
Sudah hampir setahun Pamela menjalani koas atau magang di Royal Melbourne Hospital. Berkat dokter Hendra, Pamela bisa cepat belajar bahkan bisa melayani pasien dengan baik. Selain cantik, Pamela juga terkenal ramah selama magang. Hari ini Pamela mendampingi dokter Arnett sebagai dokter jaga di UGD. Pasien hari ini lumayan banyak yang berobat di UGD selain pasien umum dan pasien kecelakaan, ada juga pasien anak anak yang kebanyakan sakit perut atau demam batuk pilek. Di sini lah Pamela bisa membuktikan apa yang dipelajari selama kuliah dan koas dengan status dokter muda.
Suara ponsel Pamela berdering terlihat dilayar mama Ratih yang menelepon.
"Iya halo mah...." sapa Pamela saat mengangkat teleponnya.
"Jangan lupa pulang cepat ini acara ulang tahun Alvin." suara mama ratih jauh diseberang sana mengingat kan Pamela. Pamela pun langsung melihat jam ditangan nya sudah menunjukkan jam 4 sore.
"Iya mah, Pamela hampir lupa. Apa keynan, om Rey dan tante Rani sudah datang?" tanya Pamela masih terhubung dengan mama ratih.
"Baru sampai juga mereka, tadi Rey kerja dulu dan ijin pulang awal."
"Ya udah mah, Pamela usahakan segera pulang."
"Hati-hati nanti pulang nya." kata mama Ratih kemudian menutup telepon nya.
Sebelum nya Pamela ingin merencanakan acara ulang tahun kecil kecilan buat anak semata wayang nya tapi hari ini ternyata Pamela disibukkan dengan banyak nya pasien yang berobat di UGD. Bahkan sebelum berangkat kerja Pamela sudah berjanji untuk pulang cepat namun hingga jam hampir setengah lima sore belum pulang juga padahal mau mampir ke toko beli mainan buat kado Alvin. Pamela pun langsung menemui dokter Arnett yang berjaga di UGD bersama nya.
"Sorry doctor I can't work overtime today, I have to go home early because it's my son's birthday today." kata Pamela saat bertemu dokter anettt meminta ijin pulang cepat dengan alasan anaknya sedang ulang tahun.
"Are you serious about having kids? wow.....i can hardly believe it because you are so young and beautiful." dokter Arnett hampir tak percaya jika Pamela sudah memiliki anak karena usianya yang masih muda dan terlihat cantik dengan body yang ramping seperti belum pernah melahirkan.
"Yes I am serious doctor Arnett even my child is 4 years old." Pamela menyakinkan dokter Arnett yang hampir tak mempercayai nya kemudian Pamela mengambil ponsel milik nya kemudian menunjukkan foto Alvin bersama nya di wallpaper ponsel nya.
Dengan mata berbinar saat dokter Arnett melihat foto Alvin yang imut dan menggemaskan langsung percaya kalau Pamela sudah memiliki anak.
"You should celebrate your son's birthday if I become a doctor Pamela also wants to celebrate it. happy birthday to doctor Pamela's son." kata dokter Arnett kemudian memeluk Pamela sebentar dan menyuruhnya segera pulang ke rumah dan merayakan ulang tahun anaknya karena dokter Arnett ikut turut bahagia.
"Thank you doctor Arnett, I'm sorry to go home." pamit Pamela kemudian pergi.
__ADS_1
Pamela berjalan dengan langkah terburu buru menyusuri lobi rumah sakit karena memilih keluar lewat pintu utama rumah sakit. Karena yang ada dipikirkan Pamela adalah tidak ingin membuat alvin kecewa oleh sebab itu Pamela ingin memberikan beberapa mainan buat alvin sebagai hadiah ulang tahun nya namun tiba-tiba tubuh Pamela menabrak seseorang hingga membuat dirinya jatuh. Sangat ingin bangun ada uluran tangan yang ingin membantunya.
"Sorry sir I didn't pay attention while walking." ucap Pamela setelah berdiri dan dibantu seorang laki-laki saat akan bangun.
"I'm also sorry for being in a hurry. Ok my name is Richard." ujar laki-laki tadi dengan memperkenalkan diri. Richard memiliki body tinggi tegap putih dan tampan tentunya karena memang keturunan bule. Kalau di lihat sepertinya Mr. Richard juga seorang dokter dan terlihat masih muda tapi Pamela seperti baru melihat nya.
"Sorry mr Richard I still have business." pamit Pamela karena sudah sore takut Alvin menunggu nya.
