
"Gini nih kalau punya suami spek idaman banyak wanita, banyak banget ulet bulu yang nyamperin," ucap Nissa kesal saat masuk ke dalam ruangan Agam.
"Hehehehe, aku ganteng berarti," ucap Agam jumawa.
"Sebenarnya kamu gak ganteng-ganteng banget sih yank. Masih standar lah, tapi bingung aku, banyak banget yang ganggu, aku kan capek ngehadang mereka terus, mana lagi hamil, aku kan gak boleh stres yank," keluh Nissa.
"Tenang aja kamu jangan terlalu pusing, nanti aku beresin si Tina biar jangan ganggu keluarga kita lagi," ucap Agam menenangkan Nissa.
Nissa pun berjalan mendekati Agam dan memeluk Agam, meresapi setiap kehangatan tubuh Agam.
"Kamu tau kan mas, Aku masih trauma dengan perselingkuhan dan pelakor, rasanya kalau membunuh itu tidak dosa, aku ingin membunuh wanita-wanita yang tidak punya perasaan itu, dengan tega nya menyakiti hati sesama wanita," keluh Nissa sambil menghembuskan nafasnya.
"Tenang sayang, kamu harus rileks, ini hanya cobaan dalam rumah tangga kita, bahkan kita pernah mengalami yang lebih dari ini," ujar Agam.
"Ia, Waktu ibunya si Tiara menghina aku karena belum hamil juga, kadang aku bingung sama orang-orang demen banget nyari kesalahan orang," ucap Nissa.
"Itu mungkin karena mereka itu iri sama kita!" Mas Agam ber argumen.
"Eh gantengnya mamah udah bangun, lapar ya sayang," ucap Nissa melepaskan pelukan suaminya dan berjalan menghampiri Arka.
"Mau makan di mana yank? disini apa keluar," tanya Agam.
"Kita makan disini aja, sayang pesenin ya " ucap Nissa. Agam pun memesan makanan secara online kesukaan Nissa dan makanan untuk Arka sekalian.
Drt...drt.. drt...
Tiba-tiba HP Agam berbunyi tanda notifikasi pesan masuk.
"Yank itu HP kamu bunyi coba liat dari siapa?" ucap Nisa.
"Bentar yank," ucap Agam dan ia pun langsung membuka HP nya dan melihat aplikasi chat dan melihat siapa yang mengirim chat kepadanya.
"Yank si Tina kirim aku pesan, mau kamu baca," tanya Agam.
"Coba di bacain aja yank, isi pesannya apa?" tanya Nissa.
'Agam, please! aku mau ngomong bentar sama kamu gam, ini penting, tapi tolong jangan bawa-bawa istri kamu ya.' Isi pesan di HP Agam.
"Si Tina itu sudah nikah belum sih?"
"Udah yank, udah lama juga sih berapa tahun gitu, tapi aku lupa!"
"Kenapa dia hubungi kamu, udah punya laki juga, gatel banget sih, pengen di garukin sama celurit apa dia?"
"Bales aja mas, mau ngomong apa gitu," ucap Nissa. Agam pun mengetikan pesan balasan untuk Tina, sesuai apa yang di minta oleh istrinya itu. Dan tak menunggu lama Tina pun membalas pesan Agam.
'Gam please... Kamu itu adalah orang yang paling baik ke aku, paling ngertiin aku, aku tau kalo dulu kamu itu suka sama aku gam, tapi aku udah nyakitin kamu dengan memilih nikah dengan suami ku sekarang, tapi aku nyesel gam, pernikahan ku gak bahagia gam, suami ku gak sebaik kamu, 'tulis chat Tina kepada Agam, dan langsung di perlihatkan ke Nissa oleh Agam.
"Yank emangnya dulu kamu suka sama Tina ini,"... Tanya Nissa selidik.
__ADS_1
"Enggak yank, berani sumpah dah, aku emang dari dulu itu baik ke semua orang mau itu perempuan atau lelaki, aku lelaki yang supel, aku berubah dingin karena mantan pacar aku dulu, itu juga udah lama pokoknya setahun sebelum kita nikah lah kayanya." Ucap Agam.
"Akh masa.... Jadi sebelum kita nikah, ayah pernah pacaran tuh sama cewek, terus gimana ceritanya kok putus... " Tanya Nissa penasaran, menikah dengan Agam, Nissa merasa mendapatkan paket lengkap... Agam bisa menjadi suami yang siaga yang selalu mencintai nya, bisa menjadi Kaka untuk sharing pendapat, dan menjadi teman yang bisa berbagi kisah dan cerita.
"Kamu gak apa-apa kalau aku cerita tentang mantan, kan kamu sensitif banget masalah mantan, cemburu lagi tar!" ucap Agam.
Drt.... drt....drt....
