Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Mencoba Mendekat


__ADS_3

Hingga menjelang makan siang, Vino masih berkutat dengan berkas menumpuk entah akhir akhir ini semenjak mengakuisisi rumah sakit Graha Medika harus bolak balik ke perusahaan dan rumah sakit, sudah menjadi konsekuensi buat Vino karena sebagai CEO dari Damares Group.


"Farhan, saya ingin refres dulu dan semua pekerjaan ini kamu yang handle." perintah Vino.


"Wait......Tapi bos bukanya tuan Antoni menyuruh kita untuk ke mansion saat makan siang nanti." ujar farhan. Ya, sebelum berangkat pagi tadi tuan Antoni berpesan ingin makan siang bersama karena sudah lama tidak melakukan itu.


"Itu bisa diurus farhan dan aku akan pergi sekarang." kata Vino tanpa memperhatikan bagaimana muka kesal farhan saat ini.


Vino pun berlalu setelah mengendarai mobil nya.


"Dasar si bos nggak suka lihat orang senang." gerutu farhan setelah Vino sudah pergi dari ruangan nya.


Entah apa yang dipikirkan oleh Vino semenjak melihat Alvin waktu mengantar Pamela pulang yang tepatnya mengantar Pamela karena mobil yang dikendarai Pamela mogok di jalan, ingin rasanya bertemu dengan Alvin. Hati nya selalu merasa bahwa Alvin memang anaknya waktu itu hanya Pamela yang masih menjaga jarak dengan nya, entah apa alasan nya dari dulu hingga sekarang masih tertutup rapat.


"Semoga dia belum pulang?" gumam Vino saat mobilnya sudah menepi di pinggir jalan dekat sekolah Alvin.


Dilihatnya suasana sekolah yang begitu sepi, sesekali Vino melihat jam ditangan nya takut Alvin sudah pulang sekolah bahkan jam sudah menunjukan pukul 11 lewat. Saat Vino sudah hampir ingin pergi meninggalkan tempat itu tiba-tiba terdengar suara guru yang sedang berbicara dengan anak kecil dekat taman dan Vino pun memastikan anak kecil itu dan benar saja ternyata Alvin. Vino keluar dari mobil tanpa mengenakan jas hitam nya melainkan kemeja abu dengan digulung hingga siku.


"Oma pasti lagi dalam perjalanan buat jemput Alvin, jadi Alvin tunggu dulu ya." kata bu Yuni karena tahu oma nya yang akan jemput Alvin.


"Ya bu, Alvin akan menunggu oma disini." jawab Alvin.


"Anak pintar, Alvin jangan kemana mana ya?" kata Bu Yuni lagi.


"Ya bu....


Tiba-tiba terdengar suara laki-laki menghampiri mereka siapa lagi kalau bukan Vino. "Maaf Bu, Alvin belum dijemput ya?"


"Eh iya tapi maaf anda siapa ya?" tanya bu Yuni curiga tiba-tiba ada orang menghampiri mereka, bahkan bu Yuni meneliti Vino dari atas sampai bawah dan menoleh ke arah Alvin seperti mirip keduanya terlihat ganteng tentunya.


"Kalau saya bilang ayah dari anak ini, apa bu guru percaya?" tanya Vino membuat bu Yuni gelagapan harus bilang apa karena mereka terlihat mirip tapi Alvin sendiri tidak pernah menceritakan sosok ayahnya jika diminta bercerita mengenai keluarga.


"Saya ingin mengajak anak ini jalan bu dan mengantar nya pulang. Dan saya bukan orang jahat pastinya hanya ingin dekat dengan putra saya." kata Vino menyatakan jika Alvin anak nya.


"Baiklah saya percaya dengan anda asalkan tidak terjadi apa-apa dengan Alvin." ujar bu Yuni menyakini mereka benar benar ayah dan anak.


Disisi lain Alvin hanya mendengar pembicaraan seorang pria dewasa dengan gurunya. Namun Alvin teringat jika pria yang sedang ngobrol dengan bu guru pernah mengantar mommy jadi Alvin paham jika pria itu teman mommy nya.


"Alvin mau kan sama saya?" kata Vino hanya di angguki kepala Alvin.


"Om yang akan antar Alvin pulang, okay." ajak Vino.


"Yes i want." jawab Alvin.


Kemudian Vino menggandeng tangan Alvin untuk dibawa ke kedai es cream yang tak jauh dari sekolah itu. Baru kali ini Vino merasa bahagia.


"Suka es cream nya?" tanya Vino setelah menikmati es cream bersama Alvin


"Lumayan....tapi Alvin suka koq." jawab Alvin dengan wajah imutnya. "Om namanya siapa?" tanya Alvin. Vino rasanya ingin teriak saat Alvin memanggilnya om tapi ditahannya.


"Nama om Vino, kita bisa berteman kan." dan Alvin pun mengangguk sebenarnya Alvin bingung karena Pamela dan Oma nya selalu memperingatkan dirinya untuk tidak berbicara dengan orang asing selain teman dan guru nya namun melihat Vino seperti orang baik.

__ADS_1


"Om Vino tidak bekerja nanti bos nya marah lho!" kata Alvin membuat Vino tersenyum.


"Om bekerja tapi tidak ada yang berani memarahi om, karena om yang punya perusahaan." Alvin hanya nyengir memperlihatkan gigi putihnya dan terlihat menggemaskan.


Vino seakan ingin memeluk bocah kecil menggemaskan yang di depan nya ini, tapi niatnya ini tertahan karena harus meluluhkan mommy bocah ini yang kenyataan sebenarnya bocah ini anak biologisnya. Entah apa yang dipikirkan Vino saat ini semenjak bertemu Pamela kembali seperti menemukan kehidupan nya kembali apalagi Vino mengetahui jika Pamela belum menikah.


