
Setelah keluar dari ruangan tuan Antoni, Pamela merasa lega jika mengingat sorot mata tajam Vino saat melihat dirinya.
Huh semoga aja dia tidak mengingatku. gumam Pamela pelan sambil menghembuskan napas nya.
"Ada apa dok, dokter baik baik saja?" tanya perawat delima.
"Tidak apa-apa suster, kita lanjutkan lagi." kata Pamela kemudian melanjutkan pekerjaan nya.
Malvino masih tertegun di dalam ruangan, sedari tadi pikirannya tertuju sama Pamela. selain tambah dewasa dan cantik, Vino mempertanyakan anak yang pernah dikandungnya dulu.
"Vin, kamu istirahat saja di rumah biar mama yang jaga papah disini." ujar mama dewi.
Beberapa saat kemudian Farhan datang.
"Aku minta kamu selidiki seseorang." Vino mengambil ponsel nya dan menelepon salah satu orang kepercayaannya.
Melihat farhan sudah datang, Vino beranjak dari sofa lalu menghampiri mama Dewi.
"Mah, Vino mau pulang istirahat." pamit Vino dengan mencium kening mama Dewi.
"Iya sayang, biar mama yang jaga papah disini." kata mama Dewi kemudian vino keluar ruangan diikuti farhan.
_________
Sudah sebulan di Indonesia Pamela tidak mengajak Alvin jalan jalan dan kebetulan tante Rani juga belum kembali ke Sydney.
"Mela, lusa tante mau balik ke Sydney deh. Kasihan om Rey ditinggal lama." kata Rani.
"Eh tapi Mela belum ajak jalan jalan keynan tante. Maafkan Mela tante terlalu sibuk kerja." jawab Mela merasa menyesal karena setiba di Indonesia Pamela sibuk dengan pekerjaan nya sebagai dokter.
"Nggak papa Mela, kemaren mbak Ratih sudah sering bawa kami jalan ke pusat belanja." jelas Rani.
"Ya udah minggu Mela kosong mungkin kita bisa jalan sebelum tante dan keynan kembali" ujar Pamela.
"Terserah kamu saja Mela." kata Rani.
"Iya sayang terserah kamu tapi sebelumnya kita berziarah lagi ke makam papah dulu." kata mama Ratih.
"Iya mah." kata Pamela kemudian memeluk mama Ratih yang duduk di sebelah nya.
Pamela bersyukur rumah peninggalan papah nya tidak di jual mama Ratih saat menyusul ke Sydney karena menurut mama Ratih rumah itu banyak kenangan nya bersama papa firman.
Setelah keynan kembali ke Sydney Alvin merasa kesepian hingga Pamela mengajak nya ke pusat belanja untuk sekedar bermain dan makan di restoran cepat saji.
"Mommy, Alvin ingin main di sana." tunjuk Alvin di arena bermain.
"Boleh sayang, mommy tunggu di sini." kata Mela kemudian meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Halo kamu dimana?" suara seseorang di dalam telepon.
"Aku lagi di mall xxx, lantai 4 arena bermain.
"Okay aku ke sana sekarang."
"Baiklah, aku tunggu kamu sampai datang."
Beberapa saat kemudian terdengar suara orang memanggil Pamela.
"Mela.....kamu tambah cantik banget" teriak Desi kemudian langsung memeluk Pamela sebentar.
"Apa kabar Des, sudah lama tidak ketemu." tanya Pamela.
"Kabar ku baik Mela, sumpah aku seneng banget kamu kembali ke indonesia lagi."
"Iya, aku pun senang ketemu sahabat ku lagi." tiba tiba Alvin datang menghampiri Pamela.
"Mommy Alvin haus." kata Alvin tiba-tiba membuat Desi terkejut.
"Okay....." Pamela pun memberikan minum alvin yang sudah di beli nya tadi kemudian Alvin kembali ke arena bermain lagi.
"Mela jangan bilang itu anak kamu?" tanya Desi, Pamela pun hanya mengangguk kepala.
"Ih ganteng banget anak kamu, Mela." ujar Desi saat melihat Alvin.
"Iya Mela, aku ngerti tapi kamu sudah menjadi dokter sekarang sesuai yang kamu cita cita kan." kata Desi sambil mengelus pundak Pamela.
"Terima kasih, kamu juga selalu mensuport aku saat terpuruk." ujar Pamela.