'gimana gam? Bisa kan kita ketemu? Aku beneran butuh kamu sekarang,' ucap Tina di chat nya yang dikirimkan ke HP Agam. Agam pun langsung memperlihatkan kembali chat yang dikirimkan oleh Tina ke Nissa.
"Ikh gatel banget sih tuh cewek, Minta di siram pake air comberan kayanya yank! Udah kamu matiin aja HP nya yank, mending aku dengerin cerita kamu, ayok lanjutin gak apa-apa yank, aku penasaran, tenang aja aku gak bakalan cemburu" ucap Nissa semangat, Agam pun tersenyum dan mematikan HP nya.
"Ok., Jadi dulu tuh aku ketemu sama cewek, Dia alim banget, sopan, berkerudung, cuma ya, Kamu tau kan? aku tuh orang nya sederhana, jadi gak menampilkan kalau aku dari keluarga yang berada. Bulan pertama kita baik-baik saja, Serta bulan-bulan berikutnya masih baik-baik aja tuh, aku lihat ni cewek baik, Solehah, santun lagi, Mamah kan udah pengen banget aku nikah, rencananya aku mau kenalin cewek ini sama Mamahku, tapi sebelum aku kenalin, ternyata aku dikasih petunjuk, mantan aku ini selingkuh sama temen kantornya yang sudah beristri, bahkan dia ke gap sama istrinya lagi main di Hotel, tadinya dia gak ngaku, tapi aku di kirimin Videonya, ya sudah tinggalin dia, dan ilang dari hidup dia, gak mau lagi ketemu dia, berulangkali dia coba buat hubungi aku, tapi aku sudah males dan aku blokir aja dan ganti No HP ku," jelas mas Agam.
"Jadi mas korban perselingkuhan juga... Wah.. wah... Ternyata mas ganteng ini aja bisa di selingkuhi juga ya, Gak nyangka aku mas.... Hahahaha," ucap Nissa tertawa meledek suaminya.
"Tuh kan ujung ujungnya ngeledek, kirain mau cemburu," ucap Agam kesel.
__________
"Sialan banget sih tuh bumil, jadi gagal kan ketemu Agam, gimana ya caranya biar bisa ngomong sama Agam, tanpa singa betinanya itu, ayo Tina mikir!... Coba aku chat dia dulu lah," ucap Tina bulak-balik di depan mobilnya setelah tadi di usir oleh security dan di larang untuk masuk lagi ke perusahaan Agam.
"Kok belom di bales ya, lama banget lagi " ucap Tina.
"Nah dia bales, " Ucap Tina melihat balasannya Agam, dan hanya di balas singkat tak sesuai harapannya.
"Kok balasnya gini doang sih, si Agam kurang ajar emang," ucap Tina yang langsung mengetikan chat balasan.
" Akkkkhhhhh sialan si Agam malah di matiin lagi HP nya," ucap Tina marah dan kesal.
"Gimana ini? Cuma Agam yang bisa bantuin gue, ogah gue balikan lagi sama suami yang udah kere, mending Agam jauh kemana-mana! kaya dan ganteng, masalah istrinya mah gampang Cantikan gue lah dari pada si Nissa itu. Tapi Agam gak mau ketemu gue, Gimana ini?" ucap Tina bingung .
"Bodo lah mending gue pulang dulu ke kontrakan," Ucap Tina yang langsung melajukan mobilnya.
Saat sampai rumah, Tina melihat suaminya yang masih enak-enakan tidur di kursi depan. Tina dan suaminya ini pindah ke kontrakan kecil, semua aset Tina seperti rumah, mobil dan apartemen sudah di sita oleh bank karena gaya hidup Tina yang hedon sehingga membuat suaminya rugi dan bangkrut. Sekarang Tina hanya mempunyai sebuah mobil, itu pun dibeli dari tabungan suaminya yang di sembunyikan dan tidak terlacak oleh bank, mobil yang di beli Tina adalah mobil bekas yang berukuran kecil, mobil sejuta umat.
"Mas Brian, Kamu itu keseharian nya tidur Mulu! cari kerja ke, sana mas pusing aku liatnya tiap hari kerjaan kamu rebahan Mulu, gak pegel apa itu badan mas, gak berguna banget kamu jadi suami." Ucap Tina menghina suaminya. Tapi suaminya hanya diam tidur, tidak menyahut ucapan Tina sama sekali, karena tidak ada respon, Tina pun menjadi kesal dan menarik tangan suaminya sekuat tenaga, alhasil suaminya itu jatuh dari kursi dan kebangun.
"Kamu apa-apa sih Tin, Gangguin orang tidur aja" marah Brian suaminya Tina.
"Kamu yang apa-apaan mas. Tiap hari kerjaannya Makan..tidur..makan..tidur, cari kerja sana, jangan jadi benalu di kehidupan aku ya mas!" Ucap Tina kesal.
