Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Perasaan Hati


__ADS_3

Masih di ruang rawat inap Alvin, suasana masih canggung saat Pamela dan Vino berada satu ruangan. Alvin merasa ngantuk setelah minum obat.


"Alvin, om pulang dulu ya..... Semoga lekas sembuh. Om janji setelah Alvin sembuh kita pergi bermain sama om Vino." pamit Vino.


"Iya, om janji ya...." Alvin pun mulai tertidur.


Entah apa yang dipikirkan Pamela mengenai Vino hingga memberanikan diri meluapkan isi hatinya.


"Bukan kah kamu sudah dijodohkan dengan orang tua mu?" tanya Pamela saat Vino akan keluar.


"Akan ku pastikan itu tidak terjadi karena aku mencintaimu." jawab Vino kemudian melangkah keluar namun saat akan membuka pintu Rey dan Rani yang sudah sampai di Indonesia langsung menuju rumah sakit dimana Alvin dirawat disusul Desi dibelakang mereka. Saat mereka masuk Rani dan Rey sempat berpapasan dengan Vino yang akan keluar.


"Mela......" panggil Rani kemudian mereka saling berpelukan dan tangis Rani langsung pecah.


"Tante sudah sampai?" tanya Pamela.


"Mela.....kenapa mbak Ratih cepat meninggal kan kita." kata Rani di sela tangis nya.


"Mama sudah tenang tante, kita ikhlaskan mama biar tenang."


"Iya mi, jangan berlarut sedihnya kasihan Pamela jadi bertambah sedih." rey membujuk istri agar tidak menangis karena Alvin sedang tidur.


"Kamu yang sabar ya sayang, semoga kedua orang tua mu tenang di alam sana." sekali lagi Rani memeluk Pamela.


"Iya tante, Terima kasih sudah datang ke sini." Ucap Pamela namun tidak melihat keponakan nya itu. "Keynan tidak ikut om."


"Keynan tidak bisa ikut Mel karena sekolah nya, dan om sudah titipkan keynan dengan teman om kebetulan anak nya satu sekolah dengan nya." kata Rey.


"Bagaimana keadaan Alvin, Mel?" tanya Rani.


"Alhamdulillah tante, sudah membaik tinggal pemulihan tangan nya pasca operasi." jawab Pamela kemudian menceritakan semuanya ke Rani dan Rey.


"Kamu istirahat aja Mel, biar tante yang jaga Alvin." kata Rani.


"Nggak papa tante, om dan tante istirahat saja pasti capek perjalanan." ujar Pamela.


Desi tidak ingin menggangu kebersamaan Pamela dengan keluarga nya dan pamit pulang. "Mel, aku pulang dulu ya nanti aku datang kembali."


"Iya Des, terima kasih." jawab Pamela saat Desi pamit pulang.


Pamela terduduk di kursi dekat tempat tidur Alvin sementara Rani duduk di sofa bersama Rey. Pamela menceritakan apa yang sudah menimpa mama dan anak nya itu hingga menyebabkan kematian mama Ratih.

__ADS_1


"Semoga polisi memproses jalur hukum pelaku penabrakan itu." ujar Rani.


"Iya tante, Mela juga berharap mendapat hukuman setimpal karena polisi sudah memberi tahu Mela jika si pelaku penabrakan itu sudah di proses jalur hukum karena korbannya bukan mama sama Alvin saja." jelas Pamela dan beberapa hari yang lalu polisi sudah memberitahu tentang pelaku penabrakan itu.


"Om dan tante kalau lapar biar Mela keluar beli makan." tanya Pamela.


"Gak usah biar om dan tante yang pergi beli makan nanti alvin bangun pasti nyari kamu , kami mau pergi ke makam mba Ratih dulu." kata Rani.


"Iya Mel, kamu temani Alvin, sepulang dari makam kami beli makan sekalian buat kamu." ucap Rani.


"Iya tante pakai mobil Mela saja." kata Pamela sambil menyerah kan kunci mobil.


Setelah Rey dan Rani pergi, Pamela kembali menemani Alvin yang berbaring tidur. Pamela tidak ingin berlarut dalam kesedihan setelah kepergian mama nya karena masih ada yang harus di urus dan di jaga yaitu anak semata wayangnya. Beberapa saat kemudian terdengar pintu diketuk saat di buka ternyata Bona yang datang.


"Bona......" sapa Pamela.


"Mela.......aku turut berdukacita, maaf baru bisa menemui kamu." kata Bona terlihat lesu.


"Nggak papa Bona, kamu datang saja sudah membuat ku senang, terimakasih sudah berkunjung ke sini."


"Anak kamu bagaimana keadaan nya Mel?" tanya Bona mendekat ke ranjang tempat Alvin tidur dan betapa kagetnya saat melihat wajah Alvin mirip Vino.


