Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Ada Rasa Dalam Hati Vino


__ADS_3

Setelah keluar dari mall, mama Ratih dan Pamela langsung pulang kerumahnya. Berbeda dengan Vino, bukan nya pulang tapi mobil Vino berhenti di depan rumah Dika.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu membuat Dika berlari untuk segera membuka nya karena sendirian di rumah harus pesan gofood namun dari tadi ditunggu pesanannya belum datang juga padahal perutnya sudah lapar.


"Ya sebentar...." kata Dika lalu membuka pintu rumah nya saat terdengar suara orang mengetuk. "Anjirr...kirain orang antar pesan gofood gue ternyata elo." ujar nya kesal.


"Brengsek lo, gue dikira mas mas antar pesanan." balas Vino membuat Dika tertawa.


"Sorry habis nya gue nunggu pesanan makan gue dari tadi belum datang, perut dah lapar lagi. Masuklah!" Dika menyuruh Vino masuk kedalam rumah nya.


"Thanks...." Vino pun ikut masuk kedalam lalu membanting tubuh nya di sofa ruang tamu.


"Kenapa lo, macam lagi patah hati?" tanya Dika sambil menggoda nya.


"Dik, apa gue terlihat seperti cowok brengsek?" kata Vino dengan muka lesu nya.


"Hahahaha....kenapa lo, ditolak sama Pamela?" tanya Dika merasa geli dengan pertanyaan Vino karena nggak biasa nya dia terlihat kusut.


"Gue dah ke rumah Pamela tapi dia seperti nya tidak menyukai gue, bahkan gue datang nggak diizinkan masuk." jelas Vino.


"Ooh... elo ditolak sama Pamela? heran deh cowok seganteng elo ditolak sama cewek tapi menurut gue sih Pamela memang cantik apalagi punya otak pintar banget pantas aja jatmiko sampai tergila gila sama dia." ujar Dika membuat Vino kesal.


"Tapi dia dah hamil anak gue kalau elo lupa." jawab Vino kesal.


"Hahaha.....kan itu karena kesalahan kalian." ejek Dika membuat Vino semakin kesal.


"Tapi gue dah suka sama dia Dika, bahkan saat gue tahu cewek itu satu sekolah sama kita tanpa gue tahu kalau cewek yang disukai jatmiko ternyata dia." jelas Vino serius.


Tok tok tok


Terdengar suara orang mengetuk kemudian dika cepat membukakan pintu ternyata benar pesanan gofood nya datang.


"Gue makan dulu bro, biar terang pikiran gue." kata Dika dengan membawa makanan yang barusan datang di pesannya.


"Gue harus gimana Dik, menurut elo?" tanya Vino serius.


"Lah menurut hati elo gimana? tapi gini ya, biasanya kalau cewek hamil dan cowok nya menyatakan ingin tanggung jawab pastinya senang kan! nah cewek ini beda dari yang lain biasanya lihat muka elo aja langsung klepek klepek? apa karena dia tidak mengenal dekat sama elo dan tidak ada rasa cinta. Mungkin dia berpikir elo menikahi nya hanya karena kasihan setelah itu elo ceraikan." ujar Dika.


"Soal hati? gue dah mulai suka sama dia." jawab Vino.


"Gue rasa elo harus berusaha bro, buat dia menerima elo, hahaha...." ujar dika langsung memakan ayam goreng nya. "Sorry gue makan, lapar....."


Vino terdiam dengan ucapan Dika yang masuk akal itu untuk berusaha mendekati Pamela. Entah kenapa hati Vino jadi melo gini padahal kalau memang nggak mau menerima tanggungjawab nya seharusnya senang tapi Vino tidak ingin melepas Pamela karena dah mulai suka sama cewek itu, selain cantik tapi juga pintar.


"Jangan lupa besok acara perpisahan sekolah kita. Nah kesempatan elo nemuin nyokapnya Pamela tuh dan minta restunya karena setahu gue bokap Pamela dah meninggal." saran Dika membuat Vino tersenyum senang.


"Thanks kalau begitu gue mau pulang." pamit Vino.


"Enggak nginap lo disini aja, gue sendirian di rumah nih." ujar Dika saat Vino pamit pulang.


