
Sudah waktunya pulang Alvin tak kunjung di jemput membuat nya masih harus menunggu.
"Alvin, mommy belum jemput ya?" Alvin hanya menganggukkan kepala saat ditanya bu yuni sebagai wali kelas 1.
"Okay, Alvin jangan kemana-mana tunggu mommy sampai datang ya?" kata bi yuni lagi.
"Kenapa mommy belum datang ya bu." tanya Alvin.
"Mungkin mommy nya Alvin masih sibuk?" kata bu Yuni.
"Ibu masuk kedalam dulu ya, Alvin jangan kemana-mana. Okay." bu Yuni pun kembali ke ruang guru.
Sudah setengah jam berlalu Pamela belum datang juga.
"Yeah Alvin's drink is finished." kata Alvin saat merasa haus ternyata botol minum nya sudah habis.
Alvin melihat minimarket diseberang sekolah nya tapi Alvin takut harus menyeberang jalan akhirnya Alvin memilih menunggu mommy nya.
"Mommy..... kenapa lama sekali." gumam Alvin, Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil saat di buka kaca mobilnya ternyata mommy Pamela.
"Alvin, mommy I'm sorry." kata Pamela menghampiri Alvin tapi Alvin hanya cemberut.
"Bagaimana kalau mommy ajak Alvin makan es cream." bujuk Pamela.
"Okay......" ucap Alvin senang.
Pamela pun membawa Alvin ke suatu mall terbesar di Jakarta.
"Halo sus, kalau ada pasien baru tolong hubungi saya." pesan Pamela lewat telepon.
"Baik dokter tapi belum ada pasien." jawab asisten Pamela yang terdengar dari teleponnya.
"Okay.." kata Pamela kemudian menutup telepon nya.
Seperti janjinya, Pamela mengajak Alvin ke gerai es cream yang terkenal di mall itu.
"Alvin kamu mau rasa apa?" tanya Pamela.
"I want Mommy's chocolate ice cream." jawab Alvin.
"Okay..."
Pamela pun memesan es cream cokelat dengan vanila ukuran sedang sementara Pamela memilih jus mangga.
"Terima kasih ya mba." Ucap Pamela saat pesanan nya datang.
Alvin begitu semangat makan es cream itu hingga habis.
"Alvin mau makan apa?"
Pamela tidak hanya ngajak makan es cream saja tapi juga membawa Alvin ke restoran cepat saji.
"Hmm Alvin sudah kenyang.'' kata Alvin selesai makan.
"Alvin, mari kita pulang." ajak Pamela.
__ADS_1
"Yes mommy."
Dengan perasaan senang Alvin mengajak pulang Pamela namun saat sedang mau pulang tiba-tiba Pamela ingin ke toilet.
"Alvin! mama mau ke toilet sebentar, kamu tunggu mommy disini ya." pinta Pamela menunjukkan sebuah bangku kosong yang ada di dekat gerai es cream tadi.
"Okay, Alvin tunggu mommy." jawab Alvin.
"Jangan kemana-mana, tunggu mommy cuma sebentar." setelah Alvin menganggukkan kepala Pamela pun pergi ke toilet yang tak jauh dari situ.
Masih dengan seragam sekolah Alvin terlihat duduk sendirian menunggu mommy datang. Dari jauh farhan dan Vino jalan setelah pertemuan dengan klien yang meminta bertemu di restoran yang berada di mall ini. Saat melewati Alvin, mata farhan sejenak memperhatikan wajah bocah kecil yang duduk sendirian masih memakai seragam sekolah.
"Wajah anak kecil ini koq tidak asing ya, mirip.........?" gumam farhan kemudian memperhatikan wajah Vino yang sedang menelepon seseorang.
Merasa diperhatikan Vino mengakhiri telepon nya.
"Kenapa farhan ada yang aneh dengan muka saya." tanya Vino dingin.
"Maaf bos, cuma melihat wajah bos yang ganteng ini saja." jawab farhan takut Vino marah..
"Memangnya kenapa wajahku farhan." Vino terlihat kesal.
"Ini bos! wajah bos mirip seperti bos waktu kecil dengan anak itu." tunjuk farhan kearah Alvin.
Mata Vino pun tak memungkiri jika wajah anak kecil dihadapannya itu hampir mirip dengan nya seperti waktu kecilnya.
"Halo, kamu sedang nunggu siapa." tanya Vino menghampiri Alvin namun Alvin terlihat takut berbicara dengan orang asing.
"Kamu jangan takut, bos saya bukan orang jahat." farhan ikut bertanya.
