
Jatmiko semakin tidak bisa menghapus rasa cinta kepada Pamela meskipun cinta bertepuk sebelah dan tidak mungkin juga mendapat kan Pamela karena sudah menikah dengan Malvino yang merupakan sahabat nya.
Ancaman dari Adhyaksa membuat Jatmiko gelisah karena dirinya yang sudah memutuskan menjadi dokter. Jatmiko teringat akan ucapan Bona saat pertemuan di restoran itu, wanita yang menyukai nya namun Jatmiko tidak melihat nya sebagai wanita tapi sebagai teman.
Ceklek
Saat pamela membuka pintu ruangan yang biasa di gunakan istirahat dokter, pamela melihat jatmiko sedang bercumbu dengan seorang wanita entah dengan perawat atau karyawan rumah sakit ini yang pasti pamela tidak ingin mengganggu jatmiko saat ini. Jatmiko tersentak saat melihat pamela masuk ke ruangan ini saat dirinya sedang bersama wanita.
"Maaf, aku tidak akan mengganggu kalian." kata pamela memutar tubuhnya ingin keluar namun pintu itu langsung ditahan jatmiko.
Wanita yang bersama jatmiko langsung pergi saat jatmiko menyuruhnya meninggalkan ruangan itu.
"Aku masih ada urusan, biarkan aku keluar." kata pamela.
Sebenarnya pamela tidak menyangka jatmiko berbuat seperti itu di lingkungan rumah sakit meskipun ruangan itu ruangan khusus untuk para dokter yang ingin istirahat seperti pamela yang ingin istirahat di tempat itu usai tindakan.
"Kamu berpikir pasti aku pria yang suka mempermainkan wanita." ucap jatmiko melihat pamela berusaha keluar dari ruangan itu.
"Aku tidak tahu kamu sedang istirahat di sini." kata pamela karena berpikir sedang menjalin hubungan dengan bona sahabat nya saat tanpa sengaja melihat nya di sebuah restoran.
"Aku minta maaf sudah menjadikan ruangan ini seperti ruangan privat ku." ujar jatmiko.
Jatmiko tahu jika ketahuan berbuat asusila akan dikenakan sanksi pelanggan kode etik kedokteran.
"Aku mengerti tapi bukan urusan ku, hanya saja? jangan lakukan lagi di ruangan ini."
"Aku....." tangan jatmiko meraih tangan Pamela.
Pamela terdiam dengan sikap jatmiko yang tiba-tiba memeluk Pamela dengan erat, mungkin tak seharusnya dia lakukan karena jatmiko mengungkap kan perasaan yang sudah lama di pendam nya.
"Jangan begini miko." ucap Pamela lirih.
"Sebentar Pamela aku ingin seperti ini." jatmiko enggan melepas pelukan nya.
__ADS_1
"Aku sudah menikah miko, tolong!! jangan seperti ini."
"Aku tahu Mela, biar kamu tahu aku tidak bisa melupakan mu."
Deg
Pamela merasakan jika miko masih menyukai nya meskipun pernah menolak saat menyatakan perasaannya waktu sekolah dulu..
"Aku mungkin pria bodoh yang mencintaimu tanpa kamu tahu meskipun kamu pernah menolak ku dengan alasan kamu tidak bisa bersama ku karena satu hal yang tidak aku ketahui namun semuanya aku tidak mempedulikan itu dan membiarkan mu pergi itu kesalahan ku, hingga akhirnya aku menemukan mu sudah bersama dia. Apa kamu mempermainkan aku, Mela?" jatmiko mengungkapkan seluruh isi hatinya.
"Kamu menikah dengan lelaki brengsek yang sudah menghancurkan masa depanmu." imbuhnya.
"Tutup mulut mu miko, pria brengsek itu sahabat mu, bukan? dan yang kamu lakukan seperti ini lebih buruk dari nya." Pamela mencoba melepaskan pelukan jatmiko.
"Apa kamu mencintai nya, Mela."
"Cukup Miko!" Ucap Pamela lirih
Dari balik pintu seseorang mendengar namun mengurung kan niatnya untuk membuka pintu karena terlalu menyakitkan jika melihat nya lebih dalam. Ya, vino terlihat kecewa atau lebih tepat nya cemburu karena yang vino pikirkan memang benar adanya jika sahabat ini memendam rasa dengan wanita yang di cintai. Tanpa berpikir panjang vino meninggalkan tempat itu beserta paper bag yang tadi di bawa nya.
