Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Saat sang mentari menerpa dibalik celah kaca jendela, sepasang manusia masih tertidur lelap. Entah sudah berapa kali mereka melakukannya bahkan mereka melakukan nya tanpa pengaman malam itu. Entah kenapa mereka bisa satu ruangan dan melakukan hubungan intim malam itu. Dan pagi ini masalah hidup mereka akan dimulai dari sini.


Pamela membuka matanya perlahan lalu mengerjap-erjap untuk menyesuaikan silau sinar mentari yang menerpa pada kedua netra nya ketika dia bergerak Pamela merasakan sakit pada pada intimnya hampir semua tubuhnya terasa remuk.


Kedua netra nya membulat dengan sempurna begitu melihat seorang laki-laki yang terbaring disampingnya dengan posisi memunggunginya tampak terlihat dada bidang nya. Sebelum Pamela berteriak bayangan tadi malam seketika Berkelebat di kepala nya.


Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi kemaren malam padanya. Pamela teringat setelah datang ke acara lalu mengambil minuman dari pelayan kemudian tiba-tiba merasakan pusing di kepala nya disertai tubuhnya yang terasa seperti terbakar dan di bagian intim terasa berdenyut. Setelah bangun sudah ada di sebuah ruangan dan tanpa busana hanya selimut yang menutupinya.


Pamela duduk memeluk lututnya sambil menangis merutuki dirinya karena kebodohan nya sendiri telah memberikan keperawanannya pada laki-laki yang belum dikenalnya. Tangis Pamela semakin terisak kala teringat papah nya yang berjuang untuk kesembuhan penyakitnya. Pamela menarik selimut untuk menutupi tubuhnya namun saat melihat bercak darah di sprei kasur hatinya tambah hancur. Menangis pun percuma tidak akan mengembalikan keadaan akhirnya Pamela menapak kaki nya ke lantai kemudian memungut baju nya yang berserakan lalu ke kamar mandi.


Pamela berpikir harus cepat pergi dari tempat terkutuk ini dengan diam diam, Pamela keluar dari kamar hotel sebelum lelaki yang tidur itu terbangun.


Vino terbangun karena merasakan kering tenggorokan.


DEG


Vino kaget saat melihat bercak darah di sprei itu dia berpikir berarti cewek ini yang pertama kali nya tapi kenapa dengan dia apa yang sudah terjadi padanya kemarin malam bisa di tempat ini. Vino terdiam di atas kasur dan mencoba mengingat apa yang terjadi kemaren malam selain dia minum alkohol seperti ada yang mengasih sesuatu dalam minuman nya.


"Shitt!! kenapa gue bisa sama cewek?" gerutu Vino kemudian beranjak ke kamar mandi. Vino mengabaikan pikiran nya kemudian pergi ke kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya di bawah air dari kran shower namun pikiran tertuju pada gadis yang sudah bersama nya tadi malam.


"Sebenarnya siapa cewek ini?" gumam Vino membiarkan tubuhnya tersiram air.


Vino menyudahi mandinya lalu memungut baju nya dan memakai kembali kemudian meniggalkan kamar hotel itu.


____________


Pukul 11 siang pamela memutuskan pulang ke rumah nya saat akan membuka pintu rumah ternyata papa firman sudah ada di ruang tamu.

__ADS_1


"Pah, kapan papa pulang?" tanya Mela menghampiri tuan firman yang duduk di sofa ruang tamu.


"Belum lama sampai, kamu dari mana?" tanya papa firman saat melihat Pamela terlihat lelah.


"Mela dari tempat Bona pah, Mela nginap di rumah Bona. Bagaimana kondisi papah sekarang" jelas Pamela untungnya.


"Kondisi kesehatan papa dah berangsur-angsur membaik." jawab tuan firman.


"Mama dimana pah?"


"Ada, tadi di dapur."


"Baru pulang sayang?" sahut mama Ratih.


"Iya mah, Mela ke kamar dulu ya pah mah" pamit Mela lalu menaiki tangga lantai dua menuju kamar nya dengan wajah terlihat pucat.


"Maafkan Mela pah, mah, tidak bisa menjaga kehormatan Mela." Mela mengguyur tubuhnya cukup lama dan sudah berkali-kali memakai sabun ke tubuhnya namun masih belum cukup akhirnya Mela menyudahi mandinya saat merasa kedinginan. Setelah mandi, Mela memilih untuk tidur di kamarnya.


"Mela..." panggil mama Ratih namun tak ada suara menyahut kemudian masuk kedalam kamar Mela yang tidak terkunci.


"Mela kamu sakit sayang?" tanya mama Ratih menghampiri Pamela yang berbaring di tempat tidur dengan kepala menyandar di kepala ranjangnya.


"Mela nggak apa apa mah..." Pamela menoleh saat mama nya duduk di pinggir ranjangnya.


"Kamu kenapa? ada masalah dengan teman teman mu." tanya mama Ratih. Pamela memeluk mama nya dengan erat.


"Nggak ada mah, Mela kangen sama mama dan papa." jelas Mela dengan senyum menyembunyikan kesedihan nya.

__ADS_1


"Mela boleh cerita sama mama kalau ada masalah."


Mela belum bisa cerita sekarang mah. batin Mela.


"Ya udah sekarang kita makan dulu mama dah siap masak kesukaan papa sama kamu." ajak mama Ratih.


"Mela tidur aja mah, sudah makan di tempat Bona." bohong Mela.


"Baiklah kalau Mela memilih tidur deh, mama dan Papa mau makan siang." kata mama Ratih lalu keluar dari kamar Pamela.


Pamela kembali menitikkan air matanya sesaat mama Ratih keluar dari kamar nya. Rasa penyesalan dan kesedihan Mela bercampur apalagi melihat papa dan mama nya seakan dirinya sudah memutuskan harapan kedua orang tuanya.


Mela membuka ponsel nya setelah seharian belum di sentuh nya. Banyak notifikasi pesan dan telepon dari nomor Desi dan Bona. Pamela pun menekan nomor Desi.


"Halo...." kata Pamela saat terhubung dengan Desi dari ponsel nya.


"Mela, lo dimana sekarang?" tanya Desi diseberang jauh sana.


"Gue di rumah, sorry gue pulang tak bilang sama kalian." kata Mela dengan suara sedikit parau.


"Syukur lah kalau di rumah karena semalaman kami khawatir sama elo. Kenapa suaramu Mel, seperti habis nangis? om firman baik baik saja kan."


"Gue baik baik saja, papah dah kembali dari Singapura tadi pagi."


"Ya udah ntar malam gue sama Bona ke rumah elo."


Setelah mematikan teleponnya, Pamela tertidur hingga menjelang malam dan benar saja Bona dan Desi datang ke rumah Pamela. Meskipun mereka teman dekat tapi Pamela belum siap menceritakan apa yang sudah terjadi padanya mungkin butuh waktu yang tepat. Pamela menyemangati diri sendiri agar tidak terpuruk dan ingin mengejar cita-cita sesuai harapan nya dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2