
Mario menjatuhkan badannya, dia masih menangis tergugu di bawah brangkar ibunya, Tak pernah terpikirkan oleh Mario, pertemuan bersama Alisha dengan ibunya adalah pertemuan terakhir, Mario benar- benar terpukul, tidak bisa memenuhi keinginan terbesar ibunya yaitu menikah, hanya karena masih terjebak dalam cinta masa lalunya, dan trauma yang tak berkesudahan akibat suatu penghianatan. Tubuh Bu sari di bawa oleh para Suster untuk di bersihkan, sedangkan Mario dan ayahnya Pak Budi susah berhenti menangis, dan menunggu di luar kamar perawatan, tak ada satu pun dari mereka yang berbicara, mereka berdua kompak diam dan sama-sama termenung tentang apa yang barusan terjadi, kehilangan orang yang di cintai, Begitu menyakitkan.
"Pak, Ayok kita lihat ibu ... " ajak Mario kepada bapaknya, Mario dan pak Budi pun ke ruangan jenazah untuk melihat Bu Sari untuk terakhir kalinya sebelum di kafankan, Pak Budi terlihat sangat terpukul tapi masih mencoba untuk tabah dan bersabar agar tidak pingsan. Sedangkan Mario, begitu hancur hatinya tubuh Mario bahkan sangat lemas, padahal dia sudah makan bersama Alisha tadi, Mario yang tidak kuat pun keluar dari ruangan tersebut dan pergi keluar rumah sakit menuju taman sendirian. Mario menghampiri parkiran dan masuk ke mobilnya memacu kendaraan tersebut dengan sangat kencang, dan masuk ke dalam sebuah bar yang baru saja buka, Mario pun turun dan langsung masuk menghampiri bartender dan meminta minuman dengan kasar alkohol yang paling tinggi alkohol nya, malam ini Mario ingin mabuk, melepas semua Luka di Mata Hatinya untuk sesaat, sungguh dia belum siap kehilangan ibu yang selalu ada untuknya, ibu yang sangat menyayangi Mario lebih dari apa pun.
"Kusut banget itu muka... Kenapa bung?" Tanya sang bartender penasaran karena melihat jejak air mata di wajah Mario dan muka Mario yang sangat masam.
"Gue pengen lupain kesedihan gue... Gue pengen minum sampai teler, lu kasih minuman paling Ok lah pokoknya. HAHAHAHA," ucap Mario mulai melantur, Mario terus minum hingga 1 botol habis
minuman tersebut, sehingga Mario benar- benar mabuk, saat masih dalam keadaan setengah sadar, Mario mengambil HP nya dan mencari kontak Alisha, Mario tidak sadar bahwa ini sudah malam, tapi yang ada di pikirannya kali ini hanya Alisha. Mario pun menekan No Alisha dan menunggu Alisha mengangkat teleponnya.
[ Alisha.... Ibu udah gak ada Al.... Hiks... Hiks... Kenapa ibu pergi ya Al? ... Padahal kan aku sudah bawa kamu kedepan ibu, Hiks...hiks...]
[ Innalillahi... Bapak ada di mana sekarang? ]
[ Hahahah Alisha.... Ibu... Udah gak ada Al.... ]
[ Halo.. dengan temannya ya.. bisa kesini gak... Yang punya HP ini... Mabuk berat nih... Tolong ya mba ] ucap sang bartender mengambil HP Mario ke tangannya karena Mario sudah benar benar mabuk.
[ Ok baik pak... Tolong di jagain dulu ya pak .. saya segera kesana ya ] Alisha pun segera turun dari kasurnya ... Karena sekarang sudah malam.
"Aduh gimana nih... Gue izin gak ya sama Mamah.. akh izin aja dah..." Gumam Alisha yang langsung mengambil jaket dan kunci mobil nya, tidak lupa dompet dia bawa juga.... Alisha pun langsung ke kamar sang ibu... Karena Papah sedang di luar kota... Bang Arka pun sedang kuliah dengan Rayyan di Bandung.
Tok...tok..tok...
