
Sebulan kemudian di rumah sakit terkenal di jakarta.
"Dokter Mela ada pasien VVIP hari ini baru masuk yang akan di lakukan cek CT scan." kata perawat yang bernama Delima.
"Dan ini status rekam medis nya dok." kata suster Delima sambil menyerahkan status rekam medis itu.
Pamela menerima status rekam medis itu kemudian memeriksa nya.
"Ini pasien dokter reza ya, suster" tanya Pamela.
"Iya dok, ini pasien lama dokter reza sebelum pensiun dan pasien ini merupakan orang penting." jelas suster Delima.
"Baiklah." kata Pamelas saat mendengar penjelasan suster Delima tadi berarti dia harus hati hati jangan sampai menyinggung nya dalam memberikan pelayanan. Sebelum visit Pamela mengecek status rekam medis pasien nya terlebih dulu.
Pukul 9 pagi Pamela pun melakukan visit di ruang VVIP terlebih dahulu. Ketika masuk di ruang pasien VVIP tersebut terlihat pria paruh baya terbaring lemah dan di sebelah nya wanita paruh baya tapi masih cantik duduk terlihat usianya sama dengan Mama Ratih dan seorang pria berdiri mungkin asisten tuan Antoni.
"Selamat pagi tuan dan nyonya Antoni." sapa suster Delima saat masuk ke ruang VVIP.
"Selamat pagi, oh iya sus kemana dokter reza yas sus?" tanya mama Dewi karena dokter reza tidak memberi tahu kalau dirinya pensiun karena sudah lama tuan Antoni tidak kontrol.
"Maaf nyonya, dokter reza sudah pensiun belum lama ini dan penggantinya dokter Pamela." jelas suster Delima bersamaan dengan Pamela yang baru masuk ke ruangan.
"Perkenalkan saya dokter Mela untuk ke depan nya tuan antoni menjadi pasien saya setelah dokter reza pensiun." jelas Pamela dengan senyum ramah nya.
"Oh ini pengganti dokter reza? masih muda dan cantik." ujar mama Dewi saat melihat Pamela dan Pamela pun hanya membalas dengan senyuman.
Beberapa saat kemudian Pamela melakukan pemeriksaan.
"Suster, tolong catat semua yang saya sampaikan tadi dan segera konfirmasi ke bagian radiologi untuk pengaturan jadwal secepatnya untuk lakukan ct scan tuan Antoni." jelas Pamela.
"Baik dokter" jawab suster Delima.
Pamela pun menjelaskan keadaan tuan Antoni menurut analisanya setelah pemeriksaan dengan ramah dan terlihat mama Dewi senang mendengar nya.
"Terimakasih dokter lakukan yang terbaik untuk suami saya." kata mama Dewi setelah mendengar penjelasan dari Pamela.
"Sama sama nyonya, kalau begitu saya permisi semoga hasil ct scan tuan baik baik saja." ucap Pamela karena ingin melanjutkan visit di ruangan lain nya. Pamela pun pergi meninggalkan ruangan itu.
"Nyonya kalau begitu saya kembali ke kantor." pamit farhan kemudian keluar dari ruangan setelah dokter Pamela.
Memang sudah lama tuan Antoni tidak mau kontrol kesehatan nya bahkan tuan Antoni terkadang masih memantau perusahaan meskipun Malvino yang mengurusnya.
Dalam sebulan Pamela sudah akrab dengan para perawat dan dokter karena keramahan nya meskipun dirinya lulusan luar negeri tapi Pamela tidak tinggi hati. Pamela terkenal dengan dokter spesialis muda dengan memiliki wajah cantik, paket komplit lah orang bilang.
__ADS_1
Tok Tok Tok
Saat pintu terbuka terlihat Ranti yaitu dokter spesialis kandungan datang ke ruangan Pamela untuk mengajak makan siang karena Indra ingin mentraktir mereka. Ranti merupakan dokter baru juga sama seperti Pamela dan kedua nya menjadi akrab sedang kan reza adalah dokter umum merupakan teman sekolah Ranti. Sebenarnya dari awal masuk indra ada rasa dengan Pamela tapi saat ini Indra nyaman untuk berteman dengan Pamela dan sahabat nya Ranti.
"Dokter Mela sudah makan siang?" tanya Ranti.
"Oh belum memang nya kenapa? mau traktir kah?" canda Pamela.
"Indra ngajak makan kita di luar tapi kalau kamu masih ada pasien nggak jadi deh." kata Ranti.
"Wuihh... dalam rangka apa nih?"
"Nggak tahu tuh, mumpung lagi baik hati tuh Indra."
"Okay, saya sudah selesai koq." kata Pamela.
