
"Pah, Bona ingin bicara!" kata Bona.
Sepulang dari cafe bertemu dengan Pamela tadi, Bona langsung mencari papah nya dan menemukan papahnya sedang duduk sambil membaca koran di ruang keluarga.
"Kamu dari mana sayang?" tanya mama Rani.
Tanpa menghiraukan pertanyaan mamanya Bona segera mengeluarkan isi hatinya.
"Pah, Bona tidak mau melanjutkan perjodohan ini." kata Bona.
"Apa!?......" kata tuan Rudi terkejut langsung meletakkan kertas koran nya yang barusan di baca nya begitu juga mama Rani.
"Kamu ngomong apa sih sayang? kan tuan Antoni sudah setuju loh dengan perjodohan ini." jelas mam Rani.
"Tapi mah, Bona tidak ingin meneruskan nya lagi." jawab bona.
"Na, apa yang kamu katakan tadi hanya bercanda kan?" tanya tuan Rudi.
"No pah, I'm not kidding." jawab Bona.
"Na jangan mempermalukan kita dengan Antoni,karena beliau sudah sepakat dan menyetujui perjodohan ini." tuan Rudi mulai emosi.
"Bona tahu pah tapi sebelum dipermalukan kita hentikan perjodohan ini." ucap Bona.
"Maksud kamu apa na?" tanya tuan Rudi.
"I'm sorry pah, Bona ingin istirahat di kamar." Bona masuk ke kamar nya karena merasa lelah.
Masih diruang keluarga tuan Rudi memijat pelipisnya karena bingung dengan keputusan anak nya yang tiba-tiba menolak dijodohkan dengan anak sahabat nya itu. Tuan Rudi kemudian menelepon seseorang dan setelah itu pergi ke kamar untuk istirahat.
Esok hari nya sebelum tuan Rudi pergi ke kantor menyempatkan berbicara dengan Bona mengenai tadi malam.
"Bona, papa sangat berharap kamu menikah dengan Vino berarti ada yang meneruskan perusahaan papa karena Vino merupakan pengusaha muda yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan nya dalam mengelola perusahaan." kata tuan Rudi.
Bona masih terdiam dan hanya mendengarkan apa yang dikatakan papahnya.
"Papah tidak ingin membuat hubungan pertemanan papah dengan Antoni putus hanya karena masalah perjodohan ini. Papah tidak ingin itu terjadi, jadi papa harap kamu memikirkan kembali." lanjut tuan Rudi.
"Soal perusahaan, Bona yang akan meneruskan nya kelak pah tapi kalau soal pernikahan biar Bona yang menentukan." jawab Bona.
Mama Rani hanya memperhatikan perbincangan mereka.
"Sudah pah, sebaiknya papah berangkat ke kantor! sudah siang. Masalah ini kita bicarakan nanti lagi." kata mama Rani lembut.
Tuan Rudi tidak ingin berdebat dengan Bona akhirnya memilih pergi ke kantor karena nanti siang rencana mau menemui sahabat nya itu.
Sebelum nya tuan Rudi menghubungi sahabat yang tak lain Antoni dan di sini lah mereka bertemu di sebuah restoran pada pukul 11 siang.
__ADS_1
"Lama juga kita nggak nongkrong bareng, terakhir kemaren itu bersama istri kita." kata Tuan Antoni.
"Haha..... kita sudah tua berarti ton, karena sibuk mengurus keluarga." jawab tuan Rudi.
"Bisa aja kamu......" ujar tuan Antoni.
"Anton ada yang ingin ku sampai kan padamu soal perjodohan itu." tuan Rudi mulai serius.
"Kenapa dengan rencana perjodohan kita?" tanya tuan Antoni.
"Seperti nya anak kita tidak saling dekat." ungkap tuan Rudi.
"Mungkin sekarang belum suatu saat pasti mereka akan akrab dan saling mengenal." ujar tuan Antoni
"Aku serius ton."
''Ya sudah, lusa kita atur pertemuan atau makan malam lagi jangan lupa mereka harus ikut." ujar tuan Antoni dan yang dimaksud mereka adalah Vino dan Bona.
"Baiklah saya ikut aja deh, Oh ya.....seperti nya aku harus kembali ke kantor nih." kata tuan Rudi.
"Ah iya kamu kan orang sibuk."
"Jangan ngledek....... Kamu enak sudah ada yang nerusin bisnis kamu?" ujar tuan Rudi.
