Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Wisuda dan Kejutan


__ADS_3

Akhirnya Dika, Andreas dan Vino merayakan kelulusan nya setelah berusaha menyelesaikan skripsi nya bahkan revisi sering terjadi saat mereka menyerah kan hasil skripsi itu. Desi pun ikut merayakan kelulusan nya juga karena mereka memang satu kampus tapi beda prodi.


Setelah acara kelulusan selesai mereka tak lupa berfoto bersama dengan teman atau keluarga. Vino memilih untuk pulang setelah acara wisudanya.


"Vin, mau kemana?" tanya Andreas.


"Mau pulang lah." jawab Vino.


"Nggak nongkrong dulu kita di cafe gue." ajaknya.


"Lain kali aja bro, gue mau ke kantor papah dulu ada yang ingin ku kerjakan." Vino menolak ajakan Andreas.


"Ajak Dika lah, eh mana tuh anak?" tanya Vino.


"Biasa lah...... tuh! lagi usaha sama cewek." tunjuk Andreas dengan memajukan dagunya, dan benar saja Dika lagi berdua dengan Desi.


"Bukan nya itu temannya Pamela dulu." tanya Vino.


"Yups bener banget masa baru lihat sih bro kalau dia satu kampus sama kita." ujar Andreas.


"Wajar sih kau tak pernah lihat dia, kan beda prodi sama kita." jelas Andreas karena memang benar Desi mengambil kelas desainer dari jurusan IPA waktu SMA dulu sedangkan Andreas, Dika dan Vino mengambil kelas bisnis manajemen karena suatu saat mereka akan meneruskan usaha dan bisnis orang tua mereka.


Vino terdiam saat melihat Desi dari kejauhan tapi dengan cepat dia membuang pemikiran nya untuk bertanya tentang Pamela sama Desi.


"Kenapa bengong aja, gimana bisa nggak atau nanti malam sekalian merayakan kelulusan kita?" tanya Andreas lagi.


"Lihat nanti saja, gue mau pergi. Nanti gue hubungi bisa nggak nya." sebelum melangkah pergi ada dua cewek yang menghampiri Vino.


"Hai, selamat ya atas kelulusannya." kata cewek pertama dengan basa basi kemudian mengulurkan tangannya namun Vino hanya diam dengan tatapan malas.


"Ih sombong banget sih padahal satu almamater sama kita tapi nggak mau kenalan." kata cewek kedua saat Vino tidak mau membalas jabatan tangan temannya. Vino pun tak mau tahu dengan keberadaan kedua cewek tadi dan memilih pergi karena di hati nya tidak ada lagi yang namanya mengenal cewek.


Penolakan Pamela waktu itu membuat nya kecewa sebenarnya, tapi Pamela memilih untuk pergi tanpa pedulikan niat baik Vino meskipun Vino ingin menikahi nya. Jika laki-laki selain Vino pasti akan melupakan cewek yang tidak menerima pertanggungjawaban nya tapi hati Vino terketuk mungkin juga sudah mulai ada rasa suka dengan Pamela.


"Hai kalau mau kenalan sama gue aja kali, kalau dia mah ntar kalian sakit hati jika sudah mengenalnya." seru Andreas karena tahu Vino tidak suka dekat dengan cewek setelah kejadian waktu itu.


"Masa sih sombong kali temen elo itu." jawab cewek pertama.


"Ya begitulah kalau cowok ganteng itu, jual mahal dikit lah." kata Andreas konyol.


"Ya udah sini kenalan sama gue aja, nggak kalah ganteng juga koq gue." narsis Andreas membuat kedua cewek itu ilfil.


"Sorry lain kali aja deh...." ujar salah satu cewek itu kemudian pergi meninggalkan Andreas. Andreas pun pergi setelah puas membuat kedua cewek itu kesal.


Saat suasana acara wisuda masih rame tapi Vino memilih untuk pulang setelah kedua orang tuanya sudah pulang lebih dahulu. Berbeda dengan Dika yang masih mengobral dengan Desi.

__ADS_1


"Hai......" kata Dika basa basi saat lihat Desi sedang berfoto bersama keluarganya.


"Koq gue nggak diajak sekalian foto bareng dengan keluarga mu." suara Dika membuat Desi kesal sudah merusak momen bersama keluarga nya


"Siapa dia Desi?" tanya bunda nya


"Bukan siapa-siapa bunda hanya orang iseng." Jawab Desi malas.


"Tapi koq pakai baju toga juga berarti bareng dong kelulusan nya." tanya Bunda nya dan Dika hanya senyam senyum.


"Kenalkan tante, saya temen nya Desi satu tingkat dengan nya." ujar Dika.


"Selamat ya atas kelulusannya nya." ucap bunda.


"Terima kasih tante, selamat juga buat Desi." kata Dika.


"Ya sudah lanjutkan ngobrol nya bunda sudah mau pulang karena ayah sudah nunggu di mobil." kata bunda sebelum melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.


"Bunda.... Desi ikut pulang." teriak Desi.


"Nggak mau ngobrol dulu sama gue, ntar jarang ketemu lagi loh." jelas Dika.


"Bodo amat, gue mau pulang. Oke bye......" Desi benar benar meninggalkan Dika seorang diri kemudian mengejar bunda nya dan langsung masuk ke dalam mobil ayah nya.