"Masuk ..." Terdengar suara Nissa dari dalam yang belum tertidur, Alisha pun masuk ke kamar Nissa perlahan-lahan.
"Loh sayang .. kamu belum tidur...kok pake jaket mau kemana?" tanya Nissa curiga dengan pakaiannya Alisha malam malam begini.
"Mah... Alisha mau izin keluar ya mah. Temannya Alisha orang tuanya ada yang meninggal dan sekarang dia butuh banget Alisha di sampingnya." Ujar Alisha dengan sungguh-sungguh meyakinkan Nissa.
"Innalilahi.... Tapi ini sudah malam Al, gak nunggu besok aja...." Ucap Nissa khawatir.
__ADS_1
"Please mah... Aku kasian.. dia terpukul banget, aku denger dia lagi nangis terus. Dia ga punya keluarga di sana."
"Ya udah hati-hati ya... Kalau perlu di anter ya sama pak Supri "
"Enggak mah. Alisha sendirian aja, Alisha pergi dulu ya mah, assalamu'alaikum, mungkin Alisha akan menginap mah "
"Ya sudah hati-hati ... Ini sudah malam soalnya."
"Ia mah assalamu'alaikum "
"Wa'alaikum salam"
Alisha langsung keluar dan masuk ke garasi, mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, karena Alisha tidak pernah membawa mobil dengan kecepatan tinggi... Saat sampai di bar yang di share lock oleh sang bartender tersebut, segera saja Alisha masuk ke dalam bar tersebut, Alisha memperhatikan sekitar dan mencari keberadaan dosennya itu.
"Menyebalkan, ngerepotin banget sih pak Mario, untung ganteng," Alisha terus aja misuh-misuh sambil matanya lirik-lirik sekitar.
"Nah itu dia... Si Trouble Maker"
"Si mba yang tadi telepon ya? Tolong ini suaminya mba, malah di diemin mabok sendirian, kenapa gak di temenin mba?"
"Pak Mario bangun .... ET dah... Ibu nya meninggal ini malah mabok... Bukannya ngaji di rumah duka .... Dasar anak durhaka... Pak bangun-bangun," teriak Alisha sambil memukul muka Mario yang masih menutup matanya.
"Pak bangun.... Mana berat banget lagi," Alisha terus saja misuh-misuh mengangkat tangan Mario untuk di pindahkan ke pundaknya. Tapi karena badan Mario yang berat mereka berdua jatuh dan Alisha jatuh di atas tubuh nya Mario, tapi Mario masih saja bergeming tidur.
"Pak... Saya boleh minta tolong pak, bantu saya bawain nih Dosen gila ke mobil. Berat banget badannya kebanyakan dosa kali."
"Ya sudah mba.. bentar saya panggil Bodyguard dulu," ucap bartender yang pergi memanggil Bodyguard bar, tak lama kemudian bartender tersebut datang dengan dua Bodyguard di belakang nya. Kedua bodyguard itu mengangkat tubuh Mario dan memapahnya dengan sangat ringan seperti membawa kresek, tidak terlihat berat sama sekali, Alisha pun melongo melihat itu semua.
"Badannya pada gede sih, Jadi gampang saja bawa tuh gorila, ya sudah mas ini uang tip nya untuk kedua bapak tadi," ujar Alisha sambil memberikan tiga lembar uang merah.
"Mba kasih saja ke mereka berdua langsung ya."
__ADS_1
"Oh.. ya sudah kalau begitu makasih ya " Ujar Alisha yang meninggalkan bar dan berlari mengejar kedua bodyguard tadi. Sampailah Alisha dan kedua Bodyguard yang membawa Mario di parkiran mobil Alisha. Mario pun di dudukan di kursi penumpang masih dalam keadaan tidur.
"Ini tip buat bapak ... Makasih ya," ucap Alisha yang langsung masuk ke dalam mobil.. mobil pun melaju dengan pelan, Alisha bingung mau bawa pak Mario kemana! kalo ke rumah sakit, ni orang lagi mabok... Mana gak tau rumah dia dan orang tuanya di mana ... Gimana ini?" batin Alisha. Alisha menepikan mobilnya di pinggir jalan yang masih terlihat ramai di jalanan.
