
"Iya saya sendiri.........baik saya segera datang."
Pamela menutup ponsel nya setelah menerima telepon darurat dari bagian emergency. Saat pamela akan beranjak dari tempat tidur membuat vino terusik dari tidurnya karena gerakan pamela.
"Mau kemana sayang, ini masih pagi?" tanya vino dengan suara khas bangun tidur nya saat melihat jam baru menunjukkan pukul 4.30.
"Aku harus ke Emergency sekarang vino." jawab pamela sambil mengikat rambut nya asal karena harus buru buru.
"Hah sepagi ini." sebenarnya vino terbangun saat pamela menerima telepon.
"Vino aku mau bersiap siap, kamu lanjutkan tidur nya." kata pamela masuk ke kamar mandi.
Pamela terkejut saat melihat vino sudah duduk di tepi ranjang tempat tidur.
"Tunggu.... aku akan mengantar kamu." ujar vino.
"Nanti kamu terlambat ke kantor vino."
"Memang nya ada CEO terlambat terus di pecat."
Pamela hanya mengalah daripada harus berdebat dengan vino hanya akan menghabiskan waktu.
"Okey my personal driver, aku tidak ingin membuang waktu ku." ejek pamela sudah menunggu dengan tas di tangannya, dan Vino langsung bersiap.
Vino tidak mengizinkan Pamela pergi sendirian ke rumah sakit apalagi di jam pagi buta ini, karena khawatir meskipun jalan lumayan sepi tapi tidak akan tahu kejahatan di jalanan kota besar. Bahkan pamela pergi tanpa mandi hanya cuci muka dan gosok gigi.
Mama dewi yang mendengar keributan di pagi buta langsung terbangun karena takut sesuatu terjadi.
"Loh! ada apa ini? mau kemana kalian?" panggil mama Dewi namun pamela dan vino tidak menghiraukan.
"Vino, kalian lagi berantem ya?" teriak mama Dewi hingga mengejar Vino ke parkiran mobil.
"Apaan sih mah, Vino mau antar Mela ke rumah sakit." jawab Vino saat mau masuk ke dalam mobil.
"Hah Mela kenapa Vino?" tanya mama Dewi penasaran.
"Ck......" gumam Vino kemudian masuk kedalam mobil.
Pamela mendengar mama Dewi khawatir kemudian keluar dari mobil dan menjelaskan.
"Mah....Mela ada panggilan darurat dari emergency jadi Mela harus buru buru ke rumah sakit." jelasnya.
"Oh kirain ada sesuatu, ya sudah kalian hati hati. Soal Alvin biar mama yang urus nanti." jawab nya merasa lega karena kekhawatiran nya tadi.
"Mela pergi ya mah....." pamit pamela.
Vino melajukan mobilnya dengan skill mengemudi yang di miliki karena tidak ingin pamela terlambat karena ada pasien yang butuh pertolongannya. Karena masih pagi tidak menyulitkan Vino saat melintas di jalan hingga kurang dari 1 jam perjalanan mereka sudah sampai di depan lobi pintu emergency, biasanya jika berangkat memakan waktu perjalanan 2 jam karena harus berjibaku dengan kemacetan.
"Vin, kamu hati hati mengemudi nya." ucap Pamela karena masih terasa saat Vino membawa mobil terlalu laju karena dirinya.
"Kamu nggak perlu turun Vino nanti membuat orang orang di UGD panik lihat direktur nya seperti ini." seru Pamela saat Vino akan keluar dari mobil.
Seketika Vino memperhatikan penampilan dirinya yang hanya memakai baju rumahan dengan jaket dan sendal kulit.
"Oke aku pulang sayang." kata Vino.
Pamela hanya mengerutkan dahinya mendengar Vino.
__ADS_1
Pamela hanya mengangguk saat Vino akan meninggalkan dirinya.
Turun dari mobil, Pamela langsung menemui dokter dan perawat yang di emergency.
"Dokter Mela ini status rekam medis pasien pak Ahmad. Sudah 8 jam kondisi beliau masih sama ada keluhan sesak dan nyeri di bagian dada. Sudah kita lakukan cek rontgen dan laboratorium serta EKG dan ini hasil nya dok silahkan di periksa." kata dokter Septian yang berdinas malam di emergency.
