
Alisha adalah manusia yang memiliki hati yang baik dan lembut walaupun sedikit bar-bar, sebelumnya dia adalah gadis yang ceria, Tapi karena dia mempunyai pengalaman buruk tentang masa sekolahnya yang hanya memanfaatkan Alisha karena dia kaya, Alisha jadi trauma, sehingga ketika dia sekolah SMA hingga kuliah Alisha menyembunyikan identitasnya dan hanya Kiran yang mau menjadi temannya. Tadinya Kiran pun tidak tau tentang siapa Alisha. Hingga suatu hari Arka yang menjemput Alisha di kampus dengan mobilnya dan Kiran pun menyukai Arka pada pandangan pertama.
Alisha tau tentang Kiran yang menyukai kakaknya. Tapi Alisha hanya diam saja. Karena baginya itu adalah hal pribadinya Kiran dan Arka. Alisha tidak mau ikut campur atau menjadi Mak comblangnya antara Arka dan Kiran, apalagi setelah melihat sikap Arka yang cuek, Alisha bahkan sungkan untuk mendekati keduanya.
Sejak saat itu Kiran benar-benar mendekati Arka, bahkan memberitahukan Arka mengenai hatinya. Tapi ternyata Kiran di tolak Dan kiran terus mengikuti Arka. Hingga membuat Arka jengah. Hingga dia tau di mana rumah Arka Dan rumah Alisha berada.
Dan sejak Kiran tau kalo Arka dan Alisha adalah anak orang kaya. Kiran pun berubah dan menjauhi Alisha dan Arka, tadinya Alisha tidak menyadari perubahan Kiran, tapi karena kiran tidak mau lagi bersamanya. Alisha jadi curiga dan menjelaskan semuanya, kenapa dia menyembunyikan identitasnya, dan itu membuat hati Kiran lega. Dan persahabatan mereka akhirnya terjalin kembali sampai sekarang.
Alisha dan Kiran menjadi sahabat dalam berbagai suka dan duka. Tapi untuk masalah Alisha dan Mario. Alisha sama sekali tidak mau memberitahukan kepada sahabatnya itu.
Dan semenjak kejadian pahit yang di alami oleh Alisha karena ulah Mario. Alisha berubah menjadi sifatnya menjadi gadis yang pendiam, bahkan sangat dingin, apalagi kepada lawan jenisnya. Hanya kepada yang terdekat saja, Alisha masih bisa menjadi hangat dan sifatnya seperti dulu.
\_\_\_\_\_&&&\_\_\_\_\_
Beberapa hari ini Mario selalu menjemput dan mengantarkan Alisha ke kantor. Tapi tetap saja, Itu tidak berpengaruh terhadap sikap Alisha padanya yang masih dingin dan cuek.
Bahkan Alisha kerap kali menghilang atau bahkan pulang duluan saat di jemput oleh Mario di kantornya. sampai saat ini Mario pun masih bersabar untuk selalu mentolerir segala sikap Alisha. Seperti hari ini Alisha ingin sekali jalan-jalan ke Mall, dan dia sudah mengajak ibunya dari pagi, tapi karena Mario tiba-tiba nongol di depan pintu, Nissa seperti sengaja untuk mendekatkan mereka berdua, lalu disinilah Mario dan Alisha yang berada di toko pakaian bayi dengan sengaja. Alisha mengerjai Mario untuk membawa Paper bag yang banyak sehingga Mario kesulitan untuk membawa semuanya. Alisha yang melihat itu hanya tersenyum jahil.
"Kenapa Pak? Berat, Repot! ya sini biar saya saja yang bawa" ujar Alisha berjalan di samping Mario. Sengaja Alisha ingin melihat Mario menderita.
'Syukurin, Rasain! Maafin Mamah ya anak- anakku sayang' ucap alisha dalam hati.
"Ga apa-apa kok Al. Aku masih bisa bawa semua ini, Kita makan dulu ya, Udah siang. kamu kan harusnya udah makan Al" Ujar Mario sambil membawa barang bawaan dengan susah payah, karena di kedua tangannya ada masing-masing 6 paper bag.
"Gak usahlah ya. Aku mau pulang aja! Capek," ujar Alisha yang tetap berjalan bahkan Alisha sekarang mendahului Mario hingga jarak mereka sedikit jauh.