"Pak Mario... Bangun pak.. ini bapak mau saya bawa kemana ...? Set dah ni orang mabok apa pingsan sih... Atau mati ... siram juga nih pake air cucian piring," Alisha pun mencari botol minum, dan ternyata ada, di buka botolnya dan di guyur kan airnya ke muka Mario.
"Banjir... Banjir... Apa ini...? Kamu ngapain kenapa nyiram saya,"
"Gak usah ngegas pak... Seharusnya saya yang marah sama bapak! ngerepotin nyusahin tau gak! Seharusnya bapak mikir, bapak di rumah duka ngaji... Yasinan do'ain ibu jangan malah mabok."
"Sudah kamu gak usah banyak ngomong kepala saya pusing, saya minta anterin saja saya ke Apartemen di jalan Bla..bla..Bla... Makasih."
"Nih orang di kasih tau malah bebal. Mengurangi kegantengan 70% kan jadinya," gumam Alisha pelan yang sama sekali tidak di dengar oleh Mario.
"Nissa melanjutkan mengendarai mobilnya ke alamat yang di tunjuk oleh Mario. Karena keadaan Mario yang masih mabuk dan pusing, Alisha pun memapah Mario hingga masuk ke apartemennya, dan masuk ke kamarnya Mario. Jalan Mario masih saja sempoyongan hingga beberapa kali Alisha dan Mario hampir jatuh kembali.
"Sudah ya Pak, Saya mau pulang sudah malam" ujar Alisha saat mendudukkan badan Mario di kursi.
"Al... Kamu mau nikah sama aku gak Al, beneran bukan bohongan... Biar ibuku kembali bangun dan gak jadi meninggal." Ujar Mario dengan mata sayupnya, karena masih dalam pengaruh alkohol.
"Bapak masih mabok nih.... Mending saya pulang ya pak... "
"Al jangan pulang Al... Aku mohon!!! Menikahlah denganku Al," ucap Mario dengan tiba-tiba menggenggam tangan Alisha erat.
"Pak lepasin saya pak... Tangan saya sakit.... Saya mau pulang..." Alisha terus saja berusaha untuk melepaskan tangannya dari Mario, tapi karena tenaga Mario yang lebih besar, Alisha kesulitan untuk melepaskan tangannya tersebut.
"Kamu harus mau nikah sama saya... Ikut saya Al... " Ucap Mario bengis, dengan mata melotot nya, menarik Alisha ke kamar Mario dengan kencang.
"Pak LEPASIN SAYA.... Apa yang mau bapak lakuin... Bapak sadar pak...!" Teriak Alisha ketakutan. Mario yang di kuasai Alkohol dan dalam keadaan mabuk berat, melihat Alisha yang sebenarnya sudah menyita perhatian Mario dengan kecantikan alaminya, jiwa iblis Mario meronta ketika melihat Alisha ada bersama nya hanya berdua... Alisha di lemparkannya ke kasur Mario... Dan Mario satu persatu melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya, dan menghampiri Alisha yang sudah menangis dan ketakutan.
"Kamu harus menikah dengan ku Al... Biar ibuku bangun" gumam Mario yang langsung menerjang Alisha dan merobek baju tidur Alisha.
__ADS_1
"Pak jangan pak.... Kalau bapak melakukan ini.. aku bersumpah akan membunuh bapak...." Teriak Alisha tapi tak di indahkan oleh Mario yang sudah di kuasai nafsu dan alcohol. Terjadilah hal yang tidak di inginkan oleh Alisha di kamar itu, Alisha hanya bisa menangis dan menjerit berteriak, merasakan rasa sakit di badannya, apalagi di bagian intimnya yang di masukan secara paksa, tapi Mario tak merasa bersalah sama sekali dan tak perduli dengan jerit dan tangisan dari Alisha, bahkan Mario sangat menikmatinya.
______