Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Mendadak kaki Pamela terasa lemas setelah keluar dari ruangan direktur.


"Kenapa harus ketemu dia lagi? bahkan dia direktur rumah sakit ini." gumam Pamela.


Karena harus profesional Pamela tidak ingin membuat kesalahan dan bertemu dengan para pasien yang dirawat nya karena sudah masuk jam visit.


Siang ini perasaan pamela jam berputar begitu cepat seakan tidak bisa diajak kompromi padahal pasien poli hari ini terbilang cukup ramai dan sekarang sudah selesai.


"Issh bagaimana ini? mending aku pura pura sibuk aja deh." gerutu Pamela, namun dewi fortuna seakan tidak mendukung nya kali ini tiba-tiba datang utusan Vino untuk mengingatkan pamela tentang makan siang dengan vino.


"Dokter Mela....saya farhan, anda sudah ditunggu direktur untuk segera keruangan nya jika pasien sudah selesai." kata farhan.


"Maaf, saya masih sibuk pak farhan tolong sampaikan kepada pak direktur." ucap pamela.


"Seperti nya tidak ada lagi pasien yang memerlukan pemeriksaan dengan dokter Pamela." singgung farhan karena tahu sudah tidak ada pasien lagi.


"Bentar lagi saya ada jadwal operasi pak Farhan."


"Benar dokter, tapi bukan nya masih nunggu hasil dari cek laboratorium dan radiologi." farhan tak kehabisan kata kata.


"Maaf dokter Mela, pak direktur tidak ingin menunggu terlalu lama karena ini bukan seperti dirinya." jelas farhan membuat pamela menyerah dan mengikuti farhan pergi ke lantai 6 dimana ruangan direktur berada.


Vino menyuruh farhan untuk menjemput pamela karena tahu pamela akan beralasan agar tidak bisa makan siang dengan nya. Demikian juga dengan Farhan merasa kaget karena Vino menyuruh dirinya untuk menjemput dokter Pamela dengan alasan akan memberi peringatan kepada dokter Pamela karena tidak masuk kerja dan tidak mengikuti rapat penting kemaren.


Farhan tidak mempercayai sepenuhnya alasan Vino memanggil dokter Pamela bahkan dirinya berpikir Vino tertarik dengan dokter Pamela, dokter muda dengan paras cantik.


"Silahkan masuk dokter Mela, pak direktur sudah menunggu anda." kata farhan menyuruh Pamela segera masuk.


"Terima kasih." kata Pamela.


Dengan memberanikan diri, Pamela masuk kedalam ruangan direktur. Setelah masuk Pamela melihat meja makan sedang dengan dua kursi mengelilingi meja tersebut.


"Kamu sudah datang?" suara Vino tiba-tiba setelah Pamela masuk kedalam.


"Ya saya baru selesai dengan pasien saya." alasan Pamela.


"Ya sudah, aku sudah lapar bagaimana kalau kita makan sekarang." Vino beranjak dari kursi kebesaran nya menuju meja makan dan duduk diikuti Pamela yang duduk menghadap nya.


Terlihat raut wajah Pamela sedikit tegang membuat Vino ingin menggoda nya.


"Sepertinya pasien selesai 45 menit yang lalu dan kamu terlihat sangat sibuk." ujar Vino tahu karena memiliki info dari orang suruhan nya.


"Apa karena kamu takut ketahuan sama suami kamu." kata Vino membuat Pamela berpikir dirinya sudah menikah. Dan kata kata Vino membuat Pamela kesal.


"Maaf Pak Vino bukan urusan anda tapi setidaknya saya bersedia makan siang dengan pak direktur."


''Kamu sama seperti waktu itu, dimana saat aku ingin mempertanggung jawab apa yang terjadi padamu waktu itu."


Pamela hanya diam saja saat Vino mulai mengintimidasi dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin mengungkit masalah itu lagi, sebaiknya kita makan sekarang." ajak Vino karena terlihat Pamela terdiam kaku.


Bukan kenyang yang di dapat saat makan bersama seorang direktur, Pamela hanya makan sedikit karena masih teringat kata Vino yang mengungkit masa lalu.


"Maaf saya sudah selesai makan nya." kata Pamela karena tidak ingin lama lama di ruangan ini.


"Ya udah, biar pelayan yang membersihkan semua nya."


"Terima kasih untuk makan siang nya." ucap Pamela sebelum keluar dari ruangan itu.


Vino masih terdiam saat Pamela keluar dari ruangan nya.


"Farhan kamu keruangan ku sekarang." panggil Vino dari ponsel nya.


"Oke bos." balas farhan ternyata sudah di depan pintu.


Belum ada 5 menit farhan sudah muncul di balik pintu.


"Farhan kita kembali ke perusahaan Damares group sekarang! tapi sebelumnya panggil cleaning servis untuk membersihkan meja itu." perintah Vino.