"Nggak bunda katanya keluarga nya mau buat acara perayaan kelulusan nya." jawab Desi bohong.


"Ooh...... " Bunda hanya ber oh saja, dan mereka pun pulang.


____________


Sesampainya Vino di rumah, mama Dewi ternyata bikin kejutan buat Vino. Vino memutuskan pergi kekantor setelah acara wisuda selesai. Saat mobil Vino sudah sampai di halaman rumah, mama Dewi antusias menyambut kepulangan anaknya.


"Vino.... kamu sudah pulang?" kata mama Dewi.


"Iya mah..." jawab Vino terlihat lelah.


"Ya udah kamu mandi dulu kita makan malam bersama." ujar mama Dewi.


Vino pun menaiki tangga lantai dua menuju kamar, setelah beberapa saat Vino pun keluar dari kamar dengan pakaian santai nya kemudian menuruni tangga menuju ke meja makan yang sudah ada taun Antoni dan istrinya.


"Vino, papah senang kamu sudah menyelesaikan kuliahmu dan papah ingin mengatakan sesuatu dengan mu." ucap tuan Antoni saat Vino sudah ikut bergabung di meja makan.


"Papah mau mengatakan apa?" tanya Vino.


"Ini soal perusahaan, mulai sekarang Vino yang akan meneruskan perusahaan karena papah sudah tidak mungkin lagi. Apalagi kamu sudah lulus kuliah jadi lebih fokus mengurus perusahaan." jelas tuan Antoni.

__ADS_1


"Iya sayang, biarkan papah pensiun." ujar mama Dewi.


"Tapi pah, Vino masih membutuhkan kan papah mengenai perusahaan." jawab Vino.


"Papah tahu kemampuan mu dan farhan akan selalu membantu mu jika masih kurang paham. Papah sudah mempercayakan kepada Vino." kata tuan Antoni, Vino pun terdiam.


"Benar kata papah, vino! saat nya papah menikmati liburan karena sudah lama tidak pergi liburan, ya kan pah?" mama Dewi ikut menyakinkan Vino.


"Minggu depan ulang tahun perusahaan, papah ingin mengumumkan pimpinan perusahaan baru ke pada karyawan Damares group.


Vino tidak bisa menolak permintaan tuan Antoni. Setelah itu mereka melanjutkan makan malam dengan hening.


__________


Seminggu kemudian tuan Antoni mengadakan acara ulang tahun perusahaan banyak pejabat penting yang turut menghadiri acara itu dari pegawai biasa hingga manajer.


"Selamat malam semua terutama untuk karyawan Damares group yang turut hadir di acara ulang tahun perusahaan ini." kata sambutan tuan Damares. "Saya akan memperkenalkan pimpinan baru Damares group yaitu putra saya yang bernama Malvino Damares semoga menjadi pemimpin perusahaan yang bijaksana."


Suara tepuk tangan dari karyawan yang hadir terdengar ramai apalagi saat Vino naik ke podium saat ingin memperkenalkan diri. Vino terlihat gagah dan tampan saat memakai tuxedo hitam dengan sorot mata tajam dan terlihat tegas. Banyak karyawan wanita yang memuji ketampanan.


"Gila anak tuan Antoni ternyata ganteng banget......


"Jadi semangat kerja deh kalau begini.....


" Kira kira dah punya pasangan belum ya?...


".......


Banyak karyawan wanita yang mengagumi dan membicarakan nya tapi bagi yang pernah melihat nya hanya bergumam dalam hati.


" Perkenalkan nama saya Malvino Damares ke depan nya saya yang akan bertanggung jawab mengenai perusahaan dan mohon bekerjasama nya, terimakasih." kata Vino kemudian menyerahkan kembali mikrofon ke pembawa acara dan turun dari podium itu.


Serangkaian acara demi acara pun di gelar hingga selesai. Vino, tuan Antoni dan istrinya pun pergi meninggalkan gedung tempat acara tadi. Tapi saat di parkiran mama Dewi memeluk Vino


"Selamat ya sayang mama senang kamu sudah jadi CEO di perusahaan papah." kata mama Dewi setelah melepas pelukan nya.


"Vino, papah percaya sama kamu." kata tuan Antoni dengan menepuk bahu Vino dengan lembut.


"Terima kasih mah, pah. Vino akan berusaha yang terbaik untuk perusahaan." jawab Vino, tuan Antoni pun mengangguk kan kepala dengan tersenyum.


"Maaf tuan sudah larut malam sebaiknya kita pulang." kata farhan yang sudah menunggu nya disebelah mobil tuan Antoni.


"Vino, mama sama papa pulang duluan ya, kamu hati hati pulangnya." kata mama Dewi kemudian ikut masuk kedalam mobil yang sudah ada tuan Antoni dan farhan di dalam nya. Farhan yang mengemudikan mobil untuk mengantar tuan Antoni dan istri nya pulang sementara Vino membawa mobilnya sendiri.


"Hati hati farhan." ucap Vino sebelum farhan tancap gas dan pergi meninggalkan parkiran. Vino pun masuk kedalam mobilnya dan langsung pulang tapi dalam perjalanan Vino antara ingin mampir ke cafe Andreas atau langsung pulang sedangkan jam sudah menunjukkan jam 10 malam.

__ADS_1


__ADS_2