
Pagi hari di ruang makan terlihat tuan Antoni dan istri nya sedang menikmati sarapan pagi nya.
"Selamat pagi pah, mah." sapa Vino lalu ikut duduk untuk mengikuti sarapan pagi.
"Pagi...." jawab mama Dewi.
"Oh ya vin, nanti siang kamu ada waktu?" tanya tuan Antoni.
"Kenapa pah? Vino ada ketemu klien nanti siang." jelas Vino.
"Nggak bisa ditunda? biar farhan yang handle." ujar tuan Antoni.
"Nggak bisa pah, Farhan ada tugas lain." jelas Vino lagi.
"Papah tuh kenapa sih maksa banget." kata mama Dewi.
"Papah ingin Vino ajak makan siang Bona biar tambah akrab." ujar tuan Antoni membuat Vino segera menghabiskan sarapan nya.
"Vino berangkat mah pah, sudah ditunggu farhan." pamit Vino dan benar saja farhan sudah menunggu nya di mobil.
"Farhan kita berangkat sekarang jika kamu belum sarapan pagi masuk aja dulu biar saya jalan duluan." kata Vino.
"Tidak bos, saya sudah sarapan dan sebaik nya kita berangkat sekarang." ucap farhan tidak mungkin bos nya duluan berangkat dari dirinya.
"Ya sudah kita berangkat." titah Vino dan farhan menurut segera melajukan mobil yang untuk pergi ke kantor tepatnya ke Damares group.
Sementara mama dewi masih heran dengan tuan Antoni yang begitu bersemangat ingin menjodohkan Vino dengan anak sahabat nya itu. Mama Dewi jadi teringat akan cerita Vino mengenai wanita yang bernama Pamela itu.
"Pah, apa papa yakin Vino bersedia dengan rencana papah itu?" tanya mama Dewi hati hati
"Papah dah yakin mah jika papah ingin Vino menikah dengan anak nya Rudi."
"Tapi pah, jika vino sudah memiliki kekasih apa kita juga harus memaksa nya."
"Kalau memang Vino sudah memiliki kekasih tunjukkan sama papah."
Mama Dewi pun terdiam dan mereka pun melanjutkan sarapan pagi yang sempat tertunda.
_______
Pagi ini terlihat Alvin bersemangat ke sekolah karena sepulang sekolah teman sekelas nya ada yang berulang tahun acara nya di restoran siap saji di mall terbesar di jakarta kebetulan teman nya Alvin anak pengusaha.
"I'm sorry, mommy tidak bisa ikut acara Alvin pulang sekolah nanti." kata Pamela penuh penyesalan terlihat muka cemberut Alvin.
"It's Okay mommy, nanti oma yang menemani Alvin." kata Alvin dengan muka kecewa meskipun tahu jika mommy nya sibuk dan Pamela sempat bilang jika hari ini ada jadwal operasi jam 9 pagi.
Alvin hanya menganggukkan kepala masih dengan muka cemberut nya.
"Godboy, dan ini kado buat teman Alvin nanti." kata Pamela sambil memberikan paper bag berisi kado buat temannya yang berulang tahun, untungnya mama Ratih bilang jadi Pamela sempat membelinya.
"Thanks you mom." kata Alvin pelan sambil menerima paper bag dari mommy nya.
"Okay sudah sampai." kata Pamela dan menghentikan mobilnya di depan sekolah.
__ADS_1
"Yes mommy, bye...." Alvin turun dari mobil masih dengan muka cemberut terlihat menggemaskan.
Pamela hanya geleng-geleng kepala saat melihat muka Alvin yang terlihat cemberut nampak imut, Pamela segera melajukan mobilnya takut terlambat ke rumah sakit.
Pamela yang sudah sampai di rumah sakit segera menuju ke ruangan nya untuk mempersiapkan diri karena pagi ini akan ada operasi yang sudah terjadwal tapi sebelum nya Pamela melakukan visit terdahulu sebelum operasi dimulai. Butuh waktu kurang lebih 2 jam tindakan operasi yang dilakukan nya.
"Ah akhirnya selesai..." gumam Pamela.
"Suster, pasien sudah bisa dibawa ke ruang pemulihan." titah Pamela kepada asistennya yang menjadi tim dalam tindakan operasi nya.
"Baik dokter." ujar salah satu perawat.
Pamela pun keluar dari ruangan operasi dan memilih istirahat sejenak di ruangan khusus dokter untuk istirahat setelah aktivitas nya di dalam ruang operasi. Setelah menghabiskan teh satu cangkir Pamela kembali melanjutkan untuk praktek di bagian poliklinik dan terlihat beberapa perawat atau pasien yang mengenal nya menyapa Pamela saat melewati mereka.
"Sudah siap kita panggil pasien nya dok?" tanya perawat Rina.
"Silahkan suster." jawab Pamela lembut.
Perawat Rina pun memanggil pasien satu persatu sesuai antriannya hingga pasien terakhir yang merupakan pasien lama yang mengidap penyakit jantung kronis di usia yang cukup renta.