"I'm waiting for mommy." jawab Alvin dingin.
"I'm with mommy and I don't have daddy." jawab Alvin lirih.
"Apa kamu baik baik saja."
"Ya mommy pergi ke toilet."
"Oh, om pikir kamu sedang marah sama mommy kamu." ucap farhan.
Beberapa saat Pamela datang menghampiri Alvin selesai dari toilet karena khawatir, melihat dari jauh Alvin mengobrol dengan orang asing.
"Alvin Let's go home." panggil Pamela membuat Vino dan farhan menoleh seketika.
Vino sangat terkejut melihat Pamela memanggil bocah kecil itu tapi berbeda dengan farhan.
"Oh ada dokter Mela." kata farhan.
"Maaf saya mau ajak anak saya pulang." kata Pamela tak menghiraukan tatapan tajam Vino.
Pamela langsung mengajak pulang Alvin dan meninggal kan farhan dan Vino yang masih ditempat itu. Vino yakin jika anak itu adalah anaknya yang dulu tapi Vino akan mencari tahu kebenarannya dan memastikan jika Pamela sudah menikah atau belum. Bahkan Vino sudah melihat nama sekolah yang ada di seragam Alvin.
"Bos sebaiknya kita segera kembali ke kantor." ajak farhan.
"Ya farhan." jawab Vino datar.
__ADS_1
Farhan dan Vino pun meninggalkan tempat itu.
Masih didalam mobil Pamela menasehati Alvin yang sudah berbicara dengan orang asing tapi sebenarnya Pamela takut jika Vino mengenali anaknya.
"Alvin, mommy pernah bilang jangan berbicara dengan orang asing okay." kata Pamela lembut.
"Yes mommy, tapi om tadi bukan orang jahat." ucap Alvin.
"Lain kali jangan ulangi." Alvin pun menganggukkan kepala.
Pamela pun mengantar Alvin pulang kemudian kembali ke rumah sakit.
__________
Keesokan harinya Pamela sudah sampai di rumah sakit setelah mengantar Alvin ke sekolah dan siang nya mama Ratih yang jemput.
Malvino yang saat ini sudah berada di kantor nya sedang menunggu info dari orang suruhan nya untuk mengawasi Alvin karena Vino ingin memastikan jika Alvin benar anaknya.
"Tuan hasil nya sudah keluar." suara orang suruhan Vino dari telepon nya.
"Bagaimana?"
"Hasil DNA nya tepat tuan dan menyatakan anak itu benar anak tuan."
Tersirat senyum di bibir Vino saat mendengar laporan dari orang suruhan nya.
"Baik, nanti saya tambahin bonus buat kamu." Vino pun langsung menutup telepon nya.
"Farhan, keruangan ku sekarang." panggil Vino dari interkom.
Beberapa saat terdengar suara ketukan pintu dan ternyata farhan.
"Kenapa bos?" tanya farhan.
"Farhan kamu tahu kan pemilik saham rumah sakit Graha Medika? saya ingin melakukan penawaran dengan nya." jawab vino.
"Bukan nya bos dulu tidak tertarik waktu itu."
"Itu dulu farhan saya ingin akuisisi kepemilikan rumah sakit itu selain menguntungkan juga sangat mudah menarik investor karena rumah sakit itu salah satu rumah sakit terbaik." jelas vino tapi sebenarnya bukan itu tujuan utamanya.
"Baiklah bos akan saya lakukan secepat nya."
"Aku sangat percaya dengan kemampuan mu farhan."
"Tapi jangan lupa bonus buat ku bos."
"Oke, bonus 2 kali lipat untuk mu."
Farhan masih heran dengan keputusan vino, dulu saat ditawari katanya kurang tertarik dan memilih ingin bangun rumah sakit sendiri.
"Kenapa dengan bos Vino akhir ini, bomat lah yang penting dapat bonus." gumam farhan setelah keluar dari ruangan Vino.
"Kenapa pak farhan? koq ngomong sendirian sih." kata Dina sekertaris Vino.
"Bukan urusan mu....." jawab farhan dingin.
__ADS_1
"Issh semua koq begitu sih..... serem." kata Dina.
Semenjak kejadian waktu itu Dina tidak lagi berpakaian terlalu seksi dan menggoda karena ancaman dari farhan, jika di ulangi kesalahan nya tidak main main lagi akan di pecat namun teringat cara kerja Dina yang bagus jadi dipertimbangkan untuk di pecat. Tidak dipungkiri ketampanan Vino membuat wanita terpesona seperti Dina.