
POV Herman
" Papah, syukurlah aku bisa ketemu sama papah, aku lagi nyariin Nissa pah, tapi kok gak ada ya?" ucapku sambil menyalami tangan papahnya Nissa, tapi dia menepis tanganku begitu saja, sungguh tega.
" Jangan sentuh saya.... Dan apa kamu bilang tadi.... PAPAH.... hei kecoa buntung, kamu sama Nissa udah cere..... C..E..R..E.. dan kamu tau artinya apa, udah gak ada hubungan apa-apa lagi, jadi jangan panggil saya papah, karena saya gak sudi di panggil papah sama kamu, pergi kamu dari sini... Jangan ganggu Nissa lagi, kalo kamu masih nekat, ku patahkan kakimu "
Glek... Seram kali ancamannya kaki patah.
" Om... Aku gak ada maksud apa-apa Om, cuman pengen ketemu sebentar saja om, sama Nissa, saya cuman pengen tahu kehamilannya Nissa, walau bagaimanapun Nissa sedang hamil anak saya Om. Nissa ada di mana sekarang ya Om?"
Bugh...BUGHHH
" Aw.... Perutku.... Mules Om " aku langsung menyentuh perutku yang di tonjok 2 kali oleh mantan ayah mertuaku ini aku pun langsung terduduk di bawah menahan rasa sakitnya, gila? Ini sih sakit parah.
" Inget ya Herman, tinjuku ini belom seberapa, sama apa yang udah kamu lakuin ke anak saya, kalo kamu masih nekat ganggu anak saya lagi, kamu tau sendiri akibatnya," ucap papah Nissa yang langsung saja masuk ke dalam rumah dan mengunci gerbang rumah ini.
" Sial banget sih tuh bapak tua pake nonjok segala... Tungguin jangan ya..? tungguin aja dah kali aja nanti dia keluar ke tempatnya Nissa berada, tinggal aku bisa ikutin dia aja, aku harus cari tempat aman , yang gak bisa kelihatan dimana ya? " ucapku sambil melirik kanan kiri untuk mencari tempat persembunyian yang aman.
" Nah disitu kayanya cocok dah, ngumpet disitu aja lah," gumamku. Aku pun langsung menghidupkan motorku dan menuju tempat duduk yang tidak jauh dari rumah Nissa, dari sini aku bisa melihat ketika papah mertua keluar, biarlah masih kusembunyi dari papah, kan sebentar lagi aku bakalan rujuk dengan anaknya, Hehehehe. Aku pun duduk di bangku panjang ini, angin sepoy-sepoy ini enak banget menyejukkan, tanpa terasa aku pun tertidur di bangku ini.
GUBRAK
" ayam.... Ayam.... Aduh pantat sakit, pake jatoh segala....lagi nih, ya ampun udah berapa jam gue tidur aduh gawat, bapake masih ada gak ya " ucapku kacau balau, aku pun segera menghidupkan kembali motor untuk ke rumah Nissa, saat sampe di rumah Nissa ternyata mobil bapak mertua udah ilang.
" Akh sialan... Udah pergi lagi dia, ini ngapain sih pake ketiduran segala, gagal kan jadinya mau ngikutin," ujarku kesal, karena tak ada lagi yang akan kulakukan akhirnya aku pergi meninggalkan rumah Nissa dengan hati hampa.
Aku pun sudah sampai di rumah Popi, dan langsung masuk kerumah untuk merebahkan diri di kursi, apalagi pantat ku sangat sakit, mana lapar banget tapi malas banget buat masak.
Tok....tok....tok...
" Siapa sih nih? baru aja mau tidur, ganggu aja, " ucapku yang langsung membuka pintu dan ternyata ada dua bapak-bapak yang datang.
" Maaf jika kedatangan kami menganggu, boleh kami masuk pak ?" ucap salah satu bapak yang membawa map.
__ADS_1
" Dari mana ya pak kalo boleh tau "
" Saya RT disini pak dan ini lurah disini, kami ingin bicara sebentar dengan bapak, ada hal penting yang harus kami bicarakan."
