Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Acara Promnight (2)


__ADS_3

Vino, Dika dan Andreas datang saat acara sudah dimulai. Mereka terlambat datang karena menunggu Vino yang ketiduran.


FLASHBACK ON


Drrrt Drrrt Drrrt


Vino terbangun karena ponsel nya berdering. Saat membuka ponselnya ternyata puluhan kali Dika dan Andreas menelepon nya.


"Huh dah jam berapa sih." Vino memperhatikan jam di layar Ponselnya menunjukkan pukul 8 malam.


"Gila! tidur gue selama itu dari tadi siang." gerutu Vino lalu ponselnya kembali berdering ternyata Dika yang menelepon.


"iya kenapa?" tanya Vino


"Vin jangan bilang elo baru bangun." suara Dika jauh diseberang sana.


"Sorry gue emang baru bangun, sudah pada mau pergi?"


"Gue sama Andreas nunggu elo lah kalau jatmiko dah pergi duluan, kan dia OSIS."


"Iya deh gue ikut pergi, gue mandi dulu. Kalian nunggu gue dimana?"


"Dekat bengkel Milenium, mobil Andreas mogok jadi kami nunggu elo tak tau nya ditelpon masih molor." suara Dika terdengar kesal.


"Iya, gue buruan mandi." kata Vino kemudian menutup telepon nya.


Setelah mandi, Vino bergegas turun ke bawah ternyata orang tuanya sedang pergi, pantas nggak ada yang membangunkan nya.


FLASHBACK OFF


Malam ini vino hanya memakai kemeja kotak lengan panjang dengan celana jeans hitam dan sepatu kets nya terlihat tampan dan cold, Andreas dan dika juga terlihat keren.


"Gila dah rame benget." ujar Dika.


Vino langsung mendekat ke meja barista untuk memesan minuman alkohol yang sudah beberapa bulan tak menyentuh nya.


"Woi langsung aja tuh Vino." kata Andreas saat melihat Vino sudah menegak segelas minuman beralkohol.


"Malam ini kita have fun." seru Dika duduk disebelah Vino dan ikut memesan minuman beralkohol.


Dari kejauhan meisya memperhatikan Vino yang asyik menegak minuman beralkohol itu. Andreas dan Dika sudah bergabung dengan yang lain di dekat panggung DJ sementara jatmiko ke carikan dengan Pamela.


Kesempatan gue beraksi. batin meisya lalu memanggil orang yang dibayar nya untuk menaruh obat di minuman Vino.


"Hai Vin, nggak ikut gabung sama mereka." tanya cowok yang disuruh meisya.


"Malas gue mending disini." jawab Vino sambil menyesap rokok ditangan nya.


"Bagi api dong gue nggak bawa pemantik." kata cowok tadi pura pura lalu mengeluarkan sebatang rokok dan menyalahkan pemantik ke ujung rokoknya.

__ADS_1


Saat Vino lengah dengan cepat cowok tadi langsung memasukan obat kedalam minuman Vino.


''Thank you Vin, gue mau bergabung dengan yang lain." pamit cowok tadi menunjukkan rokok nya.


Semakin malam semakin seru bahkan sebagian sudah ada yang pulang. Vino kembali menegak minuman alkohol nya hingga dirinya merasa aneh. Meisya mendekat ke Vino dengan pakaian yang sangat sexy.


"Hei Vin, elo dah mabuk deh." tanya meisya manja.


"'Bukan urusan elo." jawab Vino dengan mata menyala.


"Lo kenapa sih vin? gue suka sama elo vin!" kata meisya, Vino hanya diam saja namun tiba-tiba meisya ingin ke toilet karena ingin buang air kecil.


Sial harus ke toilet dulu, mana sih mereka?. gumam meisya kerena sudah kebelet sedangkan teman teman meisya sudah ada yang mabuk.


Vino merasa aneh dengan dirinya tubuhnya terasa panas. Tanpa berpikir panjang Vino meninggal kan tempat nya tadi lalu ke resepsionis untuk memesan kamar hotel karena tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini, meskipun hotel ini milik Keluarga nya. Dengan langkah sedikit sempoyongan Vino jalan ke tempat resepsionis.


"Mba mau cek in ada kamar kosong?" tanya Vino dengan setengah sadar.


"Maaf mas hari ini kamar full tapi ada kamar 311 dilantai 4 kalau mau ini kuncinya" kata petugas resepsionis yang tidak tahu ternyata Vino anak pemilik hotel.


"Ya mba nggak masalah, saya ambil." lalu Vino mengeluarkan kredit card-nya setelah membayar Vino mengambil kunci kamar dari petugas resepsionis.