"Benalu kamu bilang, gak salah kamu ngomong Hah! KAMU YANG BENALU DALAM KEHIDUPAN AKU, GARA-GARA KAMU, PERUSAHAAN WARISAN TURUN TEMURUN DARI KELUARGA KU HANCUR KARENA HOBI BELANJA MU ITU!" ucap Brian sambil menunjuk Tina kesal.
"Kamu bilang apa? Oh jadi selama ini kamu gak ikhlas, aku shopping pake uang kamu, aku ini istri kamu, dan sudah kewajiban kamu buat menuhin segala kebutuhan aku ya mas, jadi jangan nyalahin orang sembarangan " ucap Tina tak kalah sengit.
"Ia karena aku terlalu nurutin kamu, Jadi nya gini belangsak. Nyesel aku nikah sama kamu!" Ucap Brian.
"Kamu nyesel! Aku yang lebih nyesel sudah nikah sama kamu ya Brian, harusnya aku bahagia bergelimang harta , terus sekarang apa? hanya kemiskinan yang kamu kasih, udah miskin gak ada gunanya!" hina Tina yang langsung membuat Brian tambah murka, dan menatap Tina tajam.
__ADS_1
"Kamu benar-benar, dasar istri pembawa sial, pergi kamu dari sini, saya gak Sudi punya istri kaya kamu...!" Kesal Brian dan langsung mengusir Tina.
"Apa kamu bilang? aku pembawa sial, seharusnya kamu yang membawa sial, dan kamu yang pergi dari sini, bukan aku enak aja..." Ucap ana pongah.
Plakkkkkk..
"Kamu nampar aku mas!" ucap Tina marah karena di pukul oleh Brian hingga pipi nya memerah.
"Kamu emang pantas untuk di pukul pergi dari sini, dan balikin STNK sama kunci mobil, sini tas kamu!" ucap Brian yang langsung mengambil tas nya Tina.
"Jangan macam-macam ya mas. Mobil itu punya aku, kamu gak berhak ambil mobil ini, kembalikan mas," ucap Tina yang ingin merebut tas nya kembali, tapi sayang karena tenaga Brian lebih kuat Tina pun kalah.
"Awas kamu!" ucap Brian yang langsung mendorong Tina Hingga terjatuh .
"Hahahah sekarang kamu pergi dari sini, ucap Brian yang mengambil kunci mobil dan STNK Tina, Brian pun masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamar tersebut.
"Mas tunggu mas, Buka pintunya," ucap Tina menggedor terus pintu kamarnya tapi Brian sama sekali tidak mempedulikan Tina yang berada di luar. Pintu pun terbuka dan memperlihatkan Brian membawa koper milik Tina, Brian pun mencekal tangan Tina dengan kasar dan menyeret Tina ke pintu keluar.
"Mas sakit, Ini mau kemana? kenapa koper aku kamu bawa mas... " Teriak Tina.
"Kamu pergi dari rumah ini sekarang juga" ucap Brian yang langsung mendorong Tina keluar rumah, setelah itu koper Tina pun ikut di lempar.
"Mulai saat ini Tina! aku talak kamu dengan talak 1, dan aku sudah tidak mempunyai kewajiban atas dirimu lagi. Jadi kamu pergi dari sini! masalah perceraian nanti di pengadilan biar aku yang urus." Ucap Brian tenang tapi bengis.
"Kamu gak bisa giniin aku mas... " Ucap Tina teriak, hingga membuat semua tetangga keluar dan berkerumun karena suara Tina yang tinggi dan cempreng.
"Kenapa gak bisa, udah cukup kamu hina aku sekarang pergi! kamu udah bebas!" ucap Brian yang langsung menutup pintu rumahnya.
"Mas Brian.. tunggu mas!" ucap Tina kesal dan kembali menggedor pintu kontrakan nya.
"Akhh sial... Kurang aja si Brian dia pake usir gue, gimana ini? dimana gue tidur tar malam?
"Gue harus bisa tinggal di rumah Agam, biar gampang ngedapetin Agam balik, ia bener itu rencana paling bagus, Mending gue telepon si Jose, kali aja dia tahu di mana rumah Agam yang baru," Ucap Tina.
[ Halo.. Jos.. sorry gue ganggu...lu tau alamat Agam yang sekarang gak? ]
[ Lu mau ngapain? jangan bikin ribut deh! ]
[ Kagak ngajakin ribut, gue cuma mau minta maaf sama istrinya, kasih tau gue dong ]
[ Ya sudah tar gue share loc ya," ucap Jose ]
[ Ok thanks ya Jos ]
Drt...drt...drt...
Chat dari Jose pun sudah tiba, dan Tina berhasil mendapatkan alamat rumah Agam.
"Yes...! akhirnya gue tau di mana lu tinggal Agam."
__ADS_1
__&&&&