"Sabar Mario! Suatu saat Alisha pasti akan melihat ketulusan cinta kamu Mario" Gumam Mario yang mencoba mengikuti langkah Alisha.
Setelah puas berbelanja dan semua belanjaan itu di bayar oleh Mario. Alisha dan Mario pun memutuskan untuk pulang tanpa makan terlebih dahulu. Karena sebenarnya Alisha malas jika terlalu lama bersama Mario. Walaupun ada sedikit rasa senang yang terselip dalam Mata Hati nya itu, tapi Alisha dengan ego yang tinggi tetap tidak mau untuk mengakuinya, kalau perlahan, Alisha mulai terbiasa dengan kehadiran Mario di sisinya. Mario pun menaruh semua paper bag di bagasi belakang mobil Mario. Lalu membuka pintu depan untuk Alisha duduki. Setelah Alisha masuk ke dalam mobil. Mereka berdua pun dalam mobil yang sama, langsung bergegas pulang.
Saat mobil melangkah pelan, tidak ada suara di antara mereka, hanya ada keheningan. Tetapi Mario selalu saja melirik sebentar- sebentar ke arah Alisha. Dan memastikan kalau Alisha tidak tertidur. Benar saja tak lama kemudian Alisha pun tertidur dengan dengkuran halusnya. Hingga membuat Mario menampilkan senyuman manisnya.
Saat sudah sampai rumah. Alisha masih tertidur di dalam mobil dengan nyenyaknya. Mario turun dari mobil dan menghampiri pintu masuk depan. Setelah itu mengetuk pintu supaya pintu di buka kan, lalu keluar lah Nissa.
__ADS_1
"Loh... Mario, Alisha nya mana?" tanya Nissa bingung saat melihat hanya Mario yang ada di luar tanpa Alisha.
"Masih di mobil Bu Nissa, Tolong di bukakan pintu kamar Alisha ya Bu, Aku mau gendong Alisha ke kamar, Dia ketiduran." Ujar Mario yang langsung pergi ke mobilnya Dan membuka pintu mobil di mana Alisha duduk kemudian langsung menggendong Alisha ala bridal style.
Dari raut muka Mario, tergambar jelas kalau dia sedang keberatan menggendong Alisha. yang sedang mengandung kedua anaknya, tapi Mario tetap berusaha untuk menggendong Alisha yang sedang tertidur nyenyak tanpa jatuh sedikitpun. Alisha yang di gendong Mario malah mengeratkan pelukannya ke dada bidang Mario hingga membuat Mario semakin Dag-dig-dug di buatnya. Tapi Mario masih tetap menahan sikapnya di depan calon ibu mertuanya. Agar Nissa bisa melihat sikap Mario yang tenang dan sangat gentle.
Mario pun menaruh badan Alisha secara perlahan di kasurnya yang sudah di siapkan bantal dan selimut, agar Alisha bisa tidur dengan nyaman.
Setelah selesai menaruh Alisha di tempat tidurnya. Mario pun ke luar kamar dan menghampiri Nissa yang sedang makan bersama mbok Jum berdua di meja makan.
"Bu saya permisi dulu ya Bu. Mau pulang ke rumah," Ujar Mario izin untuk pulang.
"Kamu gak makan dulu? Apa udah makan?"
"Alisha yang belum makan Bu, padahal tadi saya udah nawarin dia, tapi Alisha nya gak mau"
"Ya udah biarin aja, sebelum berangkat ke Mall sama kamu, dia udah makan dua porsi. jadi kamu gak usah khawatir" ujar Nissa sambil memakan-makanannya.
"Pantesan aja Alisha ngantuk banget. Perutnya kenyang dan juga kecapean" ujar Mario.
"Gak usah Bu makasih, Mario mau pulang aja, Oh ia Bu, Mario mau pamit dulu Bu. Ada masalah di Indonesia, Mario harus bantuin Papah di Perusahaan. Urgent banget, Papah juga lagi sakit-sakitan, Kalau semuanya udah beres nanti Mario langsung kesini lagi. Dan insya Allah sebelum Alisha melahirkan Mario udah datang lagi ke sini" Ujar Mario panjang lebar.