"Oh oke....be more careful the way." kata Richard megingatkan Pamela untuk lebih hati hati kalau jalan.
"Thank you mr Richard I'm sorry." ucap Pamela kemudian melangkah pergi karena sudah jam 5 sore. Mata Richard tidak lepas dari pandangan nya saat melihat Pamela berjalan terlihat dari jauh punggung Pamela hingga hilang di balik pintu. Richard tersenyum saat terlintas nama dr. Pamela Ridhliani yang sempat melihat nya di nama tag snelli atau jas Putih dokter.
"Pamela Ridhliani, her name and person are also beautiful, very beautiful." gumam Richard sambil menerus kan langkah nya yang terhenti karena kejadian tadi.
Pamela keluar dari toko mainan dengan membawa 2 paper bag besar yang semua nya berisi mainan. Untung nya setelah keluar dari pintu keluar rumah sakit Pamela langsung dapat taksi kemudian meminta sopir taksi tadi untuk mengantar nya ke toko mainan terdekat. Seakan tidak ingin membuang waktu Pamela pulang naik taksi lagi agar cepat sampai rumah karena hari sudah mulai gelap.
"Alvin..." sapa Pamela saat mendekat ke Alvin setelah meletakkan paper bag nya di atas meja.
"Oh mommy sudah pulang, tuh lihat bawa apa tuh!" tunjuk mama Ratih selalu mengajak Alvin berbicara dengan bahasa Indonesia namun Alvin tidak tertarik masih cemberut.
"Hey mommy is home Alvin, let's hug mommy." kata Pamela sambil merentangkan kedua tangan ke depan.
Masih belum juga terlihat mood Alvin masih cemberut, Pamela menarik tangan mama Ratih sedikit menjauh dari Alvin.
"Mah kenapa dengan Alvin tiba-tiba murung?" tanya Pamela.
"Tadi mama dan Alvin pergi ke taman bawah itu terus Alvin melihat beberapa anak seusia nya sedang bermain ditemani papah mereka, hingga salah satu anak itu mendekati Alvin dan menanyakan papah Alvin yang nggak pernah ikut bermain dengannya." jelas mama Ratih. Pamela jadi bingung harus mengatakan apa kepada Alvin mengenai ayahnya. Hal yang tak pernah terlintas di pikiran Pamela terjadi juga.
"Happy birthday Alvin. Hey look, mommy brought a new toy for Alvin." bujuk Pamela namun Alvin tidak bergeming kemudian Pamela meraih tubuhnya untuk dipeluk.
__ADS_1
"Alvin has daddy?" tanya Pamela dan muka Alvin langsung berbinar.
"Seriously mommy, alvin has a daddy. Where is daddy now, mommy?" tanya Alvin membuat Pamela bingung harus buat alasan apa untuk anaknya.
"Daddy sedang bekerja ditempat yang jauh sekali jadi belum bisa menemui Alvin." sambung mama Ratih saat melihat Pamela kebingungan mencari alasan.
"Yeeey Alvin punya daddy.... yeeey..." akhirnya terdengar suara Alvin dengan riang nya sambil melompat-lompat setelah melepas pelukan Pamela. Mama Ratih melihat nya pun ikut bahagia, cucu nya kembali ceria kemudian mengambil kue yang belum terpotong.
"Okay can we eat the cake now." suara Pamela.
"Alvin doesn't like cake." jawab Alvin pelan.
"Why??..." tanya Pamela heran.
"Alvin wants the toy that Mommy brought." jawab Alvin sambil menunjuk paper bag yang di atas meja.
"Okay......" Pamela memberikan paper bag itu kepada Alvin, kebahagiaan terpancar saat Alvin membuka 2 paper bag itu secara bergantian yang berisi mainan semua.
"Mela, mamah seneng lihat Alvin bahagia seperti itu." kata mama Dewi.
"Iya mah, mela juga senang melihat nya meskipun Mela harus berbohong." Pamela pun memeluk mama Ratih.
"Tante Rani titip salam sama kamu." kata mama Ratih.
"Oh iya mah, kenapa mereka pulang cepat?" tanya Pamela.
"Om Rey ada urusan lain terus takut kemalaman nanti kalau tunggu kamu pulang." jelas mama Ratih.
Pamela pun mengerti karena memang jauh perjalanan mereka saat mengunjungi apartemen Pamela. Pamela pun menemani Alvin bermain sambil membaca buku sedangkan mama Ratih pergi ke kamar nya untuk istirahat.
__ADS_1