
Pagi yang cerah....
Hari ini jadwal kelas XII IPS 2 pelajaran olahraga, disaat teman teman nya melakukan aktivitas olahraga tapi Vino memilih duduk bersandar di kursi pinggir lapangan melihat Andreas, jatmiko dan Dika yang bermain basket.
Dari kejauhan terlihat Pamela sedang berjalan dengan membawa tumpukan buku seperti nya dari ruang guru, membuat Jatmiko tak mengalihkan pandangan nya sedikit pun membuat dia terkena bola dari Dika.
BUK
"Aduhh...." Jatmiko terkejut saat kepalanya terkena lemparan bola. Vino sekilas juga melihat Jatmiko yang tadi sedang memperhatikan seorang kemudian mata vino mengikuti arah pandang Jatmiko ternyata seseorang yang sedang berjalan, dari kejauhan terlihat punggung cewek dengan rambut panjang sedang jalan ke arah kelas IPA.
"Woi miko.... fokus loh." teriak Dika, Miko hanya tersenyum tipis.
"Mik, boleh kita adu tanding main basket?" tanya cowok yang bernama Zidane tak lain adalah adik kelas XI yang bareng jadwal olahraga hari ini.
"Oke sapa takut, kalau kita menang kalian belikan kita minuman di kantin." jawab Dika.
"Oke deal..." balas Zidane lalu mengajak kawan kelasnya untuk bermain.
"Vin, main yok kita kurang orang nih." panggil Andreas, namun tak ada reaksi hingga akhirnya Vino masuk kelapangan dan bergabung dengan mereka.
Saat Vino ada di tengah lapangan yang tadinya yang duduk hanya beberapa teman sekelas nya tiba-tiba dipinggir lapangan sudah banyak cewek cewek berkumpul hanya untuk menonton mereka. Bukan hanya jatmiko, Andreas dan dika yang terlihat keren penampilan nya namun Vino seperti atlit sungguhan saat memakai baju olahraga.
PRIIIITTT PRIIIITTT
Terdengar suara pluit menandakan permainan dimulai, awalnya Dika yang mendapat operan bola kemudian Dika mengoper nya ke Vino dengan cepat Vino meraih bola itu kemudian memasukkan bola itu kedalam ring. Permainan Vino membuat mata teman teman nya tercengang karena bisa memliki skill bermain basket dengan baik. Vino memang jago basket saat di Australia jadi dia tidak kaku saat bermain basket. Lagi lagi Vino bisa menambah skor timnya, saat lawan mainnya bisa memasukkan bola kedalam ring tim nya selain itu jatmiko dan kedua temannya juga jago bermain basket
Penonton sangat heboh melihat penampilan Vino terutama para cewek. Akhirnya nya poin tim Vino lebih unggul dari tim lawannya.
"Sialan kita kalah." maki Zidane
"Jangan lupa beliin minuman buat kami." kata Dika. Mereka lalu keluar dari lapangan.
Meisya tidak ingin melewatkan kesempatan kemudian datang mendekat ke Vino.
"Vino, gue bawain minum buat loh." kata meisya sambil memberikan sebotol minuman dingin kepada Vino. Vino mengambil botol minuman itu dengan alis mengernyit.
__ADS_1
"Cuma satu? kau nggak lihat mereka juga ingin minum." kata Vino dingin.
"Itu..... aku bawain untukmu." jelas meisya gugup.
cowok ini memang susah di dekati, awas saja ya. batin meisya.
"Terima kasih, lain kali nggak usah seperti ini." bicara Vino masih dingin kemudian membuka tutup botol itu kemudian meminumnya. meisya sangat senang Vino mau minum air darinya.
"Wah Vino dah minum duluan aja." ucap Dika kemudian mengambil botol yang di genggam Vino kemudian meminumnya hingga tandas
"Nggak usah rebutan kali, tuh zidane datang bawa minuman." kata Andreas saat melihat tingkah Dika yang merebut minuman Vino.
Meisya merasa senang Vino menerima pemberian darinya meskipun Vino orang nya dingin tapi bagi meisya tantangan untuk mendapatkan Vino.
Mereka selesai bermain basket setelah bel istirahat berbunyi, Vino dan kawan kawan nya berganti baju. Saat keluar dari ruang ganti ada seorang cewek cantik yang mendekati Vino.
