MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 63 MELAHIRKAN


__ADS_3

POV Nissa


Alhamdulillah akhirnya berminggu-minggu pun aku lewati  dengan rasa bahagia, walaupun sekarang aku merasa khawatir karena sudah mendekati hari perkiraan lahir  ( HPL ) untungnya aku  mempunyai keluarga yang selalu mensupport ku kapan pun, perut ku pun semakin membesar, tapi sengaja aku tidak mencari tahu jenis kelamin anakku, karena waktu USG, tidak di beritahukan oleh dokter, biar menjadi kejutan," Pikirku.


Setiap hari aku melakukan senam hamil rutin, Jalan kaki, bahkan aku sering mengepel lantai dengan menungging, katanya sih di percaya bisa membantu melancarkan persalinan nanti, yang pasti aku selalu berdoa kepada Allah dalam sujudku dan sholat ku semoga di berikan kemudahan dalam persalinan, dan anak yang ku lahirkan sehat dan sempurna tanpa kekurangan apapun.


Untuk Masalah Herman, aku sudah tidak perduli, dan Fina pun sudah tidak memberikan Kabar lagi tentang dia, sebelumnya dia pernah bercerita akan balas dendam dengan cara membuat tangannya lumpuh, untuk menggantikan rahim dia yang di angkat, tapi aku menasehati nya, dan semoga dia mendengarkan, kalo jika kita membalas dendam nanti kita akan tambah menjadi rugi, karena semuanya tidak akan selesai, jadi lebih baik Fina harus lebih ikhlas, karena Allah akan selalu membantu hambanya yang benar-benar bertaubat dan menuju jalan kebaikan, biarkan Herman mendapatkan balasan langsung dari Allah, kita hanya perlu menyerahkan segala urusan kita pada Allah, dan sepertinya Fina mengikuti saran ku, karena berita tentang Herman yang terakhir ku dengar, dia di tinggalkan istrinya lagi, dan hidup hanya sendiri, di kontrakan tanpa pekerjaan.


Hari ini badanku terasa lemas sekali, dari sehabis shubuh aku terus saja mengalami kontraksi palsu, perut bawah ku sakit, aku hanya berdiam diri kamar, sambil menahan rasa sakit ini, aku mengelus perutku sayang, menyalurkan seluruh kekuatan ku kepada anakku, agar anakku bisa merasakan kalo aku sangat menyayangi nya.


" Nis perut kamu masih sakit " ucap mamahku khawatir, bisa kulihat rasa cemas dalam mata mamah, beliau mengangkat badanku dan memberikan beberapa bantal agar aku bisa tidur dengan nyaman, Aku tak menjawab pertanyaan mamah, hanya gelengan lemah yang ku lakukan, sengaja karena aku tak ingin mamah terlalu khawatir, aku bingung, padahal dari perhitungan HPL, masih 4 hari lagi aku melahirkan.


" Ya sudah kamu tiduran ya... Mamah ambilin makanan ya, biar kamu ga begitu lemas, " ucap mamah yang langsung keluar dari kamarku, aku pun tak terlalu mendengarkan apa yang mamah ucapkan, aku pun tertidur sesaat.


" MAHH..... MAHHHHH.... SAKITTTTT " teriaku yang terus memegangi perut ku.


" Ya Allah Nissa.... PAPAAAHHHHH "  teriak mamah.


" Ya Allah Nissa... Kita harus segera bawa Nissa ke rumah sakit mah... "


" Ia pak ayok pah " ucap mamah ku cemas, papah pun langsung mengangkat ku ala bridal menuju ke mobil.


Seluruh rumah pun ikutan panik tanpa terkecuali, bahkan Tante Lusi yang sedang di luar menyiram tanaman ikutan panik di buatnya karena mendengar teriakan mamah arum yang melengking.


" Mbokkk juuuummmmm.... " Teriak mamah Arum.


" Kamu tolong siapin pakaian bayi Nissa, dan pakaian saya, tuan , serta pakaian Nissa mbok... Nanti mbok nyusul sama pak Dadang pake mobil Nissa... Langsung ke rumah sakit.... Sekarang ya mbok saya tunggu " ucap Bu Arum saat melihat mbok Jum lari menghampiri nya.


________


POV Author


Sampailah mobil keluarga di rumah sakit bersalin bunda, Nissa pun langsung saja di angkat oleh papahnya, dan para suster langsung membawakan brangkar menuju ruang IGD.  Di IGD Nissa langsung di tangani oleh para dokter kandungan.


" Aduuhhh sakit maaahhhh " ucap Nissa meringis membuat Bu Arum menangis, menghawatirkan keadaan Nissa.


