
"Jadi calon istri bapak.... ? Ini ceritanya bapak ngelamar saya nih?" Tanya Alisha bingung, Alisha menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Bukan Al... Saya, cuma mau minta tolong kamu aja, Buat pura-pura jadi calon istri saya," terang Pak Mario mencoba bersabar.
"Oh, Cuma pura-pura doang.... Gak mau akh pak... Alisha gak suka bohong, dosa loh pak ..." Ucap Alisha malah ceramah.
"Please Al tolong bantu saya, sedikit berbohong tidak apa-apalah, buat kebaikan juga, demi kebaikan ibu saya supaya ibu saya sembuh," pinta Pak Mario yang dengan sungguh membuat Alisha meleleh di buatnya, karena matanya Mario yang lucu.
"Baik pak, Alisha mau, Tapi jangan lama- lama ya pak! Alisha gak bisa pulang kemalaman masalahnya Papah saya ngelarang Alisha untuk pulang malam."
"Ia .... Hanya sebentar saja kok Al... Setelah ibu baikan, Kamu nanti aku antar pulang..."
"Ya sudah pak... Kapan ketemu ibunya bapak?"
"Sekarang juga, ayok kamu bareng saya aja."
"Terus mobil saya gimana pak...?"
"Ya sudah kamu naik mobil kamu, Biar aku ikutin dari belakang.. aku shareloc... Mana minta WA kamu Al."
"Kan ada pak.. di group... Bapak liat saja disitu ya..."
"Ya sudah kita berangkat sekarang.. Ismail kita berdua duluan ya, Kalau ada yang nanyain gue... Bilang aja gue izin balik cepet ke RS,"
"Ia... rio... Lu hati-hati ya.."
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" saut Ismail.
Alisha dan Mario pun pergi meninggalkan kampus dengan mobil masing-masing menuju ke rumah sakit tempat ibunya Pak Mario yang lagi di rawat.
Mario dan Alisha pun sampai berbarengan ke rumah sakit, mereka masuk bersama dan langsung menuju ke UGD di rumah sakit tersebut Untuk menemui orang tuanya Mario.
"Alisha nanti kamu gak usah banyak bilang apa-apa ya, Pokoknya apa pun yang di tanyakan oleh orang tua saya kamu ia in aja, Biarin aku yang ngarang bebas ke Ibu saya..." Ucap Mario menjelaskan apa yang harus di lakukan oleh Alisha.
"Ia deh pak... Lagian Alisha juga gak tau harus ngomong apa dengan orang tua bapak, yang ada nanti aku a,i,u,e,o doang Pak... nantinya keliatan dong boong nya."
"Terimakasih banget karena sudah bantuin saya Al"
"Sama-sama pak,"
Mereka berdua pun berjalan cepat, supaya dapat segera bertemu dengan ibu Mario yang sedang sakit.
Saat tiba di ruang rawat inap ibunya Mario, Bu Sari, ibunda dari pak Mario sedang terbaring lemas di atas brangkar dengan wajah yang pucat dan lemas tak ada tenaga, Mario meringis melihat ibunya yang terbaring tak berdaya. Mario pun memegang tangan ibunya yang lemah.
__ADS_1
"Mario... Kamu sudah datang nak?" Ucap Bapaknya Mario Pak Budi, yang baru saja masuk setelah keluar membeli makanan.
"Ia Pak, Bapak sudah makan? Oh ia Pak.. kenalin ini Alisha calon istrinya Mario Pa," ucap Mario sambil mengenalkan Alisha, Pak Budi pun mendekati Alisha, dan Alisha pun menghampiri Pak Budi untuk mencium tangannya Pak Budi.
"Assalamualaikum Pak, saya Alisha pak pasangannya mas Mario..." Ucap Alisha dengan senyum nya yang tulus.
"Waalaikum salam, Nak Alisha, Mario pinter ya cari calon istri, sudah ayu, baik lagi sopan santun attitude kamu," puji Pak Budi melihat Alisha, Pak Budi menghampiri istrinya yang masih tertidur.
"Bu, lihat, Anak kita bawa calon mantu kita bu, kamu harus kuat ya. Bentar lagi kita punya mantu, jadi kamu harus sembuh jangan sakit lagi," ucap Pak Budi sambil menggenggam tangan istrinya sayang, dan air mata keluar dari matanya. Perlahan mata Bu Sari pun terbuka, di lihatnya suami Bu Sari yang sedang tersenyum ke arahnya, dan di sebelah nya ada Mario yang juga tersenyum ke arah Bu Sari, sungguh pemandangan indah yang membuat siapa saja pasti akan ikut terharu, begitu pun dengan Alisha.
