Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Mengantar Pamela


__ADS_3

Memang tidak mudah menyakinkan perusahaan Antareksa Group, dengan bantuan tuan Antoni akhirnya kerja sama itu terjalin.


"Saya ucapkan terimakasih tuan Abraham sudah memberi kesempatan kita untuk bekerjasama." kata tuan Antoni.


"Ah jangan begitu tuan Antoni, saya juga senang bisa bekerja sama dengan kamu." ucap tuan Abraham yang merupakan CEO Antareksa group.


"Sama sama tuan Abraham."


Saat ini mereka mengadakan pertemuan di sebuah restoran mewah guna menjalin kerja sama.


"Malvino pengusaha muda sukses, ternyata anak anda tuan Antoni."


"Benar tuan Abraham karena perusahaan saya sudah sepenuh nya menjadi tanggung jawab anak saya."


"Anda sangat beruntung tuan Antoni, sayang nya tidak bisa jadi menantu hahaha...." kata tuan Abraham dan disertai tertawa bersamaan dengan tuan Antoni untungnya mereka berada di ruang VIP. Vino dan farhan hanya sebagai pendengar dan sesekali tersenyum jika obralan mereka terlihat santai. Tuan Abraham yang diketahui memiliki anak 2 tapi laki laki semuanya.


"Kalau begitu saya permisi tuan Antoni karena masih ada urusan lain." pamit tuan Abraham.


"Terima kasih tuan Abraham." ucap tuan Antoni.


Tuan Abraham pun pergi meninggalkan tempat itu.


"Vin, papah pulang dulu ya." pamit tuan Antoni.


"Iya pah, terima kasih sudah membantu vino." ucap Vino.


"Papah tetap bangga sama kamu Vino."


Mereka pun meninggalkan ruangan VIP itu dan saat akan pergi ada seseorang yang memanggil tuan Antoni.


"Antoni kan, apa kabar?" sapa Rudy orang yang memanggilnya. Mereka pun menghentikan langkah nya saat ada yang memanggil tuan Antoni.


"Eh kamu Rudy, kabar baik."


"Tak sangka kita bertemu disini."


''Iya Rud, sudah lama tidak ketemu bahkan firman pun apa kabarnya?" kata tuan Antoni.


"Mana anak kamu Antoni?" tanya Rudy.


"Kenalkan malvino anak aku dan ini farhan." jelas tuan Antoni.


"Aku juga mempunyai anak seperti nya seumur anak kamu dan kebetulan sekarang masih diluar negeri." kata Rudy. "Oh ya ini kartu nama ku jika kamu lupa nomor ku, aku ingin obrolan kita berlanjut bukan sebagai teman tapi keluarga." tambah nya.


"Baiklah kapan kapan kita akan bertemu kembali." jawab Tuan Antoni.


Vino dan farhan masih menunggu tuan Antoni mengobral dengan tuan Rudy hingga akhirnya mereka menyudahi obrolan nya. Rudy, Antoni dan firman adalah teman sewaktu kuliah dulu.

__ADS_1


"Hati hati ya pah." kata Vino


"Ya vin, papah pulang dulu." ucap tuan Antoni dan pulang diantar dengan sopirnya.


"Farhan kita ke rumah sakit sekarang." ajak Vino.


"Baik bos....." kata farhan hanya bisa mengikuti kemana perginya Vino.


Sesampainya di rumah sakit.....


"Farhan saya ingin melihat data-data karyawan di rumah sakit ini."


"Baik bos..." kemudian beberapa saat farhan menyerahkan file data karyawan rumah sakit.


Vino pun mengecek data-data karyawan dan menemukan apa yang dicari nya. Vino tersenyum saat membaca data karyawan itu yang tak lain adalah CV milik Dokter Pamela Ridhliani kemudian Vino pun mengecek data dokter Indra dengan teliti.


"Menarik." batin Vino setelah melihat data itu.


"Bos, anda baik baik saja?" tanya farhan.


Vino tersentak saat farhan memanggil nya.


"Apa jadwal setelah ini farhan?" tanya Vino.


"Untuk saat ini tidak ada lagi bos kerena jadwal meeting dengan kepala divisi di undur besok pagi." jelas Farhan.


Seperti hal nya Pamela saat ini saat pulang dinas tiba-tiba ban mobilnya kempes di tengah jalan.


