Alvin kelas 1 SD.


"Alvin wants Mommy to come to school." rengek Alvin meminta Pamela yang datang di acara sekolah.


"Alvin sayang, mommy hari ini ada jadwal operasi. Mommy can't escape responsibility, okay." ucap Pamela lembut memberi pengertian kepada Alvin agar tidak kecewa.


"Okay, Alvin understands."


"Good boy, Alvin wants to have a new car like Alvin's friend."


"Yeaah Alvin wants to have a new car." teriak Alvin senang karena selama pergi ke sekolah selalu naik taksi.


"Mela, apa tidak berlebihan kamu ingin beli mobil." tanya mama Ratih.


"Rencana Mela mau beli mah karena kita butuh kendaraan itu." jawab Pamela.


"Mama sih terserah kamu apa kamu dah ada uangnya."


"Mama tenang aja, Mela masih ada uang simpanan terakhir kerja di Sydney itu di tambah selama kerja di sini." jelas Pamela.


"Mela akan lakukan yang terbaik buat Alvin dan mama." Pamela memeluk mama Ratih.


"Iya mama tahu sebaiknya kamu siap siap berangkat kerja."


"Okay....." kata Pamela terlihat Alvin sudah rapi dengan seragam sekolah nya.


Rencana nya hari ini Pamela ingin membeli mobil karena mobil punya papah yang dulu nya sudah dijual mama Ratih hanya menyisakan rumah peninggalan papah firman.


Siang hari saat jam makan siang, Pamela menyempatkan makan dari bekal nya ternyata mama Ratih sudah menyiapkan bekal untuk dirinya.


"Mela, kau tak mau makan di luar." kata indra mengagetkan Pamela saat mau makan di ruangan nya


"Hari ini saya bawa bekal dokter indra." jawab Pamela.


"Yaa....padahal aku mau ngajak kamu makan seblak di simpang sana tuh."


"Lain kali aja deh soal nya dah dibawain bekal nih sama mama."


"Seperti nya enak ya kalau ada yang bawain bekal gitu."


"Ya buruan nikah dong biar ada yang memperhatikan makan dokter Indra."


"Sebenarnya ada yang yang ingin ku ajak nikah tapi orang nya kurang peka gitu, gimana dong?"


"Itu namanya kamu harus berusaha buat dapatin hatinya, okay."


Seandainya kamu mau melihat usahaku Mela. batin Indra


"Ya udah deh aku terpaksa makan sendiri soalnya sejam lagi hasil rontgen pasien ku keluar karena harus dirujuk ke dokter bedah." kata Indra seolah olah kecewa, kebetulan Ranti sedang cuti.


"Eh ntar sore ada waktu nggak?" tanya Pamela membuat Indra mengurungkan niatnya yang akan membuka pintu.


"Buat dokter Mela pasti ada dong." jawab Indra.

__ADS_1


"Okay nanti saya kabari setelah selesai dinas nanti." ujar Pamela.


"Siip aku tunggu kabarnya...." kata Indra dengan penuh semangat.


Indra senyum senyum sendiri setelah pergi dari ruangan Pamela.


Semoga ini awal yang baik. batin indra


Sesuai dengan janji nya Pamela mengajak Indra pergi bahkan Indra sudah siap setelah selesai jam dinas nya sementara Pamela masih ada jam visit sejam lagi.


"Sudah siap?" tanya Indra setelah Pamela masuk kedalam mobilnya.


"Okay... " jawab Pamela.


"Kita mau kemana nih?" tanya Indra


"Ke suatu tempat." kata Pamela membuat Indra berpikir Pamela ngajak ngedate.


Beberapa saat mobil yang dikendarai Pamela dan indra sudah sampai di depan showroom mobil.


"Loh koq kita kesini?"


"Maaf tadi aku minta kamu temani aku buat beli mobil."


"Oh, okay...."


Ku kira tempat romantis. batin Indra


Meskipun kaget tujuan Pamela mengajaknya pergi tapi Indra senang, Pamela mempercayakan dirinya untuk menemani nya membeli mobil.


"Indra, ayo." panggil Pamela saat Indra belum turun dari mobil.


Setelah didalam showroom itu terlihat Pamela memilih mobil yang menurut nya sesuai kantong nya.


"Iya saya ambil yang ini mba, bayar cash."


"Baik bu kami proses administrasi nya sekarang." jawab karyawati showroom itu.


Setelah berapa saat proses administrasi nya selesai Pamela pun membayarnya dengan kartu debit nya.


"Deal ya bu....." Ucap karyawati itu dengan menjabat tangan Pamela.


