Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Sekretaris Kepo!


__ADS_3

Sudah pukul 9 malam, Alvin masih asyik bermain game di ponsel Pamela sementara semua sudah pada tidur karena kelelahan kecuali Vino, Pamela dan Alvin yang masih terjaga.


"Ayo sayang sudah malam Alvin harus tidur, besok Alvin sekolah loh." bujuk Pamela.


"Sebentar mommy."


"Alvin tidur sayang sudah malam. Daddy akan belikan mainan terbaru." gantian Vino yang membujuk Alvin.


"Serius daddy......Okay daddy, Alvin sudah selesai main nya dan mau tidur." ternyata bujukan Vino lebih ampuh menyuruh Alvin tidur.


Alvin menaiki tangga ke kamar di lantai 2 seorang diri.


"Kamu tidur sama Alvin, aku akan tidur di kamar tamu lagi." kata Vino menjadi canggung setelah sah suami istri.


"Tapi.... kamu nggak papa?"


"Tidur lah kamu pasti lelah seharian tadi." ucap Vino sebenarnya takut Pamela belum siap tidur dengan nya dan Alvin belum terbiasa tidur sendirian di kamar.


Begitu Vino menyuruh Pamela untuk tidur Pamela pun menaiki tangga menuju kamar lantai 2 menyusul Alvin.


Di kamar, Vino belum juga tertidur akhirnya pergi ke kamarnya untuk melihat Alvin dan Pamela ternyata sudah tidur.


"Terima kasih sayang, semoga kamu memimpikan aku." satu kecupan bibir Vino mendarat di kening Pamela yang tertidur pulas dan di samping nya Alvin tidur dengan merangkul guling.


"Daddy sayang kamu, daddy janji tidak akan meninggalkan kalian berdua." kata Vino tak lupa mencium pipi Alvin dan teringat kata Alvin yang seolah daddy nya sudah meninggal kan Alvin.


Setelah melihat mereka tidur Vino pun kembali ke kamar tamu dan tidur.


_____________


Pagi hari Pamela sudah mandi dan rapi layaknya mau pergi kerja dan Alvin sudah siap dengan baju sekolah nya. Saat menuruni tangga, mama Dewi heran karena Pamela sudah mau bekerja.


"Loh cucu oma sudah rapi mau berangkat sekolah?" tanya mama Dewi gemas dengan Alvin.


"Iya oma, kan Alvin sudah sembuh." kata Alvin sambil memperlihatkan tangan kiri nya yang sudah tidak memakai gendongan tangan tapi masih di perban. Pamela yang melepas gendongan tangan Alvin karena sudah tidak terlalu sakit menurut Alvin.


"Loh Mel kamu sudah mau kerja sayang?" tanya mama Dewi.


"Iya mah sekalian antar Alvin sekolah, Mela sudah kebanyakan cuti mah saat mama masih dirawat dan sebagai dokter Mela ada tanggung jawab selain mengurus rumah tangga." jelas Pamela lembut.


"Ya sudah kalian sarapan dulu sebelum pergi. Oh ya mana Vino?" yang di cari datang menuruni tangga dengan baju jas kantor nya.


"Mama kira kalian ambil cuti seminggu terus honeymoon gitu." ucap mama Dewi.


"Vino masih ada kerjaan mah dan Pamela juga harus kembali dengan pasien nya." jelas Vino sebenarnya di dalam hati masih ingin menikmati cuti nya namun Pamela tidak ingin cuti terlalu lama karena sering cuti.


"Benar kata Vino mah biar mereka bekerja, nanti juga akan ambil cuti buat honeymoon mereka." ucap tuan Antoni duduk di ruang makan.


"Ya terserah kalian saja. Eh Papah sudah lama tidak chek up loh?" tanya mama Dewi karena suami nya sudah lama tidak chek up penyakit jantung nya.


"Tidak perlu mah, kan sudah ada dokter pribadi." jawab tuan Antoni.


"Oh iya menantu mama kan dokter." ujar mama Dewi senang.


"Iya mah biar Mela yang akan periksa kesehatan papah." balas Pamela lembut.

__ADS_1


"Mela, biar mang ujang yang jemput Alvin sekolah kamu kabari saja jam berapa Alvin pulang." kata mama Ratih.


"Iya mah, Alvin jam sebelas pulang."


Mereka berangkat dengan mobil masing-masing karena Pamela tidak ingin jadi bahan gosip para karyawan rumah sakit. Pamela mengantar Alvin sekolah sebelum ke rumah sakit sedang kan Vino berangkat dengan farhan. Betapa bahagianya farhan saat mengetahui Vino tidak jadi cuti pasti bakalan banyak kerjaan.


Setiba di rumah sakit Pamela disambut Ranti dan ada beberapa karyawan yang menyapanya.


"Wah yang habis cuti sampai di telpon pun tidak bisa." kata Ranti.


"Sorry ran, nggak angkat telpon mu karena sibuk banget." jelas Pamela.


"Oh okay.....liburan kemana kemaren?" tanya Ranti dan matanya menangkap obyek di jari Pamela tersemat cincin berlian seperti mas kawin.


"Di rumah aja, banyak pasien hari ini?"


"Lumayan hari ini, ya udah aku kembali ke poli ku kalau begitu." pamit Ranti.


"Okay......" Pamela merasa lega.


Reni yang menjadi asisten nya merasa senang Pamela sudah masuk kerja.