" Sabar ya Bu.... Silahkan buka kaki nya dulu bu, saya akan periksa sudah pembukaan berapa Bu " ucap Dokter wanita, Dokter kandungan yang akan membantu jalan proses lahiran anaknya Nissa....


Tiba-tiba Agam masuk ke ruang IGD, dan langsung memegangi tangan Nissa kuat.... Seperti menyalurkan kekuatan agar Nissa bisa bertahan.


" Udah siap melahirkan, Bu Nissa ikutin kata-kata saya ya Bu " ucap dokter kandungan tersebut.


" Kamu kuat Nis... Ayok kita lahirkan anak kita ke dunia ini " ucap Agam menatap lekat-lekat mata Nissa.

__ADS_1


" Mas Agam " ucap Nissa seperti terhipnotis ucapan Agam, dan itu seperti memberi kekuatan kepada Nissa.


" Ayok Bu doroongg " ucap dokter...


" AAAAKKKKHHH....... AAAKKKKHHH." ucap Nissa mendorong dan mengeden.


" Oakkk...... Oakkkk..... Oakkkk..... " Lahirlah bayi laki-laki yang sangat tampan, dengan wajah perpaduan antara Herman dan Nissa. Bayi Nissa langsung di bawa oleh suster untuk di bersihkan. Setelah di bersihkan bayi Nissa di bawa ke ruangan bayi.


" Nissa kamu berhasil, anak kita lahir kamu tunggu disini, aku akan mengazani nya " ucap Agam yang yang mencium kening Nissa, dan pergi meninggalkan Nissa ke ruangan bayi.


Nissa yang di cium tiba-tiba hanya bisa diam membisu dan memerah wajahnya.


" Cie.... Cie.... Romantis banget sih bapak nya Bu... " Ucap suster yang sedang membersihkan sisa melahirkan dari badan Nissa. Wajah Nissa semakin memerah di buatnya, orang tua Nissa datang ke ruangan IGD melihat keadaan Nissa setelah melahirkan, karena pas tadi Agam datang mamah Nissa meninggalkan ruangan IGD, jadi Agam yang menggantikan nya .


Setelah selesai di bersihkan, Nissa pun di bawa ke ruang perawatan yang berada di kamar VIP lantai 2. Di kamar itu Nissa sudah di tunggu mbok Jum dan papahnya Nissa dan juga Agam, setelah Nissa sampai kamar, dan di pindahkan di brangkar, tak berapa lama bayi Nissa pun di bawa oleh suster dan sudah rapi di bedong dan bersih. Nissa menangis terharu saat melihat wajah bayi nya pertama kali, bayi nya laki-laki, yang mempunyai wajah perpaduan antara dirinya dan Herman tetapi lebih kepada Herman.


" Nah untuk yang laki-laki silahkan keluar dulu ya, karena Nissa akan menyusui " ucap mamah Nissa, papah dan Agam pun keluar dari ruangan perawatan Nissa.


" Mah lucu sekali anakku ya mah, tampan lagi, idungnya mancung sama kaya mas Herman, wajahnya kebanyakan mirip mas Herman mah " ucap Nissa sambil membelai pipi anaknya dan memulai menyusui.


" Ia sayang, namanya siapa, kamu belom kasih nama loh anak kamu "


" Namanya, Arkana Dirgantara mah.... Panggilannya Arka " ucap Nissa tersenyum.


" Ia mah.... Alhamdulillah aku bahagia sangat dengan kehadiran Arka, Maafin Nissa ya mah, banyak banget dosa nya sama mamah, hiks hiks " ucap Nissa menangis.


" Jangan menangis lagi nak, sekarang ada Arka yang menjadi pusat kebahagiaan kamu , dan kamu harus lupakan masa lalu yang membuat Mata Hatimu Terluka dan yakinlah sekarang waktunya kamu bahagia."


" Ia mah, " ucap Nissa bahagia .


_______--


" Om boleh Agam bicara sebentar om " ucap Agam saat ia dan ayah nya Nissa ada di luar ruangan dan sedang duduk di bangku tunggu.


" Boleh kamu ngomong aja.... Kenapa ya Gam "


" Begini om.... Gimana ya ngomong nya ? Aku gugup om "


" Hahahah, kamu santai aja Agam... Kaya lagi sidang aja .... Kenapa "


" Gini om.... Sebenarnya saya berniat untuk melamar Nissa, dan menjadikan dia istri saya Om " ucap Agam gugup sampai sampai tangannya basah karena keringat.