"Ogah memangnya gue cowok apaan." balas Vino sebelum keluar dari pintu rumah Dika.


"Najis lo memang nya gue suka pisang." teriak Dika sesaat sebelum Vino menghilang dari balik pintu.


Vino pun melajukan mobil nya menuju ke rumah nya dan berharap besok rencana yang ada di pikirannya berhasil yaitu sesuai saran dari Dika tadi.


Entah sejak kapan gue mulai suka sama elo dan gue yang pertama kali mendapatkan mu seutuhnya. batin Vino di sepanjang jalan pulang.

__ADS_1


______


Di waktu yang bersamaan saat Pamela dan mama Ratih sampai di rumah sepulang dari mall ternyata Desi dan Bona sudah menunggu nya di teras rumah.


"Bona, Desi....." panggil Pamela sedang kan mereka hanya cengar-cengir.


"Lho ada Desi dan Bona, dah lama nunggu disini." tanya mama Ratih.


"Malam tante.... belum lama koq tan kami nunggu nya." jawab Desi, Bona hanya senyam senyum.


"Ya udah kalian masuk dulu sama Mela biar tante ambil barang belanjaan di bagasi mobil." suruh mama Ratih biar Pamela langsung masuk kedalam untuk istirahat.


Mereka pun masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu.


"Habis shoping ya Mel? koq nggak bilang ke kita sih kalau jalan ke mall." tanya bona karena dengar mama Ratih bilang barang belanjaan.


"Sorry tadi mama tiba-tiba ngajak ke mall dadakan buat beli keperluan gue nantinya sekalian beli baju juga ntar kalau perut gue dah membesar kan repot kalau nggak disiapin dari sekarang." jelas Pamela.


"Memang nya kapan elo berangkat Mel?" tanya Desi.


"Rencana besok siang." jawab Pamela.


"What?!....." ujar Bona dan Desi bersamaan.


"Besok kan acara perpisahan sekolah Mel jangan sampai perpisahan kita juga." kata Desi terlihat kaget.


"Ya gue harus nurut mama lah kan mama yang mengurus semua nya." alasan Pamela padahal sebenarnya permintaan Pamela waktu itu untuk mempercepat keberangkatan nya.


"Gue jadi sedih Mel, harus berpisah dengan mu." kata Bona langsung memeluk Pamela.


"Dah jangan sedih toh kita masih bisa telpon atau video call." Pamela membalas pelukan Bona.


"Nanti kalau udah masuk universitas pasti bakal punya kawan baru." balas Pamela.


"Yang pasti kita akan kehilangan kamu Mel, terus siapa yang akan bantu kita kalau ada kesulitan dalam belajar nanti." kata Bona sampai menitikkan air mata


"Hmm... ketahuan deh, tenyata itu kalian berteman sama gue." Pamela memanyunkan bibirnya pura-pura kecewa.


"Nggak gitu Mel, selain pintar elo cantik dan nggak sombong lagi." kata Bona serius takut Pamela kecewa. Bona sebenarnya nya juga cantik tapi Pamela memiliki hidung mancung dengan bibir tipis dan mungil.


"Gue juga senang bisa punya teman seperti kalian yang selalu mensuport gue." Pamela merangkul kedua temannya dan saling berpelukkan.


"Jangan lupakan kami ya Mel, kita pasti akan selalu bersahabat sampai nanti hingga anak anak kita lahir dan selamanya." ujar Desi bersemangat.


Desi dan Bona yakin Pamela pasti akan meneruskan kuliah di negara itu karena selain dia pintar dengan nilai bagus, papa firman juga memiliki asuransi serta uang jaminan hari tuan yang cukup untuk biaya kuliah Pamela kedepannya.


"Sudah sudah nih diminum, tante dah bikin jus buat kalian." mama Ratih datang tiba-tiba dengan membawa membuat mereka mengakhiri pelukan nya.


"Sayang kamu bersih bersih dulu sana nggak baik ibu hamil habis dari jalan jalan nggak langsung mandi atau ganti baju." mama Ratih menyuruh Pamela untuk mandi karena seharian jalan jalan.


"Iya mah..." jawab Pamela langsung pergi ke kamar nya tak lupa membawa barang belanjaan yang dibeli nya tadi siang.


"Kalian mau nginap disini?" tanya mama Ratih.