Farhan tidak menjawab perintah bos nya itu tapi langsung menelepon seseorang untuk datang ke ruangan yang tak lain adalah bagian cleaning servis khusus tempat ruangan direktur.


Vino dan farhan akan kembali ke perusahaan Damares group siang ini. Tapi saat keluar dari lift, Vino melihat seorang lelaki tidak asing yang tak lain adalah dokter Indra sedang menunggu di depan lift dengan memakai jas dokternya.


"Oh ternyata pria waktu itu seorang dokter di rumah sakit ini juga." batin Vino, mata Vino tak lupa melihat nama tag dokter itu.


Vino tidak ingin membahas tentang dokter yang bernama Indra itu sekarang karena Vino ingin menyelesaikan pekerjaan di perusahaan Damares group karena ada hal yang terjadi di sana mengenai kerja sama.


Indra saat ini sudah berada di ruangan Pamela lantai 2.


"Dokter Mela, sudah makan?"


"Sudah sih tapi....." Pamela ingin bilang belum kenyang karena makan dengan direktur yang menyebalkan tapi tidak ingin mengatakan nya.


"Tapi apa?" tanya Indra penasaran.


"Ya belum kenyang soalnya cuma makan salad buah doang tadi."


"Hah kamu diet ya Mel?" datang Ranti tiba-tiba.


"Nggak lah....."


"Kamu nggak usah diet deh Mel, soalnya badan kamu sudah bagus dan kamu cantik koq. Iya nggak Ndra?" kata Ranti sementara Indra yang ditanya jadi salah tingkah.


"Eh iya koq kamu cantik banget Mel." jawab Indra.


"Ihh apaan sih Indra ini. Ya udah intinya kalian mau ngajak makan apa? tumben dokter Ranti belum makan sampai sekarang." tanya Pamela.


"Iya nih baru sempat makan baru selesai operasi section 2 pasien ku." jawab Ranti.

__ADS_1


"Trus kalau dokter Indra?" tanya Pamela.


"Sama! pasien di emergency tadi rame banget nggak sempat buat makan siang kebanyakan pasien harus di rujuk hari ini." jelas Indra.


"Ya udah hari ini biar aku traktir kalian makan siang di rumah makan dekat simpang rumah sakit ini." ajak Pamela karena rumah makan yang dimaksud Pamela menjual ayam geprek enak.


"Oke aku setuju, kalau kamu Ndra?" tanya Ranti.


"Aku ngikut aja deh."


"Ya udah kita pergi makan sekarang karena sejam lagi aku ada visit."


Mereka bertiga pun pergi makan ketempat yang dimaksud tadi.


____________


Vino masih teringat dengan Pamela dan dokter indra yang ketemu di depan lift tadi.


"Gimana farhan dengan kerja sama Antareksa group." tanya Vino.


"Menurut saya perusahaan itu sudah lama berkecimpung di dunia bisnis bahkan hingga sekarang masih berdiri, apa sebaiknya bos meminta bantuan tuan Antoni untuk menyakinkan ceo Antareksa Group." saran Farhan.


Vino terdiam sejenak, kalau dipikir ada benar nya juga saran dari farhan karena untuk kerja sama dengan perusahaan itu tidak mudah dan siapa tahu papah nya bisa membantu menyakinkan nya.


"Kamu benar farhan, aku akan berbicara dengan papah nanti."


"Iya bos karena tuan Antoni pasti sudah saling mengenal karena perusahaan itu lumayan perusahaan lama." ujar farhan.


"Terima kasih farhan, kamu sudah memberi solusi yang tepat." balas Vino.


"Ada lagi bos yang ingin di bicarakan?"


"Kamu mau kemana Farhan?"


"Nggak ada bos, cuma mau makan siang."


"Hah jadi kamu belum makan siang?" tanya Vino heran.


"Ya udah kamu pergi makan siang setelah itu kembali ke kantor karena saya ingin pulang cepat hari ini."


"Siap bos....." farhan senang Vino mengijinkan pergi makan siang, biasanya farhan bareng makan siang dengan Vino tapi karena tadi bos nya itu sedang makan siang dengan dokter Pamela jadi farhan tidak sempat makan siang harus standby jika diperlukan oleh bos nya itu.


Setelah mendapat izin pergi makan, farhan pun pergi mencari rumah makan atau restoran lalu teringat rumah makan disimpang dekat rumah sakit. Sesampainya di rumah makan itu betapa kagetnya farhan saat melihat Pamela dan kawan nya terlihat sama sama dokter sedang makan.


"Bukannya itu dokter Mela?" gumam farhan.


"Jadi dia makan lagi, pasti tadi tidak nyaman makan dengan bos Vino." gumamnya lagi tak lupa dengan tertawa yang ditahan nya. Hahaha......


......BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2