"Aduhhh pakai kempes lagi." gerutu Pamela sambil melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Pamela berusaha menelepon Indra atau Ranti tapi tidak ada jawaban.


"Isshhh kalau dibutuhkan tak ada yang bisa dihubungi." gumam Pamela dengan gelisah berdiri di samping mobilnya.


Dari jauh terlihat mobil mewah melintas ternyata mobil yang dikendarai Farhan dan Vino.


"Farhan kenapa tak bangunkan saya." kesal Vino saat tahu dirinya ketiduran di kursi kerjanya dan setelah di bangun Farhan ternyata sudah menjelang malam.


"Maaf karena bos terlihat kelelahan." ucap farhan.


"Tapi tidak sampai lewat jam pulang farhan." Vino masih kesal namun tiba-tiba farhan mengerem mobil mendadak di pinggir jalan yang terlihat sepi.


"Kenapa berhenti tiba tiba farhan?" tanya Vino dingin.


"Itu bos seperti nya ada yang butuh bantuan di depan." kata farhan.


"Ada apa dengan kamu farhan tiba-tiba peduli dengan orang."

__ADS_1


"Seperti nya seorang wanita bos sedang mengalami kerusakan mobilnya."


"Ya udah kamu turun cari tahu kenapa?" suruh vino yang tak mau keluar tetapi farhan yang menghampiri wanita itu.


"Eh dokter Mela, kenapa dengan mobil nya dok?" tanya farhan saat melihat ternyata wanita tadi dokter Mela.


Merasa ada yang memanggil nya Pamela pun menoleh kearah suara.


Bukankah dia sekertaris nya Vino itu. batin Pamela.


"Ah iya, anu itu.....? ban mobil saya sepertinya bocor."


"Sudah malam dokter sebaiknya anda ikut ke mobil saya, karena daerah disini sangat rawan." kata farhan mencoba membantu. Meskipun masih jam 7 malam tempat itu memang rawan kejahatan karena jalannya sepi.


"Hmm lalu bagaimana dengan mobil saya?" tanya Pamela.


"Nanti ada petugas bengkel langganan tuan saya yang memperbaiki dan mengantarkan mobil anda." jelas farhan.


Mendengar kata farhan, Pamela pun mau ikut mobil farhan namun saat ingin masuk kedalam ternyata Vino ada di dalamnya. Awalnya ragu namun Pamela memberanikan diri duduk di kursi belakang yang sudah ada Vino meskipun dengan canggung. Pandangan Pamela tak lepas dari keluar jendela dan sebaliknya nya mata Vino melihat tajam ke depan sesekali memperhatikan Pamela.


"Pak Farhan ke arah jalan xxx." ucap Pamela dan tiba-tiba farhan mengerem mendadak membuat Pamela tersentak begitu juga dengan Vino yang reflek memegang lengan Pamela.


"Kau mau mati ya farhan." ucap Vino dingin.


Pamela gugup langsung membenarkan duduk nya.


"Maaf bos seperti ada kucing yang melintas." ujar farhan jujur karena tahu Vino pasti akan melotot padanya.


Setelah beberapa saat mobil berhenti tepat di depan rumah setelah Pamela menyebutkan alamat rumahnya. Keluar anak laki-laki berlari menghampiri Pamela.


"Mommy....." panggil Alvin.


"Hei..... kenapa sayang?" jawab Pamela.


"Kenapa mommy lama pulang?" Alvin memeluk kaki Pamela karena tubuh nya yang kecil.


"Okay mommy sudah pulang, kita masuk kedalam." Alvin hanya menganggukkan kepala saat akan masuk kedalam rumah nya seperti nya Pamela melupakan sesuatu yaitu Vino dan farhan yang masih berada di dalam mobil bahkan mereka ikut memperhatikan interaksi Pamela dengan anaknya.


"Ah iya maaf Pak farhan saya lupa ucapkan terimakasih." kata Pamela namun Vino langsung bersuara.


"Ehemm....." suara Vino


Mendengar suara vino, Pamela lupa jika ada Vino juga.


"Terima kasih pak Vino sudah mengantar saya pulang." ucap Pamela lembut namun Vino hanya menganggukkan kepala saja setelah itu farhan melajukan mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.


Pamela pun masuk kedalam rumah karena Alvin sudah tidak sabar menunggu Pamela untuk menemani nya karena seharian selalu ditinggal kerja.

__ADS_1


__ADS_2