"Enggak tan, soalnya kita nggak bawa baju ganti apalagi besok acara perpisahan sekolah." jawab Desi.


"Iya tan kita nggak bisa nginap disini, untung nya kita main ke sini jadi tahu Mela berangkat besok." kata Bona.


"Kalau begitu kalian nyusul aja ke kamar Mela, tante mau beres beres dulu buat keperluan besok biar nggak lupa." kata mama ratih karena akan mengemas barang barang yang akan dibawa Pamela nanti. "Kalian sudah makan?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Sudah tan, sebelum kesini tadi." jawab Desi.


"Ya udah tante tinggal ya." selepas mama Ratih pergi, Bona dan Desi menyusul ke kamar Pamela.


Saat Bona mendorong pintu kamar Pamela terlihat Pamela sudah selesai mandi dan memakai baju.


"Sudah selesai packing nya." tanya Desi saat melihat koper besar di kamar Pamela.


"Sebagian udah tapi mama yang packing barang gue biar nggak ada yang ketinggalan." jawab Pamela.


"Besok elo datang kan ke acara perpisahan Mel?" tanya Bona.


"Iya Bona kuuh...." kata Pamela.


"Tumben kalian nggak pergi nyalon, kan besok ada acara disekolah sapa tahu dalam perpisahan ada yang nyangkut di hati kalian." canda Pamela.


"Malas lah karena elo nggak bersemangat ke acara perpisahan." elak Bona yang paling senang pergi ke salon kalau ada acara.


"Mel kita balik ya dah malam besok takut kesiangan besok habisnya semenjak libur sekolah gue selalu bangun siang." pamit Desi.


"Ooh iyalah...." jawab Pamela.


"Iya Mel dah malam." sahut Bona lalu tangan nya mengelus perut Pamela. "Tante cantik pulang dulu ya, calon ponakan baik baik didalam jangan nakal" kata Bona lagi k sambil elus-elus perut Pamela.


"Iya tante cantik dedek bayi baik baik saja." jawab Pamela dengan menirukan suara anak kecil.


Pamela pun mengantar kedua kawannya hingga ke depan rumah.


"Pamit kan sama tante ya Mel, daah... sampai ketemu besok." pamit desi dan Bona.


"Daah..... hati hati Bona bawa mobilnya." teriak Pamela, Bona hanya mengacungkan satu jempol kanannya ke atas.


Setelah kepergian Bona dan Desi, Pamela teringat dengan nasi goreng nya tadi sore yang pesan di bungkus bawa pulang. Saat dua suap tiba-tiba perut Pamela terasa mual.


"Hoek... hoek...." Pamela langsung lari tempat wastafel. Mama Ratih yang mendengar suara orang muntah langsung berlari ke arah Pamela.


"Kamu kenapa sayang?" tanya mama Ratih sambil memijit tengkuk Pamela lalu membawa Pamela duduk ke kursi makan.


"Tadi makan nasi goreng ini mah, baru dua suap langsung muntah padahal tadi makan di sana rasanya baik baik saja perut Pamela." jelas Pamela.


"Apa udah basi ya? tapi kan buat nya waktu kita mau pulang tadi." lalu mama Ratih ikut mencicipi nasi goreng tadi. "Enak koq enggak basi loh mama rasa." tambah nya lagi.


"Nggak tahu mah rasanya pun jadi kurang enak."


"Ya udah kamu langsung tidur aja besok sebelum berangkat kita ke acara perpisahan sekolah mu dulu." suruh mama Ratih.


"Oke... Oh iya mah Mela ingat? jangan lupa beli jus mangga buat perjalanan besok dipesawat biar nggak mual mual nantinya." kata Pamela sebelum pergi ke kamar nya.


"Ooh Oke....nanti mama bawain stok, mama mau siapkan dulu packing nya."


Pamela pun pergi ke kamar nya setelah minum jus mangga yang ada di kulkas kemudian membaringkan tubuh nya di atas kasur lalu mengarungi mimpi indahnya. Apa yang akan terjadi kita tidak akan tahu tentunya dan hanya berharap semoga esok lebih baik daripada hari ini.


_


_


BERSAMBUNG


*** Jangan lupa like dan komentar nya terimakasih........

__ADS_1


__ADS_2