Di perusahaan Damares group, Vino di buat lelah karena banyak pekerjaan yang menumpuk belum lagi rapat dadakan.


"Bisa stress kalau begini mending ke rumah sakit." kata Vino kemudian memanggil farhan lewat interkom.


"Siang bos, ada yang bisa saya bantu?" ucap farhan masuk ke ruangan Vino.


"Farhan kita ke rumah sakit sekarang."


"Kenapa bos? apa tidak enak badan?"


"Baik bos...."


Mobil Vino yang di kemudikan farhan meluncur ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Vino melewati poli dan melihat poli Pamela masih ada beberapa pasien menunggu antrian.


"Sial belum selesai ternyata." cicit Vino yang tak terdengar oleh farhan.


Vino melanjutkan langkah nya memasuki lift dan menekan tombol ke lantai atas diikuti farhan. Sekertaris direksi yang mengetahui direktur hadir langsung meminta tanda tangan waktu Vino sudah berada di ruangan.


Saat Vino memberi tanda tangan berkas yang di berikan sekretaris itu, mata sekretaris melihat ada yang lain di jari Vino.


"Apa mungkin itu cincin nikah? Pantas kemaren tidak hadir." gumam sekretaris yang bernama Jasmin itu dalam hati.


"Terima kasih pak" selesai dengan urusan nya jasmin memilih keluar karena direktur nya dingin bahkan tampak tak berekspresi.


"Untung ganteng pak direktur meskipun terlihat dingin." cicitnya lirih saat keluar dari ruangan Vino.


Hingga pukul 1 siang Vino masih menunggu Pamela dan tak sabar hingga menelpon nya untuk segera ke ruangan nya tapi sebelum nya Vino menyuruh farhan membeli makan sebelum Pamela datang.


"Dokter Mela..... mau kemana?" tanya salah satu dokter yang bernama April dokter spesialis bedah.


"Iya dok, mau ke ruang direksi ada yang bisa di bantu?" tanya Pamela.


"Iya dok saya mau nitip berkas untuk sekretaris direksi dokter Mela, boleh nitip?" kata dokter april yang merupakan dokter senior.

__ADS_1


"Iya dokter."


"Terima kasih, soal nya saya ada operasi sekarang."


"Iya dok semoga operasi lancar." Pamela menerima berkas yang dari dokter April.


"Terima kasih."


Pamela membawa berkas dan menyerahkan ke jasmin setelah sampai di di lantai atas.


"Mba ini ada titipan berkas dari dokter April."


"Iya dok terimakasih...." lagi lagi mata jasmin melihat cincin yang persis dipakai pak direktur.


"Okay....."


"Koq cincin nya sama persis yang dipakai pak direktur, jangan jangan mereka..." gumam jasmin setelah Pamela sudah pergi.


Jasmin juga melihat farhat datang membawa dua paper bag dengan gambar makanan dan minuman dari brand terkenal.


Saat farhan masuk sudah ada Pamela duduk di sofa dengan memainkan ponsel nya.


"Ini bos makan siang nya." ucap farhan.


"Terima kasih kasih farhan." ucap Vino menghentikan aktifitas di meja kerjanya dan duduk di sofa sebelah Pamela.


"Farhan banyak banget makanya nya, ayo ikut makan sekalian." suruh Pamela.


''Terima kasih dokter Mela saya sudah makan." farhan tahu mata Vino melotot kearah nya, untungnya farhan sudah makan terlebih dahulu sambil menunggu pesanan Vino saat di restoran tadi.


Setelah farhan keluar Vino mulai makan bersama Pamela tanpa ada drama suap suapan karena sudah lapar.


"Vino, nanti pulang dinas boleh mampir dulu pulang ke rumah." pamit Pamela karena ingin melihat keadaan rumah orang tuanya.


"Boleh tapi jangan pulang terlalu malam nanti Alvin mencari mu." jawab Vino.


"Baiklah, sudah siap makan aku kembali ke poli."


"Oke.....nanti pulang hati hati."


Pamela membereskan bekas makan dan ada beberapa sisa makan juga di buang ke tempat sampah setelah bersih Pamela kembali ke poli saat akan keluar Vino menghentikan langkah nya.


"Jangan buru buru turun aku merindukan mu." kata Vino menarik pinggang Pamela hingga dekat dan saling bersentuhan.


"Ini di kantor vin nanti sekretaris mu melihat kita."


"Biarkan saja aku hanya ingin....."


"Hmmpp........ " Bibir Vino sudah menempel ke bibir Pamela dengan lembut Vino ******* bibir Pamela yang terasa manis menurut nya hingga mereka kehabisan napas. Pamela masih belum terbiasa dengan sentuhan bibir jadi membuat nya kaku saat berciuman.


"Kamu akan terbiasa dengan ini sayang karena bibirmu akan membuat candu ku." bisik Vino dan bibir Pamela terlihat kemerahan karena ulah nya tadi. Menurut Vino bibir Pamela sangat menggoda.


"Aku kembali ke poli dan sudah waktunya aku visit." pamitnya karena takut kebablasan.


"Baiklah....."

__ADS_1


Pamela akhirnya keluar dari ruangan Vino dan kembali ke poli nya.


Kecurigaan Jasmin meningkat 50 persen saat melihat Pamela keluar dari ruangan direktur.


__ADS_2