
BUGHHH..... BUGHHH...
"Anak gak berguna... Sudah aku bilang jangan ganggu perusahaan Agam, masih saja kamu lakukan..." ucap Pak Surya kesal memukul dan menendang perut anaknya.
Terlihat sekali wajah kesakitan Riki, muka Riki langsung memerah, Riki terus saja memegangi perutnya, bayangan senyum Nissa di pesta itu selalu terpatri di ingatan Riki.
"Kenapa cinta harus semenyakitkan ini," Ucap Riki dalam hati.
"Terus pukul aku Pah...... Tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cintaku, wanita yang aku cintai, aku tidak perduli kalo dia itu istri orang, pokoknya aku Tidak perduli Pah," ucap Riki sambil menahan rasa sakitnya.
"Manusia bodoh.... Kau pikir hanya wanita itu gadis di dunia ini, sadar kamu Riki, kamu di besarkan dan di sekolahkan bukan menjadi budak cinta, Kamu itu di didik supaya pintar, untuk meneruskan perusahaan ku, sekarang apa...? Kamu telah membuat Papah bangkrut!" teriak Pak Surya berakhir isakan tangis yang pilu.
"Maksud Papah apa? Tidak mungkin kita bangkrut, justru si Agam itulah yang bangkrut, Perusahaan kita itu besar, Papah harus meminta organisasi mafia Black Eye untuk membunuh Agam Pah, Aku mohon Pah," ucap Riki berusaha untuk bangun.
"HAHAHAHAHAHA.... YA TUHAANNN, KENAPA ENGKAU BERIKAN AKU ANAK YANG BEGITU BODOH, BAHKAN SUNGGUH IDIOT.... " teriak Pak Surya. Riki bingung kenapa Papahnya malah tertawa.
"Kamu tau anak bodoh, perusahaan kita hancur semua Investor di perusahaan kita menarik sahamnya, seperti perusahaan Agam. Dan kamu minta tolong Papah untuk menghubungi Black Eye dan menyuruh mereka membunuh Agam, HAHAHAHAHA kamu memang bodoh, Apa kamu meminta Black Eye untuk membunuh Bos nya sendiri," ucap Pak Surya sarkas.
"Maksud papah.... Gak mungkin... GAK MUNGKIN... Aku sendiri yang akan menghubungi Black Eye itu dan menyuruh mereka untuk membunuh Agam, dia harus mati, biar Nissa jadi milikku," teriak Riki dengan mata tajam melihat Papahnya.
"Silahkan kalau kamu bisa.... sekarang mending kamu keluar dari rumahku! dan kamu di pecat dari perusahaan, Papah akan membereskan masalah diperusahaan sendiri karena ulahmu,"
"Pah..... Aku tidak bisa di pecat... Aku adalah pemilik... Dan aku adalah ahli warisnya," ucap Riki tegas kembali sambil membentak Bapaknya. Pak Surya menatap Riki bengis, dia menampar keras pipi Riki, hingga keluar darah dari sudut bibirnya Riki. Pak Surya menarik tangan Riki dengan sekuat tenaga, menyeretnya ke kamar Riki dan mendorongnya di depan kaca besar yang ada di kamar Riki.
"Kamu bisa ngaca kan.....? NGACAA RIKI! kamu mengklaim perusahaan setelah menghancurkan perusahaan Papah, ingat Riki dan rekam baik-baik dengan otak bodoh mu itu, AKU TIDAK AKAN MENYERAHKAN PERUSAHAAN KEPADA ANAK DUNGU SEPERTI KAMU, KARENA KEDUNGUAN OTAK KAMU ITU, SEKARANG PERUSAHAAN KU HAMPIR BANGKRUT, KELUAR KAU DARI RUMAHKU, DASAR ANAK GAK BERGUNA dan jangan pernah kau injakkan kaki lagi ke rumah ini" teriak Pak Surya mengeluarkan semua amarah nya dan menggeplak kepala Riki. Pak Surya keluar dari kamar Riki dengan amarah yang begitu besar.
"Tarnooooooo" panggil Pak Surya dengan keras.
"Ia tuan siap!"
"Seret Riki, anak dungu itu keluar dari rumah ini, dan kemasi pakaian nya, jangan biarkan dia membawa barang berharga dari rumah saya, apa pun itu, kecuali pakaiannya."
"Tapi tuan...? Kasian tuan muda."
"Mau kamu saya pecat!"
"Tidak tuan tidak..... baik akan saya laksanakan!" ucap Tarno yang langsung melangkah maju dan menyeret Riki keluar rumah, setelah memasukan semua pakaiannya ke dalam koper dan tentu saja dengan perlawanan yang cukup alot.
"Lepaskan saya Tarno.... Kamu mau saya pecat ha..... !" Ucap Riki saat tangan Riki diseret paksa keluar dari rumah.
