
Akhir dari perjuangan Pamela sebagai dokter magang sekarang gelar dokter sudah melekat di diri Pamela. Rasa syukur Pamela bisa melewati titik perjuangan demi cita cita nya meskipun tanpa seorang ayah yang mendampingi nya kini Alvin dan mama Ratih yang jadi semangat nya.
"Selamat sayang akhirnya kamu jadi dokter beneran." ujar mama Ratih karena senang.
"Iya mah, terima kasih selalu mensuport mela dan menjaga Alvin." ujar Pamela memeluk erat mama Ratih sementara alvin sibuk bermain game.
Sebelum nya acara pelepasan dokter magang atau koas di diadakan di Aula diklat rumah sakit yang di hadiri semua dokter senior maupun baru, mereka mengucapkan selamat telah menyelesaikan masa koas nya. Bahkan perusahaan menawarkan sebagai karyawan rumah sakit kepada dokter magang seperti yang ditawarkan kepada Pamela.
"Congratulations Pamela, now you are a doctor, not an intern anymore." ucap direktur rumah sakit dr. Albert memberi selamat kepada Pamela dan rekan sesama koas yang lain.
"I am impressed with your performance during your internship here." dr Albert memuji kinerja Pamela yang sangat baik.
"Thank you Mr. Albert, I am happy to study in this biggest hospital." jawab Pamela setelah menerima jabatan tangan dari seorang direktur rumah sakit royal Melbourne hospital.
"After this you meet mrs Laura in the hospital staffing section, the hospital hopes you will join because the hospital needs a doctor who has the potential like Pamela's doctor." kata dr. Albert meminta Pamela menemui bagian personalia untuk bergabung di rumah sakit bukan sebagai dokter magang lagi.
"Thank you for your appreciation to me, I will gladly accept it." jawab Pamela merasa senang mendengar pernyataan dari dr. Albert.
Setelah memberi selamat kepada dokter magang tuan Albert meninggal kan tempat aula diklat, kemudian para dokter yang sudah mendampingi para koas pun saling memberi selamat.
"Selamat mela, bagaimana dengan penawaran tuan Albert bahwa rumah sakit membutuhkan dokter yang berpotensi seperti kamu." ujar dokter Hendra saat menyalami Pamela.
"Iya dokter, sebenarnya saya juga belum tahu setelah ini mau bekerja di mana? tapi mendengar tuan Albert meminta saya untuk bergabung dengan rumah sakit ini merupakan suatu kehormatan bagi saya." jelas Pamela.
"Sama seperti ayah mu, saya juga bangga sama kamu Pamela. Orangnya pantang menyerah dan berusaha dengan baik pasti kedua orang tua mu sangat bangga." kata dokter Hendra.
"Benar dokter Hendra papah saya pasti bahagia jika melihat saya sudah menjadi seorang dokter seperti yang diharapkan nya." ucap Pamela dengan menundukkan kepala.
"Maksud kamu, papah kamu sudah tiada? maafkan saya mela sudah mengingatkan kembali." ucap dokter Hendra merasa menyesal.
"Tidak apa apa dokter Hendra ada mama yang selalu mensuport Mela bahkan dokter lah yang selalu banyak membantu saya selama koas." kata Pamela dengan tersenyum.
"Itu tidak masalah mela, welcome to the Royal Melbourne Hospital." kata dokter Hendra sambil menepuk bahu mela lembut dua kali.
"Thank you doctor Hendra." ujar Pamela kemudian mereka ikut bergabung bersama yang lain.
__ADS_1
Pamela benar benar bersyukur ada dokter Hendra jika tidak ada mungkin merasa sendirian di rumah sakit ini seperti halnya teman sesama magang Pamela yang semuanya dari negara berbeda. Tapi dengan otak cerdas dan kepintaran nya tidak menyulitkan selama belajar atau magang.
__________
Beberapa minggu kemudian, Pamela sudah resmi menyandang sebagai dokter dan sekarang sudah menjadi karyawan rumah sakit. Semenjak memutuskan untuk bergabung di Royal Melbourne hospital, semua dokter menyambutnya terutama dokter yang berdinas di Emergency.
Hari pertama Pamela sift malam membuat Alvin merengek tidak mau ditinggal kan tapi setelah di bujuk akhirnya mau.
"Alvin, Mommy has to help people if someone is in need, that's why Mommy has to go to work." bujuk Pamela saat Alvin enggan ditinggal pergi kerja.
"Alvin wants to sleep with Mommy." rengek Alvin.
"Tonight Alvin sleeps with grandma, okay." bujuk Pamela dengan mengelus kepala Alvin.
