
Masih di apartemen Raymond, vino terlihat gelisah karena tiba-tiba kepikiran dengan Pamela setelah terbangun. Vino berdiri menatap pemandangan luar apartemen dari balik kaca dengan kedua tangan masuk ke dalam saku. Bunyi notifikasi dari ponsel nya membuyarkan lamunan Vino.
^^^Apa kamu mengenal pria itu? dia terlihat akrab dengan istrimu. (Pictures).^^^
Setelah membaca pesan dari nomor yang di kenal nya, terlihat raut wajah vino semakin masam.
Vino meninggalkan apartemen Raymond dengan tergesa-gesa karena ingin melihat pamela namun saat sudah di dalam mobil taksi, Vino meminta sang sopir untuk mengantar dirinya ke suatu tempat yang tak lain ke cafe milik Andreas. Ya...saat Vino mabuk berat, farhan tidak meninggalkan mobil untuk Vino di apartemen Raymond.
"Hai bro........" sapa Andreas saat melihat Vino datang ke cafe nya.
Vino hanya menyapa Andreas dengan mengangkat tangan sebelah nya kemudian menuju ke lantai 3 yang merupakan tempat favorit nya.
Andreas hanya menaikan alisnya melihat tingkah Vino saat menaiki tangga ke lantai atas.
"Wah! pasti nggak beres tuh anak, roman nya seperti sedang galau." gerutu Andreas kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, setelah itu Andreas kembali menyapa pelanggan nya di cafe.
Vino duduk di depan meja bartender dan seperti biasa Vino memesan segelas wine meskipun sedari pagi Vino belum makan apapun karena di tempat lemari es Raymond hanya menyimpan minuman kaleng bahkan Raymond terlihat tidak pernah menyimpan makanan karena lebih sering makan di luar.
Vino langsung meminum alkohol itu dengan sekali teguk setelah itu meminta segelas wine lagi hingga gelas yang ke empat kali. Sebagai bartender Ricki hanya melayani permintaan Vino.
Dika datang menghampiri Vino setelah di telepon oleh Andreas.
"Aku pikir bakalan ada pesta?" tanya Dika menghampiri Vino ikut duduk disebelah nya.
"Apa hanya pesta yang kamu pikirkan?" tanya Vino balik saat melihat dika.
"Jangan minum sendirian dong, aku juga mau." kata dika meraih gelas yang di hadapan Vino saat ricki baru meletakan di atas meja.
"Andreas yang memanggil mu kesini?" tanya Vino.
"Sudah lama aku nggak ke sini juga." jawab dika.
"Ohh ku kira kamu bakalan di kurung sama Desi."
"Gue nggak sebucin itu kali..!!" elak dika.
Vino masih memesan segelas wine kepada ricki setelah minumannya di ambil dika.
"Kamu nggak sedang ada masalah kan? karena ini bukan gaya mu lagi?" tanya dika penasaran karena Vino terus meminum wine itu.
Seingat Dika, vino sudah lama meninggalkan minuman alkohol setelah bertemu pamela dan menikah dengan nya.
"Apa minum kayak ginian gue harus punya masalah dulu?" kata Vino yang sejatinya hati nya sedang kesal dengan seseorang.
"Tapi ku lihat, elo sedang tidak baik baik saja seperti nya." ucap dika asal.
Vino menghentikan minum nya mendengar ucapan dika.
"Elo bisa cerita sama gue." imbuh dika.
"Sok tahu lo! macam peramal saja." ujar Vino.
Meskipun kesal tapi Vino tidak ingin menunjukkan dirinya sedang cemburu dengan jatmiko yang terlihat dekat dengan istri nya.
__ADS_1
"Sampai dimana persiapan pernikahan kalian?" tanya Vino.
"Nah itu dia, untung elo nanya!" seru dika.
"Kenapa? apa yang bisa gue bantu?" tanya Vino di sela minum nya.
"Gue pakai hotel elo buat acara nanti." ucap dika dengan senyum.
"Pakai aja kapan lo mau, anggap aja itu sebagai kado dari gue."
"Kado nya agak elite dikit dong." canda dika.
"Gue belum ada kepikiran buat ngasih kado pernikahan buat lo tapi berhubung elo milih ngadain di hotel gue. It's okay." ucap Vino.
Dika tampak berpikir karena ini merupakan kesempatan biar bisa liburan ke Hawaii seperti yang desi impikan.
"Okay, thanks bro!" ucap dika senang.
Sebenarnya dika hanya bercanda namun dianggap serius oleh Vino bahkan Vino meminjamkan hotel nya buat acara pernikahannya nanti.
"Lagi ngomongin apa sih, seru banget?" tanya Andreas.
"Jomblo nggak paham." kata dika membuat Vino tersenyum.
"Brengsek!!!...." maki Andreas.
Vino tidak salah memilih tempat untuk menenangkan hati nya karena teman teman nya selalu bisa membuat nya tersenyum dan tertawa hingga melupakan apa yang dirasakan nya saat ini. Disisi lain hati nya sangat merindukan pamela tapi jika mengingat waktu itu rasa cemburu nya langsung tinggi.