"Kak Vino.... " panggil anak cewek tadi terlihat di nametag seragam nya nindi andani.
"Kenapa?" jawab Vino saat ada yang memanggilnya.
"Ya udah ngomong aja disini?" jawab Vino datar.
"Aku nggak bisa ngomongin nya disini kak." mendengar kata nindi Vino mengernyitkan alisnya.
"Sudah lah bro, mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan sama adik manis ini." suara Dika sambil menepuk bahu Vino. "Gue ke kantin kalau nyari gue sama Andreas, urus dulu ini." bisik Dika sebelum pergi mengejar Andreas yang sudah duluan ke kantin tapi Jatmiko pergi ke ruang OSIS.
"Ya udah lo mau ngomong dimana?" tanya Vino. tanpa bicara nindi melangkah menuju taman sekolah yang diikuti Vino di belakang nya.
Di kelas XII IPA 1 terdengar ramai setelah mendengar belum istirahat, karena mereka habis mengerjakan ulangan fisika mendadak.
"Aduhh ga tahu gue gimana hasil nya nanti." ucap Bona merasa tidak yakin dengan jawaban nya.
"Gue juga bon, kalau mela sih pasti nggak masalah dengan soal seperti itu." kata desi.
"Udah serahkan saja sama yang di atas, sapa tahu nilai kalian baik." hibur mela saat melihat kedua kawan nya mengeluh.
__ADS_1
"Ya udah deh daripada bete' mending kita ke kantin, yuk." ajak desi.
"Sorry gue mau ke ruang guru antar buku buku itu, hari ini kan piket gue." jelas Pamela.
"Mau dibantu nggak mel?" tanya Desi.
"Nggak usah, gue bisa sendiri." jawab Mela lalu membawa buku buku itu untuk diantar ke ruang guru lagi. Hari ini jadwal piket Pamela jadi Pamela yang harus mengembalikan nya ke ruang guru. Setelah mengantar buku ke ruang guru Mela memilih duduk bawah pohon yang ada di taman saat ingin mendengarkan musik di earphone nya terdengar percakapan 2 orang yang seperti seorang lelaki dan perempuan.
"Kak Vino...." kata nindi ragu.
Vino menatap nindi menunggu apa yang ingin di sampaikan cewek ini.
"Aku suka sama kak Vino, mau nggak jadi pacar ku." kata nindi to the point.
"What?? kau suka padaku kamu bilang." Vino terkejut mendengar adik kelas menyatakan perasaan nya, nindi menganggukkan kepala dengan gemetaran saat mendengar reaksi Vino.
"Sorry I can't and it's not my way boys shoot love from girls." jawab Vino tegas. Nindi paham apa yang diucapkan Vino tanpa disadari air mata nya menetes.
"and.... lo bukan tipe gue." ucap Vino tanpa memikirkan perasaan nindi kemudian melangkah pergi namun bukan ke kantin melainkan ke rooftop.
Nindi menangis sesenggukan setelah Vino pergi betapa hancur hati nya saat ditolak sama cowok yang ditaksir nya. Itu semua tidak luput dari Pamela bahkan Pamela mendengar semua percakapan dua orang itu dan tidak ingin ikut campur.
Dasar cowok egois tidak memikirkan perasaan cewek. batin Mela
Mela kembali ke kelas nya namun saat akan masuk kelas, jesy membuat kesal Mela pasalnya jesy dan teman temannya makan di kelas dengan sampah berserakan.
"Wati tolong dong sampah nya dibuang tempat sampah." tegur Mela.
"Kenapa masalah buat loh? elo yang piket hari ini kan? jadi kalau lihat sampah berserakan seperti ini seharusnya elo ikut membersihkan." kata wati dengan melipat tangan nya sementara jesy dan nia hanya cengar cengir melihat wati membuat kesal Mela.
"Koq mesti gue sih kan ini juga tanggungjawab kalian di kelas, gue memang piket hari ini tapi bukan berarti gue harus membersihkan sampah makanan kalian." Mela memberanikan diri melawan wati lalu pergi ke tempat duduk nya.
"Huh sok bersih loh." ucap wati ketus saat Mela sudah duduk di kursinya.
Beberapa saat kemudian pak guru fisika masuk ke kelas dan pelajaran pun dimulai.
__ADS_1