
Kriing Kriiing Kriiing
Pamela terbangun saat terdengar alarm jam dari ponselnya menunjukan pukul 6.15, Pamela beranjak dari tempat tidurnya langsung ke kamar mandi. Setelah pulang dari rumah sakit Pamela menyempatkan untuk belajar hingga larut malam. Keluar dari kamar mandi Pamela segera memakai baju seragam sekolah nya, setelah rapi Pamela langsung berangkat sekolah takut terlambat bahkan tidak menyempatkan untuk sarapan mengingat mama nya sedang menemani papa firman yang rawat di rumah sakit.
"Pak, taksi......" tangan Pamela menghentikan taksi takut terlambat jika harus naik bis. Meskipun ada mobil tapi Pamela lebih senang naik kendaraan umum bisa sambil belajar.
"SMA tunas Sakti pak...." kata Mela sama pak sopir taksi setelah duduk di kursi penumpang taksi.
"Baik non...."
Meskipun terlihat tua tapi pak sopir taksi tadi sangat lihai mengendarai mobil taksinya.
"Terimakasih pak...." Mela menyerahkan selembar uang merah sama pak sopir taksi itu.
"Maaf non nggak ada uang kecil soalnya saya belum ada penumpang lain, baru non pagi ini." kata pak sopir taksi.
"Nggak usah kembalian nya pak, untuk bapak aja." jawab Pamela dengan tersenyum.
"Terima kasih ya non." kata pak sopir taksi sebelum melajukan mobilnya.
Untung nya belum terlambat ke sekolah, Pamela harus berterima kasih sama pak sopir taksi karena kalau terlambat pasti kena hukuman sama pak johan yang terkenal guru killer.
"Mela....." pagi seseorang saat Mela melewati koridor menuju kelasnya.
"Iya....." jawab Mela saat menoleh ternyata Jatmiko yang memanggil nya.
"Baru sampai?" tanya Jatmiko.
"Iya tapi hampir saja gue terlambat."
"Lain kali gue jemput, biar nggak terlambat."
"Terima kasih nanti ngerepotin elo?"
"Gue suka di repotin sama elo."
"Hah, maksudnya..." tanya Pamela penasaran.
"Maksud gue kalau ada waktu mau kan pergi sama gue?" kata Jatmiko terlihat serius.
"Hhhmmm.....gue nggak janji, maaf gue ke kelas dulu." pamit Mela saat ingin melangkah tangan Mela di tarik sama Miko.
"Mel, gue berharap elo ada waktu." kata Miko dengan memegang tangan Mela. "Mela hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum lalu pergi menuju kelasnya, Jatmiko merasa senang melihat Pamela tersenyum ternyata ada sepasang mata yang tidak suka melihat Jatmiko dan Pamela.
Elo sudah mengambil semua nya, awas saja akan ku buat kau menderita. batin jesy
Selain membenci Pamela yang selalu mengalahkan nilai nya tapi juga sudah merebut perhatian Jatmiko, sejujurnya jesy menyukai Jatmiko karena sepupunya meisya yang sudah ada gebetan lain kalau tidak, jesy tidak mau bersaing dengan sepupunya itu.
"Mel elo mau ikut kan?" tanya Bona saat melihat Mela masuk ke kelas.
"Iya mel, elo mau ikut ya." Desi pun ikut angkat bicara.
"Woi ini kenapa sih kalian berdua?" tanya Mela penasaran.
__ADS_1
"Mela gue denger sekolah kita mau mengadakan promnight loh, ini kan kesempatan gue mendekati bambang tamvan itu." kata Bona sambil senyam senyum.
"Ingat ujian sudah didepan mata jangan mikir cowok terus." kata Mela.
"Teman-teman...." teriak bagas ketua kelas. "Minggu depan sekolah mengadakan promnight dan acara nya katanya di hotel Moresta, yang mengikuti nya kelas XI dan XII." jelas bagas.
"Serius nih? awas kau kalau bohong." kata wati
"Percaya sama gue, lihat di papan pengumuman sana kalau tak percaya." kata bagas menyakinkan.
"Iya deh Bagaskara, gue percaya." kata wati jutek.
Ini kesempatan gue buat Pamela hancur. batin jesy entah apa yang akan direncanakan oleh jesy dan kawannya.
"Oke Pamela Ridhliani, elo harus ikut." Bona masih menyakinkan Mela untuk ikut ke acara promnight.
"Lihat aja nanti gue belum tahu." ujar Mela.
"Masih minggu depan Bon belum sekarang siapa tahu Mela bisa ikut, lagian om firman masih dirawat Bona." Desi menarik hidung Bona.
"Auh....Desi najis ya." umpat Bona kesal saat hidung nya ditarik Desi.
Semua merasa bahagia setelah mendengar berita akan diadakan acara promnight tapi bagi Pamela itu hanya membuang waktu karena menghadapi ujian kelulusan lebih penting untuk menentukan masa depan. Acara promnight ini adalah usulan dari teman teman di OSIS sekalian serah terima jabatan ketua OSIS dan jajarannya.
Flashback on
Selesai upacara semua anak OSIS berkumpul di ruangan OSIS, terutama Jatmiko sebagai ketua OSIS sekarang yang sebentar lagi akan diserahkan jabatan nya.