" Oh boleh silahkan masuk pak "
" Begini.... Maaf dengan bapak siapa?"
" Nama saya Herman pak .. ada apa ya pak "
" Begini pak, kami mendapatkan laporan dari warga , kalo bapak sudah beberapa hari ini sering datang kemari, bahkan sampai menginap ya pak... Karena setahu saya ini adalah rumah saudari Popi, sedangkan yang bersangkutan sedang ada di kantor Polisi, kalo boleh tau bapak ini siapanya ibu Popi "
"Eh... Anu.... Gini pak, saya ini calon suaminya Popi, yang datang dari kampung, sengaja datang kesini untuk menempati rumah Popi dan menjaga sementara sampai calon istri saya keluar dari penjara, tapi saya tidak melakukan sesuatu yang aneh-aneh kok pak "
" Begini pak, ini kan laporan warga.. dan sudah di rundingkan sebelumnya, karena ada juga warga yang pernah mergokin bapak keluar dari rumah ini di pagi hari, kami berdua sebagai aparat komplek akan bertindak tegas jika bapak dan sodari Popi melakukan kumpul kebo, jadi demi keamanan kita bersama untuk sementara lebih baik bapak jangan dulu tinggal di rumah ini, sebelum ada surat nikah dari KUA pak, takutnya warga akan main hakim sendiri ," ujar bapak RT ini, bagaimana ini, kalo aku pergi dari sini aku harus kemana lagi... Mana uang menipis lagi. Batinku.
" Maaf pak sebelumnya saya sudah mendapatkan izin dari calon istri saya Popi pak, saya ini kan datang dari kampung pak, saya gak tau daerah sini pak, saya juga baru, lagian mana mungkin saya pulang pagi dari sini pak , saya itu baru datang hari ini pak, dan langsung menjenguk calon saya di penjara, jadi tolong lah pak pengertian nya, setelah Popi ke luar kita akan menikah di kampung pak, " ucapku dengan muka memelas, agar bapak berdua ini iba dan memberikan izin.
" Maaf pak, seperti yang saya bilang tadi, ini bukan keputusan saya, tapi keputusan bersama, sing penting saya sudah menyampaikan maksud kami, kalo bapak masih bersikeras untuk tinggal di sini, saya tidak akan bertanggung jawab jika warga disini akan bersikap anarkis terhadap bapak "
" Baik pak, kami akan tunggu, kalo begitu kami permisi, karena sudah tidak ada lagi yang harus di bahas " ucap pak RT yang langsung berdiri meninggalkan rumah ini di ikuti oleh bapak lurah nya. Saat mereka berdua sudah pergi langsung saja aku keluar dan mengunci pintu serta menjalankan motor milik Popi untuk pergi ke penjara.
Sesampainya aku di penjara aku langsung saja bicara dengan bapak Polisi bagaimana caranya membebaskan Popi jika penggugat tidak mau mencabut laporannya. Dan ternyata ada caranya yaitu dengan membayar denda, yang tidak sedikit, karena harus membayar 10 juta jika Popi ingin bebas , aku pun segera menemui Popi.
" Mas Herman gimana udah nemuin Nissa belom mas? aku telepon Nissa tapi dia tidak mau bicara denganku mas, malah pengacaranya yang tadi bicara," ucap Popi yang langsung bertanya saat bertemu denganku.
" Pengacara nya bilang apa, dia bakalan mencabut laporannya."
" Enggak mas, pengacara nya bilang Bu Nissa tidak mau mencabut laporannya, karena aku meminta maaf sudah melewati tanggal somasi dan Nissa juga gak mau maafin aku, karena mulutku sudah keterlaluan mas, bagaimana ini? Aku gak mau kelamaan di penjara mas, aku bisa bisa beneran gila mas "
" Mas juga ga tau mesti gimana Pop, mas nyari Nissa di rumahnya, dia udah gak ada, dia udah pindah dan mas ga tau dia pindah kemana, mas juga tadi di datangi pak RT katanya mas harus pindah, kalo enggak warga sana bakalan usir mas secara anarkis, mas bingung... " Ucapku pusing memikirkan semua ini, kenapa semua masalah seolah datang menghampiri ku secara berurutan.
