Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Kita Masih Bisa Berteman Asal Bersamamu


__ADS_3

Keringat bercucuran membasahi tubuh Pamela saat mimpi buruk yang baru di alami saat tidur malam membuat nya langsung terbangun.


"Ah..........." Pamela langsung membuka mata karena dada nya terasa sesak seperti ada yang menimpa nya ternyata tangan Vino memeluk erat dirinya saat tidur.


Pamela menyingkirkan tangan Vino dengan perlahan kemudian turun dari tempat tidur untuk mencari air minum yang biasa nya di siapkan sebelum tidur.


Pamela duduk di sofa sambil memikirkan mimpi nya tiba tiba Vino mengalami kecelakaan dan bertemu kedua orang tuanya yang sudah meninggal.


Setelah sudah tenang pikiran nya Pamela kembali tidur di sebelah Vino.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Vino.


"Nggak papa kita kembali tidur lagi." ucap nya.


Mereka kembali menyelam ke bawah alam sadar untuk melanjutkan tidurnya.


Pagi hari Pamela terlihat kurang tidur dan saat di meja makan terlihat tidak nafsu untuk sarapan.


"Koq kamu nggak makan sih yang?" tanya Vino.


"Aku sudah kenyang Vino." jawab nya.


"Kamu hanya makan sedikit sayang, bukan nya pagi ini ada tindakan operasi katamu?"


"Nanti aja vino, aku mau antar Alvin ke depan dulu." Pamela mengantar Alvin karena waktunya berangkat sekolah sudah di tunggu pak ujang.


Vino teringat sepulang kerja Pamela muntah muntah sebelum nya makan dengan lahap sore itu.


Vino hanya melihat Pamela makan sedikit dan minum jus apel buatan bi asih.. Keributan kecil itu tak luput dari perhatian mama Dewi.


"Vino! mama mau tanya sama kamu?" tanya mama Dewi saat Pamela tidak ada di samping nya.


"Tanya soal apa mah." jawab Vino.


"Pamela terlihat kurang sehat atau jangan jangan tiap malam kamu suruh ngelayani keinginan kamu terus."


"Tuh mama tahu!" jawab nya santai kemudian pergi meninggalkan meja makan terlihat mama Dewi kesal.


"Ish anak kurang ajar!" kata mama Dewi kesal.


"Mama pun pagi-pagi tanya nya aneh aneh, urusan mereka lah soal itu." ucap tuan antoni.


"Mama lihat Mela seperti kurang istirahat dan kecapean."


"Mela lebih tahu keadaan dirinya mah, dia kan seorang dokter."


Mendengar kata suaminya, mama Dewi menjadi tenang.


Pukul 10 pagi, Pamela yang ada jadwal operasi hari ini sudah mempersiapkan diri karena pasien yang berusia masih sangat muda harus mengalami gangguan jantung dan terpaksa harus di lakukan tindakan ablasi jantung dengan membuat sayatan di bagian leher kemudian di pasang kateter di bagian pembuluh darah menuju ke jantung.

__ADS_1


"Bagaimana persiapan operasi sudah ready." tanya Pamela yang sudah lengkap memakai baju Scot khusus yang sudah steril lengkap dengan masker dan hand glove.


"Untuk semua peralatan sudah siap dok tinggal nunggu dokter anastesi." jawab salah satu perawat yang akan ikut menjadi operator di ruang operasi setidaknya butuh 5 asisten saat melakukan tindakan operasi.


"Hari ini jadwal dokter sugeng sudah di kasih tahu ada operasi hari ini."


"Sudah dok, tapi beliau belum terlihat apa kita tunggu 5 menit lagi."


"Oke, saya tidak mau di undur operasi ini karena kondisi pasien yang tidak bisa di tunda lagi."


"Baik dok."


Sudah lima menit berlalu dokter sugeng belum terlihat membuat Pamela frustasi.


"Bagaimana ini?" tanya salah satu perawat ke sesama perawat yang lain


Disaat Pamela sedang frustasi karena dokter anastesi yang jadwal hari ini berhalangan hadir tiba-tiba datang dokter pengganti.


Sangat terampil dan cekatan jika di lihat dari cara melakukan tindakan berbeda dengan dokter anastesi lainnya namun Pamela tidak menyadari jika dokter itu adalah jatmiko.


Setelah pasien sudah di alam bawah sadar karena pengaruh obat dari dokter anastesi akhirnya Pamela menjalankan peran nya untuk melakukan tindakan operasi pada pasien itu. Jatmiko memperhatikan cara Pamela melakukan operasi dengan baik dan tidak terlalu terburu bahkan Pamela di bilang dokter kompeten dalam menangani pasiennya saat di meja operasi.


Setelah kateter terpasang dan operasi selesai Pamela merasakan pilu di hatinya saat melihat pasien dengan usia masih sangat muda mengalami aritmia jantung.