"Pak Danu selalu semangat dan rutin diminum obat nya." ucap Pamela sambil menulis resep.
"Wah saya jadi semangat untuk sembuh bu karena saya senang bu dokter selalu memberi semangat saya. Terima kasih, semoga dokter sehat selalu." kata pak Danu.
Pamela hanya tersenyum saja mendengar ucapan pak Danu.
"Sama sama pak Danu." ucap Pamela.
Kemudian datang seseorang yang merupakan anak dari pak Danu ke dalam ruangan itu kemudian menuntun pak Danu keluar untuk pulang.
"Sama sama.." jawab Pamela dengan senyum ramah nya.
"Pasien sudah selesai dok." ujar perawat yeni.
"Kalau begitu saya pulang dulu ya Sus." pamit Pamela.
"Iya dokter silahkan." kata perawat Rina kemudian membereskan berkas dan laporan setelah Pamela keluar dari ruangan nya.
Hari ini sangat melelahkan menurut Pamela akhirnya memutuskan untuk langsung pulang ternyata dokter Ranti sudah menunggunya.
"Dokter Mela, masih sibuk kah? kita makan siang yok." ajak Ranti.
"Dokter Ranti dah siap pasiennya?" tanya Ranti.
"Sudah dong hari ini pasien aku nggak banyak tapi nggak tahu kalau nanti sore." ujar Ranti.
"Okay, berangkat. Kita satu mobil aja, terserah! bawa mobil ku juga nggak papa yang penting dokter Ranti yang nyetir."
Beberapa saat mereka sudah sampai di restoran mewah dan terlihat ramai, tempat itu rekomendasi dari dokter Ranti. Setelah memesan makanan mereka saling ngobrol dan bercanda.
"Mel, kamu benar ada hubungan dengan pak Vino." tanya Ranti membuat Pamela kaget.
"Hah.... kamu pasti dengar gosip dari mereka." kata Pamela karena belum ingin membicarakan tentang hubungan nya dengan Vino. "Indra nggak diajak ikut makan?" tanya Pamela mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Katanya banyak pasien di UGD jadi nggak bisa ditinggal." jelas Ranti.
"Ohh..." kata Pamela terhenti saat seorang waitress datang mengantar makanan.
"Terima kasih ya mba." ucap Pamela kepada waitress itu.
"Mel, seperti nya indra suka padamu deh." kata Ranti membuat Pamela menghentikan makan nya.
"Jangan ngaco deh." jawab Pamela.
"Serius Mela, cuma dia nggak nunjukin langsung sama kamu."
"Dasar Indra." gumam Pamela kemudian disusul gelak tawa mereka.
Begitulah mereka setelah di luar rumah sakit mereka memanggil tanpa embel-embel dokter satu sama lain.
Drrrt drrttt
Terdengar bunyi ponsel milik Pamela.
"Panjang umur nih orang baru di bicarakan langsung telpon." gumam.
Pamela
Ranti paham siapa yang meneleponnya kemudian melanjutkan lagi makan nya.
"Iya Hallo....." sapa Pamela setelah menekan ikon tombol hijau dilayar ponselnya.
"Mela kamu dimana? sebaiknya kamu segera kembali ke rumah sakit sekarang." suara indra yang di seberang sana terdengar berat.
"Ada apa indra?" tanya Pamela penasaran.
"Alvin dan mama kamu korban kecelakaan beruntun di simpang xxx sekarang dalam perawatan di UGD" jelas indra.
"Apa!!!?......." suara Pamela panik langsung menutup ponselnya.
Dengan raut wajah panik Pamela ingin segera meninggal kan restoran itu membuat Ranti penasaran.
"Kenapa Mel, koq wajahmu mendadak pucat?" tanya Ranti.
"Ran, aku harus segera kembali ke rumah sakit mama dan anak aku kecelakaan Ran. Mereka sekarang di UGD." jelas Pamela sedih.
"Bagaimana keadaan mereka Mel?" tanya Ranti.
"Belum tahu Ran." jawab Pamela dengan mengambil tas di kursi samping ia duduk tadi.
"Ya udah kita pergi sekarang, kamu yang tenang semoga mereka baik baik saja." ujar Ranti menenangkan hati Pamela kemudian mereka pergi dengan terburu buru tapi sebelum nya Ranti membayar dulu pesanan nya tadi.
Tak jauh dari meja mereka ternyata Vino juga sedang makan siang di restoran itu. Vino sedang bertemu rekan bisnisnya:dari Singapura, lagi-lagi harus di restoran karena dekat hotel kliennya menginap.
Tak sengaja mata Vino melihat Pamela makan di restoran sama dengannya.Vino memperhatikan Pamela saat keluar dari restoran dengan terburu buru apalagi Pamela terlihat panik.
Vino pun mengakhiri pertemuan dengan rekan bisnisnya itu dan memutuskan untuk kembali ke perusahaan karena ada rapat penting siang ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG