MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
EKSEKUSI ABANG ADEK


__ADS_3

POV Arka


Haduh ada-ada aja sih ngidamnya si bontot, pake pengen ketemu tuh Curut segala. Gedeg banget jadinya. Aku harus ngelakuin apa ya? Mikir ayo Arka? Mikir? tumben amat ini otak jadi buntu kaya gini, biasanya lancar jaya kaya jalan tol Cikampek.


Ayo dong Arka mikir. Ku pijit pelipisku yang tiba-tiba saja terasa berat.


"Aku harus ngapain ya?" Gumamku.


Drt..drt..drt...


Ku ambil HP ku karena bunyi nada dering panggilan masuk dan ternyata dari Rayyan, apa dia punya ide bagus?


[ Haloo assalamu'alaikum dek ]


[ Waalaikum salam bang... Gimana bang, udah dapat idenya? ]


[ Belum dek.. Abang buntu, gak tau mesti gimana? ]


[ Kita minta bantuan temen Alisha aja bang, si cerewet itu ]


[ Siapa namanya Abang lupa dek ]


[ Kalo gak salah namanya Kiran bang ]


[ Ya sudah besok kamu sibuk gak dek ]


[ Gak bang besok cuma 1 mata kuliah doang ]


[ Sama Abang juga. Abang besok jemput kamu ya, kita eksekusi langsung aja biar cepet ]


[ Ok bang... Ya udah kalo gitu Rayyan tutup teleponnya assalamu'alaikum ]


[ Waalaikum salam ] ucapku.


Sambungan telepon pun langsung di tutup sepihak oleh Rayyan, aku memikirkan langkah untuk besok, semoga saja ada jalan dan langkah ku akan berhasil. Kepala lagi mumet, nambah mumet, Rasanya.


"Arka...." Ku dengar teriakan dari temanku pas kucari arah suaranya ternyata crush nya si Rayyan ukhti Fatma.


"Ia ukhti jangan lari-lari tar jatoh gimana, si Rayyan marah-marah lagi" Ujarku meledek Fatma.


"Ikh apaan sih kamu, malah ngeledek. Sini mana tugasnya, aku mau ngumpulin data yang aku rangkum jadi kamu masukin ke makalah kelompok"


"Ia ukhti nya Rayyan, mana coba gue periksa dulu. Kali aja lu khilaf salah semua dokumennya"


"Mana mungkin," ujarnya sombong.


"Jangan takabur, sombong"


"Heh astaghfirullah ya Allah"


"Nah... Tar gue periksa di rumah. Mau gak di lamar Rayyan"


"Maaf saya sibuk permisi" ucapnya yang langsung pergi bisa ku lihat wajahnya yang merah kaya kepiting rebus. Si Fatma emang malu-malu meong.


Keesokan harinya....


Aku segera bersiap ke kampus karena ada mata kuliah yang penting walaupun hari ini, hanya ada satu mata kuliah.


Setelah sampai ngampus, aku bertemu dengan Fatma dan Nadia, Mereka berdua tersenyum kepadaku, tapi aku hanya melihat Fatma, karena aku kurang sreg dengan temannya Nadia.

__ADS_1


"Hay Arkaaaaa" teriak Nadia yang berlari ke arahku dengan merentangkan tangan seperti ingin memelukmu. Reflek aku menghindar dan Nadia pun tersungkur. Aku menutup mulutku menahan untuk tidak tertawa.


"Astaghfirullah Nadia" Ujar Fatma yang berlari menghampiri temannya si Nadia.


"Kamu gak apa-apa?" Ucap Nadia yang masih sibuk membantu temannya untuk bangun dari tengkurap, ku rasa si Nadia cuma malu, bukan gak mampu untuk bangun, apalagi pingsan karena kepentok kepalanya.


"Arka" Fatma menatapku tajam. Aku biasa aja malah melipat tangan di dadaku.


"Kenapa?" ucapku santai.


"Angkat nih si Nadia, tanggung jawab ke... gotong ke... dia pingsan"


"Lah kenapa jadi gue yang harus angkat, dia sendiri yang nyari bala"


"Tapi kan kalau kamu gak ngehindar, gak bakalan Nadianya nyungsep."


"Siapa suruh main peluk orang sembarangan, omongin tuh sama temen kamu, aku gak suka di sentuh apalagi sampai di peluk sama orang lain..." Ujarku kesal.


"Ia tar aku bilangin, tapi bantuin dulu ini, anaknya pingsan"


"Alah ngerepotin banget sih. Balikin biar ga tengkurap" ucapku yang langsung di ikuti oleh Fatma membalik badannya Nadia, jadinya Nadia terlentang, aku membuka sepatuku, dan melepaskan kaos kaki ku yang kebetulan sudah 3 hari belom aku cuci, baunya lumayan lah buat ngusir tikus.


Ku kipas kipaskan kaos kaki ku di dekat hidungnya Nadia. Dan bravo tuh anak langsung bangun, dan muntah-muntah.


"Udah bangun kan dia... Beres dah ayok Fat! bentar lagi Dosen masuk, kita mau presentasi" ucapku yang langsung meninggalkan mereka berdua.


"Tapi ini si Nadia..." Teriaknya yang masih bisa ku dengar....


"Lah bodo amat.. gak mau ikut campur sama si Medusa"


____


"Nad... Lu gak apa-apa?" tanya Fatma yang masih melihat Nadia memuntahkan cairan saja.


Nadia masih saja muntah, tapi hanya air saja, tidak ada satupun makanan yang di keluarkan.


"Aduh... Bau banget.... Kok bisa sih orangnya ganteng kaos kakinya bau gitu astaga... Gak kuat gue... Mana gue belum sarapan Fat... Gak napsu makan gue jadinya Fat.. gue lemes, anterin gue pulang yuk!" rengek Nadia.


"Gak bisa Nad... Sorry gue ada presentasi sama Arka, gak bisa gue tinggalin sorry ya gue masuk dulu. Makanya lain kali, jangan main peluk sama sentuh si Arka, dia gak suka di sentuh tadi dia bilang sama gue, Pas lu pingsan" ucap Fatma yang langsung pergi meninggalkan Nadia dengan mulut terbukanya.


"What??????". Ucap Nadia kesal.


"Ka... Lu bisa gak ramah sedikit sama temen gue" Ucap Fatma membuatku melihat dia.


"Maksudnya? Lu mau gue Deket-deket sama dia?"


"Ya kalau lu mau deket-deket dia juga gak apa-apa... Nadia itu demen sama lu, Bogoh pisan euy" ucap Fatma lagi yang membuatku menghembuskan nafasku kasar.


"Aku gak punya waktu buat pacaran Fat! Apalagi deket-deket sama lawan jenis, kecuali keluarga kalau enggak temen gue sendiri, kalau yang lain enggak dulu deh" Ucapku.


"Eh... Tapi Rayyan serius loh Fat sama lu. Malah habis lulus dia mau ngelamar lu katanya, makanya tungguin dia ya, jangan melipir dulu lu nya kemana-mana" ucapku lagi.


"Kenapa jadi ngomongin adek lu... Gue belum pengen nikah. Gue pengen kerja dulu, berkarier dulu. Pokoknya ngejar mimpi gue dulu. Jadi tolong bilangin sama adek lu itu, jangan nunggu gue ya."


"Ya udahlah gue mau jemput adek gue. Kalau bisa lu yang ngomong biar adek gue ngerti apa yang lu mau. Jadinya adek gue gak banyak berharap"


"Ya lu lah...Masa gue sebagai cewek yang bilang duluan, suruh adek lu yang bilang dulu, baru gue jawab" ucap Fatma


"Benar juga ya" Ya udah gue pergi dulu assalamu'alaikum" ucapku yang langsung ke parkiran dan langsung masuk ke mobil. Di mobil aku mengambil handphone ku di tas dan mencari kontak Rayyan.

__ADS_1


[ Haloo assalamu'alaikum dek... Gimana kuliahnya udah selesai ]


[ Ia bang udah nih... Baru kelar.. ]


[ Ya udah Abang jemput ya, kamu gak bawa mobil kan ke kampus ]


[ Gak bang tadi Rayyan naik taksi online ]


[ Ya udah Abang otw assalamualaikum ]


[ Waalaikum salam bang ] aku pun mematikan HP ku dan langsung menyalakan mesin melajukan mobilku ke kampusnya Rayyan.