" Hahahaha... Agam... Agam ngomongnya cepet banget kaya KRL kamu.... Kalo om sama Tante setuju Agam.... Hanya saja om ingin bertanya kenapa kamu mau menjadikan Nissa istri kamu... Padahal kan kamu tau sendiri keadaan Nissa seperti apa.... Dan bagaimana dengan keluarga kamu.... Walaupun kami dekat dengan keluarga mu, tapi kan hati orang siapa yang tau... Om cuma gak mau Nissa tersakiti untuk kedua kali nya."

__ADS_1


" Agam mengerti Om... Jujur om sebelum Agam tau sebenarnya Nissa siapa, Agam sudah mencintai Nissa saat pertama kali Agam melihatnya di kantor Nissa dulu, karena Agam merasa seperti ada keterikatan batin, hanya saja saat Agam tau Nissa sudah punya suami, Agam mundur dan sekarang ketika ada kesempatan itu Agam gak mau mundur Om. "


" Kamu sungguh tidak akan menyakiti Nissa dan akan menerima dia dan anaknya kelak, karena om tidak akan segan segan menghancurkan kamu, kalo kamu sampai nyakitin Nissa "


" Sungguh Om, Agam serius... Agam bahkan menjauhi Nissa selama ini karena sedang masa Iddah, Agam ingin menghormati itu, tapi setelah masa Iddah Nissa selesai, Agam akan langsung melamar Nissa om "


" Baiklah pertama kita harus tanyakan Nissa dulu, apakah Nissa bersedia apa tidak, tapi kamu harus memastikan juga apakah keluarga kamu menerima Nissa juga atau tidak ".


" Ia om.... Kalo mamah dan papah sudah mendukung keinginan Agam dari dulu, karena Agam sudah pernah cerita ke mamah akan ini, apalagi setelah tau Nissa adalah anak temen mamah, mamah langsung setuju, mamah papah juga akan datang kesini "


" Kalo itu jadi keputusan bersama maka om sudah gak bisa bicara apa-apa lagi, semua Om serahkan ke Nissa "


" Ia om Agam akan berusaha buat yakinin Nissa terlebih dahulu ".


" Agam izin masuk menemui Nissa Om "


" Oh silahkan.... Bareng aja sama om, Nissa udah selesai menyusui kali ".


____&&-----


POV Herman


Aku masih gak percaya jalan hidupku akan jadi semakin mengenaskan, di tinggal istri untuk ke tiga kalinya, karena mereka selingkuh kecuali Nissa, emang tak ada istri yang lebih baik di bandingkan Nissa, aku sangat menyesal meninggalkan Nissa yang paket sempurna.


Punya segalanya, baik hati dan bisa melayani ku dengan baik. Hidupku jauh dari kata bahagia, kini aku cuman bekerja sebagai cleaning servis, ya tuhannnnn. Ijazah S1 ku benar-benar gak kepakai sekarang, karena tidak ada perusahaan yang mau menerima ku, karena skandal Video ku yang dua kali Viral, bahkan video yang sampe di arak pun ikutan Viral.


Sekarang disinilah aku sebagai tukang bersih-bersih di sebuah Mall besar, bahkan ketika bekerja pun aku harus memakai masker karena malu, apalagi penyakit impoten ku, yang belom sembuh, kalo gak segera di obati aku gak bakalan bisa punya anak lagi.


" Man... Man... Lu ngapain ngelamun aja... Bukannya cepetan di kelarin nih kerjaan, ketahuan si gendut abis lu " ucap Juna teman seperjuangan ku yang bekerja disini.


" Bentaran lah capek gue ... Habis bersihin WC.... Mana sendirian lagi kagak ada yang bantuin .... Lu kemana sih dari tadi... " Ucapku kesal.


" Tadi gue di suruh sama si gendut...... Biasa minta di beliin nasi... "


" Udah istirahat ya... Ya udah makan yu... Lagian pada bersih ini " ucapku kepada Juna... Untuk makan di kantin sebelah Mall.


Saat aku dan Juna sedang berjalan di dalam Mall... Sekilas aku melihat Fina yang sedang makan di restoran korea bersama dengan tiga orang wanita.....


Deg


Fina bahkan hidupnya lebih baik dari pada aku sekarang. Melihat dia tertawa, aku begitu miris, ingin rasanya ku hampiri. Tapi aku malu Fina pasti akan menghina aku habis-habisan. Atau yang lebih parahnya dia bisa saja memasukan aku ke dalam penjara," pikirku.


Akupun cepat pergi sebelum Fina sadar akan keberadaan ku disini, Batinku.

__ADS_1


__ADS_2