
"Wow siapa ini.....? Pemeran film esek-esek yang lagi Viral itu ya..! Gimana kabarnya Tante Popi? udah bikin film lagi sama om-om ?" ucap Nissa sarkas, Nissa tidak akan pernah membiarkan siapapun merendahkan dia lagi.
"Jaga mulut mu Nissa! dasar JANDA! bilang aja kamu itu iri, karena aku lebih cantik dari kamu hah!" dengan pongahnya Popi memandang remeh Nissa. Apalagi tampilan Nissa yang terlihat sederhana tapi bagi yang mengerti fashion pasti akan tau seberapa mahalnya outfit yang di gunakan Nissa saat itu.
"Ya Allah kenapa saya harus selalu bertemu dan berurusan dengan para benalu di masa lalu, kalian itu memang pasangan serasi ya! Si Herman gila dan kamunya sinting, apa kalian gak bisa gitu gak gangguin saya?" Nissa bingung dengan kelakuan wanita di depannya ini, karena merasa sudah tak penting lagi berurusan dengan Popi. Nissa pun pergi meninggalkan Popi sendiri.
"Hei, Mau kemana kamu hah..! Dasar janda" teriak Popi sambil mendorong Nissa dan membuat Nissa terjatuh.
"Kamu....! Benar-benar menguji kesabaran saya!" ucap Nissa kesal. Nissa pun bangun dan.....
Plakkkkkk... Plakkkkkk....
Nissa menampar Popi sekuat tenaga hingga Popi pun jatuh ke lantai, sudut pipi nya berdarah, rambut Popi pun tak lepas dari siksaan Nissa, di Jambak sekuat tenaga rambut Popi.
"Kamu benar-benar membuat saya murka Popi!" semakin kencang jambakan Nissa, dan Nissa tidak perduli jika saat ini dia menjadi pusat perhatian para pengunjung toko ini.
"Sakit woy.., lepasin! bakalan gue laporin lu ke Polisi, ini penganiayaan namanya" ucap Popi parau, sambil menahan rasa sakit di kepalanya. Agam pun datang dari belakang sambil menggendong Arka, lalu membisikan sesuatu ke telinga Nissa, dan Nissa melepaskan jambakan nya dari kepala Popi. Setelah itu datanglah dua orang laki-laki besar yang adalah Bodyguard bayangan Agam untuk menjaga Nissa dan Agam dari jauh menyeret Popi. Popi yang semula merasa menang dan terkesima dengan lelaki yang datang kepada Nissa, kaget karena di tarik paksa oleh dua orang tersebut.
"Lepasin gue, BRENGSEK! mau di bawa kemana gue Hah? gue laporin ke Polisi lu semua pada....! Nissa lepasin gue ... NISAAAAAAAAAAAA!" teriak Popi yang semakin menjauh. Dan bubarlah kerumunan pengunjung yang sejak tadi melihat adegan pertempuran tersebut.
"Kamu gak apa-apa yank?" tanya Agam khawatir.
"Aku gak apa-apa mas, Sini Arka, mamah gendong yukkk," terlihat Arka hanya diam, Melihat mamahnya, tanpa tersenyum dan mengeluarkan ekspresi apapun. Nissa langsung memeluk Arka sayang dan Arka mengusap-usap kepala mamahnya, dan hal itu membuat takjub Agam dan Nissa, seolah Arka mengerti apa yang sedang mamahnya rasakan saat itu.
"Uhhh... mamah gak apa apa sayang, pinter banget sih Arka nya mamah, Masya Allah" ucap Nissa mencium pipi Arka.
"Kita makan dulu aja ya yank, tenaga kamu harus di isi, kan udah melewati pertempuran yang menegangkan tadi" ledek Agam, mencairkan suasana agar hati Nissa kembali ceria.
"Si ayank ini, Paling bisa emang ngertiin istrinya, habis berantem butuh banyak energi, pokoknya aku mau makan banyak nanti hehehehe," tawa Nissa.
"Ya sudah kamu mau makan apa?"
"Tetep ramen, aku mau ke gokina ya, yank.. "
" My Pleasure My Queen," ucap Agam, sambil mengecup pipi Nissa dan Agam, mereka menjadi pusat perhatian pengunjung lagi saat Agam melakukan hal romantis ke istri dan anaknya.
"Ya ampun suaminya romantis banget, udah tampan sayang banget lagi," ucap salah seorang pengunjung.
"Ia ikh, pengen banget yang kaya gitu satu, masih ada gak sih suami kaya gitu stok nya, Jadi pengen cepet-cepet di halalin deh," terang pengunjung lainnya yang berbeda bersama kelompoknya.