"Lakukan tes angiografi jantung, saya ingin memastikan hasilnya." perintah Pamela.
"Baik dok, kita lakukan sekarang."
Dokter Septian menunjuk salah satu perawat untuk melakukan cek angiografi jantung pada pak Ahmad. Pamela melihat status rekam medis pak Ahmad dan hasil EKG nya namun dari ciri ciri keluhan pak Ahmad Pamela ingin memastikan jika terjadi penyumbatan/penyempitan di bagian arteri koroner pada jantung.
Pamela menemui anak pak Ahmad yang bernama fahri, sedang duduk di kursi ruang tunggu seorang diri. Pria muda itu terlihat kurang tidur dan lesu, entah kenapa Pamela merasa iba untuk menemui nya.
"Dokter Pamela......" ucap Fahri kaget saat pamela ikut duduk di bangku ruang tunggu dengan nya.
"Eh bukan kah kamu yang ditempat wisata waktu itu?" tanya Pamela.
"Ternyata anda benar seorang dokter, saya jadi malu jika mengingat nya." ujar fahri malu jika mengingat kebodohan sudah memaki Pamela.
"Sejak kapan ayah kamu mengalami sakit seperti ini?" tanya Pamela.
"Saya baru tahu belum lama ini dok, karena saya ikut mama setelah perceraian mereka dan baru 3 bulan saya tinggal bersama ayah." jelas fahri dengan tatapan sedih.
Pamela yang mendengar kanya menjadi iba ternyata seorang pria muda diperkirakan usianya dibawah Pamela yang kemaren terlihat angkuh ternyata hatinya bisa melo juga.
"Untung kamu mendampingi nya saat beliau sakit." kata Pamela.
"Iya dok, saya bersyukur." gumam fahri.
Fahri tidak akan menyalahkan orang tua nya yang bercerai karena mereka pasti ada alasannya.
Tiba-tiba seorang perawat memanggil Pamela.
"Saya tidak apa apa, selalu semangat untuk kesembuhan ayah kamu." kata pamela sebelum pergi meninggalkan ruang tunggu.
"Maaf dokter, ini hasil angiografi pak Ahmad sudah keluar." kata perawat.
Pamela menerima dan langsung melihat hasil angiografi milik pak Ahmad dan benar saja pak Ahmad harus segera di operasi karena cara yang terbaik untuk pasien by pass.
Dokter Septian memanggil fahri untuk di jelaskan mengenai operasi ayahnya karena harus meminta persetujuan keluarga.
"Lakukan yang terbaik untuk ayah saya dok." ,keputusan fahri sudah bulat karena ingin menikmati hari hari bersama ayahnya lagi.
Jam 9 pagi Pamela memutuskan untuk melakukan tindakan operasi karena pasien sejak kemaren tidak mau makan apa apa. Pak Ahmad dibawa ruangan operasi terlihat Fahri sangat sedih.
Berbeda dengan di ruang direksi sebagian dokter sudah berkumpul menghadiri pertemuan di ruang direksi yang sebentar lagi dimulai. Vino yang baru datang terlihat semua dokter menyambut nya namun mata Vino tidak menemukan keberadaan Pamela.
Rumah sakit Graha Medika berhasil merekrut dokter spesialis terbaik, bahkan diantara beberapa dokter merupakan lulusan dari luar negeri.
Terlihat Vino begitu sempurna saat menaiki podium membuat dokter wanita terpesona meskipun mereka sudah tahu status Vino saat ini sudah tersebar jika sudah menikah. Bukan hanya Vino, ada dokter baru yang mencuri perhatian karena ketampanan.
Ranti yang biasanya selalu terpesona dengan ketampanan direktur saat melihat vino langsung teringat dengan Pamela.
"Eh mana Mela?" batinnya saat ekor mata nya tidak menemukan keberadaan Pamela.
Ucapan selamat dari Vino selaku direktur rumah sakit kemudian diikuti perkenalan dokter baru.
