Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Pencemaran Nama Baik


__ADS_3

Pagi hari sebelum berangkat kerja pamela dan Vino menyempatkan untuk sarapan karena pekerjaan membuat mereka terkadang pulang larut malam untuk bisa makan bersama.


"Nyonya waktunya den Alvin berangkat!" suara pak ujang menghampiri mama dewi.


"Oh iya.... Alvin! waktunya berangkat sekolah sayang." gumam mama Dewi.


Pamela langsung menyiapkan tas dan keperluan Alvin.


"Kesayangan mommy, belajar yang rajin ya." ujar pamela sambil mencium pipi Alvin.


"Oke mommy....." Kemudian Alvin mencium tangan Vino.


"Yuk Alvin, pak ujang sudah menunggu tuh." seru mama dewi kemudian mengantar Alvin hingga naik ke dalam mobil.


Sejak tadi tuan Antoni terlihat serius tidak seperti biasanya.


"Terima kasih ma sudah merawat Alvin karena kesibukan pamela." ucap pamela.


"Apa sih Mel, Alvin kan cucu mama jadi wajar dong kalau mama sayang sama Alvin. Apalagi mama tuh seneng banget kalau ada cucu lagi pasti semakin rame rumah ini." ucap mama dewi sambil melirik Vino.


"Apaan sih mah, mang gampang bikin nya. Mama tenang aja kita lagi proses adik nya Alvin koq." balas Vino. " Ya kan sayang......" Vino menoleh ke pamela yang sudah merona wajahnya.


"Vin, aku ambil tas dikamar dulu." pamit pamela karena malu.


Pamela langsung naik ke lantai dua ke kamar nya karena tidak ingin terlihat malu oleh mama Dewi dan tuan Antoni.


"Vino! ikut keruangan kerja papa." kata tuan Antoni meninggal kan meja makan.


Vino menghampiri tuan Vino yang sudah menunggu di ruang kerja merasa bingung dengan sikap papa nya yang tidak seperti biasanya.


"Apa maksudnya ini Vino?" tanya tuan Antoni sambil menyerahkan sebuah tab ke Vino.


Dengan sigap Vino meraih tab itu dan terkejut ketika melihat dirinya masuk berita.


"Papa minta penjelasan soal itu kenapa kecolongan dengan berita sampah seperti itu." kata tuan Antoni dengan tegas


"Pah ini nggak benar." elak Vino karena merasa tidak ada hubungan dengan wanita itu.


"Jangan membuat pamela kecewa."


"Iya pah, Vino akan membereskan masalah ini secepatnya."


"Jangan kira papa tidak ikut mengawasi perusahaan lantaran sudah tidak lagi memegang perusahaan, jika ada sesuatu yang menyangkut perusahaan atau keluarga."


"Iya pah, Vino berangkat kerja."


Vino pamit dan meninggal kan tuan Antoni karena pamela sudah menunggu nya.


Sesampainya di kantor Vino langsung mengecek kebenaran berita itu.


"Menurut kamu, siapa yang membuat berita murahan ini farhan?" tanya Vino sambil memperlihatkan di laptop nya.


"Saya akan menyelidiki nya bos sepertinya ada seseorang yang tersinggung atau tidak menyukai anda bos."


"Bagaimana mereka tahu saya memiliki anak di luar nikah."


Farhan tampak diam berpikir karena di artikel berita selain Vino memiliki anak di luar nikah dan menjalin hubungan dengan wanita yang tak lain adalah sarah, terlihat jelas foto sarah dan Vino di suatu restoran.


!

__ADS_1


"Dilihat dari tempat dan kejadian seperti nya di Jerman waktu itu. Berarti memang ada yang mengikuti bos, apakah nona sarah mengetahui itu?"


"Apa kamu sudah menghubungi sarah, farhan?"


"Belum bos, tapi saya akan mencari orang yang memasukkan berita ke media ini."


Vino menyandarkan kepala nya di kursi karena hal yang di takutkan jika pamela tahu dengan berita ini.


"Bagaimana dengan istri bos?"


"Itu yang saya khawatirkan farhan."


"Secepatnya saya akan beritahu sama bos."


"Saya tahu kamu bisa diandalkan farhan." Kemudian Farhan meninggalkan ruangan Vino.


Vino melonggarkan dasinya karena pikiran nya ke pamela. Beberapa saat kemudian farhan kembali menemui Vino di ruangan nya.


"Maaf bos, nona sarah tidak bisa di hubungi dan pihak media tidak bisa menyebutkan orang yang sudah melaporkan artikel berita itu kemungkinan orang itu bukan orang biasa."


"Berapa yang mereka inginkan?"


"Mereka enggan membuka suara mengenai orang itu dan nomor nona sarah masih belum bisa di hubungi bos atau ini ada kaitannya dengan nona sarah?" tanya farhan karena sejak awal sudah mencurigakan dengan dalih investasi.


