
Pamela bingung memilih baju karena ulah Vino tadi malam yang meniggalkan jejak di sekitar leher dan bahu begitu banyak hingga terlihat merah keunguan.
Alvin yang sudah tidak sabar menunggu Pamela membuat nya kesal.
"Come on daddy, mommy kenapa lama?" tanya Alvin saat ini sudah didalam mobil.
"Sebentar sayang kita tunggu mommy." bujuk Vino.
Beberapa menit kemudian Pamela datang dengan kaos menutup leher memakai jaket dan celana jeans warna biru senada yang sebelumnya mereka merencanakan memakai kaos couple. Mereka juga memberi tahu Alvin akan mengunjungi makam orang tua Pamela.
"I'm sorry, mommy lama ya sayang?" tanya Pamela saat masuk ke mobil.
"Alvin ingin marah tapi Alvin sayang sama mommy." seru Alvin kembali ceria.
"Loh koq nggak pakai kaos nya sayang, kan kata nya kita mau pakai baju couple bertiga?" tanya Vino.
"Gara gara ulah kamu tuh, aku nggak bisa memakai nya karena tidak bisa menutupi hasil karya kamu." ujar Pamela kesal.
Vino hanya tertawa mengingat semalam begitu buas dan liar melakukan nya pada Pamela.
"Terima kasih sayang I love you......cup." kata Vino kemudian mencium pipinya merasa bersalah tapi dalam hati Vino bahagia apalagi Pamela juga mencintai nya.
Mereka berangkat pagi karena harus ziarah ke makam dulu sebelum ke kebun binatang. Dalam perjalanan ke makam mereka harus terhenti untuk membeli bunga bahkan Pamela membeli bunga yang menjadi favorit almarhum mama nya.
Mereka membaca doa dengan khusuk di hadapan kedua makam orang tua Pamela. Tanpa ada kesedihan bahkan Pamela mengungkapkan kebahagiaan nya bersama keluarga kecil di hadapan makam orang tuanya. Tidak butuh lama mereka melanjutkan ke kebun binatang.
"Lihat mommy, daddy ada gajah. Wah besar sekali....." Seru Alvin tiba di tempat kebun binatang.
Mereka tidak lupa mengabadikan momen kebersamaan mereka. Alvin terlihat senang bisa melihat berbagai jenis binatang.
"Daddy.....Alvin ingin seperti singa, kuat dan pemberani." kata Alvin.
"Ya, kamu anak daddy yang hebat dan kuat." balas Vino.
Tangan Pamela tak lepas dari genggaman tangan Vino seakan takut jika ada yang ingin menggoda istri nya karena terlihat sangat cantik dan anggun meskipun hanya memakai baju casual.
"Jangan jauh dari aku!" bisik Vino membuat Pamela merasa ngeri.
Mereka menikmati pemandangan alam dan berbagai satwa yang terdapat di tempat itu meskipun Alvin terkadang berlarian ke sana kemari demi melihat hewan yang di kandang nya tanpa takut namun tak luput dari pengawasan Pamela dan Vino.
Selain itu mereka juga melihat akuarium dengan berbagai ikan. Alvin sangat ingin melihat pertunjukan sirkus ikan lumba-lumba karena menurut Alvin ikan yang pintar.
"Lihat mommy.......ikannya ikut menari." seru Alvin senang saat ikan itu ikut menari bersama sang pawang nya.
"Alvin mau foto bersama ikan itu nggak?" tanya Pamela.
__ADS_1
"Mau mommy..... Alvin ingin menyentuh ikan itu." Alvin terlihat semangat.
"Vino, kamu mau ikut foto ke bawah?" ajak Pamela.
"Aku tunggu di sini saja jangan berlama-lama fotonya." jawab Vino.
Vino memilih menunggu di podium tempat mereka duduk karena tidak ingin terlihat mencolok diantara orang orang, padahal sudah memakai topi dan kacamata hitam. Pamela dan Alvin turun dari podium meminta izin dengan petugas arena pertunjukan sirkus untuk berfoto.
Terlihat senyum ceria Pamela dan Alvin saat berfoto dengan para satwa itu. Vino diam diam memfoto Alvin dan Pamela saat mereka sedang tersenyum bahagia melihat pertunjukan sirkus ikan lumba-lumba.
"Daddy seru banget loh, Alvin tidak takut menyentuh ikan lumba-lumba itu." seru Alvin senang selesai berfoto.
"Ah anak daddy memang pemberani." balas Vino.
"Vin, kita pulang sudah sore." ajak Pamela.
"Iya sayang, Alvin pasti sudah kecapean Kita makan dulu." dan benar saja Alvin merasa capek dan Vino harus menggendongnya.
Saat keluar dari arena sirkus ikan lumba-lumba tak sengaja mereka melihat seorang bapak paruh baya terjatuh dengan tangan memegang area dada seakan susah untuk bernapas. Terdengar beberapa orang memanggil meminta pertolongan ke petugas namun belum ada yang datang.