"Ibu sudah sadar Alhamdulillah Bu. Lihatlah anak kita bu, Sudah bawa calon istri Bu... Mana cantik Solehah lagi Bu..." Ucap Pak budi semangat.
"Bapak.... Jangan berisik biarin Ibu perlahan-lahan sadarnya.."
"Bapak cuma bahagia Nak, Akhirnya ibu kamu sadar juga. Jangan nakutin bapak ya Bu," pak Budi memegang tangan Bu Sari erat.
"Si...ni...Nak... Ka..mu. cantik sekali nama kamu siapa?" parau Bu sari yang baru sadar dari koma nya.
"Ia Bu calon istrinya Mario memang cantik.. Ibu harus cepat sembuh ya bu, biar bisa nyiapin pernikahan aku dengan Alisha Bu..." ucap Mario yang tidak melihat raut wajah dari Alisha.
"What ...? Ini si bapak dosen beneran mau nikahin gue... !" Batin Alisha.
"Nama saya Alisha Bu... Ibu harus cepet sembuh ya... Jangan sampai sakit lagi kaya gini .." Ucap Alisha.
"Ia Nak.. ibu pasti cepat sembuh, akhirnya Mario anak Lanang ibu, akan menikah juga," ucap Bu Sari dengan lemas, tapi dia sekuat tenaga ingin menyambut anak gadis nya ini buat Mario.
"Ibu.. bapak karena hari sudah mau menjelang sore, Aku antar Alisha Pulang dulu kerumah nya ya Bu," Ucap Mario yang menghampiri Alisha dan tiba-tiba memegang tangan Alisha erat,mata Alisha membola saat tangannya tiba-tiba di pegang erat oleh Mario.
Si bapak dosen tampan, bisa aja idenya. nemu di mana sih," ucap Alisha dalam hati.
"Ia Bu insya Allah besok Alisha datang lagi, nengokin ibu ya, tapi besok ibu harus udah sembuh," ucap Alisha semangat. Alisha dan Mario menghampiri orang tua Mario untuk mencium tangan mereka takjim.
"Kami pergi dulu ya Bu, Pak, assalamu'alaikum," ucap Mario yang langsung memegangi tangan Alisha, bisa kurasakan dingin menjalar ke seluruh badan Alisha. Alisha dan Mario pun ke luar dari ruangan rawat inap ibunya Mario, setelah di luar di lepaskannya tangan Alisha.
"Maaf ya Al kalau saya melebihi batasku.."
"Ia pak, gak apa-apa, Cuma pegang tangan Alisha doang, supaya lebih meyakinkan kan ya pak?"
"Ia...Ya sudah kamu lapar kan...? Saya traktir makan kamu ya Al,"
"Wah boleh banget... Bapak tau aja kalau Alisha lagi laper," ucap alisha tertawa.
"Ya sudah pakai mobil saya aja ya, Nanti saya bakalan anterin kamu kerumah..."
"Jangan pak, kita makan di resto deket sini aja... biar Bapak gak bulak-balik, Bapak pasti kelelahan kan ?"
__ADS_1
"Ia .... Sih. Ya sudah kita makan malam bersama," ucap Mario tersenyum yang di ikuti oleh Alisha dengan senyum manis nya, yang seketika membuat debaran jantung Mario bergoyang-goyang tak karuan.
"Pak ... Hayu...bapak kenapa?" ucap Alisha bingung melihat Mario diam saja malah terbengong seperti itu, Alisha menggoyangkan tangannya di depan wajah Mario.
"Oh.. Maaf saya gak apa-apa kok, Ayuk kita lanjut, mencari restorannya," ucap Mario gugup karena sempat terpesona melihat kecantikan Alisha yang sangat alami.
"Hehehe ia Pak," Mario dan Alisha pun pergi ke luar untuk mencari restoran di sekitaran rumah sakit menggunakan mobil Mario.
Saat sudah sampai, dua sejoli itu langsung masuk dan memesan makanan Yang ada di menu makanan. Mario dan Alisha pun memesan makanan dan menunggu makanan yang di sajikan oleh pelayan restoran. Tak ada ucapan yang berarti diantara keduanya, Mario yang masih saja menjadi dosen yang dingin dan irit bicara, sehingga Alisha begitu gemas dengan kelakuan Mario yang membuat suasana canggung seperti ini.