"Lu emang udah punya calonnya?" tanya teman sebelah nya.
"Belum, Kayanya jodoh gue masih di jagain orang deh! Hahahaha.." ucap gadis tersebut.
"Ngawur kamu," ucap temannya lagi dan mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang iri akan keromantisan Nissa dan Agam, tapi Nissa hanya cuek, bebek saja mendengar pujian untuk suaminya yang memang tampan ini.
Drt....drt....drt....
Handphone Agam berbunyi, lekas Agam mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari anak buahnya yang menangani Popi tadi.
[Haloo bos, ni cewek udah di markas, Mau di apain bos! ]
[ Iket aja dulu, tar saya dan istri saya akan ke situ setelah mengantarkan anak saya ]
[ Siap bos! ] ucap anak buah Agam dan sambungan pun di matikan.
"Kenapa mas?"
"Kita mau eksekusi si Popi kamu mau liat gak?" ucap mas Agam sambil memakan ramennya.
"Emang si Popi mau di apain?"
"Terserah kamu aja,"
"Gak lah mas, Kita pulang aja, aku capek" ucap Nissa.
"Ya sudah, aku telepon anak buah aku dulu ya" Agam pun langsung mengambil HP nya dan menghubungi anak buahnya.
[ Terserah kalian aja, mau diapain tuh cewek asal jangan di buat mati, habis kelar urusan kalian, kirim dia lewat laut ke Mesir ]
"Yank kamu kirim si Popi ke Mesir, emangnya bisa lewat laut?" tanya Nissa penasaran.
"Bisa lewat pelayaran ilegal!"
"Bahaya gak?"
"Enggak sayang tenang aja ya, Habis ini kita pulang," ucap Agam.
Nissa, Agam bersama Arka pun pulang.
2 tahun pun berlalu.....
Setelah Popi di kirim ke benua Aprika yaitu tepatnya di negara Mesir dan Herman yang masih betah di rumah sakit jiwa, hidup Nissa dan Agam menjadi tentram dan damai, tak ada lagi gangguan, tak ada lagi keributan, tak ada lagi benalu-benalu dari masa lalu yang merusak kehidupan mereka, Nissa bahkan di karuniai dengan adanya anak yang sekarang Nissa kandung, usia kandungan Nissa baru dua bulan tapi kebahagiaan mereka bertambah karena anak yang di kandung Nissa kemungkinan kembar yang terlihat di USG. Arka pun sekarang sudah 2 tahun dan sudah bisa jalan, Arka menjadi pangeran nya Agam, dan sangat di manjakan. Karena kelucuan dan ketampanan yang dimiliki Arka yang seperti ayahnya.
"Non... Ada undangan Non," Mbok Jum menghampiri Nissa dengan sedikit berlari. Semenjak orang tua Nissa pindah ke Kalimantan, mbok Jum pun ikut membantu Nissa membesarkan Arka, walaupun sudah ada 2 pembantu dan mbak Sus yang membantu.
"Dari siapa mbok? Ya Allah Alhamdulillah mbokk," ucap Nissa senang setelah melihat nama Latin yang tertera di undangan tersebut.
"Ada apa non? Siapa yang nikah?" tanya mbok Jum.
__ADS_1
"Sera sama Doni.... Hehehe, tuh anak dia emang diem-diem menghanyutkan, tapi lama amat sih di halalin nya, aku harus telepon Sera bi, bibi pegang undangannya ya, simpenin." Nisa pun menyerahkan undangan ke tangan mbok Jum dan langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil HP nya.
[ Assalamu'alaikum Sera, Lu bikin surprise kenapa baru bilang, gak dari awal-awal, kan gue bisa bantuin persiapan buat nikahan lu ]
[ Gak apa-apa BESTie, Gue gak mau ngerepotin lu, kan lu lagi hamil, jadi gak boleh capek-capek, tenang aja anak-anak pada bantuin gue kok... ]
[ Ikh lu mah..... Kenapa gue doang yang gak dikasih tau?]
[ Gak apa-apa, ibu hamil harus diem di rumah, jangan kemana-kemana? Tar kita ketemuan aja di nikahan gue ya!]
[ Besok ya, Ya udah gue mau cari baju yang paling bagus buat ke nikahan lu besok ]
[ Ok. Tapi lu jangan lebih cantik dari gue ya! pas di nikahan gue ]
[ Enggaklah, Kan lu ratunya pas lu nikah ]
[ Ya udah gue tutup dulu ya... Lagi siap- siap buat acara besok ] ucap Sera yang langsung menutup teleponnya.