"Vin, kenapa dengan orang itu? aku harus membantu nya." ujar Pamela.
"Tapi yang........." tahan Vino karena keputusan Pamela ingin menolong orang itu.
Dengan sigap Pamela menghampiri bapak yang kesakitan itu namun tertahan oleh anak nya.Terlihat beberapa pengunjung yang lain hanya memperhatikan tanpa membantu.
"Anda siapa? bapak saya butuh pertolongan medis bukan tanya jawab." sarkas anak nya bapak itu.
"Saya ingin membantu bapak anda." kata Pamela ramah.
"Tidak perlu kami sedang menunggu petugas medis datang." kekeh orang itu.
Bapak itu akhirnya sadar setelah di beri minyak angin oleh anak nya namun tangannya masih memegang di bagian dada dan sulit berbicara karena napas nya berat. Belum terlihat petugas medis datang akhirnya Pamela mencoba untuk menolong bapak paruh baya itu agar tidak terjadi yang lebih fatal.
Pamela langsung melakukan BHD (Bantuan Hidup Dasar) untuk pertolongan pertama kepada bapak itu tanpa menghiraukan anak nya yang masih kekeh menunggu petugas medis datang. Pamela kesulitan karena bapak itu butuh bantuan oksigen secepatnya.
"Apa yang kamu lakukan kepada bapak saya?"
"Saya seorang dokter, tolong izin kan saya membantu ayah banda." Tiba-tiba tangan Pamela ditarik nya hingga terjatuh.
"Jangan membuat ayah saya jadi kesakitan karena tindakanmu." ujarnya setelah membuat Pamela tersungkur.
Vino yang sedari tadi melihat dari jauh perlakuan orang itu terhadap Pamela akhirnya datang menghampirinya.
"Sayang kamu nggak papa?" tanya Vino.
__ADS_1
"Iya vin, bapak itu butuh perawatan segera." jawab nya.
Tak berselang lama petugas medis datang dengan peralatan medis seadanya langsung mengevakuasi bapak itu untung nya ada Pamela. Pamela ikut membantu petugas medis dan meminta segera memasang oksigen buat bapak itu. Pamela juga meminta untuk merujuk ke rumah sakit yang terdekat segera.
"Jika keadaan darurat jangan mempersulit orang lain yang ingin menolong ayah kamu." kata Vino dengan kesal.
"Istri saya dokter tapi kamu malah memarahinya." ungkap nya lagi.
Beberapa pengunjung memperhatikan kejadian dimana anak dari bapak paruh baya yang sakit itu memarahi Pamela dan ada juga pengunjung yang senang melihat ketampanan Vino mirip artis.
"Sudah Vin, tidak apa apa." ucap Pamela takut Vino bertambah emosi.
"Maaf.... saya minta maaf tidak seharusnya saya melarang anda membantu orang tua saya." ucap orang itu.
"Nggak papa saya maklum aja karena anda tadi sedang panik. Oh iya saya meminta petugas tadi segera membawa ayah anda untuk ke rumah sakit karena harus segera perawatan. Jika tidak keberatan bawa ayah anda ke rumah sakit Graha Medika, saya salah satu dokter yang bertugas di sana." jelas Pamela membuat orang itu terharu.
"Terima kasih dokter, sudah menolong ayah saya. Maaf boleh tahu nama dokter siapa?" tanya anak bapak yang ditolong Pamela tadi.
"Oh iya saya dokter Pamela, semoga ayah anda baik baik saja dan cepat sembuh." jelas Pamela yang mendapat tatapan tajam dari Vino.
"Sekali lagi terima kasih dokter." ucap nya tulus.
Vino langsung menggandeng tangan Pamela dan membawanya pergi karena tidak ingin Pamela terlibat pembicaraan panjang dengan orang itu. Tak terasa hari sudah sore mereka memutuskan untuk pulang karena Alvin terlihat lelah.
"Mommy Alvin lapar......" rengek Alvin.
"Oke, kita mampir makan dulu sebelum pulang." kata Vino gara-gara kejadian tadi pulang hingga sore.
Dalam perjalanan menuju restoran Alvin tertidur, Vino terpaksa driver thru makanan cepat saji.
"Alvin bangun dong sayang, katanya lapar." Pamela membangunkan Alvin.
Alvin terpaksa makan di dalam mobil karena tadi sempat ketiduran.
"Sayang, aku bangga sama kamu." kata Vino sambil mengemudi.
"Soal apa?"
"Yang kamu lakukan tadi menurut ku keren padahal aku sempat melarang mu."
"Sudah kewajiban ku menolong sesama Vino, aku kan dokter kalau kamu lupa."
"Ah iya sayang, I love you." Vino kembali menggenggam tangan Pamela dengan erat dan tangan sebelah nya untuk menyetir.
Pamela hanya tersenyum bahagia apalagi Vino selalu mengatakan cinta, kata kata itu ingin selalu terdengar di telinga setiap hari
__ADS_1
Aku tak kan berhenti mengatakan aku cinta padamu karena kamu adalah belahan jiwaku.