" Terus kita berdua mesti gimana, gak ada cara lain apa untuk aku bisa keluar dari kantor Polisi ini, aku gak betah mas...."
__ADS_1
" Ada satu cara lagi supaya kamu bisa keluar dari sini, kamu harus bayar denda sebesar 10 juta... Kamu punya uangnya gak? sebagai jaminan "
" Sepuluh juta, aku ada mas... Tabungan ku ada tolong mas urusin pembebasan aku, setelah aku bebas kita harus cepat menikah, agar kamu bisa tinggal di rumah ku mas."
" Kamu beneran mau terima mas jadi suami kamu dengan kondisi ku seperti kaya gini, aku impoten Pop, dan bakalan susah punya anak."
" Makanya mas urusin dulu pembebasan aku, nanti kita pikirkan langkah selanjutnya, yang penting aku keluar dulu dari sini mas.... Hiks hiks... " Ucap Popi merengek.
" Ya sudah dimana ATM kamu biar besok aku urus pembebasan kamu."
" Ada di lemari di dalam kamarku, kamu ambil aja mas "
" Ya sudah mas pergi dulu ke rumah kamu, besok mas bakalan balik lagi kesini buat bebasin kamu "
" Ia mas jangan lupa aku tunggu, pokoknya aku gak pengen lama-lama tinggal disini, aku mau balas dendam sama Nissa , gara-gara dia aku harus di penjara."
' Ia.... Ia.... Ya sudah mas pergi dulu ya dah sayang," ucapku sambil mencium rambutnya...
" Iuh bau banget rambut kamu, udah berapa hari belom keramas " ucapku sambil mengusap bibirku yang mencium rambutnya, nyesel aku pake cium-cium segala.
" Aku gak tau mas pokoknya aku jarang mandi pake sabun disini malah gak pernah mungkin"
" Ya udah aku pulang dulu," ucapku sambil pergi dari sini karena aku gak kuat sama bau rambutnya, seketika membuat ku mual dan ingin muntah Hoek .
Saat sudah sampai rumah hari sudah menjelang sore, perutku sangat kelaparan, aku pun hanya memasak telor sama mie instan aja, makanan enak tapi simpel, saat sedang memakan mie instan ini, tiba-tiba aku teringat saat masih bersama Nissa dulu, Nissa yang begitu peduli pada ku membuatkan aku makanan apapun yang ku inginkan, apalagi masakan Nissa sangat enak. Sehingga aku selalu makan enak tiap hari. Mengingat itu semua tiba-tiba saja aku menangisi kehidupan ku yang sekarang yang blangsak, kerjaan gak punya, di usir ibu, sekarang makan cuma pake mi instan doang...
" HAHAHAHAHHA NISSA..... LIAT NIS AKU CUMAN MAKAN MIE INSTAN.... KENAPA KAMU TEGA NIS HAHAHAH " ucapku tertawa sendiri meratapi kehidupan ku yang sekarang,
" Aku gak mau hidup kaya gini lagi, aku harus temukan Nissa apapun caranya, aku harus culik anakku supaya Nissa mau balik lagi sama aku, itu satu satunya cara. Untuk sekarang aku harus cari pekerjaan dulu karena uangku udah mau menipis" ucapku lagi. Karena lelah badan dan pikiran aku menuju kamar Popi dan tidur di kamarnya, biarlah urusan popi besok akan aku urus. Saat aku akan memejamkan mata tiba-tiba handphone ku berbunyi tanda pesan masuk
Drt.... drt....drt....
( Apa Kabar mas.... Semoga kamu sehat ya.... Gak asik dong kalo kamu lagi sakit apalagi kalo udah mampoos.... Aku kan belom main-main sama kamu )
__ADS_1
Deg no siapa ini....?