"Oh ya nanti kirimkan ke alamat ini ya mba." pinta Pamela.


"Siap! kami kirim sesuai alamat anda." jawab karyawati itu


"Terima kasih." ucap Pamela kemudian keluar dari showroom itu diikuti Indra.


Saat keluar dari showroom itu terlihat sebuah mobil berhenti tak jauh dari mobil Indra, ya! mobil itu milik Vino dan supirnya farhan. Vino enggan turun dari mobil memilih memperhatikan Pamela bersama pria keluar dari showroom dan masuk kedalam mobil bersama pria itu.


"Oh ternyata dia, suami kamu." gumam Vino lirih dan terus memperhatikan teman pria Pamela hingga mobil mereka pergi.


"Bos, jadi kita masuk ke showroom itu." tanya farhan.


"Kamu aja yang urus saya tunggu di sini." jawab Vino, lagi lagi mood Vino berubah saat bertemu Pamela.


Sebenarnya tujuan Vino ketempat itu untuk memesan mobil buat perusahaan, tadinya Vino memilih ikut karena sekalian selesai ketemu klien dan mampir ke showroom itu.


"Baik bos."


Farhan pun masuk sendiri kedalam showroom itu dan segera menyelesaikan urusannya. Sementara Vino masih teringat dengan wajah teman pria Pamela dan berpikir pria itu adalah suami Pamela.

__ADS_1


Menjelang malam hari Pamela baru pulang dari rumah sakit. Saat membuka pintu rumah sudah disambut Alvin dengan suara teriakannya.


"Mommy's new car has arrived. Mommy." teriak Alvin.


"Yes, Alvin likes?" tanya Pamela.


"Yeah...."


"Sore tadi datangnya." sahut mama Ratih.


"Ya mah..."


____________


Keesokan harinya Pamela mengantar dulu Alvin ke sekolah sebelum pergi kerja sementara mama Ratih mencari kesibukan dengan membuat kue. Terkadang mengabari teman nya sesama dosen dulu untuk sekedar bertemu atau reunian.


"Alvin's school spirit is not naughty. Okay." kata Pamela saat mengantarkan Alvin sampai di kelasnya.


"Yes mommy, Alvin knows." kata Alvin dengan wajah cemberutnya.


"Good boy.... nanti mommy yang jemput" ucap Pamela sambil mencium pipi Alvin.


"Selamat pagi Alvin. Oh ini mama nya Alvin ya, cantik banget." kata bu Yuni yang kebetulan datang awal.


"Ya bu perkenalkan saya Pamela." ucap Pamela.


"Oh salam kenal bu Pamela, nama saya Yuni kebetulan wali kelas Alvin." ujar bu Yuni karena Alvin seringnya di antar oma nya


"Ya bu, maaf saya harus berangkat kerja." pamit Pamela.


"Iya bu silahkan." balas bu yuni.


Pamela pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Saat sampai diparkiran sudah disambut oleh Ranti.


"Wah gila! mobil baru nih bu Mela." kata Ranti ternyata baru sampai juga di parkiran.


"Eh Ranti sudah masuk ya?" tanya Pamela saat keluar dari mobilnya.


"Iya dong denger kamu beli mobil baru jadi pengen cepat masuk kerja." canda Ranti.


"Huh pasti Indra yang cerita sama kamu." jelas Pamela.


"Hahaha.....siapa lagi kalau bukan dia."


"Hahaha dasar Indra ember." kata Pamela sambil tertawa.


Mereka pun masuk ke dalam rumah sakit melewati lobi depan dan menuju ke ruang poli dimana mereka harus praktek tapi sebelum nya mereka harus visit dulu ke ruangan pasien mereka dirawat.


Sudah pukul sebelah siang pasien Pamela masih rame padahal Pamela sudah janji mau menjemput Alvin.


"Masih berapa lagi pasien kita sus?" tanya Pamela.


"Tiga pasien lagi dokter." jelas perawat ade yang menjadi asisten nya pagi ini.


"Baiklah...."


Tiga pasien tadi sudah dalam pemeriksaan dan jam menunjukkan pukul 11.30 membuat Pamela segera menjemput Alvin.


"Saya jemput anak saya dulu ya sus." pamit Pamela.


"Baik dokter, saya juga sudah selesai membuat laporan sensus medis nya dok." kata perawat ade.

__ADS_1


Pamela hanya mengangguk saja karena menurut nya perawat Ade ini cekatan dalam pekerjaan.


"Semoga Alvin masih menunggu di sana." gumam Pamela terlihat khawatir jika Alvin harus menunggu lama di depan sekolah.


__ADS_2