"Pah jangan usir Riki Pah..... Riki mohon Pah... "Mohon Riki.
"Berikan kunci mobil kamu, dan STNKnya, juga semua Fasilitas yang Papah berikan sama kamu"
__ADS_1
"Pak tolong!"
"BERIKAN SEKARANG BRENGSEK " teriak Pak Surya, Riki pun ketakutan melihat amarah Papahnya yang meledak- ledak, belum pernah sekali pun dalam hidupnya Riki mendapatkan amukan dari Papahnya seperti ini, Riki merasa Papahnya kali ini benar-benar mengusir nya.
"Pah.... Aku mohon Pah "
"Cepat! kalo tidak ku bunuh kamu....! " Dengan gugup Riki menyerahkan kunci dan STNK mobilnya, serta dompet yang di pegang Riki. Pak Surya hanya mengembalikan ATM milik Riki, hanya 1 ATM yang selama ini menjadi simpanan Riki saat dia bekerja di perusahaan Pak Boy sebagai direktur keuangan, sedangkan kartu kredit dan ATM yang pernah di berikan Pak Surya yang berisi uang jajan Riki selama ini ikut di sita oleh Pak Surya.
"Pah bagaimana aku bisa hidup Pah? tanpa itu semua..."
"Tarno seret dia keluar dari rumah ini, dan jangan biarkan dia masuk ke rumah ini lagi, dia bukan anak saya lagi," ucap Pak Surya yang langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa mendengar keluh kesah dari Riki, dan Riki di seret secara kasar oleh Tarno untuk di keluarkan dari rumah Pak Surya.
Di dalam rumahnya, Pak Surya menangis, Pak Surya sangat menyayangi Riki, sedari kecil Riki sudah terlihat lemah, itulah mengapa Izam anak sulungnya lebih memilih menjadi dokter untuk mengurus Riki dari pada mengurus perusahaan nya. Pak Surya pun menelpon Izam mengabarkan berita ini, supaya dia tidak membantu Riki kali ini, sesekali Riki harus di beri pelajaran supaya dia mengerti.
[ Halo zam.... Jika Riki memintamu untuk membantunya, jangan sekali-kali kamu membantu Riki ]
[ Maksud Papah gimana nih... Izam gak ngerti, suara papah kenapa...? Papah habis nangis ya? ]
[ Riki Papah usir dari rumah, karena sudah membuat bangkrut perusahaan, dan berusaha merusak rumah tangga orang ]
[ HAHAHAHA Papah jangan becanda, Gak lucu Pah! Riki mana berani suka sama istri orang, dia kan takut sama cewek Pah... Ada-ada saja nih ]
[ Papah serius zam, jangan pernah bantu Riki, biarkan Riki belajar tanpa Fasilitas dari keluarga kita, dan tidak mengganggu istri orang terus ]
[ Jadi Papah serius? si Riki demen sama istri orang? ]
[ Baiklah Pah, kalau itu demi kebaikan Riki, Izam akan bantu ]
[ Lebih baik kamu jangan angkat telepon dari dia jika Riki menelponmu zam, karena Papah tau sifat kamu yang gak pernah tega dengan Riki ]
[ Ia Pah ]
[ Ya sudah, jangan pernah bantu Riki ingat itu zam, Papah tutup dulu ] ucap Pak Surya mematikan teleponnya.
"Ya tuhan gimana ini, dimana gue harus tinggal, gue harus telepon mas Izam" ucap Riki gelisah.
"Akh... Sial Handphone nya gak aktif lagi, mas Izam kemana lagi? apa gue langsung aja ke Apartemen nya mas Izam," gumam Riki. Koper yang lumayan besar itu, terus saja di tarik Riki mengikuti langkah kaki Riki, dia tidak tau kemana harus pergi karena menghubungi mas Izam yang hape nya mati, Mamahnya juga sedang keluar kota, akhirnya Riki memutuskan untuk pergi kerumah Johan saja. Riki membuka HP nya dan mencari kontak Johan. Dia pun menghubungi Johan, di panggilan pertama, Johan tidak mengangkatnya, tapi setelah panggilan ke tiga, Johan mengangkat teleponnya.
[ Halooo Bos, mau balik lagi ke kantor Bos? ]
[ Gue di pecat sama papah Jo.... Lu bisa tolongin gue kagak? ]
[ Haaahhh gak salah Bos... Kan bos Riki Bos disini, mana bisa di pecat pak Surya, jangan nge prank lah Bos..]
__ADS_1
[ Gue serius kampret... Lu harus bantuin gue.... Lu jemput gue sekarang di rumah, gue gak tau mesti tinggal di mana, gue di usir sama bokap gue ]
[ Jadi beneran nih pak Bos... Ya sudah Johan jemput ... Tunggu jangan kemana- mana ] ucap Johan yang langsung menutup teleponnya secara sepihak.