Karena tidak tahu jika Vino akan kemari, dengan santai nya jatmiko menghampiri mereka. Terlihat raut wajah Vino tidak senang melihat jatmiko datang. Andreas yang menyadari itu, dirinya lupa jika jatmiko hampir tiap malam datang ke tempat nya jika tidak sibuk dengan pekerjaannya.
"Lama nggak ketemu bro." sapa dika.
"Elo juga, gue kira nggak bakalan keluar lagi setelah acara tunangan itu." goda jatmiko.
"Hahaha......kalian pikir gue cowok bucin apa?!" jawab dika.
"Sapa tahu, desi ngelarang elo pergi keluar." Andreas menimpali.
"Kami belum sah suami istri. So, masih ada kebebasan buat gue." ujar dika.
"Bagus deh elo bisa nemani gue minum di sini." kata jatmiko.
Dika heran dengan sikap jatmiko yang sekarang tidak seperti dulu yang jarang suka minum minum terutama alkohol.
"Oke, sudah lama kita nggak kumpul bareng." kata dika.
"Kalian bisa diam nggak sih!" seru Vino karena sebenarnya kesal melihat jatmiko. "Dan elo!! gue nggak suka elo bermain licik di belakang gue." kata Vino ketus yang ditunjukkan kepada jatmiko karena dibawah pengaruh alkohol dan rasa kesal nya yang memuncak.
Dika dan jatmiko heran dengan tingkah Vino seolah-olah jatmiko sudah mengecewakan Vino.
"Apa pria seperti ini yang di pilih pamela?" jatmiko mencoba memprovokasi Vino.
"Maksud elo apa!?" Vino mencengkeram baju jatmiko membuat Andreas takut jika mereka akan berkelahi apalagi di tempat usaha nya dan terlihat beberapa pengunjung juga selain mereka.
__ADS_1
"Aku nggak yakin pamela benar-benar mencintaimu." kata jatmiko.
"Brengsek......(bug)." satu pukulan melayang ke wajah jatmiko hingga bibir nya mengeluarkan darah.
Jatmiko yang tidak terima membalas pukulan ke Vino hingga terhuyung apalagi vino sudah setengah mabuk.
Dika dan Andreas mencoba menghalangi mereka, dika memegang Vino takut ingin memukul lagi.
"Lepaskan dika!! ......" ujar Vino karena dika menghalangi dirinya.
"Kalian kenapa sih? kan bisa di bicarakan dengan baik baik." ucap dika.
Andreas hanya terdiam karena tidak ingin mencampuri urusan mereka.
Tenaga Vino yang kuat karena pengaruh alkohol bisa lepas dari dika. Vino kembali mencengkeram baju jatmiko.
"Kamu pikir dengan cara mendekati nya ingin mengambil dari ku!" seru Vino.
"Kamu lupa jika kamulah yang mengambilnya dari ku kalau bukan karena kamu yang membuat nya hamil, mungkin pamela sudah menjadi milik ku." jatmiko terus memprovokasi Vino sekalian mengungkap apa yang di pendam nya selama ini.
Dika dan Andreas akhirnya menjadi paham jika perselisihan mereka karena pamela. Andreas yang melihat Vino mudah terprovokasi tidak heran karena Vino terlalu posesif sebagai pria. Bahkan Andreas tidak bisa membayangkan jika dirinya memiliki kekasih nantinya apa akan seperti Vino.
"Sayangnya dia sudah menjadi istriku dan aku tidak akan melepaskan apa yang menjadi milik ku." sarkas Vino kemudian melepas cengkeraman tangannya kemudian pergi setelah mengeluarkan uang tip buat ricki.
Dika sempat khawatir jika vino dan jatmiko akan berkelahi lagi seperti waktu dulu.
Jatmiko terduduk dan tersenyum puas melihat vino pergi karena sudah berhasil memprovokasi vino meskipun bibir nya harus berdarah akibat pukulan dari vino.
"Gue antar vino." pamit dika karena tahu vino sudah di bawah pengaruh alkohol.
"Oke...." sahut Andreas.
"Brengsek.... gue pikir kalian akan menghancurkan tempat usaha gue." gumam Andreas hanya di balas senyum oleh jatmiko.
"Aku nggak segila itu Ndre." jawab jatmiko.
"Iya, tapi elo tergila-gila sama istri orang." ejek Andreas.
"Aku hanya ingin tahu seberapa besar vino bisa mempertahankan Pamela." ucap nya.
"Elo bisa lihat kemarahan vino jika kamu mengusik kehidupan nya."
"Hahaha..... aku tahu, tapi menarik juga menggangu vino."
"Sudah hentikan! kita sudah lama berteman."
"Tunggu waktu yang tepat."
Andreas tidak tahu dengan pemikiran jatmiko.
Rick, bikin kan minuman yang spesial buat gue." jatmiko memesan minuman ke ricki karena sedari tadi terlihat bengong karena peristiwa barusan, saat mereka saling pukul.
Jatmiko sebenarnya tidak ingin merusak hubungan pertemanan dengan vino karena setelah ini vino pasti akan menjadi kesal pada nya karena jatmiko hanya ingin menguji kesabaran nya. Akhirnya jatmiko pun sadar jika pamela dan vino saling mencintai dan hatinya harus bisa melupakan cinta pertama nya seperti pamela katakan tempo lalu.
__ADS_1