"Sudah siap laporan nya sus?" tanya Pamela kepada asisten nya.
"Sudah dok tinggal bereskan alat nya." jawab perawat Yeni yang menjadi asisten Pamela hari ini di poli.
"Baiklah, kalau begitu saya duluan ya sus." Pamela pun keluar dari ruangan karena sudah ditunggu Ranti.
"Iya dok, silahkan."
_________
Di Perusahaan Damares Group
Malvino harus memimpin rapat jam 8 pagi setelah mengantar papah nya ke rumah sakit dan menyuruh farhan untuk mengurus administrasi nya.
"Selamat siang bos." kata farhan setelah masuk keruangan Vino tanpa mengetuk pintu.
"Bagaimana dengan papah, farhan?" tanya vino
"Sudah ditangani dokter dan akan dilakukan Ct scan."
"Oh, dan siang ini apa jadwal saya."
"Siang ini kita akan bertemu klien dari Singapura dan makan siang di restoran XX." jelas farhan.
"Okay, lalu......" tanya Vino.
"Sepulang ketemu klien akan ada rapat lagi dengan pemegang saham."
__ADS_1
Malvino hanya mengangguk anggukkan kepala saat farhan memberitahu jadwal rapat.
"Baiklah." jawab Vino.
Siang hari malvino dan farhan bertemu dengan klien dari Singapura di restoran yang sudah ditentukan.
Pertemuan dengan klien terbilang sukses kini saatnya Vino kembali ke kantor karena bentar lagi akan ada rapat dengan pemegang saham.
"Terima kasih tuan Malvino senang berkerjasama dengan anda." kata tuan Robert.
"Sama sama tuan Robert." farhan yang membalas karena Vino tidak begitu fokus dengan tuan Robert, ekor mata Vino seperti memperhatikan ke arah lain.
Benar saja tak jauh dari tempat duduk Vino, Pamela dan teman-temannya sedang mengobrol seperti nya sedang menghabiskan makan siang.
"Kenapa bos? seperti nya ada hal yang menarik di ujung sana?" tanya farhan karena Vino terlihat serius memperhatikan, saat farhan mengikuti arah pandangan Vino baru paham.
"Oh itu kan dokter pengganti dokter Reza bos." jelas farhan, Vino masih terdiam.
"Farhan, batalkan rapat hari ini saya harus menjenguk papah." kata Vino membuat farhan kaget karena setelah ini ada rapat dengan pemegang saham.
"Serius bos mau batalkan rapat penting itu." tanya farhan karena tak biasa nya Vino melewatkan rapat apalagi rapat penting.
"Bukan urusan mu." jawab Vino kemudian pergi meninggalkan restoran itu, farhan yang melihat tingkah Vino hanya heran.
Sementara Pamela yang jadi bahan perhatian Vino tidak mengetahuinya bahkan masih asyik makan sambil berbincang bersama Ranti dan Indra.
"Sudah ya sepertinya kita harus kembali ke rumah sakit karena sejam lagi aku ada visit." kata Pamela.
"Oh iya ya dah kelamaan kita, kamu sih Ndra bikin cerita jadi lupa waktu kita." kata Ranti
"Yee...koq aku sih yang disalahkan. Ya udah kita kembali ke rumah sakit sekarang." ajak Indra kemudian mereka meninggalkan restoran itu.
Karena jarang mereka bisa dinas bareng jadi moment ini lah Indra mengajak mereka makan siang bersama.
Pukul 2 siang Pamela jadwal untuk visit, setelah mendengar laporan dari perawat Delima jika hasil pemeriksaan radiologi tuan Antoni sudah keluar jadi Pamela segera memeriksa kondisi tuan Antoni.
"Selamat siang tuan dan Nyonya Antoni bagaimana keadaan tuan sekarang." sapa Pamela ramah terlihat mama dewi sedang mengupas buah dan tuan Antoni duduk di ranjang pasien, namun belum menyadari jika ada Malvino duduk di sofa yang ada didalam ruangan tuan Antoni dirawat.
"Oh ada dokter Mela." jawab mama Dewi.
"Papah, dokter Mela ini yang menggantikan dokter Reza stelah pensiun." jelas mama Dewi sementara tuan Antoni hanya mengangguk saja.
Pamela memeriksa tuan Antoni dengan alat nya dan saat menjelaskan tak sengaja mata Pamela melihat Vino duduk menyandar di sofa dengan tangan dilipat didepan dada. Dengan tenang Pamela segera menjelaskan kondisi tuan Antoni dan hasil radiologi nya agar tidak berlama-lama di dalam ruangan ini, pamela serasa bak maling yang tertangkap.
__ADS_1