"Hmmmm... Jadi canggung gini ya situasinya? Maaf banget nih kalau banyak ngerepotin, Jujur saya memang orangnya seperti ini," Ucap Mario blak-blakan.
"Gak apa-apa pak, Alisha sudah tau kok sifat Bapak seperti apa," ucap Alisha menyentil Mario.
"Akh ia kamu benar.... Tapi ngomong- ngomong saya belum tau siapa keluarga kamu? Sepertinya di rahasiakan ya?" Tanya Mario bingung.
"Gak ada yang di rahasiakan kok pak, Hanya saja Papah sama Mamahku, tidak suka mengumbar keluarga besar kami kepada khalayak ramai."
"Oh.... Begitu... Kalau kamu anak tunggal atau punya saudara kandung gitu?"
"Alisha anak bungsu Pak, punya dua Abang, sebenarnya Alisha itu kembar Pak, Kembaran Alisha cowok, lagi kuliah juga. Tapi gak disini, Kembaran Alisha ngambil jurusan dokter, Kalau Bapak punya saudara?" jelas Alisha yang di tanggapi anggukan kepala dari Mario.
"Enak ya kamu banyak saudaranya, kalau saya anak tunggal, gak mempunyai Adik ataupun Abang, Sendirian aja, " ujar Pak Mario.
"Ga asik Pak, kalau sendirian, gak punya saudara, gak ada temen ribut di rumah,"
"Memangnya kamu suka ribut sama saudara kamu?"
"Ia sama bang Rayyan kembaran Alisha, Tapi Alisha selalu menang, karena ada Abang Arka kesayangan yang selalu belain Alisha hehehe,"
"Asik juga sepertinya ya, Punya saudara"
Mario dan Alisha pun mengobrol ngaler- ngidul hingga tak terasa makanan mereka habis dalam waktu yang lama karena kebanyakan ngobrol.
"Ayuk saya antar pulang Al,"
"Gak usah pak, Lebih baik bapak kembali ke rumah sakit, ke ruang perawatan ibu saja, Alisha akan pulang sendiri ke rumah, lagi pula ini sudah malam, takutnya Papah saya marah Pak."
"Ya sudah, Saya antar ke parkiran saja, bahaya kalo kamu ke parkiran sendirian,"
"Ok. deh Pak kalau begitu," Mario dan Alisha pun meninggalkan restoran dan menuju ke parkiran mobil rumah sakit, untuk menemani Alisha pulang, setelah Alisha pulang, Mario kembali ke ruang perawatan ibunya, Tapi saat sampai di ruang perawatan ibu Sari, Mario pun melihat dokter dan suster berlari ke arah kamar ibunya, Hati mario berdetak kencang, pikiran negatif berkecamuk. Langkah Mario bertambah cepat, saat sampai di depan kamar perawatan ibu nya, Mario mengintip ke dalam, karena dia tidak sanggup melihat apa yang terjadi. Tak lama terdengar suara bapaknya menangis.... Mario menangis dalam diam di buka pintu perlahan dan melihat ibunya telah di tutupi selimut rumah sakit, kaki Mario terasa berat melihat apa yang terjadi di depannya, baru beberapa jam dia bisa melihat senyuman ibunya karena melihat Alisha, Sekarang bahkan senyuman itu tak akan pernah dia lihat lagi untuk selamanya.
"Nak.... Ibu... Hiks..hiks ..." suara sumbang dan tangisan ayah Mario masih mengisi ruangan ini, para Dokter dan Suster hanya melihat dengan sedih keadaan Mario dan Ayahnya, tak ada kata yang bisa di keluarkan oleh Dokter dan Suster tersebut. Perlahan lahan Mario sampai di samping brangkar Ibunya dan membuka penutup wajah Ibunya, Seketika Mario menangis tergugu.
"Bu... Bangun Bu... Jangan tinggalin Mario sendirian, Ibu udah janji bantuin pernikahannya Mario Bu, Tolong bangun Bu, jangan kaya gini Bu," tangisan Mario menggema di ruangan terdengar sangat pilu menyayat hati yang melihatnya.
__ADS_1
"Bu aku mohon bu, Bangunlah bu, Kalau ibu gak bangun aku gak bakalan menikah Bu"... Tangis Mario terus saja menggoyangkan badan ibunya.
"Ibuuu......." Teriak Mario sekencang mungkin.