
Saat melihat jam menunjukkan pukul 1 siang Pamela meregang otot-otot nya ternyata dirinya sempat tertidur setengah jam setelah selesai operasi dan memilih istirahat di ruang dokter bahkan pamela baru ingat jika pagi tadi ada rapat mungkin Vino sudah kembali ke perusahaan.
Perut Pamela terasa lapar karena dari pagi belum ada makan apapun akhirnya memutuskan kembali ke ruangan nya di poliklinik.
Setelah membersihkan diri dan wangi pamela pergi ke poliklinik karena jadwal poli pagi nya harus di undur karena ada operasi tadi hingga memakan waktu hampir 4 jam.
"Siang dokter......." sapa rina asisten perawat nya.
"Apa ini Sus?" tanya Pamela melihat paper bag dia atas meja kerja nya ternyata makanan kesukaannya.
"Tadi pak direktur ke sini dok." jawab nya.
"Oh..... Terima kasih ya suster."
"Ya dok......"
Pamela membuka isi paper bag itu dan menemukan catatan kecil di dalam nya.
^^^"Kamu pasti lelah, jangan lupa di makan. Your husband."^^^
Senyum bahagia terbit dari bibir Pamela karena suaminya ini kelewat romantis lebih tepatnya bucin kepada nya.
"Suster sudah makan?" tanya Pamela
"Sudah dok....."
"Kita mulai poli nya setelah saya makan."
"Baik dok......"
Tiba-tiba muncul notifikasi dari ponselnya.
Desi:
"Jangan lupa datang ke acara ku malam ini."
Pamela langsung teringat jika malam ini acara pertunangan Desi dan Dika.
"Berapa pasien saya hari ini suster?" tanya Pamela.
"Ada 40 pasien yang mendaftar dok."
"Informasi kan ke bagian admission Sus, pendaftaran ke poli saya di tutup."
"Baik dok...."
Nasi goreng seafood, salad buah ditambah jus mangga kesukaannya membuat Pamela ingin segera memakannya. Tiba-tiba perut Pamela terasa mual selesai makan.
"Hoek..... hoek....." Pamela menuju ke wastafel yang ada di ruangannya dan memuntahkan makanan yang baru dimakan nya.
"Ah........" keluh Pamela setelah mengeluarkan isi perutnya.
"Dokter nggak papa?"
"Nggak papa Sus, mungkin karena dari pagi saya tidak ada makan apapun." ujar Pamela sudah merasa enakan perutnya. "Kita mulai poli nya."
"Baik dok, ini daftar pasiennya."
Hingga sore hari Pamela benar-benar baru bisa istirahat setelah apa yang di lakukan hari ini cukup melelahkan. Sedari tadi Vino menelepon Pamela jika dirinya sudah menunggu Pamela di parkiran.
Pamela yang tak ingin membuat Vino menunggu lama segera menuju ke parkiran mobil dan memberitahukan Vino tentang acara pertunangan Desi dan Dika.
__ADS_1
"Vin, ternyata hari ini acara Desi dan Dika." kata Pamela saat ini sudah berada di dalam mobil.
"Aku tahu, kita mampir ke salon dan butik sekalian mumpung masih ada waktu." kata Vino. "Aku ingin melihat istriku lebih cantik dari yang lain." bisik nya.
Vino membawa Pamela ke salon dan butik tempat langganan mama Dewi.
"Vin, bagaimana baju ini." Pamela keluar dari kamar ganti dengan gaun model off shoulder dress yang terbuka di bagian belakang dan depan.
Vino menatap takjub saat pamela keluar dari ruang ganti dengan make up yang tidak terlalu tebal membuat Pamela terlihat semakin cantik ditambah memakai gaun yang menampilkan sisi kulit nya yang mulus, Sempurna....! satu kata dari Vino, namun otak nya langsung tersadar saat melihat kulit mulus Pamela terlihat membuat para pria diluar sana bisa menikmati keindahan tubuh istrinya.
"Perfek......Ah maksud ku jelek." serunya.
"Kalau yang ini?" Pamela kembali menunjukkan gaun yang lain dengan model tertutup bagian atas dengan lengan pendek terdapat belahan panjang di bagian paha sebelah.
"Ganti......." kata Vino karena hati nya semakin berdebar melihat penampilan Pamela dengan gaun itu terlihat semakin seksi.
Pamela kembali memakai beberapa model gaun atau dress yang berbeda-beda dan menunjukkan nya kepada Vino. Lagi lagi Vino menggelengkan kepala membuat Pamela kesal tetapi tidak dengan pelayan butik hanya menahan senyum melihat kelakuan Vino terlalu posesif.
"Vino! ini dress terakhir, aku nggak mau ganti lagi." kesal Pamela memakai gaun warna peach model a line dress medium pilihan terakhir nya yaitu dress dengan lengan panjang potongan di leher berbetuk V besar dan potongan kain dari pinggul kecil melebar ke bawah hingga menapakkan kaki jenjang Pamela karena panjang dress di bawah lutut.
Melihat Pamela kesal karena dirinya, Vino sudah tidak bisa berkata apa apa lagi selain jantung nya yang semakin berdebar.
"Sial bagaimana aku bisa menahan nya, memakai gaun apapun terlihat sempurna." cicit Vino saat tatapan tajam dari Pamela meminta persetujuan dari nya.
Terlihat senyum tersungging di bibir Pamela tatkala Vino menerima dress pilihannya. Vino menggandeng Pamela keluar dari butik seakan tidak ingin melepas kan Pamela.