"Alvin tidak takut sama saya?"


"Enggak! karena Alvin pernah lihat om mengantar pulang mommy."


Vino mengingat kapan mengantar Pamela ternyata pas mobil Pamela mogok ditengah jalan. "Siapa yang jemput Alvin ke sekolah?" tanya Vino.


"Oma, karena mommy sibuk bekerja untuk menolong orang sakit." jawab Alvin terlihat polos karena tahu mommy nya adalah dokter.


"Terus papa Alvin kemana, koq tidak menjemput Alvin?"


Alvin terdiam saat Vino menyinggung soal papa nya karena yang Alvin tahu sampai sekarang papa nya belum muncul juga bahkan jika diri nya bertanya dengan mommy selalu bilang dady bekerja ditempat yang jauh.


"Kata mommy, daddy sibuk bekerja dan tempat nya sangat jauh sekali."


"Kamu ingin bertemu nggak sama daddy nya Alvin."


Alvin hanya menggeleng saat ditanya ingin bertemu dengan papa kandung nya.


"Alvin doesn't know because daddy doesn't love Alvin, kenapa tidak kembali sampai sekarang?."


Jawaban Alvin membuat dada Vino sesak padahal jika Pamela menerima pertanggungjawaban nya dulu pasti anak ini tidak akan kecewa dengan sosok papa nya.


"No, Alvin ingin pulang pasti oma sudah datang menjemput ku."


"Weekend Alvin kemana sama mommy?"


"Mommy ngajak main ke taman kota pagi, kalau om mau bisa koq ikut." mata Vino berbinar saat mendengar ajakan Alvin, kesempatan dirinya dekat dengan Pamela.


"Okay om pasti datang, kan kita berteman."


"Iya deh, yuk om Alvin dah selesai makan nya pasti oma sudah nunggu di sekolah." ajak Alvin kemudian mereka kembali ke sekolah dan ternyata benar sosok wanita paruh baya yang terlihat cantik sudah menunggu didepan sekolah dan terlihat khawatir.


"Ya ampun, kemana Alvin koq nggak ada sih?" gumam wanita itu yang tak lain oma Ratih.


FLASHBACK ON


"Aduh dah jam setengah sebelas bentar lagi jemput Alvin tapi masih belum selesai acaranya." ujar mama Ratih.


Saat itu mama Ratih sedang ada acara bersama dengan teman temannya selain menjaga dan menjemput Alvin. Maklum lah mama Ratih tidak ada kegiatan setelah menyatakan pensiun dan membuat kue jika ada yang pesan terutama teman temannya atau tetangga di kawasan kompleknya. Mama Ratih pun menghubungi Pamela untuk mengatakan jika dirinya terlambat jemput Alvin.


"Iya mah kenapa?" suara Pamela saat ditelepon.


"Halo sayang, mama seperti nya nanti terlambat jemput Alvin. Acara mama belum siap mungkin setengah lagi lah selesai."


"Ya udah biar Mela telepon sama Wali kelas Alvin, mah."

__ADS_1


"Terima kasih sayang, siap dari sini mama langsung ke sekolah nya Alvin."


Pamela pun tidak akan memarahi mama Ratih meskipun sejujurnya hatinya tidak terima jika Alvin telat dijemput tapi Pamela tidak ingin membuat mama Ratih sedih.


FLASHBACK OF


Vino meninggal kan Alvin ketika sudah sampai di depan sekolah itu karena terlihat sudah ada wanita paruh baya menunggu nya.


"Itu oma..." tunjuk Alvin.


"Alvin, Om Vino antar kamu sampai disini ya." ujar Vino setelah sampai di depan sekolah tak jauh dari mama Ratih.


"Iya, tapi weekend nanti om jangan lupa." Alvin mengingatkan.


"Okay om janji."


Vino pun meninggal kan Alvin dengan hati senang bisa bersama dengan Alvin meskipun sebentar tapi tak kalah bahagia nya saat Alvin mengajak nya bermain ke taman weekend nanti.


"Alvin...." teriak Oma Ratih saat melihat Alvin menghampirinya.


"Alvin kemana aja? maafin oma ya telat jemput Alvin." kata oma Ratih.


"Iya oma tadi Alvin makan es cream sama teman Alvin di seberang sana." jelas Alvin jujur.


"Apa!!!...." kata oma Ratih terkejut. "Kan bahaya Alvin jika ke seberang sana apalagi sama orang tak dikenal?"


"Oma ga usah khawatir teman Alvin orang nya baik koq."


Sejak kapan Alvin punya teman akrab padahal Alvin anaknya tidak mudah berteman cenderung mandiri dan pendiam. batin oma Ratih.


"Untung nya kamu baik baik saja, oma janji tidak terlambat jemput kamu lain kali." Alvin pun mengangguk.


"Ya udah kita pulang sekarang." ajak oma ratih tak lupa pamit sama bu Yuli yang kebetulan datang menghampiri nya.


"Terima kasih bu." kata oma Ratih


"Alvin sudah kembali ya, mana papa Alvin tadi?" tanya bu Yuli membuat oma terkejut.


"Maksud bu guru, yang bersama Alvin seorang pria?" Oma pun penasaran bahkan bu Yuli pun menganggukkan kepala.


"Ya sudah Alvin! kita pulang sekarang." kata oma lembut.


"Terima kasih ya bu." pamit Alvin.


"Iya Alvin hati hati." bu Yuli melihat Alvin dan Oma nya naik ke dalam mobil.


Dengan penuh tanda tanya oma Ratih mengajak pulang Alvin.


_


_

__ADS_1


Maaf baru bisa up lagi karena sakit, harap dimaklumi. Terima kasih


__ADS_2