"Tapi saya baru mengenal nya bahkan kamu tahu sendiri ketika kita menemuinya."


"Iya juga sih bos tapi sasaran nya cuma bos disini."


"Jika sarah menghubungi kembali kita ikuti permainan nya farhan, saya yakin sarah belum kembali ke Jerman bahkan syarat yang ia ingin kan akan aku penuhi."


"Apa sebaiknya anda membatalkan perjanjian kerjasama dengan nona sarah bos."


"Baik bos kalau begitu."


"Ya sudah kamu hentikan berita itu dari sekarang, saya tidak ingin membuat istriku kecewa."


"Mengenai soal itu sudah dibereskan bos. Kita meeting sekarang bos sudah ditunggu diruang rapat."


"Baiklah."


Vino masuk ke ruang meeting diikuti farhan.


Bukan farhan nama nya jika tidak bisa diandalkan, beberapa saat kemudian farhan sudah mendapatkan laporan dari orang suruhan untuk mencari informasi.


"Bos......" kata farhan


"Bagaimana farhan."


"Ada yang sengaja membuat berita tentang bos dan nona sarah benar ada kaitannya. Nona sarah sudah akan meninggalkan Indonesia hari ini." jelas farhan.


"Biarkan sarah pergi dan cari tahu siapa orang yang membuat artikel berita bodoh ini."


"Ini yang didapat dari orang suruhan saya bos, pihak media tidak mau dengan cara halus tapi orang suruhan ku meretas jaringan mereka." kata farhan dengan menyerah kan data seseorang.


Vino sedikit terkejut karena data dan foto yang diberikan farhan tidak asing menurut nya.


"Dia anak pertama dari perusahaan Hartawan group tapi cita-citanya seorang dokter dan........."


"Saya tahu siapa dia farhan." sahut Vino.

__ADS_1


Vino yakin motif pencemaran nama baik nya karena Indra menyukai Pamela.


"Bagaimana soal Alvin, bos? saya yakin wartawan akan mencari keberadaan Alvin."


"Kita harus mencegah nya karena saya tidak mau Alvin jadi terganggu."


"Siap bos.......


_____________


"Mel, kamu tau nggak ada berita tentang direktur kita?" kata Ranti saat makan siang di kantin rumah sakit.


"Berita apaan sih?" tanya Pamela di sela makan nya.


"Hah! kamu enggak tahu Mel?"


"Belum buka ponsel sih."


"Nih... kamu baca sendiri." kata Ranti sambil menyerah kan ponsel nya.


Setelah melihat berita itu Pamela terkejut tapi sebisa mungkin menyembunyikan nya dari Ranti rasa kecewa Pamela saat mengetahui berita itu.


"Ternyata pak Vino sudah punya pacar bahkan sudah pernah memiliki anak." gumam Ranti tidak tahu jika Pamela hatinya kacau dengan berita itu.


Pamela hanya terdiam saat Ranti berbicara panjang lebar mengenai berita itu bahkan rasanya sudah tidak bernafsu untuk makan lagi.


"Kamu kenapa Mel? koq nggak makan bukan nya itu makanan favorit kamu." tanya Ranti heran.


"Tiba-tiba perutku rasanya tidak enak."


"Oh.....


"Ranti aku pergi ke apotik dulu kurasa perut aku bermasalah nih." pamit nya.


"Ya sudah aku juga sudah selesai makan nya koq."


Mereka bersama meninggalkan kantin dan sampai di lobi sebelum poliklinik Pamela berdalih ingin ke apotik. Bukan nya ke apotik tapi Pamela memilih pergi ke ruangan dokter untuk menenangkan hatinya.


"Selamat siang dokter mela." sapa salah satu dokter jaga yang dinas pagi.


"Selamat siang dokter Ratna."


"Mau istirahat dok? silahkan." ucap dokter Ratna.


"Loh dokter mau kemana?"


"Saya mau ke ruangan paviliun anak dok, ada pasien kejang kejang"


"Iya dok, saya mau istirahat sebentar di sini....


Ruangan sepi setelah dokter Ratna pergi akhirnya Pamela merebahkan tubuhnya di kursi single terlihat nyaman bahkan Pamela memejamkan mata karena tidak ingin mengingat berita itu.


Drrrt drrrt drrrt


Ponsel Pamela yang berada disaku nya bergetar sesaat mata nya sudah terpejam.


"Halo dokter, di tunggu di ruang operasi dok ada pasien cito seperti nya mengalami bypass jantung."


"Oke..... hubungi dokter anestesi saya segera datang.

__ADS_1


Pamela bergegas menuju ke ruang operasi baginya nyawa seseorang lebih penting daripada memikirkan masalah nya itu.


__ADS_2