"Jangan kau sakiti sahabat ku." serunya.
Deg
Dekapan tangan Jatmiko langsung mengendur dan seketika Pamela mendorong Jatmiko.
Pamela keluar dan melihat sebuah paper bag teronggok di depan pintu seketika hati nya langsung teringat Vino. Dengan langkah terburu-buru Pamela mencari Vino namun tidak melihat nya, dalam hati Pamela sangat yakin jika Vino yang datang itu.
Pamela berusaha menghubungi vino tapi tidak di jawab oleh nya. Perasaan bersalah Pamela semakin besar jika Vino melihat dirinya di pelukan pria lain dan berusaha ingin menjelaskan kesalahan paham ini namun tubuh Pamela yang kelelahan tiba-tiba menjadi lemas.
Beberapa saat Pamela terbangun sudah ada di sebuah ruangan.
"Ah aku di mana?" tanya Pamela setelah sadar dari pingsan nya kemudian bangkit dari tempat tidur memilih duduk.
__ADS_1
"Kamu di ruang perawatan Mela." terdengar suara Ranti meskipun hubungan Ranti dan Pamela renggang tapi Ranti tidak egois melihat orang pingsan butuh pertolongan karena sudah tugas dokter.
"Ran, apa yang terjadi?"
"Kamu pingsan di dekat lift Mela, dan dokter Raymond yang membawa mu kesini." jelas Ranti.
Pamela terlihat terdiam entah apa yang sedang dipikirkan yang pasti kepikiran Vino, sudah salah paham dengan dirinya.
"Maaf, aku sudah menjauh dari kamu, padahal aku nggak tahu kehidupan mu dulu." ucap Ranti tulus berdiri di depan Pamela yang masih bingung dengan pikiran nya.
"Aku juga minta maaf Ran." mereka akhirnya saling berpelukan, mereka tidak akan ada rahasia dan kembali berteman.
"Ah iya, aku ada kabar baik buat kamu." ucap Ranti memperlihatkan senyum nya.
"Selamat Mela, kamu sedang hamil." lanjut nya dengan senang.
Melihat ekspresi Pamela yang tidak terkejut membuat Ranti penasaran.
"Koq kamu nggak kaget sih." tanya Ranti karena Pamela terlihat murung.
"Sebenarnya hari ini aku ingin memastikan nya tapi......" Pamela menitikkan air mata antara bahagia dan sedih karena yakin vino sedang kecewa dengan dirinya. Sebenarnya Pamela sudah menyadari jika diri nya hamil karena seorang medis akan mengerti tanda orang hamil seperti apa.
"Aku ikut senang Mela atas kehamilan mu." Ranti menyerah kan hasil USG.
"Terima kasih Ran." tangan Pamela meraih selembar kertas itu.
Mungkin kabar gembira ini akan di buat kejutan untuk vino namun diri nya sudah membuat vino kecewa.
Jatmiko merasa bersalah dengan sikapnya yang tiba-tiba ingin memeluk Pamela. Apa yang sudah jatmiko lakukan memang salah karena hanya akan membuat Pamela membenci dirinya. Entah kenapa setiap mengingat ancaman ayah nya jatmiko ingin melepaskan apa yang sudah dipendam dalam hati nya. Bahkan jatmiko sudah membuat kecewa sahabat nya tanpa Pamela ketahui tapi mengingat yang dikatakan Pamela tadi seakan Pamela sudah mengetahui hubungan dirinya dengan bona.
"Ahk......" teriak jatmiko sambil mengacak rambut nya kemudian menghisap sebatang rokok, entah sudah berapa kali ia menghabiskan puntung rokok.
"Kamu pasti membenci ku Mela. Mungkin itu yang terbaik untuk ku agar aku bisa lepas dari bayang mu." batin jatmiko dan matanya terus menerawang ke atas menampakkan langit cerah di atas rooftop rumah sakit.
__ADS_1
Hanya pria bodoh yang mengharapkan cinta yang tidak mungkin dimiliki tapi bagi jatmiko cinta pertama adalah yang susah untuk dilupakan.