"Kita berangkat, nanti kita telat." ajak Pamela Karena jam sudah menunjukkan pukul 7 malam setelah masuk mobil.
"I iya......" Vino gugup.
Untuk mengurangi rasa gugup nya Vino ingin mendengar kan musik dari audio mobilnya ternyata lagu romantis yang terdengar.
Denyut jantung ku berdebar
Terasa indahnya
Dunia ini kita yang punya
Aku lah matahari mu
Kaulah kekasih ku
Kita kan bersama selama nya
...........
Vino semakin merona wajahnya mendengar lagu itu untung nya lampu di dalam mobil tidak terlalu terang. Vino langsung menghentikan lagu Casablanca itu yang menurut nya menambah jantung nya semakin berdebar
"Koq di matikan sih vin? lagu nya keren menurut ku." tanya Pamela karena tidak tahu Vino menahan jantung nya yang berdebar dari butik hingga sekarang masih terasa.
"Kita lihat pemandangan malam saja." ucap nya.
Pamela tidak protes lagi karena berharap tidak terlambat di acara pertunangan Desi dan Dika.
Akhirnya mereka sampai di rumah Desi meskipun sedikit terlambat terlihat banyak mobil terparkir di depan rumah Dea terlihat lumayan luas di dalam nya.
"Jangan jauh dari ku terus menempel pada ku." bisik Vino tidak gugup lagi.
Pamela hanya menurut saat Vino menggenggam tangan sebelah nya ketika masuk rumah Desi. Pamela terlihat anggun dengan dress yang di pakai nya begitu juga Vino terlihat tampan dengan stelan kemeja warna biru dongker di padukan celana jeans hitam. Vino yakin pasti banyak tamu datang terutama pria karena keluarga Dika merupakan keluarga terpandang dan keluarga besar.
Suasana hangat terasa tatkala dua keluarga itu sepakat untuk menikah kan Desi dan Dika.
__ADS_1
"Mela ke sini...." panggil Bona sambil melambaikan tangan nya saat melihat Pamela dan Vino datang.
Desi dan Dika sudah menyiapkan meja khusus untuk para sahabat begitu juga Pamela dan Vino langsung bergabung bersama sahabat nya itu termasuk Andreas yang sudah duduk menunggu. Acara Dika dan Desi mengusung tema outdoor di belakang rumah mereka karena tidak banyak mengundang tamu luar hanya beberapa kolega teman bisnis kedua orang tua Dika dan Desi serta kedua keluarga besar mereka.
Acara berjalan lancar hingga semua memberi kan tepuk tangan saat Dika menyematkan cincin pertunangan di jari Desi yang tak henti hentinya tersenyum bahagia dibalut gaun yang indah bak seorang putri.
Setelah itu Dika dan Desi menyanyikan lagu romantis di iringi band yang di sewa keluarga.
Tangan Vino selalu menggenggam tangan pamela tak peduli orang di sekitar.
Andreas melihat Vino memperlakukan pamela dengan romantis membuat nya kesal apalagi Desi dan Dika menyanyikan lagu romantis juga.
"Gila!!.... gue berasa nonton film romantis di sini." keluh Andreas.
Vino yang mendengar nya hanya cuek apalagi bona dan Pamela ikut larut dalam suasana lagu yang Desi nyanyikan bersama Dika.
"Maka nya punya pacar beneran bukan sewaan." ejek Vino membuat Pamela dan bona memperhatikan keduanya.
"Kamu punya saudara yang mirip kamu nggak Mel? kalau ada kenalkan padaku dong." celetuk Andreas.
Pamela bingung maksud dari Andreas karena dia terlahir anak tunggal.
"Kenapa harus mirip istriku sih?" kesal Vino. "Gue heran sama lo berdua masih aja bertahan jomblo. Tuh Dika dan desi bentar lagi married." ejek Vino.
"Sialan lo mentang mentang dah punya bini." kesal Andreas berbeda dengan bona hanya tersenyum saja.
"Atau kalian berdua jadian aja biar ga mupeng kalau nongkrong bareng gue sama Dika." cerocos Vino.
"Kamu belum punya pacar Na?" tanya Andreas.
"Belum, napa?" jawab bona ketus.
"Andreas mau nembak kamu tuh, Na." kata Vino.
"Sama Andreas? Ogah........" jawab bona membuat Vino tertawa ketika Andreas di tolak nya meskipun hanya bercanda.
Pamela hanya tersenyum melihat kekonyolan mereka bertiga.
"Apaan sih kayak nya seru banget?" tanya Dika menghampiri diikuti Desi.
"Wuih calon pengantin......" seru Andreas mengalihkan pokok pembicaraan.
"Selamat ya De....." kata pamela langsung memeluk Dea sebentar.
"Selamat ya De semoga lancar sampai hari H." ucap bona.
"Terima kasih semuanya." kata Desi terharu teman temannya pada datang semua.
"Ingat! masih status tunangan belum sah." kata Andreas memperingatkan karena Dika terlihat senyum bahagia.
"Iri bilang bos......." ejek Dika di sambut ketawa kecuali Andreas.
"Sialan semuanya ntar gue bawa cewek seksi dihadapan kalian."
"Gue tunggu, jangan sampai anak gue yang kedua elo masih jomblo." tambah Vino.
Suasana semakin ramai lagi lagi Andreas korban bully dari mereka hingga Desi tidak bisa menahan tawanya.
"Apa kabar kalian? lama tidak berjumpa." ucap seorang laki-laki menghampiri mereka.
BERSAMBUNG
__ADS_1