"Yeh si bahlul, malah di matiin. Tapi biarin sajalah, semoga dia cepet datangnya m," ucap Riki yang balik lagi berjalan menuju rumah Papahnya dan berhenti di tempat rindang yang ada tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari gerbang rumah Papahnya.
Tak berapa lama Johan pun datang menjemput Riki, muka Riki sangat pucat dan lemas, seperti tidak makan setahun.
"Bos.... Gak kenapa-kenapa kan bos? pucet banget, sakit bos....? " Tanya Johan khawatir melihat keadaan Bos yang sudah dianggap sebagai sahabatnya sendiri itu.
"Jo perut gue sakit habis di tendang dan di pukuli Bokap gue tadi, lu anterin gue ke rumah sakit dulu ya, habis itu cari makan." Ucap Riki.
"Ia Bos, ayok naik ke mobil" ucap Johan yang langsung memapah Riki memasuki mobil.
_&&&_&&&&
"Gam... Besok konferensi pers nya jam berapa? apa Papah juga harus hadir." Tanya Pak Bram kepada anaknya.
"Papah tentu harus hadir, biar semua orang tau. Dan yang lebih penting biar para penghianat itu menyesal Pah," ucap Agam.
"Ya sudah Papah sekarang pulang dulu ya biar gak kesorean, kasian mamahmu di tinggal sendirian."
"Papah gak nginep aja?"
"Enggak gam... Papah gak bisa tidur kalo enggak Meluk mamah."
"Ternyata Papah bucin juga ya, ya sudah hati-hati Pah!
Kamu jangan lama-lama di kantor, kasian Nissa sendirian di rumah, tar kalo Riki datang lagi gimana?"
"Ia Pah bentar lagi kok, Agam cuma mau liat laporan keuangan saja."
"Ya sudah papah pulang ya... "
"Ia Pah hati hati," ucap Agam, Papahnya Agam pun keluar. Agam langsung mengerjakan pekerjaannya yang tertunda agar bisa segera pulang dan bertemu dengan anak serta istrinya.
_______
Keesokan hari nya.
Ballroom hotel milik perusahaan Agam sangat sibuk di pagi hari, karena sedang mempersiapkan acara yang sangat besar. Yang akan membuat semua orang terkejut, dan akan di siarkan langsung di seluruh TV nasional. Saat semua persiapan sudah selesai, bangku-bangku sudah di susun dengan Rapi. Para wartawan pun sudah terlihat memasuki ruangan dan menempati tempat duduknya masing-masing. Setelah semuanya berkumpul, dan acara pun akan segera di laksanakan. Agam sebagai CEO dari perusahaan PT AGAM GEMILANG yang namanya bahkan baru di kenal sebagai pengusaha muda yang sukses dalam waktu yang singkat karena hanya dengan waktu 3 tahun, perusahaan Agam sudah meningkat dengan pesat, Agam yang tadinya tidak di dikenal bahkan tidak di perhitungkan sama sekali, padahal jika para pengusaha tau jika Agam adalah anak dari Bramantyo CEO sekaligus owner sari PT LALISA KARYA AGUNG , maka semua pasti akan berbondong-bondong untuk bekerja sama dengan Agam, karena melihat bagaimana kekayaan dan kekuasaan keluarga yang di miliki oleh keluarga Bram dan Lisa. Dan banyak sekali yang akan menggoda dan meminta Agam untuk menjadi suaminya. Maka dari itu, Agam meminta sendiri kepada orang tuanya dulu saat dia masih SMA untuk merahasiakan identitas dirinya.
Semua camera mengarah ke arah Agam Wijaya, apalagi ketika kedatangan seorang tamu istimewa yang mempunyai pengaruh besar yaitu sosok pengusaha dengan jumlah kekayaan no.1 di negri ini, duduk berdampingan dengan Agam.
__ADS_1
"Baik para wartawan semuanya, selamat pagi.... Kami mengadakan konferensi pers ini, bertujuan untuk memberitahukan kepada kalian dan khalayak ramai disana bahwa akan ada penyatuan dua perusahaan.... Di mana PT AGAM GEMILANG DAN PT LALISA KARYA AGUNG GRUOP, akan di gabungkan menjadi satu dan akan di pimpin langsung oleh anak Bapak Bram sendiri sang pewaris tunggal kerajaan raksasa yaitu Bapak Agam Arga Wijaya, selaku anak kandung satu satunya dari bapak Bramantyo Wijaya dan ibu Lisa. Maka dari itu akan ada beberapa sambutan dari Bapak Bram selaku president PT LALISA KARYA GRUOP" ucap Moderator acara.
Dan karena pernyataan tersebut semua pun gempar karena hal yang tidak terduga, termasuk lima orang pemegang saham yang telah berkhianat terhadap Agam, mereka semua membelalakkan matanya terkejut.