MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM


__ADS_3

POV Nissa


Drt...... Drt...... Drt......


" Si Herman ngapain pake nelpon segala..... Males banget jawab telepon dia, aku ngomongnya sekata, dia pasti balasnya seribu kata biarkan saja.... Syukurin kamu ku blok lagi Nomernya.... Enak aja main ngakuin anak, gak ngotak kelakuan minus mau jadi ayahnya Arka ngimpi sekebon, " ucapku kesal setelah memblokir No what up nya si Herman. Hp ku matikan dan aku pun ingin melihat anakku yang sedang di asuh oleh nenek-nenek nya, bahkan ibu Endang juga ada disini, beliau datang kemaren untuk menghadiri akad pernikahan ku besok.


Ku lihat anakku yang sudah semakin gembul dan aktif, bahkan Arka selalu tersenyum kepada semua orang, kalo bahasa Sundanya namanya suranyeh. Kebahagiaan ku lengkap setelah hadirnya Arka, dan mas Agam .


" Uluh.... Uluh.... Anak mamah ini, ketawa Mulu sama nenek-nenek, emangnya lucu ya sayang. Ucapku sambil menciumi seluruh muka Arka, dan Arka nya jadinya ngambek karena terus aku ciumi...


" Anak mamah manja.... Hahaha " ucapku tertawa .


" Nis.... Segala sesuatu udah siap kan? jangan sampe ada yang kelewat... Besok acaranya harus benar-benar lancar ya...? Kamu harus teliti, hal sekecil apapun " ucap mamahku memberikan wejangan.


" Lah mamah kan yang siapin, sama mami, Nissa sama mas Agam tinggal ngikut "


" Ia juga ya.... Tapi kan kamu harus kroscek lagi...., Sekarang mendingan kamu luluran gih... Perawatan sana, biar wangi luar dalam, kulit halus, biar Agam makin terpesona sama kamu, gih sanaaaa mumpung masih siang.... Biar Arka mamah yang jagain sama ibu ya... Asi kamu banyak kan stok nya " ucap mamah yang ngomong nya seperti kereta api.


" Banyak mah di kulkas, ya udah Nissa ke salon dulu buat perawatan ya mah " ucapku yang menyerahkan baby Arka yang habis menyusui dan tertidur ke pangkuan mamah, lucu sekali pipi gembul nya itu loh.... Aku pun segera pergi ke salon yang tidak jauh dari rumah ku, walaupun salonnya sudah masuk kota, tapi salon begitu ramai, untungnya aku sudah reservasi duluan , jadi tidak usah mengantri untuk melakukan perawatan.


Sebelum melakukan perawatan aku membuka HP ku untuk mengirimkan chat kepada mas Agam.


( Yank aku lagi di salon ya.... Jangan nyamperin, tahan tinggal besok kita ketemu ) ku kirimkan chat kepada mas Agam, dan tanpa menunggu lama mas Agam pun langsung membalas.


( Aku ikut boleh yank .... Kita pijit bareng gimana )


( Modus aja kamu itu mah... Tinggal besok kita ketemu yank di akad, semoga kamu gak kaget ya )


( Tapi aku kangen banget tau..... Seminggu gak ketemu serasa sewindu.. Tar habis kita nikah...kamu aku kekepin terus di kasur )


( Yee.... Arka mau kamu kemanain yank.. )


( Sama Arka juga.... Pas Arka bobo.... Baru dah kita bisa ***.... ***.... )


( Ya udah yank.... Jadi ngaco kan kamu.... Aku masuk dulu ya.... Udah di panggil )

__ADS_1


ku akhiri chat dari mas Agam, kalo terus di ladenin bisa panjang seharian enggak kelar-kelar. Ku lihat panggilan di HP ku ternyata ada no baru yang telepon tadi pake telepon biasa, sampe 20 x, gila ni orang gak ada kerjaan kali ya, ganggu orang aja, ku blokir juga No nya, jadi tidak bisa mengganggu ku lagi. Nama ku pun di panggil untuk melakukan perawatan spa, lulur, dan wajah biar fresh.


Setelah selesai melakukan perawatan, aku pun langsung pulang, karena kangen sekali dengan Arka, dan saat perawatan terus mikirin Arka, takutnya Arka nangis, dan saat sampai rumah ternyata Arka sedang main dengan para nenek- neneknya, aku pun tersenyum melihatnya. Arka menjadi idola baru di rumah ini.