"Yah syukur nya anak aku sudah mulai membaik hanya tangan kiri nya masih pemulihan pasca operasi." jelas Pamela.


"Mel, aku minta maaf waktu pertemuan kita kemaren itu." kata Bona.


Pamela masih menunggu apa yang akan dikatakan Bona selanjutnya.


"Aku sudah memutus kan tidak akan melanjutkan perjodohan ini."


DEG


Pamela kaget apa yang dikatakan Bona tadi. "Apa yang membuatmu ingin membatalkan perjodohan kamu itu? bukankah kamu bilang tidak bisa menghindarinya."


"Aku melihat jika Vino sepertinya sangat menyukai mu."


"Kenapa kamu berpikir begitu bahkan aku......" kata Pamela terhenti.


"Mel, aku ini masih sahabat kamu dan aku tahu Vino menyukai mu apalagi anak kalian begitu mirip dengan Vino. Aku tidak menyangka kalian sama sama belum menikah semoga Vino memang jodohmu Mel."


"Bona bagaimana dengan mu?" tanya Pamela.

__ADS_1


"Kamu jangan khawatir Mel, aku akan selalu mendukung mu."


"Terima kasih Bona." mereka pun saling berpelukan kembali.


Sebenarnya Bona mulai menyukai Vino namun perasaan nya di urungkan karena Vino tidak menyukai nya meskipun orang tua nya menginginkan perjodohan itu tapi hati tidak mungkin di paksa.


Beberapa saat bona pamit pulang, Rani dan Rey datang membawa tentengan makan sepulang dari makam menyempatkan mampir ke restoran.


"Om, tante......" kata Pamela sambil menyuapi Alvin makan setelah bangun.


"Mel ada titipan makan nih dari seseorang katanya buat kamu." kata Rani meletakan paper bag makanan meja.


"Terima kasih tante tapi siapa tante?" Pamela jadi penasaran.


"Kamu buka aja sendiri tante mau ke kamar mandi dulu." Rani masuk ke kamar mandi sementara Pamela masih penasaran.


"Om Rey tau, ini dari siapa?" tanya Pamela.


Rey hanya tersenyum sambil menaikan kedua bahunya dan memilih menemani Alvin.


Karena penasaran Pamela membuka paper bagian itu dan melihat makanan kesukaan nya. Pamela pun membuka makanan itu dan langsung memakannya karena sudah beberapa hari semenjak mama Ratih dan Alvin dirawat Pamela tidak teratur makannya bisa dibilang tidak bernafsu makan hanya kekhawatiran yang menyelimuti hatinya.


Rani melihat Pamela bersemangat makan nya dan duduk di sebelah Pamela.


"Mel apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Rani disela Pamela sedang makan.


"Mela fokus kesembuhan Alvin, tante." jawab Pamela.


"Bagaimana dengan sekolah Alvin Mela nanti jika sudah sembuh sementara kamu harus kembali kerja?" tanya Rani lagi. "Mel, tante juga berharap kamu menikah."


Pamela terdiam mengingat kata mamanya waktu itu untuk menyuruhnya menikah dan sekarang tante Rani pun begitu juga.


"Pamela pasti bisa tante, mengurus Alvin setelah tanpa mama lagi. Jika berjodoh pasti Pamela akan menikah tante." jawab Mela.


"Ya, tante dan om akan menunggu kabar baik nya itu." jelas Rani teringat kata pria itu yang meminta restu darinya dengan sungguh sungguh.


Sepulang dari makam Rani dan Rey bertemu Vino karena sebelumnya farhan memberi tahu mereka jika Vino ingin bertemu. Vino menyuruh farhan untuk mencari tahu tentang Rani dan Rey saat mereka berpapasan di rumah sakit.


Bahkan mata Rani tidak berkedip saat melihat wajah Vino mirip dengan Alvin.


Setelah memperkenalkan diri dengan sungguh sungguh Vino meminta restu Rani dan Rey. Rani tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu Pamela dengan Vino tapi saat bertemu dengan Vino, bahkan Vino akan melamar nya nunggu waktu yang tepat.

__ADS_1


Semoga pria itu tulus dengan Pamela. batin Rani saat mendengar permintaan restu darinya. Bahkan Vino menitipkan makanan untuk Pamela.


Rey masih asyik bersama Alvin. Saat ini tujuan Pamela hanya kesembuhan Alvin dan setelah nya ingin mencari asisten rumah tangga untuk menjaga anaknya dan mengerjakan pekerjaan rumah karena Pamela tahu Rani dan Rey tidak tinggal lama di Indonesia karena harus kembali ke Sydney.


__ADS_2