"Mik, elo sudah nemu pengganti elo yang cocok sebagai ketua OSIS." tanya ryan sebagai sekertaris di OSIS.
"Hhmm gue dah nemu calonnya semoga pilihan gue bener." jawab Jatmiko.
"Seperti yang dibilang pak kepala sekolah tadi apa elo ada rencana?" tanya Ryan tapi Jatmiko hanya diam saja.
"Gimana kalau kita mengajukan acara promnight pengganti camping" usul Eko
"Wah bener banget tuh gue setuju, gimana menurut kalian?" tambah Yudi
"Boleh juga tuh ntar kita umumkan calon kandidat untuk anggota OSIS sekalian walaupun acara resminya pas upacara bendera nanti." Ryan memberi gagasannya.
"Biar gue bisa ngedate sama pacar gue juga." celetuk Jojo.
Jatmiko sambil berpikir mungkin kesempatan acara promnight itu akan menyatakan perasaan nya pada Pamela.
"Terserah kalian selama acaranya tidak melanggar norma yang berlaku, buat pengajuan ke kepala sekolah dan sebagai anggota OSIS kita akan membantu mengawasi jalannya acara itu." jelas Jatmiko karena tidak ingin nama OSIS nya tercoreng selama menjabat.
"Gimana yang lain setuju nggak?" tanya Eko kepada anggota OSIS lainya yang hadir di situ.
Setelah semua anggota OSIS menyetujui, akhirnya Ryan sebagai sekertaris membuat pengajuan tertulis yang ditunjukkan ke kepala sekolah, ternyata pengajuan mereka disetujui kepala sekolah dan di dukung oleh para guru dengan catatan tidak melanggar norma agama.
Flashback off
Di atap gedung Vino, Andreas dan Dika sedang nongkrong sambil menikmati sebatang rokok yang Vino bawa.
__ADS_1
"Eh gue denger sekolah mau ngadain acara promnight loh di hotel terkenal rencana nya." kata Andreas.
"Tau darimana loh?" tanya Dika balik.
"Lihat di papan pengumuman tadi sebelum gue nyusul kalian." jawab Andreas.
Vino hanya mendengar kan saja, bagi Vino kebebasan di sini tidak seperti di Australia. Karena di Australia Vino sudah mengenal diskotik dan sering minum alkohol bahkan sudah mengenal s*x hingga melakukannya, setelah di Indonesia tuan Antoni selalu mengawasi nya dengan ketat.
"Kalau gue jadi Jatmiko, gue akan menyatakan perasaan ke cewek itu pas acara promnight." kata Andreas.
Vino menoleh mendengar cerita Andreas.
"Siapa? anak mana?" tanya Vino tertarik dengan ucapan Andreas.
"Elo belum pernah lihat Vin, anak IPA." jawab Dika.
"Kenapa Jatmiko tidak nembak cewek itu?" tanya Vino.
"Cewek itu berbeda dari yang lain susah untuk di dekati, anaknya cantik dan pinter lagi. Sudah lama Jatmiko suka sama cewek ini tapi nggak pernah menyatakan perasaan nya." jelas Dika. Vino masih jadi penasaran dengan sosok cewek yang disukai Jatmiko.
"Vin, elo nggak ingin punya pacar? Kan banyak yang suka sama elo, banyak cewek cantik di sekolah ini atau elo punya gebetan lain." tanya Andreas, Vino hanya diam saja.
"Gue lebih suka seperti ini." jawab Vino kembali menyesap rokoknya lalu mengeluarkan asap rokok dari mulut nya. Kata Vino membuat Andreas dan Dika terdiam karena Vino belum lama di sekolah ini jadi masih belum ingin mencari pacar.
"Kau pun sampai sekarang masih jomblo tuh ndre? suka goda cewek cewek aja loh, jangan beri harapan palsu." Tanya Dika karena Andreas terkenal play boy.
"Gue belum nemu yang pas di hati gue, lah! kau pun belum punya pacar juga Dik?" ujar Andreas.
"Punya pacar itu merepotkan menurut gue." jawab Dika spontan.
"Halah... bilang aja lo jomblo juga." tukas Andreas.
"Hahaha...." mereka tertawa bareng.
Meskipun terkenal cogan tapi mereka enggan menjalin pacaran. Ya, alasan nya cukup mereka yang tahu dan pastinya cewek cewek yang narsis atau terlalu heboh saat melihat mereka itu memang norak seperti kata Vino. Lalu mereka pun asyik bermain game dari ponsel nya masing-masing.
Sepulang sekolah Mela menyempatkan diri untuk menjenguk papa nya di rumah sakit.
"Mah.... " panggil Mela saat membuka pintu ruangan rawat inap tuan firman.
"Loh dah pulang anak mama?" tanya mama Ratih.
"Iya mah, bagaimana keadaan papah, mah?" kata Mela saat melihat tuan firman tidur.
"Sepertinya mama harus membawa papah berobat ke Singapura." kata mama Ratih.
"Kapan mah?"
"Mungkin besok rencana nya berangkat, sekalian mama ambil cuti besar."
"Iya mah semoga papah cepat sembuh."
"Mela nggak papa kan tinggal sendirian di rumah."
__ADS_1
"Iya mah demi kesembuhan papah." kata Mela lalu memeluk mama nya.
Semoga papah akan terus bersama kita hingga melihat Mela bisa meraih cita-cita. batin Mela