Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Menuju Malam Promnight


__ADS_3

Sudah tiga hari Tuan firman berobat di Singapura yang awalnya tuan firman menolak tapi setelah bujukan dari Mela dan mama Ratih akhir nya menyetujui nya karena masih ingin melihat Mela menjadi dokter seperti yang dicita cita kan.


"Halo mah apa kabar, bagaimana keadaan papah di sana?" tanya Mela saat terhubung dengan mama Ratih.


"Alhamdulillah papah sudah membaik, kamu belum berangkat sekolah?" suara mama Ratih jauh diseberang sana.


"Iya mah, ini sudah mau berangkat. Kapan papah pulang mah?"


"Belum tahu sayang, Kamu jaga diri di rumah ya, jangan lupa makan nya."


"Iya mah semoga papah cepat sembuh dan cepat pulang karena Mela kangen sama kalian."


"Iya sayang do'akan papah lekas sembuh."


"Iya mah..." kata Mela sebelum menutup telepon nya.


Selama tuan firman dirawat di rumah sakit untungnya ada asuransi dan dari perusahaan tempat papah nya bekerja yang memberi kemudahan hingga bisa berobat ke Singapura dan untungnya mama Ratih bekerja sebagai dosen meskipun demikian Mela tidak pernah berlebihan bahkan berfoya-foya apa lagi bersekolah di tempat elite seperti Tunas Sakti ini. Banyak siswa-siswi yang menonjolkan kekayaan orang tuanya sedang kan Mela dengan kepintaran otak yang dimilikinya.


Dengan langkah gontai Pamela jalan menuju kelas nya.


"Mela sayang...." panggil Bona datang tiba-tiba langsung menggandeng lengan nya.


"Kenapa Bona?"


"Entar pulang sekolah kita ke mall yuk!" ajak Bona.


"Ngapain Bona?"


"Ya elaah Mel, ya shoping gitu. Gue mau beli gaun buat acara promnight nanti lah."


"Hah memang nya acaranya kapan Bona?"


"Aduuhh Mela kan besok, ingat! besok." jelas Bona


Cepat juga dan mau dekat acara promnight, berarti papah dah lama juga dirawat. batin Pamela


"Woi jangan bilang elo lupa, gimana Mela ku mau ikut kan?" ajak Bona


"Hmm.."


"Ah serius loh...." Bona kegirangan karena Mela mau ikut karena Mela jarang mau ikut pergi acara seperti itu.


Masih dengan hati gembira Bona menggandeng lengan Mela sampai masuk kelas.


"Desi ntar pulang kita shoping, gue mau beli gaun buat acara nanti karena Mela juga ikut." ajak Bona.


"Boleh, oke deh pulang sekolah kita pergi." Desi pun ikut bersemangat berbeda dengan Mela hanya menggeleng kan kepala melihat antusias teman temannya.


"Dasar tukang berisik woi..." bentak Wati.


"Kenapa? masalah buat loh." jawab Bona ketus.


"Bona sudah hentikan jangan diperpanjang, bentar lagi pelajaran dimulai." Mela menarik tangan Bona untuk duduk ditempat nya.


Jesy tersenyum menyeringai saat mendengar Pamela ikut acara promnight, ada sesuatu yang akan direncanakannya.


_______


"Isshh... kesel gue sama wati tuh! pengen gue bejek-bejek tuh orang." omel Bona sepanjang jalan menuju parkiran mobilnya. Rupanya Bona masih kesal dengan wati hingga pelajaran berakhir.


"Jangan dipikirkan bon bon, mending kita shoping." ajak Desi.


"Oh iya, tapi gue bukan bon bon desi! tapi bona comel." Bona tidak terima namanya jadi bon bon, Desi dan Pamela hanya tertawa melihat Bona kesal lagi.

__ADS_1


"Mela..." Mela menghentikan langkah nya saat jatmiko memanggilnya.


"Iya, belum pulang?" jawab Mela sedangkan Bona dan Desi senyum senyum sendiri saat melihat jatmiko.


"Baru selesai dari ruang OSIS." ujar jatmiko.


"Ohh..." ucap Mela.


"Mel, besok pergi kan ke acara itu?" tanya jatmiko ragu.


"Belum tahu sih..." jawab Mela bingung


"Mela pasti pergi koq, tenang aja." jawab Bona dengan senyum manisnya.


"I...iya pergi bareng mereka." kata Mela sambil mencubit pinggang Bona.


"Ah begitu, baiklah sampai ketemu di sana." jawab jatmiko maksud hati ingin mengajak bareng besok ke acara itu tapi mendengar Mela ikut hati nya sudah merasa senang.


Jatmiko meninggalkan mereka tak henti hentinya dengan tersenyum. Pamela, Desi dan Bona setelah sampai ke parkiran lalu melajukan mobilnya menuju mall terbesar di jakarta untuk membeli gaun untuk acara promnight itu.


Ditempat lain jesy kesal menunggu meisya tak kunjung datang di cafe depan sekolah.


''Lama amat sih lo? sampai garing tau nggak nunggu lo." omel jesy saat lihat sepupunya baru datang.