"Sudahlah yang penting Pamelaku sekarang bukan wanita lemah seperti yang dulu, sudah jadi dokter spesialis muda dan cantik lagi." hibur Desi dengan mengelus lembut tangan Pamela karena tidak ingin Pamela sedih.
"Kemaren aku bertemu dengan nya."
"Serius, terus apa yang terjadi?" Desi penasaran.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan nya tapi aku mencoba menghindar semoga dia tidak mengingatku lagi." ujar Pamela, sebenarnya takut jika malvino tahu tentang anak nya.
"Apakah pernah Alvin menanyakan tentang papah nya?" tanya Desi.
"Pernah, saat Alvin umur 4 tahun." jawab Pamela.
"Apa kamu tidak ingin memberi tahu siapa papahnya Alvin sekarang?"
"Untuk yang itu aku belum siap karena aku tidak mau dia mengambil anakku."
"Setidaknya kamu tidak membuat Alvin kecewa Mela, dan aku yakin Alvin akan mencari tahu siapa papah nya apalagi sekarang Alvin dah mulai sekolah." jelas Desi membuat Pamela terdiam.
__ADS_1
"Aku tahu itu tapi aku tidak ingin terlibat dengan keluarga nya saat ini, apalagi seorang konglomerat seperti mereka mudah saja menyelesaikan masalah tanpa repot." Pamela tidak ingin berurusan dengan orang orang besar apalagi keluarga konglomerat.
"Mommy let's go home." ajak Alvin seperti nya sudah bosan bermain.
"Alvin wants to go home."
"Yes mommy."
Desi hanya tersenyum saat melihat interaksi Pamela dengan Alvin yang menurut nya sangat menggemaskan.
"Des, sorry anak aku sudah minta pulang." kata Pamela.
"Baiklah, lain kali kita lanjutkan obrolan kita." kata Desi.
"Okay....kita akan sering bertemu." Pamela memeluk Desi sesaat sebelum pulang karet Alvin sudah tidak sabar ingin pulang.
Desi masih penasaran dengan keputusan Pamela yang menghindar dari malvino sepertinya Desi akan cari tahu lewat Dika. Tapi Desi sebenarnya bahagia bisa bertemu dengan sahabat nya ini. Desi pun ikut pulang karena ingin kembali ke butik nya.
______________
Tok Tok Tok
"Masuk......"
Saat mendengar suara Vino, farhan pun masuk membawa satu amplop coklat untuk diserahkan kepada bos nya itu.
"Ini bos ada seseorang yang menitipkan amplop di sekretaris anda." farhan menyerah kan amplop coklat tersebut.
"Terima kasih farhan, kau bisa kembali keruangan mu jika tidak ada lagi." mendengar kata vino, farhan hanya memicingkan sebelah matanya kemudian menurut apa yang dikatakan Vino.
"Baik bos." farhan hanya menurut saja lalu keluar dari ruangan Vino.
Perlahan Vino membuka amplop itu, tersirat ulas senyum di wajah Vino saat membaca data tentang Pamela kemudian mata nya membelalak saat membaca status Pamela sudah nikah.
"Benarkah dia sudah menikah, jadi selama ini dia pergi karena ingin menikah dengan orang lain." gumam Vino serasa tertusuk hatinya.
Pamela mengubah status dirinya menikah saat tanpa sengaja ketemu dengan Vino waktu itu karena takut akan mengambil Alvin dari tangan nya. Padahal Pamela belum memikirkan pernikahan saat itu juga atau tak ada niat memberikan sosok papah bagi Alvin karena Pamela hanya ingin menyelesaikan kuliah dan jadi dokter. Vino membolak balikkan kertas mencari data nama suami Pamela tapi tidak di temukan. Vino pun hingga kini belum juga menikah atau memiliki wanita karena pikiran nya hanya untuk kerja dan kerja hingga dijuluki bos Workaholic oleh Farhan.
"Sial kenapa tak lengkap datanya." Vino melemparkan lembaran kertas dari amplop tadi di atas meja.
"Aku akan melihat nya sendiri siapa lelaki yang sudah menikahi mu." gumam Vino terlihat kesal.
Malvino menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran milik nya seakan pikiran tentang Pamela berkecamuk di otaknya dan Vino ingin dengar langsung dari Pamela alasan dia menolak dirinya dulu dan memilih pergi.
Jika berjodoh pasti akan bertemu kembali.
Kata kata itu sepertinya tidak ada lagi artinya jika Pamela sudah menikah dengan yang lain.
__ADS_1