"Oh begitu... ya sudah kamu hati-hati di jalan! Tapi kamu bakalan balik lagi kesini kan?" tanya Nissa.
"Ia Bu, Saya akan tepati janji saya untuk menikahi Alisha. sebelum ada yang melamar Alisha, saya akan terus berusaha untuk meluluhkan hati Alisha agar mau memaafkan saya dan menikah dengan saya" Ujar Mario mantap dan yakin.
"Ya sudah kamu hati-hati ke Indonesia Kapan berangkat?" tanya Nissa.
"Malam ini saya akan pulang bersama saudara saya Bobi Bu"
"Save flight aja ya Mario"
"Ia Bu, makasih ya Bu" Ujar Mario lalu keluar dari rumah Nissa. Mario pun pergi ke mobilnya dan langsung ke rumah sewaannya.
__ADS_1
Keesokan harinya...
Alisha menjalani hari nya dengan biasa. Karena hari ini adalah hari Senin waktunya bekerja. Alisha sudah siap dengan pakaian kerja nya tapi berbentuk gaun yang besar. pakaian kerja untuk ibu hamil. Setelah selesai dengan dandanannya. Alisha segera keluar kamar dan menuju ruangan dapur kemudian melihat ibunya yang sedang makan. Tapi mata Alisha melirik kanan kiri.
'Di mana Mario? Tumben banget jam segini belum kelihatan batang hidungnya?" tanya Alisha dalam hatinya.
Alisha pun tak mau berpikir terlalu berat.
'Mungkin Mario telat menjemputnya, biarlah mending sekarang aku makan, mungkin dia sebentar lagi datang' gumam Alisha dalam hatinya.
Alisha pun duduk di kursi dekat ibunya yang sedang memakan nasi goreng kesukaannya.
"Kamu hari ini berangkat sama Mamah ya ke kantornya" ucap Nissa.
"Sama Mamah? Emangnya si Mario kemana Mah" tanya Alisha kaget karena Mario ternyata tidak datang.
"Nyariin Mario ya? Dia gak bakalan datang hari ini" Ledek Nissa kepada putrinya. Alisha pun langsung merah mukanya.
"Apaan sih Mah, aku gak nanyain dia, gak nyariin juga. Cuma heran aja, biasanya muka dia udah tiba-tiba nongol. Ini malah gak ada. Tumben" ujar Alisha mengerenyitkan kedua alisnya.
"Ia-in aja dah Nak! Jangan kangen sama Mario ya, karena katanya dia kemaren, dia bakalan lama di Indonesia" Ujar Nissa yang masih ingin melihat ekspresi mukanya Alisha.
"Oh" sahut Alisha.
Ting...Ting..
Suara chat masuk di HP Alisha.
( Aku ke Jakarta dulu ya cantik ada urusan mendesak sama Papah, dia lagi sakit. Kamu mau gak jengukin, kali aja kalau di jengukin sama calon mantu langsung sembuh ) Chat dari Mario yang membuat Alisha terdiam tapi sudut bibirnya tersenyum walaupun sangat samar.
( Aku masih di bandara transit. Capek banget sebenarnya, apalagi udah kangen aja sama kamu. kamu jangan kangenin aku ya... Berat...soalnya. Cukup kamu membawa kedua anak aku aja, tapi tenang aja, Aku cuma sebentar dan sebelum kamu melahirkan aku udah ada di Amerika lagi ) chat kedua dari Mario. Alisha mencoba untuk mengatur hati dan perasaannya biar tidak terlihat terlalu senang dengan ucapan Mario, agar Nissa tidak tau. Kalau hatinya sekarang sedang joget-joget blackpink.
Hanya ada dua chat dari Mario yang sukses membuat Alisha baper parah. Tapi Alisha segera menguasai perasaannya, dan menaruh lagi HP nya ke dalam tas nya. Nissa yang melihat kelakuan anaknya hanya bisa tersenyum samar.
__ADS_1
'Dasar anak muda! Giliran ada orangnya, pura- pura nolak, giliran orangnya gak ada kangen kan!' Ucap Nissa dalam hati, sambil senyum- senyum sendiri melihat Alisha yang gugup.