Hari pernikahan pun tiba, pagi-pagi sekali MUA sudah datang mendandani ku setelah sholat shubuh, MUA bekerja dalam tim, jadi semua bisa di lakukan oleh asisten MUA dan tak ada antrian yang lama untuk di dandani.


" Kulitnya bagus banget ya mba.. Mau di buat natural, atau mewah elegan nih riasanya" ucap MUA tersebut memilihkan riasan yang cocok untuk ku.


" Yang natural tapi elegan kak, sepertinya cocok, tidak terlalu menor " ucapku.


" Ok siap mba, di tunggu ya.... Aku akan membuat Masterpiece di wajah mba yang cantik ini " ucap MUA tersebut yang langsung menghiasi mukaku.


Acara akad di lakukan sekarang karena sudah jam 8 pagi, dan kudengar pak penghulu sudah datang,begitu juga mas Agam dan papahku yang sudah duduk di tempat masing-masing. Aku mendengar akad pun di mulai, hatiku dag.......dig.....dug..... Saat mas Agam melakukan akad bersama papa.


Sah....


Sah....


Sah....


Kata sah menggema di seluruh gedung ini, hati ku pun ikut lega, dan merasakan euporia berbahagia di pernikahan ku, entah kenapa, aku merasakan kebahagiaan yang sangat, sehingga aku pun meneteskan air mata karena terharu, tapi tetap tidak merusak riasanku dan hati ini pun lega seolah beban berat luruh dari pundakku, berbeda saat aku menikah dengan mas Herman, aku tak merasakan gejolak apapun bahkan jantungku pun berdetak biasa aja, dan tidak ada rasa bahagia seperti ini, jujur aku bukan sedang membandingkan pernikahan aku antara mas Herman dan mas Agam, tapi inilah yang kurasakan sekarang, beda memang jika kita menikah dengan rasa cinta dan belahan jiwa kita, pasti semuanya akan terasa indah dan bahagia. Saat sudah selesai akad, mamah pun datang bersama mami ke ruangan aku di rias untuk menjemput ku, aku di kawal oleh mamah dan mamih di kanan kiri ku menuju penghulu, jujur aku sangat gugup bahkan keringat dingin mulai menghinggapi tanganku, untung saja mamah dan mamih memegang tanganku, seolah memberi kekuatan, jadinya aku tidak jatuh saat berjalan ke arah meja akad. Aku pun duduk bersanding dengan mas Agam, kami berdua menatap satu sama lain, aku begitu terpesona dengan ketampanan suamiku ini, Masya Allah sungguh nikmat yang kau berikan tiada duanya, batinku dalam hati.


" Sok atuh di cium tangan suaminya Nok Nissa... " Ucap bapak penghulu. Ku ikuti arahannya, ku cium takjim tangan suamiku, sambil ku berdoa dalam hati, semoga mas Agam bisa menjadi suami dan ayah yang baik bagi Arka dan anak- anak kita kelak. Setelah selesai ku cium punggung tangannya, mas Agam pun mencium keningku lembut.


Setelah proses akad selesai kami semua berpindah ke tempat resepsi, dan sekarang acara foto-foto bersama dua keluarga besar dan pada tamu undangan yang hadir di acara akad, dan tak lupa si tampan Arka yang tak pernah lepas dari gendongan mamah, mami dan ibu Endang, mereka bertiga bergantian menjaga dan menggendong Arka.


Acara foto-foto sudah selesai, kami pun semua makan di prasmanan sambil menunggu dzuhur, sedangkan aku dan mas Herman yang merasa letih badan memutuskan untuk istirahat di kamar, karena kaki ini sudah lelah akibat berdiri terus, apalagi resepsi nanti harus mempersiapkan kaki lebih kuat lagi. Karena pasti akan selalu berdiri sampai sore.


" Sayang banget ya yank waktunya cuman 2 jam padahal aku pengen banget yank " ucap mas Agam ketika kita berdua sampai di kamar, dan mas Agam langsung memelukku tubuhku.


" Sabar atuh.... Udah gak tahan ya..? Kalo sekarang mah gak enak cuman sebentar, nanti malam aja... Baru berapa lama pun aku jabanin yank " ucapku menggoda mas Agam, aku sekarang sedang di dekapan mas Agam, karena sekarang sudah halal, aku merasa sangat nyaman.