Keesokan harinya Nissa dan Agam pergi ke pernikahan Sera dan Doni yang di selenggarakan di hotel mewah, Arka sengaja tidak di bawa, karena orang tua Agam datang berkunjung ke Jakarta, Nissa tampil sangat cantik dengan gaun dan pashmina yang senada, begitu pula dengan Agam yang datang dengan setelan jas yang melekat bagus di tubuhnya, kedua pasangan ini menjadi pusat perhatian disana setelah sang pengantin cantik.
Mereka bertanya-tanya ternyata pasangan sultan itu berteman dengan pengantin yang notabene hanya karyawan di sebuah perusahaan, walaupun Doni mempunyai usaha sebuah restoran. Tapi tidak seramai restoran Nissa tentunya, yaitu Aniwest, bahkan restoran milik Nissa telah memiliki tiga cabang yang semuanya selalu ramai. Pasangan Nissa dan Agam pun naik ke panggung pengantin dan langsung menyalami pengantin yang seperti bak raja dan ratu itu.
"Wah ini nak Nissa ya, Makin cantik aja, gimana sudah nikah belom Nis... Kalo belum, adiknya Doni sedang cari istri Nis, Calon suami yang pas buat kamu, dokter muda Nis... "Ucap mamah nya Doni tiba tiba-tiba, seketika membuat wajah Agam marah menahan kesal mendengar ucapan mamahnya Doni, mamahnya Doni memang tidak mengetahui bahwa Nissa sudah menikah, tapi mamahnya Doni mengetahui kalo Nissa yang memiliki restaurant yang ramai itu bahkan sudah 3 cabang, baginya jika Nissa bisa menikah dengan anaknya, maka usaha restorannya akan berkembang dengan pesat bahkan menjadi lebih besar lagi.
"Mamah ini apa-apaan sih, jangan bikin malu Doni, Itu cowok belakang nya Nissa, itu suaminya mah" ucap Doni. Mamah Doni pun kaget dan melihat suami Nissa yang sangat tampan, bahkan dia pun sempat terpesona tapi langsung di geleng-geleng kan kepalanya.
"Oh ini suaminya nak Nissa,Tampan ya! Tapi apa pekerjaan nya mapan, karena kan nak Nissa tau sendiri kan, kalo pilih suami itu harus jelas masa depannya seperti anak saya Bram, dokter muda, pasti uangnya kan banyak dan masa depan kalian berdua akan terjamin.
"Alhamdulillah Tante, suami saya ini bucin banget sama saya tan, beliau juga pengusaha, maaf Tante di belakang ngantri kami permisi dulu ya," Ucap Nissa yang langsung meninggalkan mamahnya Doni yang matre itu.
"Selamat ya beb Samawa, Don jagain nih kesayangan gue, kalo Ampe lu sakitin, abis lu" ancam Nissa, apalagi setelah melihat ibu nya Doni yang tampak toxic itu, yang hanya memandang segalanya dengan uang.
Setelah turun dari panggung pengantin, Nissa bertemu dengan teman-teman kantornya, Mereka berkumpul menjadi satu, ada Arsy, Dinda, bahkan pak Boy pun ada disini, maka jadinya Nissa dan Agam berkumpul bersama mereka.
"Maaf pak Boy saya terlambat, Sudah pada naik ke atas ya?" ucap seorang laki laki tampan menghampiri pak Boy.
"Oh belom Rik, tapi kami semua sudah naik" kamu naik saja. Riki pun menganggukan kepalanya, tapi saat Riki menoleh dia terdiam karena melihat wanita yang begitu cantik, apalagi wanita itu sedang tersenyum dan sangat manis, seperkian detik Riki hanya mematung memandang wanita tersebut, yang sedang mengobrol dengan temannya.
"Rik... Kenapa kok diem" ucap pak Boy membuat Riki sadar akan kekagumannya terhadap wanita itu.
"Oh tidak apa-apa pak, Saya kedepan dulu ya pak."
"Tunggu Rik Kamu tadi merhatiin Nisa ya!"
"Jadi wanita dengan gamis dan pashmina cantik itu bernama Nissa pak," ujar Riki bahagia karena telah mengetahui nama wanita yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu jangan menyukai dia Rik. Nissa sudah menikah dan punya anak, bahkan sekarang dia lagi hamil, dan kamu jangan main-main karena suami Nissa adalah orang yang berpengaruh dan sedikit kejam, jadi saya sarankan jangan berurusan dengan Nissa" ucap pak Boy yang seketika menghancurkan harapan Riki, ke dalam jurang penderitaan, padahal baru kali ini dia merasakan jatuh cinta setelah sekian lama.