"Ya Alvin bobok sama oma, besok pulang kerja mommy beliin mainan baru. Okay." mama Ratih ikut membujuk Alvin akhirnya Alvin menganggukkan kepala.
"Good boy....." kata Pamela kemudian mencium kening Alvin dengan lembut kemudian berangkat bekerja.
Sejak saat itu Alvin sudah terbiasa ditinggal kerja Pamela saat dinas malam. Memang tidak mudah bagi Pamela harus membagi waktu antara kerja dan Alvin tapi ini bukan hal baru sebelumnya. Alvin sudah terbiasa ditinggal kuliah dan selama koas, entah kenapa sekarang Alvin menjadi lebih manja.
"Huh! sangat melelahkan malam ini." gumam Pamela sambil membuang napas saat menyandarkan tubuh nya di kursi yang berada di kantin.
Sebelum pulang Pamela menyempatkan pergi ke kantin untuk istirahat sejenak sambil memesan minuman hangat dan setelah nya akan ke kampus lamanya untuk mengurus beasiswa nya untuk melanjutkan kuliah nya lagi dan mengambil dokter spesialis karena saat wisuda Pamela merupakan mahasiswi terbaik dan mendapatkan beasiswa.
"It's quite tiring, doctor tonight" suara perawat nency yang berdinas bersama Pamela.
"Yes, Miss Nancy but I'm happy that tonight's service has no critical patients even though it's crowded." balas Pamela saat Nancy tiba-tiba menghampiri nya dan duduk di kursi sebelahnya. Pamela merasa senang meskipun ramai tapi tidak ada pasien yang sampai kritis.
"I'm happy to know Pamela's doctor because I like Indonesia, even Hendra is an Indonesian doctor." Pamela memicingkan matanya saat mendengar Nancy mengatakan menyukai Indonesia.
"Have you ever been to Indonesian?" jawab Nancy.
"Yes I've been to Indonesia because my mother is from there, aku suka makan nasi goreng buatan Indonesia." kata Nancy membuat Pamela terkejut ternyata bisa bahasa Indonesia meskipun terlihat wajah bulenya.
"Seriously Miss Nancy, you can speak Indonesian?" tanya Pamela penasaran.
__ADS_1
"Yes i can but not very fluent, dokter Pamela saya pamit pulang karena sudah waktu nya." pamit Nancy sambil melihat jam yang di tangan nya.
"Oke Nancy selamat berlibur." balas Pamela sebelum Nancy pergi, kerena hari ini jatah libur untuk Pamela setelah sift malam yang terakhir tapi tidak dipungkiri jikalau di emergency membutuhkan dokter saat kekurangan tenaga pasti akan datang.
Pamela beranjak dari kursi duduk nya kemudian pergi melangkah untuk pulang saat akan keluar dari pintu seseorang memanggil nya.
"Hi, good morning doctor Pamela." sapa Richard saat berjumpa dengan Pamela.
"Good morning doctor Richard." balas Pamela saat melihat Richard dengan mengenakan jas dokternya.
Ternyata mr Richard seorang dokter. batin Pamela.
"Is the night service over? Want to have breakfast with me? " kata Richard melihat wajah Pamela seperti nahan kantuk.
"No thanks doctor Richard, I happened to have breakfast." jawab Pamela dengan sopan saat Richard mengajak untuk sarapan bareng dengan nya.
"Oh okay next time I want to eat and chat with Pamela's doctor." balas Richard.
"Okay doctor Richard I'm sorry to go home." Pamela tidak ingin mengobral terlalu lama dengan Richard karena akan pergi mengurus beasiswa di kampus nya dulu.
Setelah Pamela sudah pergi, Richard pun segera pergi saat melihat jam ditangan nya karena pagi ini akan melakukan tindakan operasi.
Sesampainya di Universitas of Sydney, Pamela langsung menemui Mr. Edward untuk mengurus beasiswa nya yang rencana nya akan mengambil spesialis.
"Thank you mr. Edward for helping me take care of this scholarship." Pamela sangat senang dengan beasiswa nya ini.
"You deserve this scholarship miss Pamela because of your intelligence." ucap Mr. Edward.
Sepulang dari kampus Pamela langsung pulang karena Alvin pasti sudah menunggunya. Pamela mampir dulu ke toko kue dulu sebelum pulang ke apartemen nya. Lusa Pamela sudah mulai kuliah sambil kerja.
_
_
...Hai...... othor datang lagi, maaf kan yang tak up karena othor lagi deadline juga di dunia nyata huhuhu......
__ADS_1
...Mungkin berapa bab kedepan othor akan menceritakan kehidupan Pamela dulu, semoga othor dimaafkan Terima kasih 😊🤗...