" Ya sudah lebih baik kamu buka pakaian kamu, sini aku bantu lepaskan, habis itu kita pelukan aja di kasur ya sampai azan dzuhur. "


" Ok sip suami ku " kami berdua pun hanya berpelukan di kasur untuk mengistirahatkan badan terutama kaki, sambil saling menceritakan kisah kami masing-masing dan percakapan absurd lainnya.

__ADS_1


Tiba waktunya acara resepsi, wajahku pun sudah kembali di rias, dan berganti gaun resepsi yang sangat indah dan memiliki ekor yang panjang di bagian belakangnya. Para tamu undangan sudah banyak yang telah datang dan memasuki gedung tempat pernikahan, semua keluarga besar mas Agam, dan keluarga besarku juga ikut serta hadir di pesta ini, ada pula teman teman ku di tempat kerja ku dulu seperti Sera, Arsy, Diana dan Danu .


" Wah.... Wah... Kayanya ketinggalan berita nih saya, " ucapku saat melihat Sera dan Danu bergandengan tangan .


" Hehehehe tar lu tunggu undangannya dari kita ya Mpok.... Harus datang pokoknya, gak Nerima penolakan gue.." ucap Sera yang langsung memelukku erat.


" Pokoknya kalo ini lu harus bahagia ya Nis, " ucap Sera tulus, sambil menitikkan air mata.


" Pak Agam jangan sakiti Nissa ya, awas aja kalo sampe Nissa tersakiti oleh pak Agam, kita bakalan yang balas pak Agam " ucap Sera setelah melepas pelukan ku .


" Tenang aja.... Aku bakalan jagain Nissa, lindungi Nissa dan Arka... Dan akan membuat mereka berdua bahagia selalu " ucap Agam serius, dan aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.


" Ya udah buru gih... Ngantri ini di belakang " ucap Arsy yang langsung menerobos untuk memeluk ku dan mengucapkan selamat. Dan kamu semua pun tertawa atas kelakuan absurd Arsy.


Para tamu pun seperti tak ada habisnya datang dan pergi silih berganti, mataku terfokus melihat salah satu tamu undangan. Terlihat Fina sedang menggendong seorang balita cantik, dan dia datang di gandeng oleh laki-laki.... Sepertinya memang aku banyak ketinggalan berita di luar sana.


" mba Nis..... Selamat yaa.....atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang samawa deh pokoknya, dan maafkan aku atas kesalahan-kesalahan ku yang lalu " ucap fina tulus dan memeluk ku.


" Ia Fin sama-sama, ngomong-ngomong ini anak lucu banget, anak siapa " ucapku gemas melihat ke arah anak yang di gendong Fina.


" Hehehehe ini calon anakku mba Nis...


Dan ini....Calon suamiku Tedi mba, " ucap Fina malu-malu saat memperkenalkan calonnya kepada kami, aku hanya tersenyum dengan kelakuan pasangan muda yang lucu ini.


" Selamat buat kalian berdua..... Jangan lupa loh undangan buat mba kamu kirim ke sini, awas aja kalo sampai mbak di lupain " ucapku.


" Sip mba pasti, ya udah kamu berdua turun ya mba " ucap Fina yang langsung turun di ikuti oleh pacarnya, romantis sekali mereka berdua turun panggung pun si cowoknya sangat sigap, Pikirku.


Acara resepsi sudah kita lewati, pegal nya kaki ini, aku dan mas Agam yang langsung pergi ke kamar pengantin kami, untung saja Arka tidak rewel, dan masih di jaga oleh ketiga nenek nya. Saat sampai kamar, aku langsung masuk kamar mandi dan membersihkan badan ini, karena sudah lengket dan gatal.


" Segarnya udah mandi.... " Ucapku yang langsung duduk di kasur, ku lirik mas Agam yang ada di sebelahku...


" Lirikan matamu yankkk.... Nancep ke ulu hati " ucapku sambil memperagakan dengan tangan langsung ke dada...


" Lebay kamu yank.... Hahahaha, ya udah siap siap ya.... Aku mau mandi dulu "

__ADS_1


" Siap siap apa yank...? Aku ngantuk... Hoammmm, " ucapku pura-pura tidur.


" Hahahaha jangan macam-macam kamu sayang, kamu gak akan lepas dari aku sayang " ucap mas Agam seperti mutlak di telingaku.... Ikhh ngeriiii.....


__ADS_2