Setelah memesan kamar hotel Vino pergi ke lantai empat dengan jalan masih sempoyongan dan tubuhnya terasa panas.


Entah karena efek terlalu mabuk atau gimana Vino membuka pintu kamar hotel tanpa melihat nomor kamar.


Setelah selesai tugasnya Jatmiko menghampiri Pamela namun Jatmiko tidak melihat Pamela ditempatnya membuat Jatmiko cemas dan khawatir. Jatmiko langsung pergi ke parkiran hotel memastikan Pamela pulang.


"Tadi di sana duduk di sofa itu, lah kemana dia?" kata Bona.


"Kemana Mela? kami suruh tunggu di sini?" Desi jadi ikut cemas.


"Serius kalian tidak lihat kalau Pamela pergi." tanya Jatmiko memastikan.


"Gue nggak lihat..." kata Bona.


"Baiklah....." kata Jatmiko kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Nampaknya Miko khawatir banget sama Mela, eh gimana nih kita harus cari Mela?" ajak Desi


"Tunggu kita telepon Mela dulu" Desi mencoba menghubungi Mela namun tidak diangkat.


"Nggak diangkat sama Mela." kata desi


"Gimana dong gue takut terjadi apa apa sama dia."


"Ya udah kita cari ke parkiran sapa tau dia nunggu di sana." Bona berharap Pamela di parkiran karena tadi waktu berangkat satu mobil dengan mereka.


Desi dan Bona bergegas mencari ke tempat tempat di bagian hotel ini. Sementara jesy dan kawan nya sedang asyik minum.

__ADS_1


"Gimana dah elo antar Pamela?" tanya jesy.


"Tenang mungkin obat nya juga dah bereaksi." jawab Wati.


"Elo cepat hubungi sepupumu itu, cepat datang ke sini." suruh jesy.


"Iya nih gue dah hubungi dia katanya sudah otw sih." jelas wati.


"Kunci kamar elo titipkan di resepsionis kan?" tanya jesy.


"Iya lah...." jawab wati.


"Oke kita have fun malam ini." seru jesy mengajak kawannya berjoget dekat panggung DJ.


Sudah semua tempat Desi, Bona dan Jatmiko mencari Pamela di sekitar hotel namun nihil tidak menemukan Pamela.


"Mudah mudahan Pamela pulang ke rumah, kita pulang juga yuk." jelas Desi berharap Pamela pulang ke rumah.


"Ya udah kita tunggu kabar dia besok." jawab Bona sambil menghubungi Pamela namun tetep tak diangkatnya akhirnya Bona mengirim beberapa pesan ke handphone Pamela.


Jatmiko selain khawatir juga kesal karena gagal malam ini ingin menyatakan perasaannya kepada Pamela. Jatmiko kemudian duduk di kursi dekat barista dan memesan minuman.


"Jesy tuh lihat Jatmiko minum sendirian." tunjuk nia.


"Kesempatan elo tuh dekati dia sana." suruh Wati.


"Oke gue samperin dia." dengan PeDe nya jesy menghampiri Jatmiko namun Jatmiko keburu pergi.


"Mau kemana Miko?" tanya jesy


"Mau pulang kenapa?" tanya balik Jatmiko.


"Gue mau nemani elo minum." kata jesy menarik lengan Jatmiko.


"Gue mau pulang toh acara nya juga dah selesai." jawab Jatmiko kemudian pergi meninggalkan jesy. Sebelum pulang Miko bertemu Dika dan Andreas karena mereka mau ikut pulang bareng, mereka berpikir Vino meninggalkan nya saat ponsel Vino susah dihubungi.


''Ih susah banget sih dekati dia, untung ganteng." gumam jesy kesal lalu bergabung kembali dengan teman nya.


Beberapa saat setelah nya kekesalan juga dirasakan oleh meisya. Bagaimana tidak kesal setelah balik dari toilet, Vino sudah tidak ada ditempat nya berada.


"Sudah lah jangan kesal terus." bujuk Siska teman nya Meisya.


"Vino masih aja dingin sama gue, padahal malam ini gue akan membuat Vino tidak lepas dari gue." meisya menyambar minuman Siska.


"Eh minuman gue." kata Siska, meisya meminumnya hingga tandas


"Elo pesan lagi tuh."


"Dah pulang yuk dah selesai acara nya." ajak susi.

__ADS_1


Susi dan Siska membawa pulang meisya meskipun sama sama minum tapi Susi masih bisa menyetir mobil.


__ADS_2