"Iya, maaf gue lama ada sesuatu tadi." jawab meisya.


"Kabarin dong kalau lama." kata jesy jutek. Sebelum ke cafe meisya berusaha membujuk vino untuk ikut bareng ke acara promnight tapi alhasil vino menolak nya mentah mentah membuat meisya kesal.


FLASHBACK ON


Melihat vino dan temannya belum keluar untuk pulang membuat meisya berkesempatan bicara dengan vino.


"Vino besok pergi ke acara itu nggak?" tanya meisya gugup membuat dika dan Andreas menyipitkan mata nya.


"Besok boleh nebeng nggak, soalnya gue ga ada tumpangan. Mobil gue masih di bengkel." kata meisya bohong soal mobilnya.


"Mang harus gue ya, kan masih banyak tuh taksi atau mobil online." jawab Vino


Andreas dan dika yang mendengar nya menahan tawa.


"Ya bukan soal itu, gue mau bareng sama elo, vin." kata meisya sudah seperti tak punya muka.


"Gue aja belum kepikiran pergi, mending elo cari tumpangan yang lain daripada ntar kecewa kalau gue nggak jemput elo nantinya." jelas Vino.


Brengsek, gue gagal lagi. Awas aja lo akan ku buat elo tidak lepas dari gue. batin meisya lalu pergi meninggalkan Vino dan kawan-kawan nya.


FLASHBACK OFF


"Kenapa elo cari gue pasti ada maunya kan." tanya meisya


"Iya gue mau minta bantuan elo." jawab jesy.


"Apa?? "


"Gue mau buat seseorang menderita karena gue sangat kesal dengan nya."


"Balasannya apa nih kalau gue bantuin elo?"


"Ya timbal balik dong gue bantuin elo juga kalau elo ada masalah."


"Iya ada, gue ingin buat Vino tidak akan bisa lepas dari gue."


"Ada rencana nggak elo?" tanya jesy

__ADS_1


"Nah gue ada ide tuh." lalu meisya membisikkan sesuatu ke telinga jesy.


"Nah gue setuju itu tapi ke mana cari barang itu?" tanya jesy.


"Tenang gue punya kenalan kalau soal itu." jelas meisya.


"Oke deal, dan traktir gue." kata jesy.


"Oke elo pesan sepuasnya asal jangan ngerampok duit gue." ejek meisya tapi hatinya merasa senang rencana nya akan terwujud.


"Iya kamprett....." jesy langsung memanggil pelayan cafe untuk memesan menu makan dan minuman.


_______


Kebiasaan Bona kalau sudah shoping di mall hingga lupa diri.


"Mel ini bagus nggak." kata Desi menunjukkan sebuah gaun warna maron dengan lengan pendek panjang selutut.


"Bagus banget gaun nya seperti nya cocok sama elo." Mela mengomentari gaun yang diperlihatkan Desi.


"Elo dah dapat gaunnya Mel?" tanya Desi dan Mela hanya menggeleng kepala.


"Gue bingung mau pilih yang mana."


"Mungkin ini cocok buat elo, Mel." Desi menunjukkan dress warna tosca dengan lengan 3/4 model v-neck ada tali di samping bisa buat pita panjang dress selutut dan mayung.


"Iya deh gue ambil yang ini." Mela setuju dengan pilihan Desi.


"Bona, elo mau borong apa mau jualan sih?" tanya Desi saat melihat Bona membawa beberapa gaun dan dress ditangan nya.


"Ya mau beli lah masa mau pinjam. Sini baju kalian biar sekalian gue bayar."


"Aseeek dapat gaun gratis sering sering aja seperti ini." Desi menyerahkan gaun milik nya dan kepunyaan Mela.


Setelah membayar ke kasir lalu mereka cari tempat makan.


"Mel, bagaimana keadaan om firman" kata Desi saat sampai di restoran cepat saji di dalam mall itu.


"Kata mama sih papa sudah membaik kondisi nya." jawab Pamela


"Kapan rencana mereka pulang Mel?" tanya Desi lagi.


"Belum tahu mama bilang." jawab Mela.


"Malam ini elo tidur di rumah gue aja Mel, lagian elo juga sendirian di rumah." pinta Bona.


"Bener banget Mel, mending elo tidur di rumah Bona besok kan libur juga." Desi mendukung ide Bona.


"Iya deh terserah kalian." jawab Mela pasrah mengingat benar apa yang dikatakan kedua teman nya, di rumah pasti akan kesepian.


"Nah gitu dong, elo nggak ikut sekalian Des biar tambah rame rumah gue." tanya Bona.


"Bakar rumah bon pasti rame." canda Desi.


"Sinting lo, mau masuk polisi lo berani bakar rumah gue." kata Bona sewot.


"Ya sama elo lah bakar rumah nya." kata Desi disertai ketawa nya sementara Mela hanya senyum senyum saja.


"Mang Anjrit loh....." Bona ikut tertawa pada akhir nya.


Pamela bersyukur punya teman seperti mereka saling berbagi kebahagiaan dan saling menyayangi satu sama lain seperti saudara.


PERHATIAN!! Jangan lupa tinggal kan jejak biar othor tambah semangat menulis nya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2