Saat sampai gerbang kampusnya Rayyan, aku sudah melihat Rayyan di sebelah gerbang kampusnya sedang mengayunkan tangannya ke arahku, ku hampiri Rayyan dan ku buka jendela mobil, Rayyan pun masuk ke mobil ku dan memakai sabuk pengaman.


"Jadi apa rencana Abang" Ucap Rayyan to the points.


"Kita samperin dia, dan kalau si Mario itu lagi ngajar kita Video in aja langsung, terus kita ajak ketemu, ajakin makan dulu di cafe, kotorin bajunya. Dan bajunya kita bawa pulang, kita kasih dia baju baru yang udah Abang bawa." Ujarku menjelaskan semua rencana kami.


"Boleh juga ... Ya udah eksekusi bang sekarang" ucapnya. Aku membalas ucapan adikku dengan anggukan kepalaku saja, setelah itu akupun melakukan mobil dan mengendarai cepat ke Jakarta semoga saja keburu dan tidak ke sorean.


Saat sampai di kampusnya Alisha yang dulu. Aku dan Rayyan langsung turun dari mobil, kita pun masuk bersama dan mencari kelas yang dulu pernah di masuki Alisha. Aku sih berharap bisa bertemu dengan temannya Alisha, jadi dia bisa membantuku bicara 4 mata dengan Mario. Aku malas sekali memanggil nya Bapak. Walaupun dia adalah Dosen disini. Aku sama sekali tidak menganggap dia Dosen. Tapi penjahat yang sudah merusak adikku.


"Bang, kayanya itu kelas nya yang dulu deh bang" ucap Rayyan.


"Ia dek ayo kita kesana" ucapku yang berjalan bersama Rayyan untuk mendekati kelas yang sepertinya sedang ada kegiatan mengajar itu.


Saat kami melewati kaca yang pendek terlihat jelas Mario sedang menjelaskan materi Manajemen.


Dia sepertinya baik-baik saja, tidak ada raut bersalah atau apapun itu. Brengsek emang nih orang. Ucapku dalam hati.


"Itu dia orangnya bang" Ucap Rayyan.


"Ya udah Abang mau Video sebentar mumpung dia lagi ngajar dan disini gak ada orang" ucapku yang kembali ke belakang untuk mengambil tempat mem Videokan Mario yang sedang mengajar agar tidak ketahuan siapapun.


Ku keluarkan HP ku. Dan ku buka aplikasi Video. Ku arahkan kameranya, dan ku zoom biar terlihat jelas dan jernih muka si brengsek ini. Ya Allah ampuni aku, karena sudah mengumpat dia beberapa kali, ucapku dalam hati.


Setelah ku rasa cukup aku pun berjalan ke arah pintu masuk kelas.


"Udah bang Videonya" tanya Rayyan, yang melihat HP ku di matikan dan di simpan di saku celanaku.


"Udah ayok kita ke kelas dia" ajakku


"Abang mau ngapain?" tanya Rayyan bingung.


"Mau nemuin tuh dosen ngajak lunch, mau ikut gak?" tanyaku ke Rayyan.


"Ia bang... " Rayyan pun mengikuti ku dari belakang. Saat tiba di depan pintu masuk nya yang ternyata terbuka, langsung saja ku ketok pintu ini dan semua mata di kelas ini tertuju padaku. Berasa jadi artis, pikirku.


"Selamat siang pak Mario. Bisa saya bicara sebentar" ucapku sopan. Padahal hati ini udah pengen marah-marah dan ngebanting tuh orang. Sabar Arka, ucapku dalam hati.


"Arka... Rayyan... Sebentar ya" ucap Mario yang ternyata masih ingat dengan wajah kita berdua. Rayyan hanya diam saja. Tapi bisa ku lihat Rayyan mengepalkan tangannya.


"Sabar dek, tenang" bisikku ke Rayyan.


"Rayyan pun menghembuskan nafasnya kesal dan mulai tenang.


"Sebentar ya saya ada tamu dulu, kalian lanjutin baca halaman berikutnya dan kerjakan tugas yang saya berikan tadi, 2 hari lagi kita kuis" ucap Mario yang langsung keluar menemui ku.


"Apa kalian tau di mana Alisha?" ucap Mario... To the point.. tidak menyangka saya, dia langsung menanyakan Alisha.

__ADS_1


"Bisa kita bicara di tempat yang lebih private" ucapku.


_________&&&________


__ADS_2