Pamela keluar dari ruang operasi tidak melihat dokter anastesi itu entah bagaimana pun Pamela bersyukur operasi nya berjalan lancar. Setelah menanyakan ke salah satu perawat jika pengganti dokter sugeng adalah dokter baru bernama Dokter jatmiko.


Kepala Pamela langsung teringat nama seseorang. Jika benar dokter yang dimaksud itu adalah jatmiko bahkan Pamela ingin memastikan nya sendiri.


Keluar dari ruang operasi saat akan ke ruangnya tanpa sengaja melihat jatmiko sedang terlibat obrolan dengan dua dokter terlihat akrab.


"Dokter Mela......" panggil salah satu dokter itu yang bernama Rendra yang merupakan dokter internis.


Pamela menoleh saat dirinya dipanggil, terlihat jatmiko memalingkan muka nya saat Pamela menghampiri mereka bertiga.


"Oh ya dokter Mela, kenalkan dokter anestesi baru di rumah sakit kita. Dia teman baik saya sewaktu kuliah dulu." ucap dokter Ferdi spesial urologi.


Pamela tersentak ternyata jatmiko benar seorang dokter dan pasti nya akan menjadi rekan kerja seprofesi.


Jatmiko tersenyum tipis saat Ferdi menyebut namanya di hadapan Pamela.


"Selamat bergabung dokter." ucap Pamela dengan senyum.


"Terima kasih." balas jatmiko akhirnya menatap Pamela.


"Dokter Rendra, Silahkan di lanjutkan bincang-bincang nya saya permisi." pamit Pamela karena merasa canggung dengan jatmiko.


Pamela meninggalkan ketiga dokter itu terdengar kembali obrolan diantara mereka.


Saat akan pulang Pamela tanpa sengaja melihat jatmiko duduk di taman.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu merokok?" tanya Pamela mengagetkan jatmiko sedang duduk di taman menikmati rokok karena terdapat bekas puntung rokok di bawah kaki nya.


Jatmiko langsung membuang rokok nya di bawah kaki kemudian menginjak nya dengan sepatu. Jatmiko tidak ingin terbawa suasana saat bertemu dengan Pamela meskipun hati nya masih ada rasa tapi wanita di sukai nya ini sudah milik orang lain.


"Kamu tahu dari mana aku di sini?" tanya jatmiko dingin bahkan tidak menatap Pamela.


"Tanpa sengaja melihat mu di sini jadi aku penasaran." jawab Pamela.


"Segitunya kamu penasaran sampai menghampiri ku ke sini."


Pamela di buat canggung oleh jatmiko, meskipun demikian tapi Pamela menepis rasa keraguan di dalam hati nya berharap bisa berteman baik seperti dulu.


"Mungkin......." jawab Pamela ikut duduk dalam sebelah jatmiko.


"Aku mengira kamu tidak akan mengenal ku setelah menjadi dokter. Karena aku tahu itu impian mu." tanya jatmiko.


"Menjadi dokter atau tidak bukan berarti melupakan semuanya karena menurut ku kita tidak bisa memutar waktu apa yang pernah kita lalui saat itu." jelas Pamela.


Jatmiko langsung terdiam karena di dalam hati nya ingin memutar kembali masa masa sekolah dulu jika Pamela tidak terkena musibah itu mungkin hati nya tidak terluka hingga sekarang.


"Mungkin saja kamu membenciku?" sarkas Pamela.


"Tidak ada alasan aku membencimu karena kita tidak pernah menjalin kasih." ucap jatmiko datar.


Pamela langsung terdiam dan menyesal mengatakan soal itu.


"Aku tidak mengira jika yang menjadi rekan ku di ruang operasi tadi pagi, kamu?"


"Aku hanya dokter pengganti karena hari ini pertama aku mulai kerja belum ada jadwal." jelas jatmiko pandangan mata nya lurus ke depan tanpa melihat Pamela.


"Aku nggak tahu langsung mengiyakan saat dokter sugeng meminta ku untuk mengganti dirinya karena beliau berhalangan hadir. Ternyata itu jadwal operasi kamu." pungkasnya.


"Ya awalnya aku prustasi karena baru kali ini dokter sugeng terlambat dari jadwal." ujar Pamela.


Pamela menyadari jika jatmiko menjaga jarak antara mereka.


"Maaf jika aku pernah membuat mu kecewa." ucap pamela sebelum beranjak pergi.


"Mela......" panggil jatmiko.


"Ya....... "


"Apa kita bisa berteman seperti dulu." ucap jatmiko, Pamela hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Mungkin dengan begitu jatmiko bisa dekat lagi dengan Pamela dan mencoba menepis perasaan cintanya yang dulu telah lama terpendam.


"Dan akhirnya kamu memilih dia, Mela. Aku bisa apa?" batin jatmiko melihat Pamela pergi.


Selain teman dan kedepannya mereka akan menjadi partner kerja jika berada di ruang operasi.

__ADS_1


__ADS_2