__ADS_1
Dari enam dokter baru hanya satu yang belum bisa hadir karena proses perpindahan masih di luar negeri yaitu dokter spesialis anastesy. Mata Vino tidak asing seperti melihat orang yang dikenal nya.
"Bukannya itu sepupu bos." bisik farhan di samping Vino.
"Kalau di CV yang saya baca, dokter Raymond spesialis bedah plastik terbaik dari Universitas Korea." jelas nya.
Vino hanya diam namun mata nya langsung menatap tajam ke seseorang yaitu sepupunya.
Dokter Raymond merasa mendapat tatapan tajam dari Vino pura pura tidak mengenal nya.
"Awas saja kamu! berani muncul di depanku." gerutu Vino terdengar oleh farhan.
Farhan tidak mengerti kenapa bos nya ini terlihat kesal dengan dokter Raymond yang notabene adalah sepupunya.
Selesai acara Vino meninggalkan ruangan direksi langsung menelepon Pamela. Beberapa kali tidak ada jawaban, Vino memutuskan untuk pergi ke ruangan Pamela.
"Tunggu!" Vino menghentikan langkah nya.
"Apa kabar Vino?" sapa dokter Raymond.
"Ck... baru diterima sehari sudah berani kamu." ucap Vino kesal.
"Ah iya lupa kalau orang yang menyebalkan ini direktur saya." ujar Raymond dengan senyum smirk nya membuat Vino semakin kesal.
"Kamu lebih cocok jadi artis idol daripada dokter." kata Vino.
Menurut vino jika sepupunya tidak cocok jadi dokter karena selain memiliki wajah tampan juga stylenya mirip artis.
"Huh..... kamu takut kalah saing dengan ku. Oh iya aku dengar kamu sudah menikah jadi ingin kenalan sama kakak ipar yang sudah meluluhkan seorang malvino menyebalkan ini?"
"Jangan harap aku akan mengenalkannya padamu."
"Ah..... aku akan mencari tahu sendiri. Tak ada wanita yang tidak terpesona dengan ketampanan ku ini." kata Raymond narsis.
Vino semakin kesal karena tidak akan selesai jika berdebat dengan sepupunya satu ini. Vino jadi teringat saat masih kecil, Raymond selalu membuat Vino kesal karena saat. Raymond kecil pernah tinggal di rumah Tuan Antoni ketika kedua orang tua Raymond berada di luar negeri dan mereka berpisah saat Vino sekolah ke Australia dan Raymond ikut orang tuanya.
"Dasar......" geram Vino membuat Raymond senyum kemenangan.
Tiba-tiba farhan datang membawa paper bag yang di suruh Vino untuk istrinya.
"Bos, ini bos." kata farhan sambil menyerah kan paper bag kepada Vino.
"Itu pasti buat kakak ipar ya?" tanya Raymond.
Farhan hanya tersenyum berbeda dengan Vino terlihat sinis.
"Sok tahu kamu!" kata Vino sinis malah membuat Raymond semakin penasaran dengan Pamela.
"Bos saya tunggu di sini karena kita harus kembali ke perusahaan ada rapat dengan pihak kontruksi." kata farhan.
Vino hanya mengangguk kemudian pergi ke ruangan Pamela namun tidak menemukan keberadaan Pamela. Vino meletakan paper bag itu di meja Pamela setelah menulis pesan di kertas kemudian menyelipkan nya di dalam paper bag itu. Asisten pamela terkejut saat melihat direktur nya sedang di ruangan dokter Pamela sendirian.
"Tolong sampaikan ke dokter Pamela. terima kasih." ucap Vino sebelum pergi.
Raymond masih tak percaya jika sepupunya sudah menikah dan memiliki anak dan berpikir jika berita itu benar berkaitan dengan masa lalu Vino.
"Ah otakku jadi kepo nih......dokter Pamela spesialis jantung, Hmm menarik!." ucap nya dengan senyum.
__ADS_1
(Author: karakter dokter Raymond sebelum nya tidak ada di cerita namun author muncul kan untuk menambah cerita biar ada spil lucu dan ada manis manisnya😂😂)