"Lah, bukan nya kamu juga punya penerus anak kamu."
"Tapi kamu malah pengen anak kamu cepat nikah."
"Aku kan usaha ton, cari mantu biar bisa bantu meneruskan perusahaan ku apalagi seperti anak kamu itu. Biar bisa santai seperti kamu."
"Hahaha...... dasar kamu Rud." kata tuan Antoni di sela ketawanya.
Mereka berdua pun menghabiskan pesanan makan mereka, setelah selesai tuan Rudi pergi duluan karena harus segera sampai di kantor nya.
Di rumah sakit.....
Pamela terlihat seperti banyak pikiran karena teringat kata Bona tempo hari itu. Bahkan dirinya sampai tidak menyadari saat Vino sudah di depan ruangan poli nya.
"Dokter Mela, ada pak Vino." panggil perawat Rina namun Pamela masih belum menyadari nya.
"Maaf dok, ada pak Vino." Pamela pun menoleh ke Rina dan sedikit kaget.
"Ada apa Rina?" tanya Pamela.
"Ada pak Vino dokter, apa dokter baik baik saja?"
"Saya baik baik saja Rin....." kata Pamela bersamaan dengan Vino yang masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
"Oh iya dok, saya permisi mau antar laporan ini dulu." kata Rina yang sebenarnya beralasan keluar dan saat melewati Vino, Rina hanya membungkukkan kepala dengan senyum ramah.
"Apa yang membuat mu kesini?" tanya Pamela saat Vino sudah duduk di kursi depan meja Pamela.
"Kamu lupa dengan apa yang sudah kamu katakan tempo hari bahwa kita akan memulai hubungan." kata Vino dengan melipat kedua tangan nya didepan dada.
"Hah.... tapi kita sedang di rumah sakit pak Vino." ucap Pamela kesal.
"Memang nya kenapa kalau lagi di rumah sakit."
"Saya nggak mau semua orang di rumah sakit tahu." Pamela kesal padahal diri nya ingin menghindari Vino agar tidak bertemu.
"Aku nggak perduli kalau mereka tahu hubungan kita. Ikut aku makan siang!" ajak Vino.
"Maaf aku nggak bisa karena setelah ini aku ada jadwal operasi." dengan lembut Pamela menolak ajakan Vino karena memang ada jadwal operasi setelah ini.
"Baiklah, aku akan menunggu mu sampai pulang nanti."
"Pak Vino tak perlu menunggu karena saya ada poli sore." lagi lagi Pamela ada alasan menolak Vino.
"Ya udah pulang nanti kamu hati hati dan jangan lupa makan siang." Vino berdiri dari kursinya kemudian pergi keluar dari ruangan Pamela.
"Huuhh......'' Pamela bernapas lega.
Perhatian Vino yang ditujukan ke Pamela membuat beberapa karyawan rumah sakit saling berbisik membicarakan kedekatan pamela dengan pemilik rumah sakit. Hari ini Pamela memang ingin menghindar dari Vino.
Pukul 7 malam Pamela selesai dinas di poli nya dan segera pulang. Dengan langkah gontai Pamela juga menyapa beberapa karyawan rumah sakit termasuk rekan sesama dokter juga. Hingga Pamela berlalu ada beberapa perawat yang membicarakan Pamela.
"Siapa sih laki laki yang tidak ingin mendekati dokter Pamela, sudah cantik ramah lagi orang nya......
"Tapi aku dengar dia sudah punya anak satu tapi body nya masih oke gitu...
"Iyalah, sampai seorang direktur saja kepincut dengan nya......
"Terus suami nya kemana? bodoh kali ninggalin dokter Pamela itu.....
"Ya biasa lah! mereka kan dari luar negeri......
"Ah sayang nya...dokter cantik ditinggal suami.....
Beberapa perawat tadi membicarakan Pamela hingga Dian yang merupakan asisten perawat Pamela dinas sore datang menegur mereka.
"Sudah puas membicarakan dokter Pamela?" tegur Dian.
"Ah iya, saya lupa masih ada asisten nya." jawab salah satu perawat itu.
"Hahaha.... kenapa mau gibah lagi?" ujar Dian.
__ADS_1
"Ya sudah lah kita pulang." Mereka pun membubarkan diri dan bersiap untuk pulang tapi ada juga yang masih menunggu dan diantara mereka harus standby karena ada dokter yang masih belum mulai pelayanan di poli karena masih ada operasi.